Current time: 18 Apr 2014, 15:17 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / ACI / Keluarga Sadar Hukum / Prosedur jual-beli tanah



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 87 Votes - 3.15 Average


  
gusrus
23 Dec 2009 15:18    #1

Pejuang Keadilan

Bila anda ingin membeli tanah, beberapa prosedur yang perlu anda ketahui adalah:

Pertama, membuat akta jual beli (AJB)
Jika sudah terjadi kesepakatan harga tanah antara pihak penjual dan pembeli maka keduanya harus datang ke kantor pejabat pembuat akta tanah (PPAT) untuk membuat akta jual-beli tanah. Kesepakatan harga di sini termasuk cara pembayaran dan siapa yang menanggung biaya pembuatan akta jual beli (AJB) di hadapan PPAT.

PPAT adalah pejabat umum yang diangkat oleh kepala Badan Pertanahan Nasional yang mempunyai kewenangan membuat akta jual–beli. Untuk daerah-daerah yang belum cukup jumlah PPAT-nya, camat, karena jabatannya, dapat melaksanakan tugas PPAT membuat akta jual-beli tanah.

Jangan lupa membawa hal yang perlu untuk membuat AJB di kantor PPAT yaitu:
(a) Penjual membawa:
- Asli sertifikat hak atas tanah yang akan dijual;
- Kartu tanda penduduk (KTP);
- Bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan (10 tahun terakhir);
- Surat persetujuan suami/istri bagi yang sudah berkeluarga;
- Kartu keluarga (KK);

(b) Calon pembeli membawa:
- Kartu tanda penduduk (KTP);
- Kartu keluarga (KK);

Kedua, kemudian PPAT melakukan pemeriksaan mengenai keaslian sertifikat ke kantor pertanahan. Gunanya untuk mengetahui:

- Apakah Sertifikat tersebut asli;
- Apakah Sertifikat tersebut sedang dijaminkan ke pihak lain atau tidak. PPAT akan menolak membuat AJB jika tanah tersebut dalam sengketa atau sedang dalam dijaminkan;
- Apakah sertifikat/tanah tersebut sedang dalam sengketa atau tidak;
a. Penjual harus membayar pajak penghasilan (PPh) jika harga jual tanah di atas Rp 60 juta di bank atau kantor pos. Pembeli membayar bea perolehan hak atas tanah dan angunan (BPHTB).
b. Penjual harus membayar pajak penghasilan (PPh) jika harga jual tanah di atas Rp 60 juta di bank atau kantor pos. Pembeli membayar bea perolehan hak atas tanah dan angunan (BPHTB).
c. Calon pembeli dapat membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut ia tidak menjadi pemegang hak atas tanah yang melebihi ketentuan batas luas maksimum.
d. Surat pernyataan dari penjual bahwa tanah yang dimiliki tidak dalam sengketa.
e. PPAT menolak pembuatan AJB apabila tanah yang akan dijual sedang dalam sengketa.

Ketiga, pembuatan AJB harus melalui:
a. Pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberi kuasa dengan surat kuasa tertulis.
b. Pembuatan akta harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi.
c. Pejabat pembuat akta tanah membacakan akta dan menjelaskan mengenai isi dan maksud pembuatan akta.
d. Bila isi akta telah disetujui oleh penjual dan calon pembeli maka akta ditandatangani oleh penjual, calon pembeli, saksi-saksi dan pejabat pembuat akta tanah.
e. Akta dibuat dua lembar asli, satu lembar disimpan di kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke kantor pertanahan untuk keperluan pendaftaran (balik nama).
f. Kepada penjual dan pembeli masing-masing diberikan salinannya.

Keempat, setelah pembuatan Akta Jual-Beli :
(a) PPAT menyerahkan berkas AJB ke kantor pertanahan untuk keperluan balik nama sertifikat.
(b) Penyerahan harus dilaksanakan selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak ditandatanganinya akta tersebut.

Berkas yang diserahkan adalah:
- Surat permohonan balik nama yang ditandatangani oleh pembeli
- AJB PPAT;
- Sertifikat hak atas tanah;
- Kartu tanda penduduk (KTP) pembeli dan penjual;
- Bukti pelunasan pembayaran pajak penghasilan (PPh);
- Bukti pelunasan pembayaran bea perolehan hak atas tanah dan bangunan;

Kelima, proses di Kantor Pertanahan
(a) Setelah berkas disampaikan ke kantor pertanahan, kantor pertanahan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT, selanjutnya oleh PPAT tanda bukti penerimaan ini diserahkan kepada pembeli.
(b) Nama pemegang hak lama (penjual) di dalam buku tanah dan sertifikat dicoret dengan tinta hitam dan diparaf oleh kepala kantor pertanahan atau pejabat yang ditunjuk.
© Nama pemegang hak yang baru (pembeli) ditulis pada halaman dan kolom yang ada pada buku tanah dan sertifikat dengan dibubuhi tanggal pencatatan dan ditandatangani oleh kepala kantor pertanahan atau pejabat yang ditunjuk.
(d) Dalam waktu 14 (empat belas hari) pembeli sudah dapat mengambil sertifikat yang sudah atas nama pembeli di kantor pertanahan.

http://www.primaironline.com/interaktif/...beli-tanah
signature
" Jangan Menyerah, Hidup ini adalah Anugerah........" :top

[align=center]http://dutablogger.com/gusrus[/align]
banner
betang
23 Dec 2009 23:32    #2

Serka

trimakasih imfonya?
banner
perkasa.jantan
24 Dec 2009 06:19    #3

Letkol

jadi ngerti sekarang nih.....thanks ndan atas infonya...........
banner
Yoshua99
24 Dec 2009 08:41    #4

Letkol

nice post; terimaksih atas info prosedurnya
signature
Salam Peace
Yoshua99
Semoga Tuhan memberkati kita semua.
Maaf bila repost dan/atau kurang berkenan
banner
i. ketut
24 Dec 2009 10:19    #5

Kapten

thanks infonya dan prosedurnya
banner
miskol
24 Dec 2009 13:33    #6

Letjen

Wait Wait
ada yang kurang dari prosedur diatas.....
biaya yang harus dikeluarkan untuk PPAT dan balik nama sertifikat......
banner
gusrus
28 Dec 2009 10:10    #7

Pejuang Keadilan

(24 Dec 2009 13:33)miskol Wrote:
 
Wait Wait
ada yang kurang dari prosedur diatas.....
biaya yang harus dikeluarkan untuk PPAT dan balik nama sertifikat......

Thnaks Ndan, atas masukannya.

Jadi dah beli tanah belum?
signature
" Jangan Menyerah, Hidup ini adalah Anugerah........" :top

[align=center]http://dutablogger.com/gusrus[/align]
banner
jakakelana
28 Dec 2009 13:23    #8

Kapten

info yang menarik
Thanks ndan........
signature
[b]PROMO... ROLL BANNER HANYA 125.000[/b]
hubungi saya di [email=sepdi@visimediaprinting.com]sini[/email] atau pm saya ya.......
call [b]9402-9098[/b] Top
banner
UNTOWN
28 Dec 2009 13:32    #9

Letda

tambahan ndan...
menurut PP 24 tahun 2006 tentang tarif yang berlaku di Badan Pertanahan Nasional RI
untuk balik nama :
Biaya Pengecekan Rp. 25.000,-
Biaya Pencatatan Rp. 25.000,-
kalo biaya lebih dari itu berarti........ PUNGLI!!!!
signature
[b][/b][size=medium]FREEDOM N' Peace[/size]
banner
UNTOWN
28 Dec 2009 13:37    #10

Letda

tambahan ndan...
menurut PP 24 tahun 2006 tentang tarif yang berlaku di Badan Pertanahan Nasional RI
untuk balik nama :
Biaya Pengecekan Rp. 25.000,-
Biaya Pencatatan Rp. 25.000,-
kalo biaya lebih dari itu berarti........ PUNGLI!!!!MadMad
signature
[b][/b][size=medium]FREEDOM N' Peace[/size]
banner
jack loh
31 Dec 2009 14:20    #11

Kopka

Ohh jadi gitu yach. trims ndan.
banner
perugiana_fachri
3 Jan 2010 10:04    #12

Letjen

(28 Dec 2009 13:37)UNTOWN Wrote:
 
tambahan ndan...
menurut PP 24 tahun 2006 tentang tarif yang berlaku di Badan Pertanahan Nasional RI
untuk balik nama :
Biaya Pengecekan Rp. 25.000,-
Biaya Pencatatan Rp. 25.000,-
kalo biaya lebih dari itu berarti........ PUNGLI!!!!MadMad
pungli ? selamat datang di indonesia,tidak ada istilah pungli yg ada biaya administrasi tambahan Ngakak
banner
big2besar
6 Jan 2010 21:33    #13

Mayjen

Biaya pengecekan Sertfikat dalam sengketa/jaminan atau tidak Rp 300.000 via PPAT (Artinya PPAT yang ngecek di BPN) masih bisa nego.

Biaya Balik Nama Via PPAT tergantung luas dan NJOP Bumi & Bangunan, sebagai contoh tanah dengan luas -/+ 200 m2 kisaran 5 jt s/d 10 jt.

Kalo ga mau via PPAT, ngurus langsung ke BPN bisa juga, hanya harus sabar menunggu (walau sudah bayar lebih) dan ada kemungkinan pembengkakan biaya.

BPN lebih suka berhubungan dengan PPAT dan akan didahulukan yang via PPAT karena kalo ada komplain masalah tarif yang tidak sesuai, BPN bisa menyalahkan PPAT yang menerapkan tarif tdk sesuai UU. Padahal sudah ada deal antara PPAT & BPN masalah harga.

Smile
signature
[size=medium][color=blue]“Putus Cinta Sudah Biasa, Putus Rem Matilah Kita”[/color][/size]

Cool
banner
jakakelana
12 Jan 2010 12:39    #14

Kapten

keluarga istri saya baru saja menjual rumah warisan..........

saat mengurus surat kematian ke RT (ibu mertua saya dimakamkan di tanah wakaf, sehingga tidak ada surat kematiannya), Ketua RT ternyata langsung meminta biaya 500 rb............!!!!!!!

apa yang harus kami lakukian????????? mohon bantuan teman2 semua.........
signature
[b]PROMO... ROLL BANNER HANYA 125.000[/b]
hubungi saya di [email=sepdi@visimediaprinting.com]sini[/email] atau pm saya ya.......
call [b]9402-9098[/b] Top
banner
perugiana_fachri
13 Jan 2010 11:08    #15

Letjen

(12 Jan 2010 12:39)jakakelana Wrote:
 
keluarga istri saya baru saja menjual rumah warisan..........

saat mengurus surat kematian ke RT (ibu mertua saya dimakamkan di tanah wakaf, sehingga tidak ada surat kematiannya), Ketua RT ternyata langsung meminta biaya 500 rb............!!!!!!!

apa yang harus kami lakukian????????? mohon bantuan teman2 semua.........

tanah wakaf itu milik anda pribadi/keluarga anda atau milik masy sana? jika milik anda maka anda tidak wajib membayarkan sejumlah uang pada aparat tsb.
jika bukan milik anda/keluarga anda bisa jadi hal itu merupakan biaya administrasi tuk penguburan. Thanks
saran ku sebelum di bayarkan tanyakan kegunaannya untuk apa? jika tuk sewa tanyakan batas tempo akhir masa sewa brapa lama.
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014