Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 181 Vote(s) - 2.95 Average
Tools    New reply


25 Apr 2009 16:05
PUKEL
Jendral
Posts 12.113
Reputation: 229
Awards:
Member Telah Dewasa

(This post was last modified: 25 Apr 2009 16:06 by PUKEL.)
Kota Surabaya bukan hanya 'surga' bagi pria hidung belang. Perempuan bergaya hidup bebas juga mencari laki-laki macho. Perempuan-perempuan haus sentuhan pria perkasa ini adalah para pengusaha muda, istri muda, atau istri simpanan para pejabat Jakarta yang rela merogoh kocek Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta sekali kencan.

Tidak mengherankan jika komunitas pria pemuas nafsu seks yang biasa disebut gigolo makin menjamur. Selain Surabaya, perselingkuhan dengan wanita-wanita papan atas bermotifkan uang ini juga menjamur di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, Semarang, dan Makassar. Bahkan, sudah terdapat di Malang, Kediri, dan Madiun.

Menurut penelusuran Warta Kota pekan lalu, gigolo berusia sekitar 20-25 tahun dan terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama terorganisasi dan gerakannya diatur germo atau biasa disebut GM, sementara kelompok kedua bergerak sendiri mencari targetnya.

Gigolo yang terorganisasi lebih rapi dan tertutup lantaran klien mereka adalah pengusaha wanita terkemuka yang dikenal masyarakat, istri-istri muda, dan istri simpanan pejabat yang sehari-hari diawasi pengawal pribadi.

Kelompok gigolo yang bergerak sendiri biasanya menawarkan diri secara terbuka lewat iklan-iklan di surat kabar. Mereka berusaha menarik perhatian konsumen dengan kalimat vulgar, misalnya: "Wahyu Massa, refleksi cakep dewasa panggilan hubungi 0813320xxxx", atau "Jaka Massage, tampan BB face, ramah, macho, big & long servis all in khss panggilan hub 081654xxxxx".

"Pelaku (gigolo) yang menawarkan diri lewat iklan bisa ditebak konsumennya adalah wanita-wanita kelas ekonomi menengah atas. Dan usianya pasti di atas 50 tahun, ya istilah untuk mereka yang terlambat menopause," cetus Indra, mantan gigolo yang kini menggeluti dunia entertainment di Surabaya.

Meski jaringan gigolo sangat tertutup, tidak jarang mereka nongkrong di satu tempat untuk 'tebar pesona'. Para gigolo biasanya memanfaatkan pusat-pusat keramaian, seperti restoran cepat saji di plasa-plasa di pusat kota."Tak jarang dari sekadar makan sambil ngobrol berjam-jam di tempat itu, kami dapat target, lalu berlanjut ke hotel," ungkap Deddi, gigolo yang sehari-hari bekerja di sebuah restoran chinese food, sambil menyebut dua restoran cepat saji di kawasan Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Pemuda yang sering dipakai mangkal para gigolo.

Pejabat Jakarta
Meski kebanyakan konsumen gigolo adalah wanita dari luar kota, Deddi mengaku pernah melayani perempuan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Pertemuan dengan wanita tengah baya itu terjadi di sebuah restoran cepat saji di sebuah mal."Dia habis membeli baju di sebuah gerai di mal tersebut, lalu mampir makan sebelum pulang. Saat itulah kami bertatap mata dan saling berkenalan. Usianya sih hampir sama dengan ibu saya, tapi penampilannya sangat menarik dan tubuhnya masih terawat," ungkap lelaki 23 tahun yang masih tercatat sebagai mahasiswa jurusan ekonomi di perguruan tinggi negeri di Surabaya itu.
Pertemuan sekilas itu berlanjut. Setelah bertukar nomor ponsel, mereka sering telepon-teleponan layaknya dua insan yang tengah memadu kasih. "Menghadapi wanita seperti ini memang tak seperti cewek seusia saya, begitu suka langsung berlanjut. Mereka sangat hati-hati sebelum memutuskan mengajak kita ke hubungan yang lebih intim," katanya.

Entah karena kurang puas atas pelayanan Deddi atau memang ingin menjaga privacy, Deddi kini tak pernah lagi ditelepon dan bertemu dengan perempuan itu. "Setelah sekali mengajak kencan di hotel mewah, saya masih sempat ketemu dan diajak jalan-jalan selang dua bulan kemudian. Tapi, itu sudah setahun lalu. Mungkin sekarang dia sudah mutasi atau malah pensiun, saya enggak tahu," kata Deddi.

Sementara itu, pelanggan dari kalangan istri para pejabat, katanya, umumnya mereka adalah istri muda atau istri simpanan. "Kejadian yang terbanyak, pejabat Jakarta menyimpan istri muda mereka di Surabaya atau kota-kota besar lain di Jawa Timur. Istri-istri itu sering kesepian," tambahnya.

Uang lelah yang diberikan para tante atau mbak-mbak genit ini bervariasi. Sebab, tidak setiap pertemuan di kamar hotel berakhir dengan hubungan intim. Jika hanya menemani ngobol, uang taksi (istilah untuk uang jasa bagi gigolo) yang mereka terima Rp 400.000 sampai Rp 600.000 sekali pertemuan.

Tapi, jika romantisme di kamar mewah, uang taksi meningkat menjadi Rp 1.500.000 hingga Rp 2.000.000. "Sebagai lelaki normal, melihat wajah cantik dan tubuh yang terawat sering terbersit enggak dibayar pun saya mau," kata Deddi sambil tertawa.

Tapi, kepuasan memang tak bisa diukur dengan uang. Maka, wajar jika wanita-wanita kesepian itu tak mempersoalkan harus mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk melepas dahaga mereka."Kalau mereka sudah cocok, tidak segan memenuhi semua keperluan sang lelaki idamannya," kata Deddi.

Tidak obralan
Prostitusi yang melibatkan laki-laki pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, diakui pengamat sosial Universitas Airlangga Bagong Suyanto, makin terbuka. Maraknya aktivitas gigolo, menurut Bagong, tidak lepas dari adanya anomali nilai-nilai di masyaraat. Apa yang dulu dinilai tabu, kini sudah dianggap biasa. "Masyarakat di kota besar kini cenderung tidak lagi peduli ketika tahu pria dan wanita bukan suami istri masuk hotel. Sejauh mereka tidak kenal, dianggap bukan urusan mereka. Dan ini jadi wilayah aman bagi orang-orang yang mau selingkuh," tegasnya.


Hanya saja, perempuan yang menyewa gigolo masih dipandang tidak biasa di masyarakat. Mereka umumnya cenderung lebih permisif dan menilai biasa kaum pria 'jajan'. Karena itu, kata Bagong, cara kerja gigolo terancang lebih rapi dan tertutup, tidak obralan."Tante-tante atau mbak-mbak pencari kepuasan dari gigolo cenderung lebih hati-hati dalam menyampaikan keinginannya. Sebab, penyelewengan oleh perempuan mudah jadi sorotan masyarakat ketimbang pria," kata Bagong yang banyak melakukan penelitian tentang masalah-sosial-kemasyarakatan. (tat/sry)

25 Apr 2009 16:48
usrizalmedann
Koptu
Posts 98
Reputation: 4
Awards:

wah..cocok nech jadi pekerjaan sampingan

25 Apr 2009 17:43
ramalnasib
Letjen
Posts 9.225
Reputation: 96
Awards:

Quote:Maraknya aktivitas gigolo, menurut Bagong, tidak lepas dari adanya anomali nilai-nilai di masyarakat.
memang otaknya suha pada sumbing






signature
[url=http://www.wikipedia.com/ramalnasib][b][color=#800000]Ramal Nasib[/color][/b][/url]

25 Apr 2009 19:06
kisper
Letkol
Posts 2.884
Reputation: 23
Awards:
Pembayar PajakFacebook Network

udah semakin parah...aja nih
prihatin sekali

25 Apr 2009 22:56
anak laut
Prada
Posts 15
Reputation: 0
Awards:

mau dong, ngak dibayar pun tak apelah

26 Apr 2009 02:30
THE ROCK
Bukan Admin
Posts 14.527
Reputation: 585
Awards:
Pembayar PajakNews GatorMember ChoiceFacebook Network

(25 Apr 2009 16:48)usrizalmedann Wrote:
 
wah..cocok nech jadi pekerjaan sampingan

Di medan udah mulai tuch..
Lihat aja setiap hari ada iklan "massage" di kolom iklan baris: PENGOBATAN di Harian Analisa.
Iklan nya sih cuma pijit, tapi ada embel-embel.. tenaga laki-laki muda.. dsb.
Kalo cuma pijit, kan gak harus laki-laki muda ?






signature
newcomer

26 Apr 2009 02:32
linglung
Koptu
Posts 94
Reputation: 0
Awards:

ya iyalah ga di bayar se ga pa2

26 Apr 2009 19:35
ardin76
Prajurit
Posts 3
Reputation: 0
Awards:

inilah tanda-tanda kiamat sudah dekat, orang-orang sudah tidak punya harga diri lagi. dan inilah yang menjadikan bangsa kita semakin terpuruk. mari kita segera bertaubat.

27 Apr 2009 15:13
Akamaru
Brigjen
Posts 4.886
Reputation: 228
Awards:

Blah bagus juga ada lowongan kerja baru... ayooo buat para pengangguran cepetan gedein badan sama barang......

27 Apr 2009 20:45
safrulsalwa
Mayor
Posts 1.784
Reputation: 39
Awards:
Anti Child Po rnMember Telah DewasaPembayar Pajak

wah,ikut prihatin.....






signature
[size=large]Uluh Itah Kia[/size]...Peace

4 Oct 2010 10:29
ricky81
Prada
Posts 10
Reputation: 0
Awards:

wah cocok juga nich jadi kerjaan utama.....mantap banget....

4 Oct 2010 10:34
wong_edhan
Gembel Jalanan
Posts 6.667
Reputation: 609
Awards:
Facebook NetworkPembayar PajakAnti Child Po rnCharityFBI ManiaBlood DonationGood CitizenContributor

Edan ini thread lama masih aja diangkat... :pusing:

4 Oct 2010 10:40
wahied
Letkol
Posts 2.298
Reputation: 124
Awards:
Facebook Network

(27 Apr 2009 15:13)Akamaru Wrote:
 
Blah bagus juga ada lowongan kerja baru... ayooo buat para pengangguran cepetan gedein badan sama barang......

Think ... apkah ini termasuk jebakan si akamaru???? Think






signature
Gak Nyangka Udah 1 Tahun disini Smile

4 Oct 2010 10:52
elec
Bukan MOMOD
Posts 11.694
Reputation: 971
Awards:
Pembayar PajakAnti Child Po rnFacebook NetworkMember Telah DewasaFBI FansGood CitizenCharitySigi

Makin parah ajah SadSad

4 Oct 2010 12:21
Sasuke kun
Pasien Ganteng
Posts 13.181
Reputation: 778
Awards:
Facebook NetworkAnti Child Po rnPahlawan

(27 Apr 2009 15:13)Akamaru Wrote:
 
Blah bagus juga ada lowongan kerja baru... ayooo buat para pengangguran cepetan gedein badan sama barang......

kamuflase dia... Cool






signature
Malas Pake Sigi.... Sad


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram