Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 75 Vote(s) - 2.81 Average
Tools    New reply


16 Dec 2008 14:04
erichard
Letkol
Posts 2.677
Reputation: 30
Awards:
Pembayar Pajak

(This post was last modified: 16 Dec 2008 14:09 by erichard.)
Serbuan model baru membuat konsumen menghadapi banyak pilihan mobil, termasuk teknologi penggerak roda yang digunakan. Bila dulu hanya ada penggerak dua roda (two-wheel drive/2WD), kini ada penggerak empat roda (four-wheel drive/4WD), All-wheel drive dan traksi kontrol.
Four-Wheel Drive (4WD) menyalurkan tenaga ke seluruh roda bila diperlukan. Dalam kondisi normal, kendaraan bergerak hanya dengan dua roda (2WD). Hal ini bisa dilakukan berkat perangkat transfer case.
Perangkat ini mengunci/memadukan gardan depan maupun belakang. 4WD dilengkapi dengan low-range gear guna menerjang medan off-road, seperti kubangan lumpur, bukit terjal, atau jurang curam. Pengemudi harus menghentikan kendaraan atau memperlambat sebelum menggeser tuas untuk mengaktifkan/melepaskan low-range gear. Saat ini, ada banyak jenis penggerak model ini.

Tipe 4WD
Produsen-produsen mobil biasanya menggunakan nama masing-masing untuk sistem penggerak rodanya. Tapi pada dasarnya hanya ada empat tipe.
Pertama tipe Part-time 4WD. Tipe ini menuntut pengemudi secara manual memindahkan sistem dari 2WD ke 4WD dengan menggunakan tuas atau tombol. Sekarang ini, kebanyakan proses perpindahan itu dilakukan dalam kondisi berjalan (shift on the fly).
Daya mesin dibagi rata 50:50 untuk roda depan dan belakang. Dalam kondisi normal, sistem ini bergerak dengan 2WD. Mobil dengan part-time 4WD tidak didesain untuk menggunakan 4WD di jalan kering atau jalan raya, karena akan menyebabkan roda dan sistem gear cepat aus.
Yang membedakan dengan sistem lain adalah perangkat low-range gear yang berguna untuk menembus medan off-road terberat. Bila perangkat ini diaktifkan, mobil akan merambat pelan, tapi pasti mampu menembus semua rintangan.
Kelebihan sistem ini, efektif menembus semua rintangan, terutama berkat low-range gear. Kekurangannya, sistem ini tidak praktis, karena pengemudi harus menukar mode 4WD atau 2WD sesuai kondisi medan.
Selain itu, tidak cocok digunakan di jalan aspal. Sistem ini banyak dipakai pada pickup dan SUV seperti Chevrolet, Mazda, Nissan, Chevrolet Blazer; Jeep Cherokee, Jeep Wrangler; Mitsubishi Montero Sport; Nissan Pathfinder; Toyota 4Runner.
Sistem yang kedua adalah Selectable 4WD. Sistem ini memberikan keleluasaan lebih banyak pada pengemudi untuk memilih jenis penggerak rodanya, termasuk 2WD, full-time 4WD, bahkan part-time 4WD guna memberikan traksi maksimal.

“Center Differential”
Ada yang menyarankan untuk menggunakan full-time 4WD setiap saat. Keuntungannya, pengendalian lebih stabil, sementara bahan bakar tidak terlalu boros. Central differential akan mengatur roda depan dan belakang berputar independen ketika belok. Bila menghadapi medan yang berat, center differential dapat otomatis mengunci, untuk memberikan traksi sehebat part-time 4WD.
Keuntungan sistem ini: efektif menembus medan lumpur, berkat center differential, juga dapat digunakan pada jalan aspal. Center differential dapat dikunci untuk menambah traksi di medan berat. Sistem ini dilengkapi pula dengan low-range gear. Kekurangannya center differential harus diaktifkan atau di non-aktif secara manual.
Seringkali mobil masih dalam mode 2WD, justru ketika seharusnya sudah 4WD.
Sistem ini dipakai oleh: Jeep Cherokee, Grand Cherokee; Mitsubishi Montero; Acura SLX; Ford Expedition; Infiniti QX4; Isuzu Trooper.
Sistem yang ketiga adalah Permanent 4WD di mana ini adalah full-time 4WD dan center differential otomatis mengunci. Jadi pengemudi tidak perlu lagi mengunci secara manual.
Sistem ini berfungsi baik di jalan aspal maupun di medan lumpur. Kelebihan sistem ini: kemampuan menjelajah medan off-road setara dengan part-time 4WD, namun bisa digunakan pada semua medan.. Center differential dapat mengunci secara otomatis untuk meningkatkan traksi. Sistem ini juga memiliki low-range gear.
Yang memakai sistem ini adalah Ford Explorer V6; Jeep Grand Cherokee; Range Rover; Lexus LX470; Mercedes-Benz ML320; Mercury Mountaineer V6; Toyota Land Cruiser.
Sistem keempat adalah Automatic 4WD. Sistem ini bergerak dengan 2WD, hingga sistem mendeteksi perlunya menggunakan 4WD.
Secara otomatis daya dibagi ke roda depan dan belakang dengan perbandingan sesuai kondisi medan. Pada umumnya sistem otomatis bekerja bila salah satu ban slip. Yang lebih modern, menggunakan software yang dapat mengubah ke 4WD sebelum roda slip, dengan menganalisis kondisi jalanan.

All-Wheel Drive
All-Wheel Drive (AWD) atau full-time 4WD mirip 4WD tapi tidak dilengkapi low-range gear dan selalu 4WD, tidak bisa dipindah ke 2WD. Meskipun tak setangguh 4WD, AWD cukup mampu untuk melibas jalanan pedesaan, off-road ringan dan bukit landai. Pada kenyataannya, ground clearance (jarak terendah antara mobil dan tanah) yang sering menghentikan mobil, daripada ketidakmampuan AWD.
Keuntungan AWD: mudah digunakan, dan seketika mampu menyalurkan power ke roda dengan cengkraman terbaik. Tidak merusak ban atau gear ketika digunakan di jalan aspal.
Center differential bisa secara otomatis mengunci atau membuka. Sayangnya, karena tidak memiliki low-range kemampuan off road-nya tak sehebat 4WD.
Mobil-mobil yang menggunakan system AWD: Audi Quattro; Mitsubishi Eclipse, 3000GT; Mercedes-Benz E320; Subaru; Volvo V70 ; Chrysler Town & Country; Dodge Grand Caravan; Mazda MPV; Honda CR-V; Lexus RX300.
Traksi Kontrol, lebih murah, lebih ringan dan jadi alternatif 4WD ataupun AWD. Kebanyakan dipakai mobil-mobil 2WD untuk memberikan traksi maksimal ke roda. Bila sistem mendeteksi salah satu roda mengalami slip, maka sistem secara otomatis memberikan daya pengereman ke roda itu. Dalam kondisi tertentu memutus sama sekali aliran daya ke roda tersebut. Ini menghentikan roda yang slip dan mengirimkan daya ke roda yang masih memiliki traksi.
(berbagai sumber/tot)



pemindah daya
pemindah daya (power train) adalah suatu mekanisme yang memindahkan tenaga dari mesin ke roda-roda. Berdasarkan penempatan mesinnya, sistem pemindah tenaga dapat dibedakan menjadi empat macam
1) mesin di depan sistem penggerak roda belakang,

[Image: 2.1.jpg]


2) mesin di depan sistem penggerak roda depan,
[Image: 2.2%20(378%20x%20524).jpg]

3) mesin di depan sistem penggerak keempat rodanya,
[Image: 2.3.jpg]

4) mesin di belakang sistem penggerak roda belakang. Mesin di tengah sistem penggerak roda belakang,
[Image: 2.4%20(435%20x%20600).jpg]

Dari keempat macam sistem pemindah daya tersebut, yang lebih banyak dipakai pada mobil adalah mesin di depan dan sistem penggerak roda belakang front engine rear drive).

16 Dec 2008 22:04
jaykuza
Kapten
Posts 1.231
Reputation: 4
Awards:

Thanks
Nice Info

17 Dec 2008 11:48
d4Ld0L
Letkol
Posts 3.068
Reputation: 111
Awards:
Anti Child Po rn

Thanks


TopTopTopTop






signature
[align=right]Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya;
hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu,
tetapi dibalas dengan buah. - [i]Abu Bakar Sibli[/i][/align]

25 Dec 2008 19:18
Mamba
Letjen
Posts 8.287
Reputation: 4
Awards:

Trima kasih jadi bertambah paham soal sistem penggerak roda


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram