Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 56 Vote(s) - 2.82 Average
Tools    New reply


25 Aug 2008 10:21
vhiaamelia
Kapten
Posts 1.056
Reputation: 25
Awards:

(This post was last modified: 25 Aug 2008 10:30 by vhiaamelia.)
SIDRAP - Wabah candoleng-doleng tidak pelak, turut melanda siswa SMU di Sidrap. Juli 2008 lalu, Sidrap sempat dihebohkan beredarnya video candoleng-doleng yang dilakukan seorang siswi, yang diduga dari salah SMU di Sidrap. Video tersebut beredar dengan cepat melalui fasilitas bluetooth.

Siswa yang disebut-sebut bernama Kasma dalam rekaman itu, tampak berseragam putih abu-abu dan bergoyang sambil mengangkat bajunya, hingga dada. Untuk menutupi identitasnya, Kasma menutup kepala hingga muka dengan menggunakan helm standar.

Aksi tersebut dilakukan Kasma di dalam sebuah ruang kelas. Di dalam ruangan itu, tampak bangku berkaki besi berjejer dari depan. Ruang kelas itu juga dilengkapi dengan whiteboard, serta lantai yang terbuat dari keramik berwarna putih. Kusen pintu kelas itu berwarna biru, daun pintu berwarna coklat, serta dinding kelas berwarna putih.

Tampak juga dalam rekaman itu siswa laki-laki berjaga-jaga, untuk mengantisipasi seseorang yang masuk ke dalam kelas itu. Sesekali, terdengar suara laki-laki yang memandu Kasma melakukan candoleng-doleng.

Dalam bahasa Bugis dengan logat Sidrap, terdengar laki-laki itu meminta agar Kasma bergoyang lebih erotis lagi. Selain itu, dia juga meminta agar Kasma menyingkirkan tangannya yang menutupi dadanya.

"Tangannya disingkarkan. Cepat, nanti waktunya habis. Tidak ada orang kok," kata lelaki yang memandu Kasma, dalam bahasa Bugis.

Sontak, video tersebut langsung mengundang reaksi keras dari Anggota Komisi C DPRD Sidrap M Ali Hafid. Menurut anggota komisi yang membidangi masalah pendidikan di Sidrap itu, tindakan tersebut sangat bertentangan dengan agama, moral dan etika.

"Sangat disayangkan tindakan itu dilakukan oleh siswa kita. Saya sangat sedih membayangkan, bagaimana potret generasi yang akan datang. Saya meminta kepada kepolisian untuk segera mengusut tuntas masalah video itu," tandas Ali Hafid.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sidrap AKP Bambang Sugiyarto mengatakan, anggotanya telah melakukan penyelidikan asal muasal video tersebut. Hasilnya, video tersebut diduga dilakukan bukan di wilayah Sidrap.

"Tapi kami tetap akan melakukan menyelidikan untuk memastikan asal muasal video itu, beserta lokasi kejadiannya. Kami berjanji, jika kegiatan itu dilakukan di Sidrap, kami akan menindak tegas para pelaku," janji Bambang Sugiyarto..


Bercandoleng-doleng Demi Sesuap Nasi

SIDRAP - Pernahkan anda berpikir mengapa artis elekton mau bergoyang candoleng-doleng? Annie Puspitasari (22) salah seorang artis elekton yang sempat penulis wawancarai mengaku sangat malu melakukan candoleng-doleng, apalagi jika mengingat anak perempuannya yang masih berumur lima tahun.

Tapi himpitan ekonomi membuat ?~janda kembang' itu tetap bergoyang candoleng-doleng. Diakuinya, sangat sulit mendapatkan pekerjaan yang dianggap ?~tidak layak' oleh masyarakat. Berbekal ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA), Annie pernah melamar di beberapa perusahaan di kota Makassar.

Namun hingga beberapa bulan sejak mengajukan lamaran, dia tidak pernah dihubungi oleh satupun perusahaan untuk mengikuti tes. Sementara untuk membuka usaha sendiri, Annie mengaku tidak mempunyai modal usaha.

"Membuka usaha butuh modal Mas, sedang saya tidak punya modal sama sekali. Saya juga tidak bisa mengandalkan bantuan dari keluarga, karena saya juga berasal dari keluarga tidak mampu," jelasnya lirih.

Meski terhimpit masalah ekonomi, Annie mengaku selama menjadi artis elekton, dirinya tidak pernah mau menerima tawaran untuk berkencan dengan penontonnya, meski diimingi dengan bayaran yang mahal.

"Goyang candoleng-doleng sudah dianggap bertentang dengan agama, saya tidak mau lagi menambah dosa dengan menerima tawaran berkencan dengan penonton saya," lanjut ibu satu orang anak itu.

Diakui oleh Annie, umumnya artis elekton mau saja melakukan goyang candoleng-doleng, bahkan menerima tawaran berkencan dengan penonton, karena persoalan ekonomi. Untuk tampil dalam satu pesta semalaman atau sehari suntuk, mereka hanya dibayar paling tinggi Rp70 ribu.

Upah tersebut memang sangat murah, karena untuk menyewa peralatan elekton, lengkap dengan artis dan player-nya, hanya membutuhkan dana sekitar Rp700 ribu. Pemilik elekton tentu saja harus membagi uang tersebut untuk membayar artis, yang biasanya berjumlah tidak kurang dari empat orang, ditambah lagi player dan tekhnisi elekton, serta biaya sewa atas peralatan elekton.

Oleh karena itu, saat 'musim pernikahan' seperti saat ini tiba, dianggap sebagai rezeki nomplok oleh artis elekton. Betapa tidak, pada saat itu mereka tentunya akan semakin sibuk karena kebanjiran order manggung di beberapa pesta. Selain order menyanyi dan bergoyang, sebagian dari mereka juga kebanjiran order berkencan dari penonton yang 'nakal'.

25 Aug 2008 10:58
Ceplas_Ceplos
In Memoriam With Me
Posts 6.465
Reputation: 103
Awards:
CharityFBI Heroes

Bukti Pleaseeeee.......... Blah Blah

25 Aug 2008 11:11
Akamaru
Brigjen
Posts 4.886
Reputation: 228
Awards:

3GP'nya donk...... Grin

25 Aug 2008 11:41
sonyindra
Peltu
Posts 460
Reputation: 2
Awards:

No coment deh............

25 Aug 2008 11:58
Mr.Lopa-Lopa
Kopka
Posts 151
Reputation: 1
Awards:

wah ga ada rekamannya ga asik...
tapi ni jg sbg bukti generasi pelajar kita dah pada rusak...
mau jadi apa bangsa ini bila pelajar smu udah ky gitu...
segeralah bertobat,bulan puasa kan segera tiba...

25 Aug 2008 14:26
Ceplas_Ceplos
In Memoriam With Me
Posts 6.465
Reputation: 103
Awards:
CharityFBI Heroes

Ntar kalau dah lulus.....mangkal di Dolly ya dik !!!! Tongue Tongue

25 Aug 2008 23:28
badrun
Kolonel
Posts 4.256
Reputation: 114
Awards:

condeng mksdnya apa sehh... kaya striptease gt yaa Confused

(oon mode )

25 Aug 2008 23:33
jungle
Kolonel
Posts 4.233
Reputation: 142
Awards:

generasinya ndin dewi persik

Blah






signature
[b][color=#0000CD]Cool, Calm and Confident[/color][/b]

26 Aug 2008 00:28
sampela
Mayjen
Posts 5.944
Reputation: 26
Awards:
FBI Fans

badrun Wrote:condeng mksdnya apa sehh... kaya striptease gt yaa Confused

(oon mode )

yups.. candoleng-doleng mirip striptease.. umumnya dilakukan malam hari pas selesai acara pernikahan.. antara bulan juni-juli, karena musim kawin, biasalah habis pesta panen






signature
biasakan login FBI setiap hari, dijamin ilmu bertambah Smile

26 Aug 2008 01:12
tobehonest
Kopda
Posts 67
Reputation: 6
Awards:

ohh begitu ya, baru tau tuh..

26 Aug 2008 02:29
tommy roy sambora
Kolonel
Posts 3.629
Reputation: 337
Awards:
Facebook NetworkMember Telah DewasaAnti Child Po rn

buktinya neng




hehehehehehe






signature
[align=center][size=medium][b]Orangtua akan menjadi musuh anaknya sendiri jika tidak berhasil mendidik anak semasa kecil dengan semestinya. [/b][/size][/align]

26 Aug 2008 08:18
henndri
Kolonel
Posts 3.848
Reputation: 26
Awards:

vhiaamelia Wrote:SIDRAP - Wabah candoleng-doleng tidak pelak, turut melanda siswa SMU di Sidrap. Juli 2008 lalu, Sidrap sempat dihebohkan beredarnya video candoleng-doleng yang dilakukan seorang siswi, yang diduga dari salah SMU di Sidrap. Video tersebut beredar dengan cepat melalui fasilitas bluetooth.

Siswa yang disebut-sebut bernama Kasma dalam rekaman itu, tampak berseragam putih abu-abu dan bergoyang sambil mengangkat bajunya, hingga dada. Untuk menutupi identitasnya, Kasma menutup kepala hingga muka dengan menggunakan helm standar.

Aksi tersebut dilakukan Kasma di dalam sebuah ruang kelas. Di dalam ruangan itu, tampak bangku berkaki besi berjejer dari depan. Ruang kelas itu juga dilengkapi dengan whiteboard, serta lantai yang terbuat dari keramik berwarna putih. Kusen pintu kelas itu berwarna biru, daun pintu berwarna coklat, serta dinding kelas berwarna putih.

Tampak juga dalam rekaman itu siswa laki-laki berjaga-jaga, untuk mengantisipasi seseorang yang masuk ke dalam kelas itu. Sesekali, terdengar suara laki-laki yang memandu Kasma melakukan candoleng-doleng.

Dalam bahasa Bugis dengan logat Sidrap, terdengar laki-laki itu meminta agar Kasma bergoyang lebih erotis lagi. Selain itu, dia juga meminta agar Kasma menyingkirkan tangannya yang menutupi dadanya.

"Tangannya disingkarkan. Cepat, nanti waktunya habis. Tidak ada orang kok," kata lelaki yang memandu Kasma, dalam bahasa Bugis.

Sontak, video tersebut langsung mengundang reaksi keras dari Anggota Komisi C DPRD Sidrap M Ali Hafid. Menurut anggota komisi yang membidangi masalah pendidikan di Sidrap itu, tindakan tersebut sangat bertentangan dengan agama, moral dan etika.

"Sangat disayangkan tindakan itu dilakukan oleh siswa kita. Saya sangat sedih membayangkan, bagaimana potret generasi yang akan datang. Saya meminta kepada kepolisian untuk segera mengusut tuntas masalah video itu," tandas Ali Hafid.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sidrap AKP Bambang Sugiyarto mengatakan, anggotanya telah melakukan penyelidikan asal muasal video tersebut. Hasilnya, video tersebut diduga dilakukan bukan di wilayah Sidrap.

"Tapi kami tetap akan melakukan menyelidikan untuk memastikan asal muasal video itu, beserta lokasi kejadiannya. Kami berjanji, jika kegiatan itu dilakukan di Sidrap, kami akan menindak tegas para pelaku," janji Bambang Sugiyarto..


Bercandoleng-doleng Demi Sesuap Nasi

SIDRAP - Pernahkan anda berpikir mengapa artis elekton mau bergoyang candoleng-doleng? Annie Puspitasari (22) salah seorang artis elekton yang sempat penulis wawancarai mengaku sangat malu melakukan candoleng-doleng, apalagi jika mengingat anak perempuannya yang masih berumur lima tahun.

Tapi himpitan ekonomi membuat ?~janda kembang' itu tetap bergoyang candoleng-doleng. Diakuinya, sangat sulit mendapatkan pekerjaan yang dianggap ?~tidak layak' oleh masyarakat. Berbekal ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA), Annie pernah melamar di beberapa perusahaan di kota Makassar.

Namun hingga beberapa bulan sejak mengajukan lamaran, dia tidak pernah dihubungi oleh satupun perusahaan untuk mengikuti tes. Sementara untuk membuka usaha sendiri, Annie mengaku tidak mempunyai modal usaha.

"Membuka usaha butuh modal Mas, sedang saya tidak punya modal sama sekali. Saya juga tidak bisa mengandalkan bantuan dari keluarga, karena saya juga berasal dari keluarga tidak mampu," jelasnya lirih.

Meski terhimpit masalah ekonomi, Annie mengaku selama menjadi artis elekton, dirinya tidak pernah mau menerima tawaran untuk berkencan dengan penontonnya, meski diimingi dengan bayaran yang mahal.

"Goyang candoleng-doleng sudah dianggap bertentang dengan agama, saya tidak mau lagi menambah dosa dengan menerima tawaran berkencan dengan penonton saya," lanjut ibu satu orang anak itu.

Diakui oleh Annie, umumnya artis elekton mau saja melakukan goyang candoleng-doleng, bahkan menerima tawaran berkencan dengan penonton, karena persoalan ekonomi. Untuk tampil dalam satu pesta semalaman atau sehari suntuk, mereka hanya dibayar paling tinggi Rp70 ribu.

Upah tersebut memang sangat murah, karena untuk menyewa peralatan elekton, lengkap dengan artis dan player-nya, hanya membutuhkan dana sekitar Rp700 ribu. Pemilik elekton tentu saja harus membagi uang tersebut untuk membayar artis, yang biasanya berjumlah tidak kurang dari empat orang, ditambah lagi player dan tekhnisi elekton, serta biaya sewa atas peralatan elekton.

Oleh karena itu, saat 'musim pernikahan' seperti saat ini tiba, dianggap sebagai rezeki nomplok oleh artis elekton. Betapa tidak, pada saat itu mereka tentunya akan semakin sibuk karena kebanjiran order manggung di beberapa pesta. Selain order menyanyi dan bergoyang, sebagian dari mereka juga kebanjiran order berkencan dari penonton yang 'nakal'.

Biar ada buktinya ...... Upload juga dong videonya .....






signature
[color=#006400][size=medium][b]Kesehatan Bukanlah segalanya, Tapi tanpa kesehatan Segalanya menjadi Tak ada apa apanya.[/b][/size][/color]


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram