Linguae

Peltu
Reputation: 20



|
24 Sep 2009 13:02
#1
Ini adalah istilah yang saya dengar dari seorang teman dan guru. Istilah ini digunakan untuk mengejek penggunaan sumber anonim yang sembarangan di media massa. Misalnya pada kasus Nordin M. Top atau kasus-kasus pelik lainnya.
Contohnya, "Menurut sumber yang tidak ingin disebut namanya", "menurut sumber yang terpercaya", dan lain-lain.
Padahal seperti yang ditulis Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam bukunya Sembilan Elemen Jurnalisme, ada 7 syarat penggunaan sumber anonim yaitu:
1. Sumber tersebut berada pada lingkaran pertama "peristiwa berita". Artinya sumber tahu secara langsung informasi tersebut. Bukan dari orang lain atau katanya...
2. Keselamatan sumber tersebut terancam bila identitasnya diketahui. Kehilangan pekerjaan bukan termasuk ancaman.
3. Motivasi sumber anonim memberikan informasi murni untuk kepentingan publik. Kita harus mengukur apa motivasi si sumber memberikan informasi. Banyak kasus di mana si sumber memberikan informasi dan minta status anonim untuk menghantam lawan atau orang yang tak disukainya.
4. Integritas sumber harus Anda perhatikan. Orang yang sering mengarang cerita atau terbukti pernah berbohong atau pernah menyalahgunakan status sumber anonim, tentu saja, jangan diberi kesempatan jadi sumber anonim Anda lagi. Periksalah integritas sumber Anda. Sebuah majalah bernama Pantau bahkan punya satu daftar hitam para pejabat atau mantan pejabat Indonesia yang tak boleh kita beri status anonim.
5. Harus seizin atasan Anda. Pemberian sumber anonim harus dilakukan dengan sepengetahuan dan seizin atasan Anda. Bagaimana pun juga, editor Anda yang harus bertanggungjawab kalau ada gugatan terhadap kinerja jurnalistik kita. Ini prinsip dalam pekerjaan jurnalisme. Editor punya hak veto terhadap suatu berita tapi si editor pula yang harus masuk penjara atau membayar denda bila kalah di pengadilan.
6. Ingat aturan Ben Bradlee. Bradlee adalah redaktur eksekutif harian The Washington Post zaman skandal Watergate. Bradlee pernah mengeluarkan sebuah aturan yang terkenal tentang pemakaian sumber anonim. Dia hanya mau meloloskan sebuah keterangan anonim kalau sumbernya minimal dua pihak yang independen satu dengan yang lain.
7. Bill Kovach sendiri menambahkan satu syarat lagi. Kita harus membuat sangat jelas dengan calon sumber anonim kita bahwa perjanjian keanoniman akan batal dan nama mereka akan kita buka ke hadapan publik, bila kelak terbukti si sumber berbohong atau sengaja menyesatkan kita dengan informasinya.
Penggunaan sumber anonim atau tanpa nama akan sangat merugikan pada saat ada konflik atau kerusuhan. Setiap yang dikhawatirkan pada poin motivasi, bisa jadi ada pihak yang ingin memancing di air keruh dan memanfaatkan kekacauan.
Oleh karena itu, meski kita bukanlah wartawan sesungguhnya, kita harus semakin kritis terhadap penggunaan sumber anonim dalam surat kabar. Berarti kebenaran dan kredibilitas berita tersebut dipertanyakan.
*Disarikan dari Blog Andreas Harsono.
|
|
|
|
novalnd

Kolonel
Reputation: 234



|
24 Sep 2009 13:23
#2
kode etik jurnalisme...
kalo di FBI apa beraku hal-hal tersebut diatas...
saya pribadi setuju dengan pencantuman sumber berita yg jelas sehingga tidak ada unsur menyesatkan...
 infonya ndan
|
|
|
|
Linguae

Peltu
Reputation: 20



|
24 Sep 2009 13:25
#3
saya tidak yakin semua kode etik jurnalisme berlaku di sini
karena memang di FBI para wartawannya adalah wartawan yang tidak terikat seperti itu
tapi jika memang kode etik itu dianggap baik dan cocok
tidak ada salahnya kan?
|
|
|
|
a_w

Letkol
Reputation: 51
|
24 Sep 2009 13:32
#4
(24 Sep 2009 13:02)yauma_milis Wrote:
4. Integritas sumber harus Anda perhatikan. Orang yang sering mengarang cerita atau terbukti pernah berbohong atau pernah menyalahgunakan status sumber anonim, tentu saja, jangan diberi kesempatan jadi sumber anonim Anda lagi. Periksalah integritas sumber Anda. Sebuah majalah bernama Pantau bahkan punya satu daftar hitam para pejabat atau mantan pejabat Indonesia yang tak boleh kita beri status anonim.
Jadi intinya jangan cuma omdo= omong doang, Tidak memiliki sumber yang bisa dipertanggung jawabkan.
Thank infonya.
|
|
|
|
Linguae

Peltu
Reputation: 20



|
24 Sep 2009 13:50
#6
(24 Sep 2009 13:32)a_w Wrote:
(24 Sep 2009 13:02)yauma_milis Wrote:
4. Integritas sumber harus Anda perhatikan. Orang yang sering mengarang cerita atau terbukti pernah berbohong atau pernah menyalahgunakan status sumber anonim, tentu saja, jangan diberi kesempatan jadi sumber anonim Anda lagi. Periksalah integritas sumber Anda. Sebuah majalah bernama Pantau bahkan punya satu daftar hitam para pejabat atau mantan pejabat Indonesia yang tak boleh kita beri status anonim.
Jadi intinya jangan cuma omdo= omong doang, Tidak memiliki sumber yang bisa dipertanggung jawabkan.
Thank infonya.
(24 Sep 2009 13:43)Nul trucci Wrote:
Memang terkadang banyak pihak yang sengaja "menyembunyikan" sumber informasinya dalam penyajian berita.
ntah itu benar atau salah, yang jelas kalau terus2an seperti ini,masyarakat juga yang akan dirugikan...
itulah makanya kita juga jangan cepa percaya
apalagi sama koran yang rajin pake sumber anonim
thanks buat feedback nya member FBI semua
|
|
|
|
Kang Samin

Mayor
Reputation: 130
|
24 Sep 2009 16:58
#8
Sumber anonim gak masalah, sepanjang si jurnalis melakukan check and recheck. Ada konfirmasi, dan kaidah jurnalistik lainnya. Sepanjang sebuah berita sudah memenuhi unsur cover both side, ya oke saja.
peace....
|
|
|
|
fei_sagara

Kapten
Reputation: 49
|
24 Sep 2009 17:39
#9
jad sumber anonim ntu mandekati HOAX dong  bener nga...
|
|
|
|
Linguae

Peltu
Reputation: 20



|
24 Sep 2009 22:41
#10
(24 Sep 2009 14:22)perugiana_fachri Wrote:
waduch bingung nich...g ngerti boss...
mungkin perlu dibaca pelan-pelan kali dulu bos...
(24 Sep 2009 17:39)fei_sagara Wrote:
jad sumber anonim ntu mandekati HOAX dong bener nga...
bener juga
cuma kalo HOAX itu sumbernya diada-ada
dan tidak jelas kebenarannya
lihat aja HOAX
kebenaran beritanya dipertanyakan
begitu juga berita yang ada sumber anonim
atau kerap kali media memakai sumber anonim
|
|
|
|
Kendil

Kapten
Reputation: 49
|
24 Sep 2009 22:46
#11
(24 Sep 2009 13:25)yauma_milis Wrote:
saya tidak yakin semua kode etik jurnalisme berlaku di sini
karena memang di FBI para wartawannya adalah wartawan yang tidak terikat seperti itu
tapi jika memang kode etik itu dianggap baik dan cocok
tidak ada salahnya kan?
Bukankah lebih baik ada sumber yg pasti ...
Kalaupun itu peliputan sendiri, maka baik nya ditulis ini adalah liputan kami pribadi, yg ditulis dibawah thread
Sekarang ini FBI terkenal mempunyai kredibilitas sumber yg terpercaya ...
Ambil contoh soal Oprah yg kata nya ditembak mati ternyata cuma hoax
Lain lagi soal pemberitaan berita Gempa Bali yg di infokan oleh member agunk, ditulisan berisi terjadi gempa dan isi nya juga gak banyak, itu gak masalah yg terpenting memang di alami nya bukan kata sumber lain.
Terima kasih atas info ini
|
|
|
|
Linguae

Peltu
Reputation: 20



|
25 Sep 2009 11:13
#12
(24 Sep 2009 22:46)Kendil Wrote:
(24 Sep 2009 13:25)yauma_milis Wrote:
saya tidak yakin semua kode etik jurnalisme berlaku di sini
karena memang di FBI para wartawannya adalah wartawan yang tidak terikat seperti itu
tapi jika memang kode etik itu dianggap baik dan cocok
tidak ada salahnya kan?
Bukankah lebih baik ada sumber yg pasti ...
Kalaupun itu peliputan sendiri, maka baik nya ditulis ini adalah liputan kami pribadi, yg ditulis dibawah thread
Sekarang ini FBI terkenal mempunyai kredibilitas sumber yg terpercaya ...
Ambil contoh soal Oprah yg kata nya ditembak mati ternyata cuma hoax
Lain lagi soal pemberitaan berita Gempa Bali yg di infokan oleh member agunk, ditulisan berisi terjadi gempa dan isi nya juga gak banyak, itu gak masalah yg terpenting memang di alami nya bukan kata sumber lain.
Terima kasih atas info ini 
iya saya setuju
cuma supaya tidak mengurangi semangat posting teman-teman
apalagi pemula
jangan dibatasi dulu
nanti akan menyesuaikan sendiri
sama seperti saya dulu juga waktu belajar posting
trims tanggapannya ndan...
nice comment..
|
|
|
|
Akamaru
![]()
Brigjen
Reputation: 226
|
25 Sep 2009 11:26
#13
malah banyak yg hanya jadi alat pengalihan untuk menyebarkan berita yang blm tentu valid jadi jika terbukti berita tersebut tdk valid.... si penyebar berita dan pihak terkaitnya bisa lepas dari tanggung jawab dan bukan di cap membuat berita palsu atau HOAX....
|
|
|
|
DoD

I am back..
Reputation: 428



|
25 Sep 2009 13:11
#14
ini thread bagus, cocok untuk mendampingi aturan CJDW yg dibuat admin disini http://www.forumbebas.com/thread-54969.html 
Thanks buat TS yang telah menemukannya via Blog Andreas Harsono.
untuk kali ini, TS (Yauma milis) gue kasih REP+ maximal yaitu 5 point REP 
Saluut atas topiknya...
Untuk komentar lain dibawahnya, gue berikan tombol THANKS.
thread ini gue sticky
|
|
|
|
DoD

I am back..
Reputation: 428



|
25 Sep 2009 13:20
#15
(24 Sep 2009 16:58)Kang Samin Wrote:
Sumber anonim gak masalah, sepanjang si jurnalis melakukan check and recheck. Ada konfirmasi, dan kaidah jurnalistik lainnya. Sepanjang sebuah berita sudah memenuhi unsur cover both side, ya oke saja.
peace....
itu yg selama ini gue post buat FBI, berita direct (kalau bukan cuplikan PERS), misal dari Radio, TV dsb.. Perangkat recorder saat ini sudah ada di semua ponsel. Kita belajar aja sendiri jadi Wartawan CJDW.
(24 Sep 2009 13:25)yauma_milis Wrote:
saya tidak yakin semua kode etik jurnalisme berlaku di sini
karena memang di FBI para wartawannya adalah wartawan yang tidak terikat seperti itu
tapi jika memang kode etik itu dianggap baik dan cocok
tidak ada salahnya kan?
itulah mungkin kenapa, Admin memutuskan memakai aturan CJDW ndan
(24 Sep 2009 22:46)Kendil Wrote:
Bukankah lebih baik ada sumber yg pasti ...
Kalaupun itu peliputan sendiri, maka baik nya ditulis ini adalah liputan kami pribadi, yg ditulis dibawah thread
Sekarang ini FBI terkenal mempunyai kredibilitas sumber yg terpercaya ...
Terima kasih atas info ini 
iya, memang kebanyakan Member FBI disini kredibilitasnya bagus, soalnya kalau hoax dikit aja pasti ketahuan.
(25 Sep 2009 11:26)Akamaru Wrote:
malah banyak yg hanya jadi alat pengalihan untuk menyebarkan berita yang blm tentu valid jadi jika terbukti berita tersebut tdk valid.... si penyebar berita dan pihak terkaitnya bisa lepas dari tanggung jawab dan bukan di cap membuat berita palsu atau HOAX....
nah untuk kasus ini, karena ini adalah Forum dan bukan PERS, jadi berlaku aturan forum. yaitu thread di closed, dihapus atau di moved. Simple khan ndan? 
jadi gak perlu menghakimi member tsb..
inilah enaknya FBI
|
|
|
|