Thread Rating:
  • 11 Vote(s) - 3.45 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
45 butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
#1
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
(1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
(3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
(6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
(7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
(1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
(3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
(4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
(5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
(6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
(7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
(8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
(9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
(10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia
(1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
(2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
(3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
(4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
(5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
(6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
(7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
(1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
(2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
(3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
(4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
(5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
(6) Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
(7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
(8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
(9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
(10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
(1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
(2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
(3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
(4) Menghormati hak orang lain.
(5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
(6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
(7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
(8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
(9) Suka bekerja keras.
(10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
(11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Monggo dikupas dan dihayati..... Top
Reply
#2
45 butir yah sekarang? maklum, gue dulu masih angkatan 36 butir Grin
ada yg punya versi 36 butir? Kita komparasi mana yg ditambahin/dikurangi.
Asolole!!! Grin
Jangan ada rahasia di antara kita - Anda tak perlu tahu semuanya!
Follow Me, for News Update
Reply
#3
Golongan agama ditenteramkan dengan sila pertama.
Mereka yang menjunjung tinggi nilai kemanusianan dapat berekspresi dengan sila kedua. Nasionalis bisa mempersatukan bangsa dengan "mengutamakan" sila ketiga.
Untuk ideologi sila ke 1, 2 dan 3 bisa diMix pada sila ke 4 (Demokratis dan Sosialis)
Setelah mendapatkan kesepakatan dari sila ke 4, maka dalam pelaksanaannya harus merujuk pada sila ke 5.

Nah apakah semua ini bisa berjalan dgn baik.... (diterima mayoritas bangsa).
Apakah Ideologi keagamaan bisa berkesinambungan dgn semua butir P4?

Mari kita kaji lebih jauh dan lebih dalam lagi.....
Reply
#4
berasa penataran P4 jaman kuliah dulu nih... Grin
berdamai dengan Heart ............ Handshake




Reply
#5
Kok mirip GOA tempat semedi yah...... (SEPI)
Reply
#6
@simpleman
makanya sering terjadi kerusuhan antar umat beragama. Ngakak
I NEED TO BE BANNED RIGHT NOW!!!! SERIOUSLY!!!!!
Reply
#7
Apa ada Team Illuminati (Paranoid) telah telah mengalahkan Kesaktian Pancasila?
Reply
#8
Bagaimana juga pemanfaatan butir P4 dalam perilaku di FBI? Smile
Forum Bebas Indonesia - facebook Group
http://www.facebook.com/groups/63263346076/
Reply
#9
(08-09-2009, 04:23 AM)adimin Wrote: Bagaimana juga pemanfaatan butir P4 dalam perilaku di FBI? Smile

Hehehe... Pertanyaan yg gampiang-gampiang cucah.
Kayak ada kesulitan utk "mengekspresikan sikap" pada sila 1 ndan Min.

Contoh sederhana,
Apabila bertaqwa kepada kepercayaan masing2 apa masih bisa mengamalkan...,
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
(1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. (Makluk yg kafir pelakuannya beda kaleee...) Grin
(2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. (Tergantung ayat2 cinta_nya apa bisa terserap dgn baik... terhadap ayat2 Perjuangan versi agama masing2)

belum lagi dikaitkan dgn sila2 berikut ini,
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
(1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. (Tetap yg kafir beda...) Big Grin
(2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. (Kalo yg kafir sudah ada hukumnya, ini kata Para Pendekarnya lho...) Blah
(3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. (Bersama siapa Pak? Bersama kaum "A" anda aman, bersama Kaum "K" anda akan hukum Eyang Alias masuk Neraka. Karna kepentingan "A" dan "K" dalam hukum agamanya) Cool
(4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. (Semangatnya hanya utk Eyang, yg lain cukup dipandang sebelah mata aza. Eyang perintahkan utk meninggalkan keluarga dan mengikuti Eyang, karna Surganya ada disana) Blah
(7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. (Kepentingan Kafir tidak boleh sama, Haram hukumnya dan bisa masuk Neraka) Confused
(8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. (Apakah akal dah cukup sehat???) Big Grin

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
(2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. (Tidak boleh berbagi rasa kepada Kafir, Dosa hukumnya) Wow
(4) Menghormati hak orang lain. (Kafir tidak memiliki Hak...).


MERDEKA!!! Ngakak Peace

Sebenarnya Pancasila adalah Obat paling Mujarab utk Penyakit menular Virus Teroris Top
Reply
#10
Aku udah lupa butir dari Pancisala
kalau pancasila masih inget
Reply


Possibly Related Threads...
Thread Author Replies Views Last Post
  Pancasila Termarginalisasi Secara Struktural Ketua 7 5.375 30-04-2013, 04:19 PM
Last Post: dedinuryadin
  [Ask Aneh] Tokoh Pancasila Tedjo Sumarto SH? DoD 16 7.851 05-06-2010, 07:06 AM
Last Post: satria47i

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)
Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2014 by Adimin | Fan Page | Group | Twitter | Google+ | Instagram