Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir



 
  • 99 Vote(s) - 2.9 Average
Tools    New reply


30 Aug 2009 12:31
Kang Samin
Mayor
Posts 1.570
Reputation: 130
Awards:

[Image: menhir.th.jpg]


DUA buah batuan menhir ditemukan di Dusun Senila, Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Purbalingga Jateng. Batu menhir itu disebut batu pocong, karena bentuknya menyerupai pocong (mayat yang telah dibungkus kain kafan). Kedua batu menhir itu, oleh manusia jaman pra-sejarah digunakan untuk tempat pemujaan arwah.
Staf seksi sejarah dan kepurbakalaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Purbalingga, Adi Purwanto S.Sos M Si, Sabtu (29/8), menuturkan, setelah dilakukan penelitian, kedua batu menhir itu diyakini tidak terbentuk secara alami. Batu itu dipastikan merupakan bentukan tangan manusia. Selain dapat dilihat dari goresan-goresan pada lekukan batu, letak batu tersebut juga sangat simetris dengan mata angin. “Kalau alami, itu sangat kecil kemungkinannya,” ujar Adi.
Usai meneliti bentuk fisik dua buah yang menyerupai pocong, tim Disbudparpora juga mencari tahu seluk beluk batu pocong itu lebih jauh. Berdasarkan cerita masyarakat, tak jauh dari lokasi itu (sekitar 200 m) juga terdapat kuburan yang dikeramatkan.
“Masyarakat setempat menyebutnya dengan kuburan barat. Artinya, kuburan angin ribut. Ada hubungan yang erat antara keberadaan batu pocong itu dengan kuburan barat ini,” jelasnya.
Berdasarkan literatur dan keterangan dari masyarakat setempat, Adi meyakini batu menhir berbentuk pocong itu sengaja dibuat masyarakat prasejarah untuk melindungi diri dari serangan angin ribut. Hal ini cukup beralasan, di wilayah Tunjungmuli itu terdapat bukit besar.
“Bila angin besar datang dan membentur bukit itu, maka anginnya akan terjebak di bawah bukit. Tentu saja, hal ini merupakan bencana bagi masyarakat yang tinggal di daerah bawah perbukitan itu. Karena itu, masyarakat jaman dulu memasang menhir ini agar terhindar dari bencana angina ribut,” kata Adi.
“Batuan yang ditemukan warga itu salah satu bentuk menhir atau batu pemujaan peninggalan zaman megalithikum atau zaman batu besar. Dua menhir ini sangat simetris dengan mata angin yaitu mengarah tepat Utara-Selatan dan Timur-Barat,” kata staf seksi sejarah dan kepurbakalaan Disbudparpora, Adi Purwanto S.Sos M Si, Kamis (27/8).
Menurut Adi Purwanto, menhir yang menghadap simetris dengan mata angin tersebut juga pernah ditemukan di Kabupaten Limapuluhkota Sumatera Barat, Pasemah Sumatera Selatan dan Toraja Sulawesi.
“Bedanya, di tiga tempat itu menhir ditempatkan berdiri tegak, sedangkan yang di Karangmoncol ini diletakkan tertidur. Ini satu-satunya di Indonesia,” ujar arkeolog lulusan UGM Yogyakarta itu.
Batu-batu menhir itu awalnya ditemukan secara tidak sengaja oleh warga RT 2 RW 15 Desa Tunjungmuli. Sebelum batu itu ditemukan, sejumlah warga di Desa Tunjungmuli memperoleh informasi dari warga Jawa Barat yang biasa mencari batu-batu api. Informasi itu menyebutkan di sekitar wilayah Tunjungmuli terdapat batu yang ada ‘isinya’.
Berdasar informasi itu, tiga warga setempat, yakni Rosidi, Slamet dan Heri menggali tanah yang diyakini terdapat batu bertuah itu. Ternyata di lahan milik Sahibi itu terdapat batu yang memanjang dengan bentuk mirip pocongan.
“Sejak temuan batu itu, warga terus berduyun-duyun penasaran ingin menyaksikan penemuan batu aneh ini,” kata Maksus, salah seorang warga.
Maksus mengatakan, batu tersebut terbujur menghadap ke arah kiblat. Satu buah tonjolan di bagian tengah batu mirip dua tangan yang bersedekap.
“Ada dua buah batu semacam ini. Warga menduga dua buah batu pocong ini terdiri dari laki-laki dan perempuannya,” jelas Maksus.
Semula batu itu hanya terlihat di bagian tengahnya. Warga juga semula tak yakin batu tersebut memanjang seukuran manusia. Setelah digali kurang lebih setengah meter, warga baru bisa menyaksikan bentuk sebenarnya batu tersebut.
“Kini penggalian dihentikan karena salah seorang penggali batu mimpi didatangi seseorang,” ujar Maksus.






signature
Apa adanya, seadanya.......Peace

30 Aug 2009 23:23
s-uddin
Kapten
Posts 1.339
Reputation: 42
Awards:
Pembayar PajakGood Citizen

[Image: menhir.jpg] [Image: w900.png]

Kang samin ngasih pic kok ngirit amat, nih sy gedein. tu dalam pic kang samin lagi ngorek2 pake arit yah...? Habis nyari rumput buat mbek yah..? trus mampir ke TKP. Big Grin Big Grin Big Grin Peace






signature
Top Aurat MU adalah mahkota MU Top

31 Aug 2009 04:55
Kang Samin
Mayor
Posts 1.570
Reputation: 130
Awards:

Bukan. itu warga Tunjungmuli. Aku kesulitan upload foto gede..thanks.........






signature
Apa adanya, seadanya.......Peace


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram