free hit counter drg. MOHAMMAD ISA — FBI

drg. MOHAMMAD ISA

Tokoh Pejuang Kemerdekaan Sumsel

Drg. M. Isa (1909-1979) lahir di Binjai, Sumatera Utara pada 4 Juni 1909. Beliau mempunya latar belakang pendidikan cukup tinggi untuk ukuran rata-rata pemuda kita di masa itu. Tamat dari HIS, melanjutkan di MULO, kemudian AMS, dan akhirnya mendapatkan gelar drg (dokter gigi) setelah menamatkan pendidikan di STOVIT.

Pada tahun 1936 Drg. M. Isa memulai karir sebagai Asisten Dosen di Sekolah Dokter Gigi STOVIT. Hanya bertahan dua tahun, mulai tahun 1938 jabatan itu ditinggalkan dan beliau memutuskan buka praktek sendiri di Palembang.

Pada tahun 1945 beliau menjadi Wakil Kepala Jawatan Kemakmuran, kemudian menjabat Pemimpin Umum Perusahaan Minyak Republik Indonesia (PERMIRI), yang pertama menguasai dan mengekploitir semua kilang dari BPM dan STANVAC yang berada di Keresidenan Palembang.

Selanjutnya beliau ditunjuk menjadi Kepala Kantor Minyak yang mengurus distribusi minyak. Masih pada tahun 1945, beliau diangkat sebagai Anggota Ketua Komisaris Nasional Indonesia Daerah Keresidenan Palembang.

Berbekal pendidikan tinggi, kecerdasan dan semangat pengabdiannya yang besar, maka pantas kalau pada tahun 1946 beliau diangkat sebagai Residen Palembang. Bahkan pada bulan Oktober masih pada tahun 1946, beliau merangkap jabatan sebagai Gubernur Muda Sub Propinsi Sumatera Selatan. Baru pada bulan Desember 1946 beliau sepenuhnya hanya menjabat sebagai Gubernur Muda sub Propinsi Sumatera Selatan.

Jenjang karier beliau kembali meningkat pada bulan Mei 1948 dengan diangkatnya beliau sebagai Gubernur Propinsi Sumatera Selatan. Setahun kemudian, tepatnya bulan Mei 1949, beliau menjabat sebagai Komisaris Negara untuk Daerah Militer Sumatera Selatan. Masih pada tahun 1949, sesudah Rum-Royen Statement, Pemerintah Pusat memutuskan pengangkatan beliau sebagai Anggota Local Joint Commite, kemudian ditunjuk sebagai Penasehat Ahli dan delegasi RI di KMB selanjutnya sebagai Anggota Panitia Persiapan Nasional, dan kemudian ditunjuk sebagai Ketua Panitia Perbatasan Daerah Renville dengan Daerah Negara Sumatera Selatan.

Pada bulan Januari 1950, beliau kembali menduduki jabatan semula sebagai Gubernur Propinsi Sumatera Selatan. Dua bulan kemudian, tepatnya bulan Maret 1950, beliau kernbali disibukkan dengan jabatan rangkap sebagai Komisaris RIS untuk Negara Sumatera Selatan dan daerah Bangka-Belitung dengan tugas mengambil alih kekuasaan Wali Negara Sumatera Selatan. Tetapi pada bulan Nopember 1954, atas permintaan sendiri beliau melepaskan jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Selatan.

Meskipun non aktif dari tugas pemerintahan daerah, beliau tetap bergiat dalam mengisi Kemerdekaan Nasional. Bulan September 1955 beliau menduduki jabatan Presiden Direktur NV Karet Sumsel, suatu perusahaan yang didirikan dengan 51% modal Pemerintah RI. Bulan Maret 1956, beliau diangkat sebagai Anggota DPR-RI.

Beberapa tahun kemudian, Juni 1960, beliau terpilih sebagai Anggota DPR Gotong Royong dan MPRS-RI. Kemudian bulan Oktober 1960 beliau menjadi Presiden Universitas Sriwijaya. Pada tanggal 7 Nopember 1979, Drg. Mohammad Isa wafat pada usia 70 tahun.

***Referensi
Biodata Tokoh Perjuangan Kemerdekaan Daerah Sumsel
Berbagai sumber

Komentar

Login or Register to comment.

Halo, Ndan!

Tampaknya anda baru di sini. Klik satu tombol berikut untuk mulai ber interaksi atau berkomentar!

Kategori