Thread Rating:
  • 58 Vote(s) - 2.88 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Siswi SMU Pun Bercandoleng-Doleng
#1
SIDRAP - Wabah candoleng-doleng tidak pelak, turut melanda siswa SMU di Sidrap. Juli 2008 lalu, Sidrap sempat dihebohkan beredarnya video candoleng-doleng yang dilakukan seorang siswi, yang diduga dari salah SMU di Sidrap. Video tersebut beredar dengan cepat melalui fasilitas bluetooth.

Siswa yang disebut-sebut bernama Kasma dalam rekaman itu, tampak berseragam putih abu-abu dan bergoyang sambil mengangkat bajunya, hingga dada. Untuk menutupi identitasnya, Kasma menutup kepala hingga muka dengan menggunakan helm standar.

Aksi tersebut dilakukan Kasma di dalam sebuah ruang kelas. Di dalam ruangan itu, tampak bangku berkaki besi berjejer dari depan. Ruang kelas itu juga dilengkapi dengan whiteboard, serta lantai yang terbuat dari keramik berwarna putih. Kusen pintu kelas itu berwarna biru, daun pintu berwarna coklat, serta dinding kelas berwarna putih.

Tampak juga dalam rekaman itu siswa laki-laki berjaga-jaga, untuk mengantisipasi seseorang yang masuk ke dalam kelas itu. Sesekali, terdengar suara laki-laki yang memandu Kasma melakukan candoleng-doleng.

Dalam bahasa Bugis dengan logat Sidrap, terdengar laki-laki itu meminta agar Kasma bergoyang lebih erotis lagi. Selain itu, dia juga meminta agar Kasma menyingkirkan tangannya yang menutupi dadanya.

"Tangannya disingkarkan. Cepat, nanti waktunya habis. Tidak ada orang kok," kata lelaki yang memandu Kasma, dalam bahasa Bugis.

Sontak, video tersebut langsung mengundang reaksi keras dari Anggota Komisi C DPRD Sidrap M Ali Hafid. Menurut anggota komisi yang membidangi masalah pendidikan di Sidrap itu, tindakan tersebut sangat bertentangan dengan agama, moral dan etika.

"Sangat disayangkan tindakan itu dilakukan oleh siswa kita. Saya sangat sedih membayangkan, bagaimana potret generasi yang akan datang. Saya meminta kepada kepolisian untuk segera mengusut tuntas masalah video itu," tandas Ali Hafid.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sidrap AKP Bambang Sugiyarto mengatakan, anggotanya telah melakukan penyelidikan asal muasal video tersebut. Hasilnya, video tersebut diduga dilakukan bukan di wilayah Sidrap.

"Tapi kami tetap akan melakukan menyelidikan untuk memastikan asal muasal video itu, beserta lokasi kejadiannya. Kami berjanji, jika kegiatan itu dilakukan di Sidrap, kami akan menindak tegas para pelaku," janji Bambang Sugiyarto..


Bercandoleng-doleng Demi Sesuap Nasi

SIDRAP - Pernahkan anda berpikir mengapa artis elekton mau bergoyang candoleng-doleng? Annie Puspitasari (22) salah seorang artis elekton yang sempat penulis wawancarai mengaku sangat malu melakukan candoleng-doleng, apalagi jika mengingat anak perempuannya yang masih berumur lima tahun.

Tapi himpitan ekonomi membuat ?~janda kembang' itu tetap bergoyang candoleng-doleng. Diakuinya, sangat sulit mendapatkan pekerjaan yang dianggap ?~tidak layak' oleh masyarakat. Berbekal ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA), Annie pernah melamar di beberapa perusahaan di kota Makassar.

Namun hingga beberapa bulan sejak mengajukan lamaran, dia tidak pernah dihubungi oleh satupun perusahaan untuk mengikuti tes. Sementara untuk membuka usaha sendiri, Annie mengaku tidak mempunyai modal usaha.

"Membuka usaha butuh modal Mas, sedang saya tidak punya modal sama sekali. Saya juga tidak bisa mengandalkan bantuan dari keluarga, karena saya juga berasal dari keluarga tidak mampu," jelasnya lirih.

Meski terhimpit masalah ekonomi, Annie mengaku selama menjadi artis elekton, dirinya tidak pernah mau menerima tawaran untuk berkencan dengan penontonnya, meski diimingi dengan bayaran yang mahal.

"Goyang candoleng-doleng sudah dianggap bertentang dengan agama, saya tidak mau lagi menambah dosa dengan menerima tawaran berkencan dengan penonton saya," lanjut ibu satu orang anak itu.

Diakui oleh Annie, umumnya artis elekton mau saja melakukan goyang candoleng-doleng, bahkan menerima tawaran berkencan dengan penonton, karena persoalan ekonomi. Untuk tampil dalam satu pesta semalaman atau sehari suntuk, mereka hanya dibayar paling tinggi Rp70 ribu.

Upah tersebut memang sangat murah, karena untuk menyewa peralatan elekton, lengkap dengan artis dan player-nya, hanya membutuhkan dana sekitar Rp700 ribu. Pemilik elekton tentu saja harus membagi uang tersebut untuk membayar artis, yang biasanya berjumlah tidak kurang dari empat orang, ditambah lagi player dan tekhnisi elekton, serta biaya sewa atas peralatan elekton.

Oleh karena itu, saat 'musim pernikahan' seperti saat ini tiba, dianggap sebagai rezeki nomplok oleh artis elekton. Betapa tidak, pada saat itu mereka tentunya akan semakin sibuk karena kebanjiran order manggung di beberapa pesta. Selain order menyanyi dan bergoyang, sebagian dari mereka juga kebanjiran order berkencan dari penonton yang 'nakal'.
Reply
#2
Bukti Pleaseeeee.......... Blah Blah
Reply
#3
3GP'nya donk...... Grin
Reply
#4
No coment deh............
Reply
#5
wah ga ada rekamannya ga asik...
tapi ni jg sbg bukti generasi pelajar kita dah pada rusak...
mau jadi apa bangsa ini bila pelajar smu udah ky gitu...
segeralah bertobat,bulan puasa kan segera tiba...
Reply
#6
Ntar kalau dah lulus.....mangkal di Dolly ya dik !!!! Tongue Tongue
Reply
#7
condeng mksdnya apa sehh... kaya striptease gt yaa Confused

(oon mode )
Reply
#8
generasinya ndin dewi persik

Blah
Cool, Calm and Confident
Reply
#9
badrun Wrote:condeng mksdnya apa sehh... kaya striptease gt yaa Confused

(oon mode )

yups.. candoleng-doleng mirip striptease.. umumnya dilakukan malam hari pas selesai acara pernikahan.. antara bulan juni-juli, karena musim kawin, biasalah habis pesta panen
biasakan login FBI setiap hari, dijamin ilmu bertambah Smile
Reply
#10
ohh begitu ya, baru tau tuh..
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)
Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2014 by Adimin | Fan Page | Group | Twitter | Google+ | Instagram