PUKEL

Jendral
Reputation: 228

|
6 Nov 2009 10:46
#1
Berita mengenai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang telah menggunakan teknologi canggih untuk memperlancar pekerjaan mereka sebagai pemberantas korupsi di Indonesia, telah terbukti dengan adanya alat penyadap yang digunakan untuk menyadap percakapan Artalyta Suryani dengan para pejabat Jaksa Agung Muda (JAM).
![[Image: 15336_1296965383659_1216081537_914935_2550977_n.jpg]](http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs086.snc3/15336_1296965383659_1216081537_914935_2550977_n.jpg)
KPK telah mengalokasikan dana sebesar 34 miliar dari dana APBN dalam proyek pengadaan KPK melalui Daftar Isian Proyek dan Anggaran (DIPA) 035-2/69-03-0-2005, untuk membeli alat sadap jenis portable A (laptop dan receiver) seharga Rp1,512 miliar, jenis B harganya Rp5,25 miliar, dan jenis C harganya Rp4 miliar. Alat penyadap tersebut dinamakan ATIS Gueher Gmbh buatan Jerman.
ATIS (Audio Telecommunication International Systems), adalah sebuah generasi baru dari Instant Recall Recorders (IRC) dalam teknologi solid-state, yang dapat dikoneksikan ke dalam audio source berupa telepon atau handphone GSM/AMPS/CDMA dan akan merekam atau menyadap seluruh komunikasi suara dengan kapasitas aktif lebih dari 680 menit dan 1000 panggilan yang berbeda. Kompresi algoritma yang ada di dalam ATIS telah memperbesar kapasitas penyimpanan dan kualitas suara yang cukup jernih. Dengan menggunakan koneksi telepon, ATIS dapat mengidentifikasi penelepon, waktu telepon dan nomor penelepon via RS 232 link built-in. Teknik penyadapannya, menurut wakil ketua KPK, Amien Sunaryadi, akan menyadap nomor telepon seluler dan kemudian akan ditampilkan di sistem KPK. Sedangkan pengawasannya akan dilakukan oleh komite pengawas yang terdiri dari non penegak hukum.
Selain penyadap telepon seluler, ATIS Gueher Gmbh, KPK juga telah membeli peralatan firing buatan AS dan peralatan macro sistem bikinan Polandia. Untuk total harga pembelian semua alat sadap tersebut seharga Rp28,07 miliar. Selain itu, KPK juga membeli satu unit LID Monitoring Centre (LID MC) seharga Rp17,31 miliar. Langkah yang diambil KPK untuk membeli alat penyadap ATIS dinilai Bappenas telah sesuai dengan ketentuan yang ada dan pihak KPK lebih memilih tidak memberikan komentar apapun kepada pers.
Sementara itu, pengamat telematika, Roy Suryo, menganggap pembelian alat penyadap ATIS tersebut terlalu mahal, karena sebenarnya harga di pasaran sekitar 8 miliar hingga 12 miliar per unit. Roy mengungkapkan tidak tahu berapa unit alat penyadap yang telah dimiliki KPK hingga sekarang, namun Roy mengemukakan pendapatnya, jika dengan harga 34 miliar hanya membeli satu unit, berarti harga alat sadap tersebut terlalu mahal.
|
|
|
|
novalnd

Kolonel
Reputation: 234



|
6 Nov 2009 11:38
#3
(6 Nov 2009 10:46)PUKEL Wrote:
[/font][/size][/color] [/align]
Sementara itu, pengamat telematika, Roy Suryo, menganggap pembelian alat penyadap ATIS tersebut terlalu mahal, karena sebenarnya harga di pasaran sekitar 8 miliar hingga 12 miliar per unit. Roy mengungkapkan tidak tahu berapa unit alat penyadap yang telah dimiliki KPK hingga sekarang, namun Roy mengemukakan pendapatnya, jika dengan harga 34 miliar hanya membeli satu unit, berarti harga alat sadap tersebut terlalu mahal.
si sukro minta dipentung supaya waras nih sepertinya
lha,,, makin error
|
|
|
|
Sirius

Kolonel
Reputation: 98

|
|
|
|
fikar_its

Letjen
Reputation: 525








|
6 Nov 2009 13:41
#6
(6 Nov 2009 10:46)PUKEL Wrote:
Sementara itu, pengamat telematika, Roy Suryo, menganggap pembelian alat penyadap ATIS tersebut terlalu mahal, karena sebenarnya harga di pasaran sekitar 8 miliar hingga 12 miliar per unit. Roy mengungkapkan tidak tahu berapa unit alat penyadap yang telah dimiliki KPK hingga sekarang, namun Roy mengemukakan pendapatnya, jika dengan harga 34 miliar hanya membeli satu unit, berarti harga alat sadap tersebut terlalu mahal.
dasar roy sukro sok tau.....kalo emg tau harga segitu, kenapa ga langsung ajah nawarin KPK buat beli lewat elo.
(6 Nov 2009 12:43)zuli Wrote:
saya baru tau nich...
(6 Nov 2009 11:38)novalnd Wrote:
si sukro minta dipentung supaya waras nih sepertinya
![[Image: 2qiwah3.gif]](http://i29.tinypic.com/2qiwah3.gif)
lha,,, makin error
![[Image: 256wmxe.gif]](http://i28.tinypic.com/256wmxe.gif)
hahahahahaha 
sebegitu bencinya nich ma Roy Suryo... 
oia.. Happy Birthday Boss.... 

bener2 ndan
happy bday juga ya ndan novalnd. kita tunggu traktirannya
|
|
|
|
listiantoro

Peltu
Reputation: 31

|
|
|
|
owobidub

Dokter Cinta
Reputation: 853







|
|
|
|
xsan83

Kapten
Reputation: 33
|
6 Nov 2009 23:24
#9
ha2 si sukro muncullagi. Emang dia mudeng dengan alat sadap. Setahu gue si sukro paling pintar klo analisi pic2 bokep
|
|
|
|
zombee

Kopda
Reputation: 0
|
7 Nov 2009 00:40
#11
mahal bgt 1 M loh....
ngiler dulu dehhh
|
|
|
|
Mas Bagoes

Cah Ndeso
Reputation: 465









|
|
|
|
suck-kay

Peltu
Reputation: 18

|
12 Nov 2009 23:04
#13
alat nya keren...
mahal bet lagi ...
hehhehehe
sukses deh buat kpk...
|
|
|
|
preh
![]()
Kapten
Reputation: 101



|
14 Nov 2009 15:35
#14
 (6 Nov 2009 11:38)novalnd Wrote:
(6 Nov 2009 10:46)PUKEL Wrote:
[/font][/size][/color] [/align]
Sementara itu, pengamat telematika, Roy Suryo, menganggap pembelian alat penyadap ATIS tersebut terlalu mahal, karena sebenarnya harga di pasaran sekitar 8 miliar hingga 12 miliar per unit. Roy mengungkapkan tidak tahu berapa unit alat penyadap yang telah dimiliki KPK hingga sekarang, namun Roy mengemukakan pendapatnya, jika dengan harga 34 miliar hanya membeli satu unit, berarti harga alat sadap tersebut terlalu mahal.
si sukro minta dipentung supaya waras nih sepertinya
![[Image: 2qiwah3.gif]](http://i29.tinypic.com/2qiwah3.gif)
lha,,, makin error
![[Image: 256wmxe.gif]](http://i28.tinypic.com/256wmxe.gif)
 
|
|
|
|
dewo9090

Kapten
Reputation: 16

|
14 Nov 2009 17:06
#15
(6 Nov 2009 11:38)novalnd Wrote:
(6 Nov 2009 10:46)PUKEL Wrote:
[/font][/size][/color] [/align]
Sementara itu, pengamat telematika, Roy Suryo, menganggap pembelian alat penyadap ATIS tersebut terlalu mahal, karena sebenarnya harga di pasaran sekitar 8 miliar hingga 12 miliar per unit. Roy mengungkapkan tidak tahu berapa unit alat penyadap yang telah dimiliki KPK hingga sekarang, namun Roy mengemukakan pendapatnya, jika dengan harga 34 miliar hanya membeli satu unit, berarti harga alat sadap tersebut terlalu mahal.
si sukro minta dipentung supaya waras nih sepertinya
![[Image: 2qiwah3.gif]](http://i29.tinypic.com/2qiwah3.gif)
lha,,, makin error
![[Image: 256wmxe.gif]](http://i28.tinypic.com/256wmxe.gif)
harusnya yang dipentung bacotnya sekalian ndan....
|
|
|
|