Current time: 20 Apr 2014, 07:58 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / ACI / Berita Bangga Indonesia / Defence & Security / Kapal Induk (Aircraft Carrier) dan Teknologinya



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 183 Votes - 2.79 Average


  
Jo-8228
7 Feb 2009 17:34  (Edit: 28 Mar 2010 22:57 by Fikri is a pollitikus.)    #1

Serka

Kapal Induk=Carrier Vessel

Kapal induk (bahasa Inggris: carrier vessel, CV) adalah sebutan untuk kapal perang yang memuat pesawat tempur dalam jumlah besar. Tugasnya adalah memindahkan kekuatan udara kedalam armada angkatan laut sebagai pendukung operasi operasi angkatan laut. Selain itu juga digunakan sebagai pusat komando operasi dan sebagai kekuatan detterence atau memberikan efek gentar pada lawan karena kekuatan udara yang dibawanya dalam satu kapal sama dengan jumlah kekuatan armada angkatan udara kebanyakan negara-negara di dunia.

[Image: 800px-Principe-de-Asturias_Wasp_Forresta...01129s.jpg]

Sejarah kapal induk

Pesawat-pesawat Jepang diatas kapal induk Shokaku bersiap-siap menyerang Pearl Harbor.Kapal induk pertama kali digunakan oleh Angkatan Laut Inggris, namun sampai menjelang perang dunia kedua negara-negara barat termasuk Amerika Serikat masih enggan menggunakannya sebagai kekuatan Angkatan laut utama. Konsep konvensional armada angkatan laut saat itu didominasi oleh Kapal jelajah berat, Kapal jelajah, Kapal perusak (destroyer) dengan ukuran meriam yang cukup besar hal ini memang disebabkan bahwa kapal induk dipandang cukup rentan dan riskan bila digunakan dalam operasi maritim.

Adalah Angkatan Laut Jepang (Kaigun) yang menggunakan kapal Induk secara efektif pada awal perang dunia II. Akibat perjanjian maritim antara Inggris Amerika dan Jepang serta Perancis dan Jerman disepakati rasio tonase 5:531,5:1,5 untuk USA, Inggris, Jepang, Perancis dan Jerman membuat jepang mengakalinya dengan membuat kapal induk ukuran sedang tetapi dilengkapi kekuatan udara yang mematikan sekalipun menuai kemarahan dari pihak militer sendiri. Bukti dari rekayasa Jepang adalah serangan atas Pearl Harbour 9 Desember 1941 yang menyadarkan Barat akan fungsi kapal induk yang dapat melakukan serangan mematikan atas instalasi sasaran lawan. Jepang memang memiliki 20 lebih kapal induk saat itu diantaranya adalah : Akagi (merupakan kapal induk terbesar), Zuiho, Zuikaku, Soryu, Hiryu, Chiyoda. Namun dalam perjalanannya selama perang Pasifik, Jepang kehabisan seluruh armadanya. Terlebih-lebih dalam pertempuran di Midway dan Leyte yang merupakan pertempuran laut antar kapal induk.

Negara-negara pengguna kapal induk
Amerika Serikat
Rusia
Perancis
Inggris
China
India
Italia
Spanyol
Brasil
Thailand

Negara-negara yang pernah menggunakan kapal induk
Jepang
Australia
Belanda
Argentina
Jenis-jenis kapal induk

Dari segi propulsi
Dari segi bahan bakar terdapat dua jenis kapal induk yakni:

Kapal Induk Nuklir
Kapal Induk ini menggunakan mesin bertenaga nuklir yang diperoleh dari reaktor nuklir yang berada pada kapal tersebut yang dihubungkan dengan turbin uap. Tenaga uap yang dihasilkan kapal Induk tersebut selain sebagai penggerak kapal juga digunakan sebagai sumber tenaga listrik serta tenaga uapnya digunakan sebagai pengatur tekanan pada catapult kapal induk untuk meluncurkan pesawat. Untuk Armada Amerika serikat kapal ini diberi kode CVN contoh kapal induk nuklir adalah USS Ronald Reagan, USS Kitty Hawk, USS Enterprise.

Kapal Induk Konvensional
Kapal induk ini menggunakan mesin bertenaga diesel contohnya adalah 25 de Mayo (Argentina), Giuseppe Garibaldi (Italia), RTN Chakkri Narruebet (Thailand). Untuk Armada Amerika Serikat biasanya digunakan kode CV dan pada saat ini jarang digunakan.

Teknis Peluncuran Pesawat

Kapal Induk Konvensional (CTOL/Conventional Take Off Landing)
Kapal induk jenis ini biasanya berukuran besar karena geladaknya digunakan sebagai tempat pendaratan dan peluncuran pesawat secara convensional (biasa). Dilengkapi dengan catapult untuk meluncurkan pesawat dan kabel arrester (penahan) untuk membantu pendaratan pesawat, karena panjang geladak kapal induk lebih pendek daripada panjang landasan di pangkalan. Selain tempat parkir pesawat selain ruangan yang berarda pada lambung kapal. Kapal Kapal Induk yang digunakan US Navy rata rata adalah kapal induk jenis ini. Contoh : USS Ronald Reagan, USS John F Kennedy. Kiev(Rusia), 25 de Mayo (Argentina), Foch dan Charles de Gaulle (Perancis)

Kapal Induk STOVL (Short Take Off Vertikal Landing)
Kapal induk ini biasanya berukuran sedang/ringan, memiliki Sky Jump yang digunakan untuk meluncurkan pesawat dan pendaratan pesawat dilakukan secara vertikal. Oleh karena itu pesawat pesawat yang digunakan adalah pesawat pesawat tempur jenis khusus semacam AV-8 Harrier (USA) , Harrier II Plus (Inggris), Yak 38 Forger, Yak 141 Freehand (Rusia) ataupun Helikopter. Pada pesawat tempur Rusia biasanya dilengkapi laser untuk memudahkan pendaratan. Hampir kebanyakan negara menggunakan kapal Induk Jenis ini karena memerlukan biaya perawatan dan operasional yang lebih rendah daripada kapal induk jenis CTOL. Contoh dari Kapal Induk Jenis ini adalah: HMS Invincible, HMS Ark Royal (Inggris), Giuseppe Garibaldi (Italia), Prince de Asturias (Spanyol), Viraat, Vikrant (India), Novorossysk (Rusia), Chakri Narruebet (Thailand), USS Tarrawa (USMC.)

[Image: 426px-F-14D_Tomcat_on_USS_John_C._Stennis.jpg]

Dari segi Fungsional

1. Kapal Induk Armada
2. Kapal Induk Escort


Makasih

Peace... SmileSmile
banner
havis
8 Feb 2009 13:22    #2

Kopka

kapal kapal kapal
signature
http://mycruiselineblog.blogspot.com
http://viss-blog.blogspot.com
http://fxforexinvesting.blogspot.com
banner
Jo-8228
9 Feb 2009 09:34  (Edit: 9 Feb 2009 09:45 by Jo-8228.)    #3

Serka

Desain Kapal Induk


Dengan adanya pemusatan populasi di daerah dekat lautan, keberadaan AL dapat mempengaruhi peristiwa dunia. Serangan dari laut merupakan salah satu hal vital dalam strategi militer. AL dapat menyediakan sarana bagi angkatan lain untuk melakukan penyerangan lanjutan, seperti ”tempat tinggal” yang aman bagi tentara, pelabuhan dan lapangan terbang di lautan. Hal ini dapat dipenuhi dengan adanya kapal induk.
Sebuah kapal induk dapat mengangkut lebih dari 80 pesawat dan 2000 tentara. Sebuah kapal induk dengan 50 pesawat militer dapat mengirimkan lebih dari 150 serangan sehari terhadap target di daerah pesisir. Akan tetapi, target dengan jarak yang relatif jauh masih dapat diserang, bukan hanya di daerah pesisir. Sebuah kapal induk biasanya membawa stok bom lebih dari 4000 buah.

Desain Kapal Induk

[Image: carrierdeck.gif]

Bridge (“Jembatan”) adalah posisi kontrol primer untuk setiap kapal ketika kapal sedang dalam perjalanan dan tempat dimana semua perintah dan komando berefek pada kapal, gerakannya dan rute-nya. Seorang Officer of the Deck (OOD) selalu berada pada bridge ketika kapal dalam perjalanan. Setiap OOD melakukan pengawasan selama 4 jam dan merupakan orang yang ditunjuk oleh Commanding Officer (CO) untuk bertanggung jawab atas kapal tersebut. OOD bertanggung jawab atas keselamatan dan operasi kapal, termasuk navigasi, pengendalian kapal, komunikasi, tes rutin dan inspeksi, laporan, supervisi dari team pengawas dan menyelesaikan rencana di hari itu. Juga di dalam bridge, terdapat Jurumudi yang mengendalikan kapal, dan lee helmsman (asisten jurumudi??) yang mengoperasikan kontrol perintah mesin, mengatakan kepada awak ruang mesin bagaimana kecepatan kapal. Ada juga pengintai dan Boatswains Mate of the Watch (BMOW=Kepala Kelasi) yang mensupervisi Jurumudi, lee helmsman, dan pengintai. Quartermaster of the Watch membantu OOD dalam navigasi, melaporkan semua perubahan cuaca, temperatur dan pembacaan barometer, serta menyimpan catatan kapal.
Combat Direction Center (CDC) adalah mata dan telinga kapal, dengan sistem deteksi udara berbasis komputer canggih. 4 modul perang dalam CDC mengumpulkan data spesifik dan mengirimkannya ke Tactical Action Officer (TAO) dimana data ini ditampilkan secara real time pada layar komputer besar. TAO menggunakan informasi ini untuk membantu Kapten dalam mempertahankan kapal dari serangan dan mengerahkan pesawat untuk misi penyerangan.

Primary Flight Control ("Pri-Fly"=Kontrol Penerbangan Primer) adalah menara kontrol untuk operasi penerbangan pada kapal induk. Di sini ”Air Boss” (Boss Udara) mengontrol semua lepas landas, pendaratan, mengontrol seluruh pesawat yang berada di udara sekitar kapal, dan pergerakan pesawat di dek penerbangan, yang menyerupai koreografi balet yang indah.
Fungsi primer dari Hangar Bay adalah untuk menyimpan dan area perbaikan untuk pesawat terbang. Hampir setengah dari 75 pesawat yang berada di kapal induk, dapat disimpan di Hangar Bay. Pesawat diangkat dari hangar Bay ke Dek Penerbangan dengan menggunakan salah satu elevator pesawat. Setiap empat elevator ujung dek dapat mengangkat 2 pesawat terbang dari hangar bay ke dek penerbangan dalam beberapa detik. Kru dek penerbangan dapat meluncurkan 2 pesawar dan mendaratkan 1 pesawat setiap 37 detik di siang hari dan 1 per menit di malam hari. Dek penerbangan sering disebut sebagai salah satu tempat yang paling berbahaya di dunia karena banyaknya pesawat berperforma tinggi yang meluncur dan mendarat di area terkurung yang relatif sempit.

[Image: catapult-fig.jpg]

Dari 4 ketapel-nya, sebuah kapal induk dapat meluncurkan sebuah pesawat dalam 20 detik. Ketapel mempunyai panjang 300 kaki (91,4 m) dan terdiri dari piston besar di bawah dek. Di atas dek, hanya sebuah alat kecil yang ”memegang” nose gear pesawat. Ketapel mempunya dua baris slot pipa silinder di bawah dek peluncuran. Ketika pesawat siap lepas landas, ”pemegang” pesawat mengatur pesawat ke ketapel dan mengaitkan ketapel ke nose gear pesawat. Pada setiap nose gear pesawat ada sebuah palang-T yang menarik pesawat turun ke ketapel. Palang di nose gear pesawat ini terpasang ke sebuah pintalan menonjol dari dek penerbangan dan terhubung ke sepasang piston di bawah dek. Sebuah alat penahan yang terpasang di nose gear menahan pesawat di tempat ketika tekanan piston terjadi. Setelah pengecekan terakhir, pilot meningkatkan mesin pesawat ke tingkat maksimal. Ketika pesawat berada pada kondisi mesin berkekuatan penuh, ketapel dilepaskan (ditembakkan), yang mengakselerasi pesawat dari 0 ke 160 knots di bawah 2 detik.
Pesawat kembali mendarat pada landasan melalui proses yang dikenal dengan ”arrested landing”. Tujuan dari pendaratan adalah bahwa pilot harus mengaitkan ”tailhook” pada satu dari empat kabel penangkap yang melintang di atas dek. Kabel-kabel ini terhubung pada mesin penangkap, alat hidrolis-mekanis besar yang menggulung kabel yang tertarik(akibat pendaratan pesawat) dan menyerap momentum pesawat. Ketika mendekat, kecepatan pesawat dipertahankan sedikit di atas ”stall speed”. Jika pesawat menyentuh dek, pilot segera meningkatkan kekuatan mesin hingga penuh, dengan tujuan, jika kait gagal menjangkau kabel, pesawat mempunyai tenaga yang cukup untuk kembali mengudara dan mencoba lagi.

[Image: home_blue_left.jpg][Image: home_blue_middle.gif][Image: home_blue_right.jpg]

Lampu-lampu Meatball (bakso) menolong pilot untuk membuat garis pendaratan. Di tengah terdapat lampu merah dan amber dengan lensa Fresnel. Jika lampu terlihat berada di atas palang horizontal hijau, maka pilot terlalu tinggi, jika di bawahnya, pilot terlalu rendah, dan jika lampu merah menyala, maka pilot sangat rendah. Jika lampu merah menyala pada kedua sisi palang vertikal amber, maka pendaratan dibatalkan.

[Image: cables-fig.jpg]

Desain pesawat AL dimulai dengan airframe dan roda pendaratan, yang mampu menahan goncangan can tekanan setiap kali lepas landas dan mendarat. Setiap pesawat jenis ini mempunyai pengait ekor (tailhook), sebuah pengait terpasang di palang 8kaki memanjang di bagian belakang pesawat. Dengan pengait ini, pilot harus mengaitkan ke salah satu kabel penangkap yang melintang di dek kapal, yang mengakibatkan pesawat berhenti. Kabel penangkap ini diset untuk setiap pesawat di dek yang sama, tanpa memperhatikan ukuran atau berat pesawat. Empat kabel baja dengan ketebalan 1,375 inci berada di atas dek 2-5 inci dengan interval 35-40 kaki dan terhubung dengan silinder hidrolis di bawah dek yang berperan sebagai “shock absorber”. Ketika sebuah pesawat mendekat, keempat kabel di set untuk menahan beban pesawat. Ketika pesawat “terkait” ke kabel, kabel menarik piston yang terdapat ruang berisi cairan di dalamnya. Ketika piston tertarik, cairan hidrolis tertekan melalui lubang kecil di ujung silinder, hal ini yang mengabsorbsi (menetralkan) energi dari pesawat dan menghentikannya. Sebuah kabel penangkap capat menghentikan sebuah kapal dengan berat 54.000 pound dengan kecepatan 130-150 mph dengan jarak kurang dari 350 kaki. Ketika pesawat melepas kabel penangkap, piston tertarik kembali dan siap untuk mendaratkan pesawat dalam 45 detik.

Dari www.fas.org

Peace... SmileSmile
banner
sniper78
9 Feb 2009 14:02    #4

Jendral

Wow keren bgt !! Wow

Artikel ini kesukaanku loh !!

Top Thanks
banner
Jo-8228
9 Feb 2009 14:47  (Edit: 9 Feb 2009 14:50 by Jo-8228.)    #5

Serka

USS Nimitz

Ordered: 31 Maret 1967
Mulai Pembuatan: 22 Juni 1968
Peluncuran: 13 Mei 1972
Peresmian: 3 Mei 1975
Kelas: CVN-68
Homeport: NB San Diego, California
Motto: Teamwork, a Tradition
Julukan: "Old Salt"
Pembuat: Newport News Shipbuilding Co., Newport News, Va.

Displacement: Sekitar 97,000 ton (87,996.9 metric tons) full load
Panjang: Keseluruhan: 1,092 ft (333 m), Waterline: 1,040 ft (317 m)
Lebar: Keseluruhan: 252 ft (76.8 m), Waterline: 134 ft (40.8 m)
Draft*: Maximum navigational: 37 ft (11.3 m), Limit: 41 ft (12.5 m)
Propulsion: 2 × Westinghouse A4W nuclear reactors, 4 × steam turbines, 4 × shafts, 260,000 shp (194 MW)
Speed:30+ knots (56+ km/h)
Jarak Tempuh: Tak Terbatas
Complement: Ship's company: 3,200, Air wing: 2,480
Sensors and processing systems: AN/SPS-48E 3-D air search radar, AN/SPS-49(V)5 2-D air search radar, Mk 23 target acquisition radar, 2 × AN/SPN-46 air traffic control radars, AN/SPN-43B air traffic control radar, AN/SPN-44 landing aid radars, 3 × Mk 91 NSSM guidance systems, 3 × Mk 95 radars
Electronic warfare and decoys: SLQ-32A(V)4 Countermeasures suite, SLQ-25A Nixie torpedo countermeasures
Armament: three Rolling Airframe Missile (RAM) launchers, three Mk 29 NATO Sea Sparrow launchers
Armor: Unknown
Jumlah Pesawat: 90 fixed wing and helicopters
Ketapel: 4
Elevator Pesawat: 4

*) Draft: Kedalaman air (minimun) yang diperlukan agar kapal dapat mengapung (tidak menyentuh dasar).
USS Nimitz (CVN-68) adalah sebuah supercarrier (kapal induk super) Angkatan Laut, pemimpin di kelasnya. Kapal induk ini adalah terbesar di dunia untuk saat ini. Dia diluncurkan sebagai CVAN-68, tetapi didesain ulang menjadi CVN-68 (nuclear-powered multimission aircraft carrier) pada 30 Juni 1975 sebagai bagian dari penyusunan kembali armada di tahun itu.
Lunas (keel) Nimitz diletakkan pada 22 Juni 1968 Newport News Shipbuilding di Newport News, Virginia, dan diresmikan oleh Presidan Gerald Ford pada 3 Mei. Nama kapal ini berasal dari Admiral Chester W. Nimitz, yang mengkomandoi armada Pasifik pada Perang Dunia II. Kapten Michael Manazir mengkomandoi Nimitz pada 16 Maret 2007.

Ship's history
Operasi serius pertama yang dilakukan oleh kapal induk ini adalah di tahun 1979 ke Iran, sewaktu Shah Iran yang sekutu dekat AS digulingkan dan merupakan awal masa “Republik Islam Iran” pimpinan Ayatollah Khomeini. Waktu itu masih ada adidaya lain yaitu Uni Soviet sehingga USS Nimitz tentu saja tidak diperintahkan untuk menyerang frontal Iran tetapi untuk melancarkan operasi pembebasan 52 orang Amerika yang disandera di kedutaan besar AS di Tehran yang diberi kode operasi Evening Light yang berakhir tragis dan gagal total karena helikopter yang dipakai untuk membebaskan para sandera mengalami kecelakaan dan jatuh di gurun pasir Iran. Selain itu kapal induk ini juga mempunyai segudang pengalaman lain seperti pada tanggal 19 Agustus 1981, kapal induk ini juga berperan dalam “komfrontasi ringan” dengan Libya di mana pesawat tempur AS menembak jatuh dua pesawat MiG Libya. Misi terbesarnya tentu saja kapal induk ini terlibat dalam dua kali perang teluk yaitu perang teluk pertama yang disebut “Desert Storm” yaitu operasi yang membebaskan Kuwait dari cengkraman Irak di tahun 1991 dan juga perang teluk kedua yang disebut operasi “Iraqi Freedom” yang menggulingkan rezim Saddam Hussein. Namun beberapa kali kapal induk ini juga melakukan misi damai non-militer seperti ikut dalam memeriahkan Olimpiade Seoul 1988 di Korea Selatan yang tentu juga bisa berfungsi sebagai bagian dari pengamanan olimpiade tersebut.
Pada 29 October 1988 Nimitz mulai beroperasi Laut Arab utara, mengikuti Operasi Operation Earnest Will.
Pada 30 November 1988, cannon 20mm Nimitz secara tidak sengaja menembaki sebuag Pesawat A-7 Corsair pada saat proses perawatan ketika kapal ini sedang mengikuti operasi di Laut Arab, akibatnya 3 orang meninggal
Pada 25 February 1991, Nimitz berangkat ke Brementon, Washington untuk melepas pasukan di Operasi Desert Storm, dan kembali pada 24 Agustus 1991.
Nimitz berlayar kembali ke Teluk Persia untuk beberapa bulan di 1993, membebaskan USS Kitty Hawk pada saat Operasi Southern Watch.
Pada Maret 1996, Nimitz berlayar untuk melakukan patroli perairan Taiwan di antara Test Misil oleh PRC di daerah itu. Nimitz menjadi kapal pertama yang melewati selat Taiwan sejak 1976.
Pada 1 September 1997, Nimitz mulai berlayar keliling dunia dengan tujuan Newport News, untuk melakukan Refueling Complex Overhaul (RCOH) yang berakhir pada 25 Juni 2001. Nimitz kemudian merubah home port-nya ke San Diego, California, sampai di sana pada 13 November 2001.
Selanjutnya ditranslate sendiri ya Tongue :
In January 2002, Nimitz began a four-month Post-Shakedown Availability at Naval Air Station, North Island. She ended her pier-side availability in May 2002 and conducted sea trials, the first step in preparation for her overseas deployment.
In mid-April 2003, Nimitz relieved Abraham Lincoln in the Persian Gulf, launching sorties over Iraq in support of Operation Iraqi Freedom.
Nimitz returned to San Diego on 5 November 2003 where she underwent regularly scheduled maintenance and repair.
After the repairs and maintenance were completed, the ship and her crew conducted sea trials testing.[citation needed]
Nimitz set sail on another deployment to the Persian Gulf in May 2005 and returned on 8 November 2005. This deployment is depicted in the documentary series Carrier.
Capt. Michael Manazir relieved Capt. Ted N. Branch on 16 March 2007.
Nimitz departed North Island in San Diego on 2 April 2007 at 9:50 a.m. on a six-month deployment in the Arabian Sea, relieving the Norfolk, VA.-based USS Eisenhower. The Nimitz reached Chennai, India on July 2nd 2007 as part of efforts to expand bilateral defense cooperation between India and the United States.[3] Sailors of the nuclear powered aircraft carrier participated in community work in Chennai during its station there. Nimitz left Indian shores on 5 July 2007 along with the USS Pinckney and headed towards the Persian Gulf. Nimitz returned to North Island in San Diego on 30 September 2007.
On 18 January 2008, it was announced that the Nimitz would deploy on 24 January to the Pacific for a surge-deployment.
On the morning of 9 February 2008, controversy was caused when two Russian bombers of the type TU-95 flew directly above USS Nimitz in the Western Pacific. According to the US Department of Defense, one of the two aircraft was said to have flown above the Nimitz at an altitude of 2,000 feet. As a reaction, four F-18s were launched when the bombers were 500 miles away from the U.S. ships, and intercepted the bombers 50 miles south of the Nimitz. Two F/A-18s trailed one bomber, which buzzed the deck of the Nimitz twice, while the other two F/A-18s trailed another TU-95 circling about 50 miles away from the Nimitz. The fighters then proceeded to guide the Russians away from USS Nimitz. Reportedly, there was no radio communication between the American and Russian aircraft.
On the same day, Russian bombers entered Japanese airspace, which caused the Japanese to raise protest at the Russian ambassador in Tokyo. CVN-68/CVW-11 made a port visit to Busan, South Korea on February 28 in conjunction with military exercises Key Resolve/Foal Eagle.
Again, on 5 March 2008, a Russian bomber came within three to five nautical miles and flew 2,000 feet above the USS Nimitz aircraft carrier and its accompanying ships. Two U.S. F/A-18 fighters were launched to intercept the Russian aircraft and escort it out of the area.


Nimitz Carrier Battle Group
USS Nimitz merupakan bagian dari Carrier Strike Group 11 (CSG-11) dengan Carrier Air Wing 11 di atasnya, dengan Nimitz sebagai pimpinannya dan sebagai tempat komandan Destroyer Squadron 23.

Ships of DESRON-23 (Destroyer Squadron):
- USS Chafee (DDG 90)
- USS Higgins (DDG 76)
- USS John Paul Jones (DDG 53)
- USS Pinckney (DDG 91)
- USS Sampson (DDG 102)

Squadrons of CVW-11:
- Strike Fighter Squadron 14 (VFA-14) "Tophatters"
- Strike Fighter Squadron 41 (VFA-41) "Black Aces"
- Strike Fighter Squadron 81 (VFA-81) "Sunliners"
- Marine Fighter Attack Squadron 232 (VMFA-232) "Red Devils"
- Electronic Attack Squadron 135 (VAQ-135) "Black Ravens"
- Carrier Airborne Early Warning Squadron 117 (VAW-117) "Wallbangers"
- Helicopter Antisubmarine Squadron 6 (HS-6) "Indians"
- Fleet Logistics Support Squadron 30 Detachment 4 (VRC 30) "Providers"

[Image: nimitz9.jpg]

[Image: nimitz2_large.jpg]


Dari Berbagai Sumber.....

Peace SmileSmile
banner
Jo-8228
10 Feb 2009 19:22    #6

Serka

Contoh Persenjataan Kapal Induk:

RIM-116 Rolling Airframe Missile (RAM)


RIM-116 Rolling Airframe Missile (RAM) adalah sebuah infrared homing surface-to-air missile yang kecil dan ringan yang dipakai oleh angkatan laut AS, Jerman, Yunani dan Republik Korea. Senjata ini juga digunakan pada kapal induk. Senjata ini dibuat sebagai senjata “point-defense” untuk melawan misil anti-kapal. Misil ini diberi nama demikian karena selama penerbangannya misil ini berputar pada poros membujurnya untuk menstabilkan alur penerbangannya.
Launcher misil ini (MK-49) mempunyai berat 5,777 ton – 5,8 ton (12.740 lbs atau 6,4 ton) dan memuat 21 misil. Aslinya, sensor senjata ini tidak dapat bekerja secara otomatis untuk menembakkan misil, maka senjata ini harus terintegrasi dengan Combat System kapal, yang mengarahkan launcher ke sasaran. Pada kapal AS, lanuncher ini terintegrasi dengan AN/SWY-2 dan Self Defence System Kapal.

RIM-116 dikembangkan oleh General Dynemics pada Juli 1976, yang merupakan perjanjian Denmark dengan Jerman Barat ( Bisnis misil General Dynamics kemudian dimiliki oleh Hughes Aircraft dan sekarang menjadi bagian dari Raytheon). Denmark akirnya keluar dari program ini, tetapi akhirnya USN bergabung menjadi partner utama. 30 Misil pertama dibuat di FY85 dan dipakai pertama kali pada 14 November 1992 di USS Peleliu (LHA-5). Angkatan Laut AS berencana membeli 1600 RAM dan 115 launcher untuk 74 kapalnya. Sekarang RIM-116 dipakai oleh beberapa kapal perang AS dan Jerman. Selanjutnya, semua kapal perang baru akan dilengkapi dengan RAM, seperti Braunschweig class corvettes baru yang akan akan dilengkapi dengan 2 launcher RAM di setiap kapalnya. Angkatan Laut Yunani telah melengkapi kapal serang cepat Super Vita dengan RAM dan Korea Selatan telah menandatangani kontrak untuk destroyer KDX-2, KDX-3 dan program LPX mereka.


Varian-Varian

Block 0
Dikenal juga dengan RIM-166A di AS, versi original (block 0) dengan dasar desain misil udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder, dari misil inilah rocket motor, fuse dan warhead RIM-166A diambil. Misil Blok 0 akan mengarah para radiasi aktif yang dikeluarkan dari target (seperti radar dari misil anti kapal yang datang). Selanjutnya, misil akan bergerak berdasarkan petunjuk dari infrared seeker yang dikembangkan dari FIM-92 Stinger. Pada test, misil ini mempunyai hit rates 95%.

Block 1
Block 1 (RIM-116B) adalah versi lanjutan dari misil RAM yang ditambah dengan sistem pelacak infrared yang mampu melacak/menangkis misil yang tidak mengeluarkan sinyal radar. Radar homing pasif milik Blok 0, telah disempurnakan.

HAS
Di tahun 1998 sebuah memorandum of understanding telah ditandatangani oleh departemen pertahanan Jerman dan AS untuk membangun sistem pertahanan, yang disebut dengan “HAS”, Helicopter, Aircraft and Surface target (Target helikopter, pesawat terbang dan daratan). Setelah dibuat, upgrade HAS hanya membutuhkan modifikasi software yang dapat diaplikasikan untuk semua misil RAM Block 1

SeaRAM
SeaRAM adalah sebuah pelengkap sistem senjata pertahanan diri yang sistem kerjanya berdasarkan Phalanx CIWS, rapid-fire-gun, yang juga dapat menembak penyerang (musuh) dalam jumlah banyak dalam waktu bersamaan. Kedua sistem ini dikembangkan oleh Raytheon Company.
SeaRAM mengkombinasi deretan radar dan sensor milik Phalanx dengan sebuah 11-cell Launcher RAM untuk menghasilkan sistem otonomi, yang tidak memerlukan informasi eksternal apapun untuk mencegah ancaman. Seperti halnya Phalax, seaRAM cocok untuk semua kelas kapal.


Karakteristik Umum (Block 1)

Fungsi Primer: Surface-to-Air Missile
Kontraktor: Raytheon, Diehl BGT Defence
Panjang: 2780 mm
Diameterr: 127 mm
Fin span: 445 mm
Kecepatan: Mach 2.0+
Warhead: 11.3 kg blast fragmentation
Launch Weight: 73.5 kg (162 lb)
Jarak tempuh: 7.5 km
Sistem Navigasi: three modes—passive radio frequency/infrared homing, infrared only, or infrared dual mode enabled (radio frequency and infrared homing)
Harga: $444,000
Date Deployed: 1992

[Image: searam-03.jpg]

[Image: searam_1.jpg]

[Image: searam.jpg]


Dari berbagai sumber.....

Peace SmileSmileSmile
banner
mastermime
10 Feb 2009 19:50    #7

Jendral

lanjut ndan...!!!

top abis...
signature
[size=large][align=center]truth is the agreement of knowledge with its object
[color=#FFA500]If no one agreed with your theory, then it's not true
[/size][/color]

[/align]
banner
Jo-8228
10 Feb 2009 20:30  (Edit: 10 Feb 2009 20:30 by Jo-8228.)    #8

Serka

Misil RIM-7 Sea Sparrow


[Image: sea-sparrow-wasp-csparo-s.jpg] [Image: rim-7-sten-ssp-s.jpg] [Image: seasparrow-atsea39-s.jpg]

RIM-7 Sea Sparrow milik AL AS dan AIM-7 milik AU AS adalah misil udara-ke-udara yang bersistem pelacak radar dengan hulu ledak berkekuatan besar (sangat eksplosif). Mereka berbentuk silindris, mempunyai 4 sirip di bagian tengah tubuhnya dan 4 sirip di bagian ekornya. AL menggunakan versi Sea Sparrow di kapalnya sebagai pertahanan anti-misil permukaan ke udara (surface-to-air antimissile). Misil ini serba guna karena mampu beroperasi di semua kondisi cuaca, ketinggian dan dapat menyerang pesawat dan misil berkinerja tinggi dari semua arah. Misil ini digunakan secara luas oleh angkatan perang AS dan NATO. Misil ini awalnya dikembangkan oleh Sperry dan AL AS, dan versi barunya dikembangkan dan diproduksi Raytheon Co. and General Dynamics.

Sistem Misil Permukaan Seasparrow NATO (NSSMS= NATO SEASPARROW Surface Missile System) MK 57 adalah system senjata misil jarak menengah dan reaksi-cepat yang mempunyai kemampuan untuk menghancurkan pesawat musuh, misil anti-kapal, udara dan permukaan dengan misil permukaan-ke-udara. NSSMS dapat juga digunakan untuk mendeteksi peluncuran misil dengan kemampuan radarnya. NSSMS terdiri dari sebuah Guided Missile Fire Control System (GMFCS) Mk 91 dan sebuah Guided Missile Launching System (GMLS) Mk 29. GMFCS adalah system kontrol penembakan berbasis komputer yang mampu melacak target yang dituju secara otomatis, menghasilkan perintah untuk launcher dan misil dan memberikan perintah otomatis untuk menembak ketika target berada dalam jangkauan. Walaupun sebagian besar operasi NSSMS berada dalam kondisi otomatis atau semiotomatis, GMFCS mengijinkan interfensi dan pembatalan dari operator di setiap saat. GMLS adalah system peluncuran reaksi cepat dan ringan yang menghasilkan kemampuan penyimpanan dan peluncuran hingga 8 misil. GMLS menjawab perintah yang dikeluarkan olah GMFCS, perintah posisi launcher dan misil order. NSSMS menggunakan seri AIM/RIM Sparrow III, surface-to-air/ surface-to-surface semi-active homing-missile.

Versi RIM-7 biasanya disebut sebagai Seasparrow. Misil ini menggunakan energi yang dipantulkan oleh target dan dari referensi bagian belakang RF (dikirimkan dari system pengarah) untuk membangun perintah pergerakan sayap misil untuk menghadang/menembak target.

NSSMS Mk 57 Mod 6 adalah berjarak jangkau medium, system reaksi cepat menggunakan homing missile semi aktif. Versi NSSMS ini adalah desain yang direstrukturisasi memanfaatkan Reflected Memory Local Area Network kabel fiber optic. NSSMS Mod 6 terdiri dari sebuah Tracking Illuminator System (TIS) Mk 9 Mod 0 dan Guided Missile Launching System (GMLS) Mk 29 Mod 2. TIS adalah system control penembakan berbasis komputer yang menghasilkan pelacakan otomatis terhadap target yang dituju, , menghasilkan perintah untuk lancher dan misil dan memberikan perintah otomatis untuk menembak ketika target berada dalam jangkauan. Walaupun sebagian besar operasi NSSMS berada dalam kondisi otomatis atau semiotomatis, GMFCS mengijinkan interfensi dan pembatalan dari operator di setiap saat. GMLS adalah system peluncuran reaksi cepat dan ringan yang menghasilkan kemampuan penyimpanan dan peluncuran hingga 8 misil. GMLS menjawab perintah yang dikeluarkan olah TIS, perintah posisi launcher dan misil order. NSSMS Mod 6 menggunakan misil SeaSparrow yang sudah dikembangkan (ESSM= Evolved SeaSparrow Missile) atau RIM-7M/P/R, yang merupakan misil yang berpercepatan tinggi dan cerdas dengan radar homing semi-aktif.
Evolved Sea Sparrow Missile (ESSM) adalah misil berjarak jangkau dekat yang bertujuan untuk melindungi kapal permukaan. ESSM diharapkan telah tersedia untuk armada perang pada tahun 2002. ESSM akan membuat setiap kapal mempunyai kemampuan untuk menangkal bermacam-macam misil anti-kapal dan pesawat terbang untuk mendukung pertahanan diri. ESSM akan lebih mampu untuk melawan misil yang susah dilacak dan mempunyai menuverabilitas tinggi, mempunyai jarak jelajah lebih luas, dan dapat membuat koreksi arah sasaran melalui radar dan midcourse uplinks. ESSM adalah usaha bersama beberapa bangsa yang tergabung dalam NATO. Usaha terkoordinasi ini membuat seluruh negara NATO untuk memiliki kemampuan pertahanan diri yang sama dan pada saat yang sama, mengurangi biaya untuk setiap negara yang tergabung dengan mengembangkan dan melakukan ujicoba system baru.
Pada kapal Aegis, ESSM akan diluncurkan dari MK 41, Sistem Peluncuran Vertikal, membutuhkan sebuah sistem kontrol vektor daya tolak (thrust vector control system) pada roket ESSM. Pada kapal non-Aegis (aircraft carriers, amphibious assault ships, other surface combatants), misil ini akan ditembakkan dari sistem peluncuran yang berbeda. ESSM menggunakan forebody dengan diameter 8inch yang termasuk di dalamnya sebuah seksi pengarah (guidance section) dari “in-service RIM-7P SeaSparrow. Seksi pengarah yang termasuk di dalamnya sebuah antena randome-protected untuk homing semiaktif, terpasang pada seksi hulu ledak baru. Forebody terpasang pada sebuah motor roket berdiameter 10 inch yang menghasilkan daya tolak lebih tinggi untuk durasi yang lebih lama daripada misil SeaSparrow pendahulunya. ESSM akan menggunakan steering “skid-to-turn” (tail control) yang mana untuk SeaSparrow sebelumnya menggunakan wing-control. ESSM akan mempertahankan kemampuan misil RIM-7P tetapi juga akan mempunyai kemampuan melawan misil anti-kapal yang bermanuver. ESSM sedang dikembangkan sebagai usaha kooperatif multinasional dengan beberapa aliansi negara.

Software RIM-7P baru menonjolkan algoritma pengarah tingkat lanjut yang membuat SeaSparrow mampu untuk mengkonter seluruh (sebagian besar) ancaman hebat. Mode Improved Low Altitude Guidance (LAG) yang dimiliki misil membuat RIM-7P menjadi special, efektif melawan ancaman dengan altitude sangat rendah. Sebagai tambahan, misil ini telah terbukti sangat efektif dalam tekanan lingkungan penyerangan elektronik.

Sebuah unit Jet Vane Control (JVC) memungkinkan RIM-7P diluncurkan secara vertical. Uit JVC memutar misil secara cepat setelah membersihkan (menghancurkan) superstruktur yang dimiliki kapal, membatalkan percepatan naik inisial misil, dan mengkontrol transisi ke jalur intersepsi inisial. Segera setelah pencari (seeker) memperoleh targetnya, JVC meringankan beban pesawat (jettisoned). Kemampuan peluncuran vertikal menghasilkan reaksi-cepat, pertahanan 360-derajat dan mengurangi trainable firing restrictions dan waktu yang dibutuhkan.


Spesifikasi:
- Fungsi Primer: Air-to-air and surface-to-air radar-guided missile
- Pembuat: Raytheon Co. and General Dynamics
- Tenaga Dorong: Hercules MK-58 solid-propellant rocket motor
- Kecepatan: 2.660 m/jam (4.256 km/jam)
- Jarak Jangkau: lebih dari 30 Mil Nautikal (sekitar 55 km), jarak minimal: 1600 yard
- Jarak Penguncian Target: 50 Mil Nautikal
- Panjang: 12 kaki (3,64 m)
- Diameter: 8 inch (20,3 cm)
- Sayap: 1 m
- Hulu ledak: Annular blast fragmentation warhead, 90 pounds (40.5 kg); Proximity fuzed, continuous expanding rod, with a 27 ft. kill radius
- Sistem kontrol penembakan: MK 91
- Platform Peluncuran: MK 29 Mod 1.

Dari Berbagai Sumber…….

Peace… SmileSmile
banner
Kojek
11 Feb 2009 07:00    #9

Tukang Sapu

Thailand udah punya?
buat apa mereka?
signature
[b]Sabar, Ikhlas, Legowo dan Bersyukur adalah kunci hidup penuh rahmah.......[/b]
banner
Jo-8228
11 Feb 2009 21:26    #10

Serka

Update lagi...

Nich kapal induk milik negara kepulauan tetangga kita Thailand...
Dipakai untuk patroli pantai...


Chakri Naruebet Offshore Patrol Helicopter Carrier, Thailand

Kapal Induk Kelikopter Patroli LEpas Pantai, HTMS Chakri Naruebet, dibangun untuk Royal Thai Navy (RTN) oleh pembuat kapal Spanyol, Izar (dahulu EN Bazan). Pada Februari 2005, berubah menjadi perusahaan baru, Navantia.

Di bawah sebuah kontrak yang ditandatangani pada Juli 1992, Chakri Naruebet dibangun di Navantia's El Ferrol yard di Spanyol dan diresmikan pada Maret 1997. Dengans ebuah desain yang sama dengan kapal induk Spanyol, Principe de Asturias, kapal induk ini dilengkapi dengan sebuah “ski jump” 12 derajat untuk memungkinkan digunakannya pesawat jenis Harrier. Peran utama kapal induk ini adalah EEZ, survey dan perlindungan, serta pencarian dan pertolongan, tetapi kapal induk ini juga dapat digunakan sebagai kapal utama untuk komando dan pengontrolan, support udara untuk kapal permukaan Thailand atau bantuan bencana. Kapal ini ber”home base” di Teluk Thailand.


Desain
Kapal ini dilengkapi dengan 6 helikopter multi-misi Sikorsky S-70B Seahawk yang didesain untuk peran anti-kapal selam. Dan juga ditambah dengan pesawat STVOL () short take-off/vertical landing ) Matador AV-8S, bekas Spanyol. Dek penerbangan Chakri Naruebet berukuran 174.6m x 27.5m, yang ujungnya berupa sebuah ”ski jump” 12 derajat, dapat mengakomodasi take-off/pendaratan 5 helikopter secara bersamaan; hangar-nya dapat digunakan untuk menyimpan 10 helikopter medium atau pesawat berukuran Harrier. Kapal induk ini mempunyai kecepatan maksimal 26 knot, dengan “cruise speed” 16 knot. Jarak yang dapat ditempuh sekitar 10.000 nm pada kecepatan 12 knot. Dua “spade rudder” (kemudi sekop) dan empat stabilizer bodi kapal sudah dipasang.


Sistem Komando

Sistem komando dan kontrol kapal dibuat pada sebuah pusat informasi pertempuran dengan 7 konsol “Inisel” dan sebuah konsol pelengkap. Sistem pertempurannya adalah AN/UYK-43C Lowboy dengan integrasi sistem senjata yang dibuat oleh FABA, Spanyol.


Persenjataan

Kapal ini diharapkan untuk dapat dilengkapi dengan sebuah Mk 41 Sistem Peluncuran Vertikal (VLS=Vertical Launch System) untuk misil permukaan-ke-udara “Seasparrow”. Seasparrow menggunakan kendali radar semi-aktif, mempunyai jarak jangkau 14 km dengan kecepatan 2.5 Mach. Kapal induk ini mempunyai 3 peluncur 6-sel MBDA (formerly Matra BAe Dynamics) Sadral untuk misil Mistral. Misil Mistral adalah misil anti pesawat jarak dekat yang dapat juga mengintersep misil yang datang. Peluncur 6-sel Sadral adalah turret yang stabil, dilengkapi dengan kamera televisi yang dapat dilengkapi dengan channel inframerah untuk pelacakan/pencarian target. Misil Mistral dilengkapi dengan kepala kendali inframerah yang disuplay oleh SAGEM dan mempunyai 3kg hulu ledah eksplosif tinggi, yang dilengkapi dengan bola tungsten. Jarak tempunhnya 4km.
Meriam kapal 30mm sampai sekarang belum dipasang.


Countermeasures

Di masa yang akan datang, sistem countermeasures juga diharapkan dapat dipasang untuk melengkapi sistem yang sudah ada.


Sensor

Kapal induk ini dilengkapi dengan radar pencarian udara jarak menengah Raytheon AN/SPS-52C 3-D yang beroperasi pada bands E/F, radar kontrol helicopter dan navigasi Kelvin Hughes, radar navigasi band-I Kelvin Hughes, sistem navigasi satelit MX 1105 Transit/GPS Omega dan sistem URN 25 Tacan.

Di masa datang diharapkan sistem sonar aktif frekuensi menengah dapat dipasang di badan kapal.


Mesin/Propulsi

Propulsinya adalah sebuah sistem Combined Diesel or Gas Turbines (CODOG) yang dilengkapi dengan dua pasang turbin gas GE LM-2500 dengan kekuatan 44,250hp dengan sebuah kecepatan 3.600 rpm dan mesin disel Izar-MTU 16V1163 TB83 dengan masing-masing keluaran tenaga 6,437hp pada 1,200rpm, yang akan memutar 5 baling-baling dengan 2 “pitch” variabel

[Image: thai9.jpg]

Peace all, ditunggu lagi updatenya.... SmileSmileSmile
banner
falcon
12 Feb 2009 04:56    #11

Koptu

Kapan negeri kita bisa bikin padahal lautnya lebih luas dari darata??????Sad
banner
Kang Samin
12 Feb 2009 07:41    #12

Mayor

(12 Feb 2009 04:56)falcon Wrote:
 
Kapan negeri kita bisa bikin padahal lautnya lebih luas dari darata??????Sad

Entar... kalau dah gak ada lagi koruptor di Indonesia...........
signature
Apa adanya, seadanya.......Peace
banner
Jo-8228
12 Feb 2009 18:13    #13

Serka

(12 Feb 2009 07:41)Kang Samin Wrote:
 
(12 Feb 2009 04:56)falcon Wrote:
 
Kapan negeri kita bisa bikin padahal lautnya lebih luas dari darata??????Sad

Entar... kalau dah gak ada lagi koruptor di Indonesia...........

Lagian kalaupun punya, pesawatnya juga gak cukup.....
Apalagi pesawatnya pun harus khusus...heheheh


Sistem Propulsi Nuklir

A4W reactor

A4W reactor adalah reaktor nuklir untuk kapal yang digunakan oleh AL AS untuk menghasilkan listrik dan propulsi untuk kapal perang. Nama A4W singkatan dari:
A = Aircraft carrier platform
4 = Fourth generation core designed by the contractor
W = Westinghouse was the contracted designer
Kapal yang menggunakan jenis reaktor ini hanyalah supercarrier (kapal induk super) sekelas Nimitz, yang beroperasi dengan sepasang reaktor ini di setiap jenis kapal ini. Raktor ini di desain dan dibuat oleh Westinghouse. Generator uap untuk setiap reaktor sekelas Nimitz dapat menghasilkan 140.000 tenaga kuda (104 Mwe). Inti reaktor ini diharapkan dapat bertahan selama 23 tahun.

Desain
Reaktor ini adalah sebuah nuclear fission pressurized water reactor (PWR). Westinghouse Electric Corporation telah diberi hak untuk membuat reaktor ini. Reaktor ini secara bersama-sama didesain oleh Bettis Atomic Power Laboratory and Knolls Atomic Power Laboratory.

[Image: ng_SS-18REV-graphic-10-06-0.jpg]

Peace All SmileSmile
banner
Jo-8228
13 Feb 2009 20:12    #14

Serka

Aquila - Navy Ships

[Image: 800px-CV_Aquila_LaSpezia_Jun51_NAN5-63.jpg]

Aquila (berarti Elang) adalah kapal induk yang mulai dibangun pada 1941 tetapi tidak terselesaikan karena adanya gencatan senjata di Italia pada 1943. Kapal ini merupakan konversi dari kapa pesiar Roma dan menawarkan banyak spesifikasi performa yang baik dan akan membuat performa yang sangat bagus sesuai dengan fungsinya. Kapal ini tidak pernah diluncurkan karena perang telah berakhir. Namanya disematkan pada 1952.

Aquila bertenaga delapan mesin turbin uap. Mesin ini memutar empat poros propeller (baling-baling) yang dilaporkan dapat mencapai kecepatan maksimal 32 knots pada 151.000 tenaga kuda. Kapal ini diharapkan mampu menampung 1.420 awak dan 60 pesawat terbang. Ofensivitas kapal induk ini terlihat pada persenjataannya yaitu 8 meriam 5.3”, 12 meriam 2.5” dam 132 meriam anti pesawat 20mm.

Specifications :
Designation: Aquila
Length: 760 ft (231.65 m)
Beam: 96 ft (29.26 m)
Draught: 24 ft (7.32 m)
Displacement: 28,356 tons
Machinery: 8 x boilers powering 4 x geared turbine engines with 4 x shafts at 151,000hp.
Surface Speed: 32 kts (37 mph)
Range: 3355 miles (5,399 km)
Armament: 8 x 5.3" guns; 12 x 2.5" guns; 132 x 20mm anti-aircraft guns
Aircraft: 66 aircraft of various makes
Complement/Crew: 1,420
Ships in Class: Aquila
Operators: Italy

[Image: dAquila.jpg]

Peace All SmileSmile
banner
Jo-8228
16 Feb 2009 13:18    #15

Serka

Ini katanya sih kapal induk terbesar milik Jepang....

INJ Akagi Aircraft Carrier

Akagi (berarti “Kastil Merah” dan merupakan nama sebuah gunung) sebenarnya awalnya dibuat sebagai sebuah battle cruiser seberat 41.200 ton, tetapi pembuatan di Kure Naval Yard terhenti setelah masuknya Washington Naval Treaty pada 1922. Setahun kemudian, keputusan diambil untuk mengubah desain Akagi menjadi kapal induk untuk Imperial Navy. Kapal lain, Kaga, yang awalnya akan dibuat sebagai battle cruiser, dirubah menjadi kapal induk di waktu yang bersamaan.

Akagi dibuat dengan dua hangar, dek penerbangan “flush”, dan dua dek hangar di depan platform untuk lepas landas. Sebagai tambahan, Akagi dilengkapi dua cerobong, yang besar melengkung ke bawah dan yang kecil melengkung ke atas. Berada di bawah dek penerbangan, cerobong tersebut disatukan menjadi cerobong yang melengkung ke bawah pada overhaul besar-besaran tahun 1935 dan 1938. Dalam overhaul yang sama, dilakukan modernisasi Akagi dengan suatu inovasi teknik, panjang hangar ditambah 80 kaki dan dek penerbangan diperlebar, sementara platform take off pada dek hangar dibuang seluruhnya. Dengan perluasan hangar, pesawat yang diangkut bertambah dari 60 ke 91 pesawat, dengan jumlah pesawat operasional 72 buah.

Selama overhaul, dua buah “gun turret” 8 inci dganti menjadi “pulau kecil” yang tidak biasa yang dipasang pada “port side” di bagian tengah kapal. Hal ini ditiru pada Hiryu. Kapal induk lain mempunyai “pulau” di “starboard (standard) side”. Ahli strategi merencanakan untuk memakai kapal ini untuk sebuah formasi unik. Kapal induk terdepan pada formasi dasar adalah Akagi dan Hiryu yang memiliki “pulau” di “portside”, diikuti oleh Soryu dan Kaga. Formasi ini dirasa efektif dengan pola trrafik pesawat non-konflik. Formasi ini dipakai pada “Battle of Midway”.

Penambahan signifikan yang terjadi adalah penambahan empat buah tonjolan kaki lebar pada lambung kapal yang menghasilkan proteksi lebih di bawah “waterline”, sehingga meningkatkan kestabilan kapal. Terakhir adalah penambahan sebuah lift pesawat menjadi tiga lift. Secara keseluruhan, Akagi menjadi teknologi inovatif kapal yang dianggap paling tidak praktis dan buruk, sehingga tidak diadopsikan pada pembangunan kapal induk lain.

Akagi diresmikan secara formal pada 25 Maret 1927 dan mengganti Hosho sebagai kapal induk terbesar Imperial Navy Jepang. Setahun kemudian, Akagi digabung dengan Kaga. Akagi tetap menjadi kapal utama dan menjadi pemimpin pada penyerangan Pearl harbour 7 Desember 1941. Setelah Pearl Harbour, Akagi ikut berpartisipasi pada serangan di Samudera Indonesia, tetapi mengalami kerusakan parah pada “Battle of Midway” pada Juni 1942. Dek penerbangannya hancur dan binasa oleh serangan yang tak terhentikan. Akhirnya keputusan diambil untuk meninggalkan kapal, dan Akagi tenggelam pada 5 Mei 1942.

[Image: Akagi.gif]


Peace... SmileSmile
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014