Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 111 Vote(s) - 3.02 Average
Tools    New reply


25 Jul 2008 13:44
Kojek
Tukang Sapu
Posts 10.335
Reputation: 238
Awards:
Pembayar PajakCharityFBI ManiaMember Telah DewasaFacebook Network

(This post was last modified: 25 Jul 2008 13:44 by Kojek.)
[Image: hjawa1.gif]

[Image: hjawa2.gif]

[Image: hjawa3.gif]

[Image: hjawa4.gif]

[Image: hjawa5.gif]

Karya klasik berbentuk puisi tembang macapat, dan berbahasa Jawa Baru. Isi teks tentang cerita mitos yang dimulai dengan kedatangan Aji Saka dari Arab ( bumi Majeti ) ke Tanah Jawa atau Medhang Kamulan. Diceritakan pula tentang kematian Prabu Dewatacengkar oleh Aji Saka yang kemudian menggantikannya sebagai raja di Medhang Kamulan dengan gelar Prabu Jaka. Cerita ini diakhiri dengan peperangan antara para Adipati Brang Wetan (pesisir timur) melawan Prabu Banjaransari di Kerajaan Galuh.Aji Saka dalam perjalanannya ke Medhang Kamulan singgah di rumah seorang janda bernama Sengkeran. Ditempat inilah banyak orang yang berguru kepada Aji Saka. Raja Medhang Kamulan, Prabu Dewatacengkar, senang sekali melihat banyak orang ditempat tersebut kesukaannya memakan daging manusia. Oleh karena itu orang-orang menjadi takut.Aji Saka menawarkan dirinya lewat Patih Trenggana agar dihadapkan sebagai santapannya. Ia mengajukan persyaratan meminta tanah seluas ikat kepala yang dimilikinya untuk dibentangkan di tanah tersebut.

Raja Dewatacengkar menyanggupinya sehingga ikat kepala yang dibentangkan tadi memenuhi wilayah Medhang Kamulan. Dewatacengkar terdesak dan akhirnya sampaidi pantai selatan hingga tercebur dalam samudera dan berubah wujud menjadi buaya putih. Selanjutnya Aji Saka kembali ke Medhang Kamulan dan menggantikan kedudukannya sebagai raja dengan gelar prabu Jaka atau Prabu Anom Aji Saka. Sepeninggal Dewatacengkar kerajaan Medhang Kamulan menjadi aman tenteram dan damai kekuasaan Aji Saka. Ia dapat membuat manusia dengan tanah dan menciptakan aksara Jawa yang disebut Dhentawyanjana. Diceritakan pula mengenai naga Nginglung yang mengaku dirinya sebagai putra prabu Jaka. Ia disuruh untuk membunuh buaya putih di samudera yang merupakan penjelmaan Dewatacengkar. Naga tersebut dapat membunuh buaya putih sehingga diakui sebagai putranya dan diberi nama Tunggul Wulung.

Raden Daniswara di Panungkulan bermaksud ingin merebut Kerajaan Medhang. Ia disarankan oleh Hyang Sendhula agar meminta bantuan kepada ratu Kidul yang bernama Ratu Angin-Angin. Ia kemudian dapat menjadi raja di tanah Jawa dengan sebutan Raja Daniswara atau Srimapunggung. Ki Jugulmudha dijadikan patih dengan gelar Adipati Jugulmudha. Langkah selanjutnya adalah ingin menaklukan pesisir mencanegara. Setelah selesai tugasnya ia kembali ke Panungkulan dan selanjutnya berniat menaklukan Medhang. Akhirnya Aji Saka moksa bersama dengan kerajaannya sedangkan Medhang dibawah kekuasaan Srimapunggung. Setelah Srimapunggung moksa kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Sri Kandhihuwan. Setelah Sri Kandhihuwan moksa kemudian digantikan oleh prabu Kelapagadhing.

Selanjutnya kekuasaan secara berturut-turut digantikan oleh :
(1) Prabu Andhong,
(2) Sri Andhongwilis,
(3) Prabu Banakeling,
(4) Sri Banagaluh,
(5) Sri Awulangit,
(6) Ratu Tunggul,
(7) Selaraja,
(8) Mundhingwangi,
(9) Mundhigsari,
(10) Jajalsengara,
(11) Gilingwesi,
(12) Sri Prawatasari,
(13) Wanasantun,
(14) Sanasewu,
(15) Raja Tanduran,
(16) Rama Jayarata,
(17) Raja Ketangga,
(18) Raja Umbulsantuin,
(19) Raja Padhangling,
(20) Ratu Prambanan,
(21) Resi Getayu,
(22) Lembu Amiluhur,
(23) Raden Laleyan,
(24) Raden Banjaransari).
Pusat kerajaan di Medhang Pangremesan atau Jenggala.

Pada saat pemerintahan Raden Banjaransari, ia mendapatkan wangsit dari dewa Sang Hyang Narada agar meninggalkan kerajaan untuk pergi ke arah barat yang akhirnya sampai di Gua Terusan untuk bertapa. Ditempat inilah ia dapat bertemu dengan kakeknya, Sang Hyang Sindula, yang akhirnya dapat menjadi raja di Kerajaan Galuh. Disebutkan pula mengenai peperangan antara para Adipati Brang Wetan melawan Prabu Banjarsari di Kerajaan Galuh.

Cerita Ajisaka tersebut diatas ada yang mengartikan perlambang atau bermakna sebagai berikut :
1. Ajisaka - Aji = Raja ( pegangan raja ) Saka = Pilar
2. Majeti - Ma = Diterima ( keterima ) Jet = Grenjet ( bijaksana ) Ti = Pangesti ( doa khusuk )
Artinya : Doa orang yang bijak, yang melakukan dengan khusuk akan diterima.
3. Medang Kamolan - Kamolan = Mula = tempat asal muasal kehidupan
Beberapa resensi tentang Ajisaka terdapat pada serat Jatiswara dan Serat Centhini yang memuat sebuah episode mengenai nama Ajisaka ( Raja Jawa Pertama ) pada abad ke. 17.

Sekarang saya akan sedikit bercerita tentang salah satu budaya Jawa. Beberapa waktu yang lalu saya sudah pernah sedikit bercerita tentang budaya Jawa, yaitu penggunaan kata-kata untuk melambangkan bilangan: Candra dan Surya Sengkala. Sekarang saya masih akan bercerita tentang budaya Jawa yang masih ada kaitannya dengan tulis-menulis, yaitu tentang sejarah huruf Jawa atau kadang disebut huruf Hanacaraka dan juga makna filosofisnya. Mengingat panjangnya cerita tentang huruf Jawa ini maka saya akan menulis makna filosofis huruf Jawa di posting selanjutnya. Ada berbagai macam versi tentang riwayat huruf Jawa tersebut, ada yang menyebutkan bahwa yang pertama mencetuskan (mau pakai kata menciptakan ataupun menemukan rasanya tidak pas) huruf Jawa tersebut adalah Sultan Agung Hanyokrokusumo dari kerajaan Mataram di Yogyakarta tetapi ada juga yang menyebutkan kalau huruf Jawa sebenarnya dikenalkan oleh Aji Saka. Nah, tentang riwayat Aji Saka itu sendiri juga ada beberapa versi karena ada yang mengatakan bahwa Aji Saka sebenarnya adalah seorang ulama dari Mekkah (tidak tahu nama aslinya) dan ada juga yang menyatakan bahwa Aji Saka adalah ksatria asli Jawa.

Karena kebanyakan orang menyatakan bahwa Aji Saka-lah yang mengenalkan huruf Jawa pertama kali maka sekarang saya akan menceritakan salah satu versi sejarah munculnya huruf Jawa yang lumayan populer. Salah satu versi cerita menyatakan bahwa huruf Jawa tersebut sebenarnya menceritakan bagian dari sepenggal kisah perjalanan Aji Saka. Huruf Jawa tersebut menceritakan tentang kesetiaan dua orang pengikut Aji Saka. Kira-kira secara garis besar ceritanya seperti ini (saya yakin ada banyak versi lainnya): Aji Saka adalah seorang pengembara yang terkenal sebagai penakluk seorang raja penuh angkara murka, yaitu Prabu Dewata Cengkar. Dalam mengembara Aji Saka senantiasa diikuti dua orang pengikut setianya (maaf lupa namanya ). Ketika pengembaraan pada suatu tempat Aji Saka meninggalkan senjata pusakanya dan menyuruh salah seorang pengikutnya untuk menjaga senjata pusaka tersebut (ada versi lain yang menyatakan bahwa Aji Saka pergi mengembara dan senjata pusakanya ditinggalkan di keraton untuk dijaga salah seorang pengikutnya). Aji Saka menyuruh sang abdi untuk menjaga senjata pusaka baik-baik dan tidak boleh menyerahkan senjata pusaka tsb selain kepada Aji Saka sendiri. Aji Saka kemudian melanjutkan pengembaraan bersama seorang abdi yang lain hingga pada suatu tempat Aji Saka meminta abdinya yang kedua untuk mengambil senjata pusakanya yang ditinggalkan. Pergilah abdi yang kedua untuk mengambil pusaka, tetapi abdi pertama tidak mau menyerahkan pusaka karena dia memegang teguh perintah Aji Saka (hanya boleh menyerahkan pusaka kepada Aji Saka). Di lain pihak, abdi yang kedua juga bersikeras untuk menunaikan tugas dari Aji Saka untuk mengambil pusaka. Karena kedua orang abdi berusaha menjalankan tugasnya masing-masing maka akhirnya terjadilah pertarungan yang cukup seimbang yang mengakibatkan kematian kedua orang utusan tsb.

Sehingga akhirnya kisah tersebut diabadikan dalam huruf Jawa sebagai berikut:
Ha na ca ra ka –> Hana caraka = Ada utusan
Da ta saw a la –> Data sawala = saling berselisih
Pa dha ja ya nya –> Padha jayanya = sama kuatnya
Ma ga ba tha nga –> Maga bathanga = sama-sama mati/ menjadi bathang (mayat)






signature
[b]Sabar, Ikhlas, Legowo dan Bersyukur adalah kunci hidup penuh rahmah.......[/b]

25 Jul 2008 13:56
udin.nrl
Letkol
Posts 2.405
Reputation: 19
Awards:
FBI Fans

wah sulit juga bacanya....

besok2 bahasa bugis ya

25 Jul 2008 17:32
henndri
Kolonel
Posts 3.848
Reputation: 26
Awards:

Angka Nol kagak ada bos ...






signature
[color=#006400][size=medium][b]Kesehatan Bukanlah segalanya, Tapi tanpa kesehatan Segalanya menjadi Tak ada apa apanya.[/b][/size][/color]

1 Aug 2008 10:33
sutisna
Brigjen
Posts 5.862
Reputation: 30
Awards:

yang agak aneh adalah...... kok banyak a-nya.......kayak sunda.....
kalo di sunda ada purwakarta..... di jawa purwakerto
terus.... nama-nama orang jawa......
paijo, sutrisno, suharto, dsb..
kalo sutisna dan suharta mah urang sunda.... Grin


jadinya harusnya
Ha na ca ra ka –>Da ta saw a la –> Pa dha ja ya nya –>
Ma ga ba tha nga –>

ho no co ro ko>> do to so wo lo >> po dho jo yo nyo>>
mo go ba tho ngo >>>

Grin Grin






signature
[size=medium]I know that I am not the best man in the world, I don't care.
[b]I just do my best[/b][/size]

3 Aug 2008 03:46
jungle
Kolonel
Posts 4.233
Reputation: 142
Awards:

cari pendalaman ke keraton solo saja...
lebih otentikPeace






signature
[b][color=#0000CD]Cool, Calm and Confident[/color][/b]

4 Aug 2008 19:30
9+(9)=0
Sertu
Posts 245
Reputation: 10
Awards:

Sampeyan saged nulis Jawa tah? Grin

4 Aug 2008 23:28
jungle
Kolonel
Posts 4.233
Reputation: 142
Awards:

9+(9)=0 Wrote:Sampeyan saged nulis Jawa tah? Grin

mboten saget blasssssBlah






signature
[b][color=#0000CD]Cool, Calm and Confident[/color][/b]

4 Aug 2008 23:42
jagil94
Mayor
Posts 1.939
Reputation: 29
Awards:

ngelengke jaman semono SD tekan SMP.

5 Aug 2008 02:16
dark angel03
Praka
Posts 49
Reputation: 0
Awards:

wah balik jaman SD ma SMP y???ada pel bhs JAWA.......inget2 masa dulu...hehehehe

5 Aug 2008 02:26
mastermime
Jendral
Posts 10.838
Reputation: 643
Awards:
FBI FansFacebook NetworkPahlawan

mumet e aku...






signature
[size=large][align=center]truth is the agreement of knowledge with its object
[color=#FFA500]If no one agreed with your theory, then it's not true
[/size][/color]

[/align]

9 Sep 2010 05:07
Däшäii-dHЎiэsэиjä
Unregistered - Anonymous User
 
Awards:


Terdeteksi spam posting, postingan aslinya otomatis tidak ditampilkan.

Bila anda pemilik postingan ini, klik profile anda dan hubungi via PM, member yg memberikan reputasi negatif untuk mencabutnya. Atau bisa menghubungi Moderator dan Admin untuk info, protes atau kembalikan postingan.

Bantu FORUMBEBAS untuk memberantas spammer yang mengganggu postingan dan suasana diskusi anda. Caranya mudah. Cukup berikan Reputasi Negatif pada member yg beriklan/junk post di sembarang tempat! :)

Contoh Spam:
- menaruh link iklan promosi/referal di postingan/komentar (bukan di signature)
- posting iklan umum bukan di Forum Jual Beli atau posting iklan judi/bola/betting bukan di Forum Betting Prediction

19 Sep 2010 05:57
wong_edhan
Gembel Jalanan
Posts 6.667
Reputation: 609
Awards:
Facebook NetworkPembayar PajakAnti Child Po rnCharityFBI ManiaBlood DonationGood CitizenContributor

(25 Jul 2008 13:44)Kojek Wrote:
 
Ha na ca ra ka –> Hana caraka = Ada utusan
Da ta saw a la –> Data sawala = saling berselisih
Pa dha ja ya nya –> Padha jayanya = sama kuatnya
Ma ga ba tha nga –> Maga bathanga = sama-sama mati/ menjadi bathang (mayat)


Menarik yg ini... Top


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram