Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 57 Vote(s) - 3 Average
Tools    New reply


17 Dec 2009 10:38
yans-januar
Be A Good Father
Posts 1.339
Reputation: 251
Awards:
Facebook NetworkMember Telah DewasaPembayar Pajak

Mohon maaf sebelumnya,

ndan / ndin, mau tanya apakah yang dimaksud dengan wirid?? Apakah sama seperti dzikir?? Didalam Al'quran dan Al hadist apakah diajarkan mengenai wirid??

Matur Suwun






signature
[align=center][b][size=x-large][url=http://lionews.com/rcti-online-nonton-rcti-live-streaming.html]Nonton TV Online Yuk[/url][/size][/b][/align]

17 Dec 2009 10:57
Cak Moes
Letda
Posts 610
Reputation: 13
Awards:
Facebook Network

(17 Dec 2009 10:38)yans Wrote:
 
Mohon maaf sebelumnya,

ndan / ndin, mau tanya apakah yang dimaksud dengan wirid?? Apakah sama seperti dzikir?? Didalam Al'quran dan Al hadist apakah diajarkan mengenai wirid??

Matur Suwun
Shy Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya bakal luar biasa banyaknya bila dijabarkan :pusing:Cry Blah

DALAM ilmu tasawuf dibedakan pengertian antara Zikir, Wirid, Tafakkur, dan Tazakkur. Zikir lebih bersifat generik, segala upaya yang dilakukan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Pendekatan itu dilakukan melalui penyebutan nama-nama atau kalimat-kalimat mulia, seperti membaca nama-nama mulia Tuhan (al-asma al-husna), dan termasuk membaca Al-Quran. Termasuk dalam pengertian zikir ialah merenung sambil menghayati keagungan dan kebesaran Allah SWT.

Wirid hampir sama pengertiannya dengan Zikir. Bedanya, kalau Wirid sudah mulai ada pengaturan tata cara, jumlah, dan waktu pembacaan zikir. Misalnya seorang Syekh, mursyid, atau kiai memberikan wirid-wirid tertentu kepada muridnya yang biasanya melalui proses penyerahan khusus (ijazah). Pengamalan Wirid diatur tatacaranya, misalnya berapa kali harus dibaca, apakakah dibaca di pagi hari atau di sore hari atau dalam keadaan tertentu. Kalau kurang atau lebih dari jumlah yang ditentukan, biasanya tidak lagi dianggap wirid, tetapi hanya sebagai zikir. Wirid juga sering dihubungkan dengan khasiat-khasiat tertentu datang dari Tuhan bagi yang mengamalkannya secara konsisten. Ada Wirid dianggap mempunyai khasiat untuk memudahkan rezeki, enteng jodoh, tolak bala, ketenangan batin, kemudahan urusan, dan lain sebagainya.

Di samping Zikir dan Wirid, ada Tafakkur dan Tadzakkur. Jika Zikir dan Wirid umumnya berupa pembacaan atau penyebutan lafaz-lafaz tertentu, maka Tafakkur dan Tadzakkur, tidak ada lagi kata-kata, bacaan-bacaan, atau hitungan-hitungan. Yang ada hanyalah sebuah kefakuman dari seorang hamba. Sang hamba berusaha untuk fokus dan pasrah hanya kepada Allah SWT. Tafakkur biasanya merupakan kelanjutan dari Zikir atau Wirid. Tafakkur biasa juga disebut dengan zikir qalby, artinya, bukan lagi anggota badan atau fisik serta logika yang aktif, melainkan jiwa atau kalbu.

Tafakkur dan Tadzakkur sepintas lalu sama tetapi kalangan ahli tasawuf membedakan antara keduanya. Tadzakkur lebih tinggi dari pada Tafakkur. Didalam Tafakkur sang hamba masih lebih aktif mencari channel dengan Tuhan dan Tuhan sendiri seolah pasif menunggu hambanya untuk mendekatkan dan menemukan diri-Nya. Tafakkur masih ada ruang logika untuk mengontrol pola pendekatan dirinya dengan Allah SWT.

Tadzakkur betul-betul sang hamba pasif, penuh penyerahan diri kepada Allah SWT, tidak ada lagi logika yang aktif di dalamnya. Tafakkur seolah hamba yang pasif dan Allah SWT yang proaktif mendekati hamba-Nya. Mungkin pada diri orang yang sedang mengalami Tadzakkur diadreskan sebuah Hadis: Barangsiapa yang mendekati-Ku sejengkal maka Aku akan mendekatinya sesiku, barangsiapa mendekati-Ku sesiku maka Aku akan mendekatinya sedepa. Barang siapa yang berusaha datang kepadaku dengan berjalan maka Aku akan kepadanya dengan berlari.






signature
[align=right][size=medium][font=Verdana][color=#9400D3][b]" FRiENdsHip DonT cost A Thing "[/b][/color][/font][/size][/align]

17 Dec 2009 11:13
yans-januar
Be A Good Father
Posts 1.339
Reputation: 251
Awards:
Facebook NetworkMember Telah DewasaPembayar Pajak

Suwun cak penjelasannya. takutnya salah dalam pengamalannya dan takut menyimpang dari ajaran agama.






signature
[align=center][b][size=x-large][url=http://lionews.com/rcti-online-nonton-rcti-live-streaming.html]Nonton TV Online Yuk[/url][/size][/b][/align]

17 Dec 2009 11:17
big2besar
Mr. President
Posts 7.051
Reputation: 373
Awards:
Anti Child Po rn

(17 Dec 2009 10:38)yans Wrote:
 
Mohon maaf sebelumnya,

ndan / ndin, mau tanya apakah yang dimaksud dengan wirid?? Apakah sama seperti dzikir?? Didalam Al'quran dan Al hadist apakah diajarkan mengenai wirid??

Matur Suwun

Dzikir berasal dari Dzikra yang artinya mengingat, yang dapat dilakukan bisa sambil berdiri, duduk, berbaring dsb

alladziina yadzkuruunallaaha qiyaaman waqu'uudan wa'alaa junuubihim wayatafakkaruuna fii khalqi ssamaawaati wal-ardhi rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilan subhaanaka faqinaa 'adzaaba nnaar

[3:191] (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Nah...kata Dzikir mengalami penyempitan makna (peyoratif) di dalam bahasa Indonesia, seperti kalimat madrasah yang artinya sekolah, menjadi sekolah agama atau Ustadz yang artinya adalah guru menjadi menjadi guru agama. Dzikir menjadi mengingat Allah SWT sambil duduk setelah sholat fardhu/sunnah.

Wirid yang asal katanya dari kata Wurud yang berarti biasa atau keluar, atau kebiasaan-kebiasaan dan akhirnya juga mengalami penyimpatan makna dalam bahasa Indonesia.

Jadi wirid itu merupakan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan dalam berdzikir, seperti ada kaidah-kaidahnya, ada tata caranya, ada urutannya dalam yang berdzikir. Seperti wirid Sakran, Wirid Kumail, Wirid Sughra, Qubra, Wirid Imam Al Ghazali, Wirid Imam Hanafi dst.

Smile






signature
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram