Current time: 24 Apr 2014, 00:06 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / Forbidden Area, Find The Hidden & Secret Forum / Global Faith and Tolerance / Nuansa Islami / FIRQAH-FIRQAH DALAM ISLAM



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 171 Votes - 2.99 Average


  
big2besar
21 Jul 2008 23:05  (Edit: 10 Nov 2008 16:13 by 5551272.)    #1

Mayjen

SEJARAH PERPECAHAN UMAT ISLAM

Saat Rasulullah wafat, umat Islam hidup dalam ikatan persaudaraan dan persatuan yang kuat, penuh kesucian dan kemulian.

Namun sumber fitnah pertama setelah wafatnya Rasulullah adalah penentuan pemimpin sebagai penerus kepemimpinan Rasulullah. Perselisihan pertama yang terjadi antara kaum Muhajirin dengan Anshar, tapi karena mantafnya pemahaman Islam yang telah melekat dalam hati muslim pada saat itu, serta jauh dari ambisi pribadi para sahabat, maka mereka dapat menghilangkan perselisihan tersebut.

Disamping itu antara Muhajirin dan Anshar saling memuliakan dan menghargai satu dengan yang lainnya. Saad bin Ubadah pemimpin kaum Anshar mengatakan “Kamilah (anshar) sebagai menteri, dan kalian (Muhajirin) sebagai pemimpin”.

Dengan perkataan Saad, padamlah api perselisihan yang nyaris menyala. Perselisihan tentang masalah besar itu dapat dengan mudahnya diatasi dengan adanya kerelaan kaum Anshar untuk mengakui kepemimpinan Muhajirin.

Di dalam Muhajirin sendiri sebenarnya terdapat perbedaan dalam penentuan bai’at kepemimpinan tersebut. Umar bin Khaththab segera menuju Abu Ubaidah sambil mengatakan “Bukalah tanganmu, aku akan membai’atmu, Engakaulah orang yang paling dipercaya diantara umat Muhammad, seperti ucapan Rasulullah di hadapan orang banyak”.

Namun Abu Ubaidah menolak dengan tegas dan mengatakan dengan penuh kesungguhan, keimanan dan ketulusan , “Engkau akan membai’at aku, sedang di antara kita ada seorang Ash Shiddiq (Abu Bakar), orang yang berdua bersama Rasul di dalam gua ?”.

Lalu Umar merasakan kebenaran dari ucapan Abu Ubaidah, maka segera ia menghampiri Abu Bakar dan berkata, “BUkalah tanganmu, aku akan membai’atmu, engakau jauh lebih utama dari diriku”.

Abu Bakar pun tidak segera memenuhi permintaan Umar dan menjawab berulang-ulang,”Engakau lebih kuat dari aku”.

Umar pun menukas, “Seluruh kekuatan yang ada padaku adalah bagi keutamaan yang ada pada dirimu”. Akhirnya terjadilah bai’at Umar kepada Abu Bakar Ash Shiddiq sebagai Khalifah pertama kemudian diikuti oleh Muhajirin dan Anshar.

Diantara para sahabat hanya Ali yang terlambat membai’at karena pada waktu itu masih sibuk mengurus Fatimah, Istrinya yang dirundung kesedihan karena ditinggal ayahnya. Ali membai’at Abu Bakar dengan keikhlasan dan kepercayaan.

Sebelum Abu Bakar wafat, kaum muslimin telah mengambil kata sepakat untuk memilih Umar bin Khaththab sebagai pengganti Abu Bakar. Pada saat bai’at Umar sebagai khalifah kedua tidak ada seorang pun sahabat yang datang terlambat, bahkan Ali termasuk orang pertama yang membai’at Umar.

Begitulah awal-awal kepergian Rasulullah berbagai masalah yang timbul dapat diselesaikan dengan baik dan kehidupan umat Islam berjalan dengan penuh ketenangan dan ketentraman.

Pada masa kepemimpinan Utsman ibnu Affan, barulah fitnah dan perpecahan mulai merebak, bahkan mengakibatkan terbunuhnya khalifah ketiga itu.

Sepeninggalnya Utsman ibnu Affan, sebagian kaum muslimin membai’at Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah keempat. Tewasnya Utsman dan dipilihnya khalifah baru bukan akhir dari masalah. Sisa-sisa kefanatikan terhadap kabilah, serta ambisi untuk menduduki kepemimpinan mulai naik ke permukaan.

Sejumlah golongan atau kelompok lahir, masing-masing kelompok menunjuk pemimpinnya. Salah satu kelompok itu adalah kelompok yang dipimpin oleh Muawiyah bin Abu Sufyan yang menempatkan diri sebagai oposan Ali.

Pendukung utama Khalifah Ali pun menggalang diri, dari sinilah berawal kelahiran dua Syi’ah (pengikut) dalam tubuh umat Islam, pengikut Muawiyah dan pengikut atau pendukung Ali dan anak cucunya, yang kemudian lebih dikenal dengan kelompok Syi’ah.

Syi’ah pada awalnya adalah satu aliran politik, demikian juga hal dengan Bani Umayyah yang dipimpin oleh Muawiyah. Perbedaan politik antara Ali dengan Muawiyah berlangsung terus dan diperuncing oleh pengikut masing-masing, hingga suatu ketika diadakan tahkim (perundingan).

Umat Islam yang sudah terpecah menjadi dua itu harus terpecah lagi menjadi tiga dikarenakan ketidak setujuan diadakan perundingan tersebut. Kelompok ketiga ini dikenal dengan sebutan kelompok Khawarij.

Berdasarkan sejarah di atas, latar belakang lahirnya firqah-firqah dalam tubuh Islam, pada awalnya adalah perbedaan kepentingan dan paham politik bukan perbedaan paham dalam masalah diniyah, dengan kata lain, perbedaan itu bukan berpangkal dari perbedaan masalah aqidah, tetapi perbedaan pandangan dalam menentukan kepemimpinan atau dalam proses pemilihan khalifah.

Selanjutnya setiap firqah terpecah menjadi beberapa firqah baru. Seperti firqah Syi’ah terpecah menjadi beberapa firqah, ada Zaidiyyah, Ismailiyyah, Itsna Asyariyyah, Al Kisaniyyah, Al Mukhtariyah, Karbiyyah, Hasyimiyyah, Al Mashuriyyah, Al Khitabiyyah dan banyak lagi.

Sebagian dari firqah itu bersikap berlebih-lebihan dan telah menyimpang jauh dari ajaran tauhid yang murni, mereka menuhankan Ali bin Abi Thalib, disamping masih ada pula perpecahan yang tetap memegang teguh keyakinan atau aqidah yang lurus dan pemikiran yang jernih.

Begitu juga Syi’ah Khawarij terpecah menjadi beberapa firqah, diantaranya, Az Zariqah, Ash Shafriyyah, Al Ibadhiyyah, Al Ajaridah dan Ast Tsa’aliban. Firqah–friqah itu masih terbagi lagi dalam beberapa firqah.

Firqah-firqah tersebut masih diwarnai perbedaan pandangan politik yang bertittik tolak pada perbedaan pendapat tentang masalah hukum.

Seiring dengan berjalannya waktu bertambah pula firqah-firqah baru dalam Islam seperti Mutazillah, Asy’ariyyah dan sebagainya, yang satu dengan yang lainnya saling bermusuhan dan saling membenci.

Di antara kelompok-kelompok itu agaknya Ahlus Sunnah adalah yang paling mendekati pemahaman aqidah Islam yang benar, tidak dilandasi sikap fanatik ataupun taqlid buta.

next.. insya Allah Bagaimana pemahaman aqidahnya

Smile
signature
[size=medium][color=blue]“Putus Cinta Sudah Biasa, Putus Rem Matilah Kita”[/color][/size]

Cool
banner
Kojek
21 Jul 2008 23:10    #2

Tukang Sapu

Suip....

Bagus nih...
Lanjooot dong ceritanya...
signature
[b]Sabar, Ikhlas, Legowo dan Bersyukur adalah kunci hidup penuh rahmah.......[/b]
banner
mastermime
21 Jul 2008 23:11    #3

Jendral

permisi....
signature
[size=large][align=center]truth is the agreement of knowledge with its object
[color=#FFA500]If no one agreed with your theory, then it's not true
[/size][/color]

[/align]
banner
haniviva
21 Jul 2008 23:20    #4

Lettu

mastermime Wrote:permisi....

Nice ..Artikel..lanjutken..Standby monitor
atas permisi ....kulo....

Monnggooo...TopTop
banner
ito_aries
21 Jul 2008 23:27    #5

Letkol

kata kuncinya: jangan suka berantem dan saling tuduh biar gak kena WARNING!!! Smile
banner
arlnov
22 Jul 2008 02:23    #6

Mayjen

yg satu taklid buta... yg lain diam saja ketika pemimpinnya korup...

lebih baik bikin aliran sendiri aja Grin
banner
juncuck
22 Jul 2008 03:57    #7

Peltu

sembunyi di tempat yang terang, dan menyepi di keramaian.
meneladani sifat berdiri sendiri...

sendiri namun tetap berjamaah..Grin

hidup mbah arlnov....Blah
banner
DoD
22 Jul 2008 06:56    #8

I am back..

hmm.. cikal bakal dari 72 golongan neh Smile
signature
[b]Asolole!!![/b] Grin
[s]Jangan ada rahasia di antara kita[/s] - Anda tak perlu tahu semuanya!
[url=http://www.forumbebas.com/user-309.html]Follow Me, for News Update[/url]
banner
typeX
22 Jul 2008 07:03    #9

Mayor

Thanks
hmmm ... hidangan yang lezat Smile
banner
tommy roy sambora
22 Jul 2008 07:07    #10

Kolonel

big2besar Wrote:next.. insya Allah Bagaimana pemahaman aqidahnya

Smile

di tunggu
signature
[align=center][size=medium][b]Orangtua akan menjadi musuh anaknya sendiri jika tidak berhasil mendidik anak semasa kecil dengan semestinya. [/b][/size][/align]
banner
udin.nrl
22 Jul 2008 07:10    #11

Letkol

lanjut...
banner
big2besar
22 Jul 2008 09:51    #12

Mayjen

Kojek Wrote:Suip....

Bagus nih...
Lanjooot dong ceritanya...

Bentar bos....lagi nyusun data-datanya dulu.......Smile
signature
[size=medium][color=blue]“Putus Cinta Sudah Biasa, Putus Rem Matilah Kita”[/color][/size]

Cool
banner
sutisna
22 Jul 2008 11:03    #13

Brigjen

memang benar......

negara-negara yang mayoritas Islam juga sekarang terpecah belah dan terpisah karena urusan politik ... bukan din/aqidah....

begitupula kekhalifahan terakhir jatuh karena urusan politik dan kepemimpinan yang tidak benar...
signature
[size=medium]I know that I am not the best man in the world, I don't care.
[b]I just do my best[/b][/size]
banner
big2besar
22 Jul 2008 23:24  (Edit: 10 Nov 2008 16:12 by 5551272.)    #14

Mayjen

KHAWARIJ

Pasca pembunuhan Utsman, suasana memang begitu kacau umat Islam terpecah menjadi beberapa kelompok. Tidak semua umat Islam membai’at Ali. Di Syam, Mu’awiyah yang masih kerabat Utsman menuntut balas kepada Ali atas kematian Utsman, Ia menuduh Ali dibelakang kaum pemberontak.

Perlawanan Mu’awiyah bahkan dinyatakan secara terbuka dengan mengangkat dirinya sebagai khalifah tandingan di Syam, dan mengerahkan tentaranya untuk memerangi Ali. Sedangkan di Mekah, Aisyah menggalang kekuatannya bersama Thalhah dan Zubeir untuk melawan Ali, namun Ali tetap dianggap sah menduduki jabatan khalifah, karena di dukung sebagian besar rakyat.

Kebijakan pertama Ali saat diangkat menjadi khalifah adalah memberhentikan gubernur-gubernur yang diangkat Utsman dan menarik kembali tanah negara yang telah dibagi-bagikan Ustman kepada kerabatnya. Ali mengangkat Usman ibn Junaif menjadi Gubernut Basrah menggantikan Abdullah ibn Amir, Umarah ibn Syihab gubernur Kufah menggantikan Sa’d ibn al Ash.

Sedangkan kebijakan Ali mendapatkan tantangan keras dari mereka yang digeser kedudukan oleh Ali. Di sisi lain penduduk Madinah sendiri tidak bulat mendukung Ali. Posisi Ali benar-benar sulit, Ia terjepit antara keinginan untuk memperbaiki situasi Negara yang sudah chaos dengan ambisi lawan-lawan politiknya yang selalu menjegalnya.

Kondisi Madinah yang tidak memungkinkan menjalankan pemerintahan, Ali memindahkan ibukota Negara di Kufah, disini Ali mendapat dukungan penuh dari rakyat.

Di Syam Mu’awiyah mempersiapkan pasukannya untuk menghadapi Ali, mendengar khabar tersebut Ali segera memimpin pasukan memerangi Mu’awiyah, namun sebelum rencana itu terlaksana, ternyata trio Aisyah, Thalhah dan Zubeir telah bersiap memberontak kepadanya.

Dari Mekah mereka menuju Basrah, Ali pun membelokan pasukannya ke Basrah untuk memadamkan pemberontakan, namun terlebih dahulu Ali menawarkan perdamaian dan mengajak mereka berunding tapi tawaran Ali ditampik, maka tak dapat dihindari terjadi perang yang dinamakan perang Barunta, pasukan Ali menang Thalhah dan Zubeir tewas, Aisyah dikembalikan ke Madinah.

Setelah itu Ali mengalihkan perhatiannya ke Mu’awiyah, Ali mengirimkan surat ke Mu’awiyah dan menawarkan perundingan, akan tetapi Mu’awiyah tetap pada pendiriannya dan terkesan membuka perang saudara, maka terjadilah pertempuran di Shiffin pada bulan Safar tahun 37 H. Banyak tentara di kedua belah pihak yang gugur, ketika Ali hampir memperoleh kemenangan, Amr ibn al Ash yang berada di barisan Mu’awiyah mengangkat mushaf menandakan damai.

Maka perangpun dihentikan dan diadakan tahkim (perundingan) antara kedua belah pihak. Dalam tahkim ini pihak Ali diwakilkan oleh Abu Musa al Asy’an dipecundangi oleh siasat Amr yang mewakili Mu’awiyah. Tahkim ini menghasilkan keputusan yang timpang Ali diturunkan dari jabatan dan Mu’awiyah naik memperkuat posisinya menjadi khalifah.

Kejadian ini menimbulkan krisis baru dan pembangkangan yang dilakukan oleh sekelompok muslim yang kebanyakan dari Bani Tamim. Mereka menyatakan ketidakpuasan terhadap proses dan hasil perundingan tersebut dengan menyatakan “Laa hukma illallah”. Ali pun memberi komentar dengan ucapan yang mansyhur,”Kata-kata haq yang dimaksudkan bathil, sungguh mereka tidak ingin adanya pemimpin dan harus ada pemimpin yang baik ataupun jahat”.

Sekelompok orang yang membangkang tadi lalu berkumpul menuju Haruraa, suatu tempat yang tidak jauh dari Kufah, sehingga Ali menyusul mereka bermaksud meluruskan dan kembali kepadanya dalam satu barisan.

Di hadapan mereka, Ali menyatakan,”Demi Allah, tahukan kalian, adakah seorang yang lebih tidak menyukai kepemimpinan daripada aku?”.
“sungguh tidak ada seorang pun” jawab mereka
“Bukankah kalian telah mengerti” lanjut Ali kemudian,”kalian lah yang memaksaku menjadi khalifah, sehingga aku menerimanya ?”.
“Ya benar”.
“Jadi atas dasar apa kalian mengingkari dan mencampakan aku?”
“sesungguhnya kami telah melakukan perbuatan dosa, maka kami pun kini bertaubat kepada Allah”. Jawab mereka setelah menyadari kesalahan mereka.

Namun kesadaran itu tidak lama mengendap di hati mereka, sehingga mereka kembali kepemikiran semula, karena mengira bahwa Ali telah melepas tampuk pimpinan.

Kemudian Ali mengutus Abdullah Ibnu Abbas untuk menyadarkan mereka kembali, agar tidak terjadi fitnah yang lebih besar dalam tubuh umat Islam. Namun mereka tetap pada pendiriannya dan keluar dari kelompok Ali. Akhirnya mereka sepakat membai’at Abdullah bin Wahb Ar Rasibi sebagai pemimpin mereka.

Abdullah kemudian dikenal dengan Haruriyyah, yang berasal dari Harura, nama desa saat pertama mereka dalam pelarian. Mereka juga dikenal dengan istilah Muhakamah, karena mereka mengatakan “Laa hukma illallah”.

Banyak orang dari kalangan Ali yang keluar dan bergabung dengan jamaah tadi, mereka menamakan dirinya Asysyuraat, artinya yang mempunyai sifat jelek dan bermakna menjelekan diri mereka sendiri dengan mengharapkan keridhaan Allah swt.

Tidak begitu lama keluar dari kelompok Ali, mereka menunjukan cacat dalam ucapan maupun amaliyahnya. Pandangan dan pemikiran mereka mulai menyimpang dari kebenaran. Mereka mengecam Ali, menjelek-jelekannya serta mengajukan protes terhadap kepemimpinan Ali. Mereka juga mengecam khalifah terdahulu, Utsman bin Affan serta mencela setiap orang yang tidak mau memusuhi Ali.

Dalam menghadapi mereka, Ali bersikap defensive tapi setelah mereka mulai menggunakan kekerasan dengan terbunuhnya Abdullah bin Khabab. Pertarungan antara pihak Ali dan kelompok khawarij membawa korban pada pihak khawarij termasuk pemimpin mereka Ibnu Wahb, peristiwa ini dikenal dengan peristiwa Nahrawan.

Sebenarnya Ali memiliki kesempatan untuk menghabisi Khawarij dengan tuntas, namun Khawarij mengirimkan Abdurrahman bin Maljan Al Muradi untuk membunuh Ali, usaha ini berhasil, Ali terbunuh di Masjid.

Setelah Ali wafat, kegiatan Khawarij mulai merajalela, mereka selalu melibatkan diri dalam berbagai fitnah, terutama pada masa Khalifah Mu’awiyah. Sepeninggal Mu’awiyah kegiatan mereka semakin menonjol pada akhir masa kekhalifahan Yazid bin Mu’awiyah.

Kegiatan kaum Khawarij masih terbatas hanya di bagian timur wilayah Islam dalam kurun waktu yang cukup lama. Mungkin kelompok ini satu-satunya kekuatan yang dianggap berbahaya bagi wilayah sekitar Basrah. Kegiatan Khawarij baru keluar dari sarangnya hingga ke Afrika pada masa pemerintahan Abbasiyyah.

Dalam mengajak umat mengikuti garis pemikiran mereka, kaum Khawarij sering menggunakan kekerasan dan pertumpahan darah.

Khawarij terbagi menjadi delapan besar firqah, dan dari delapan firqah besar tersebut masih terbagi lagi dalam firqah-firqah kecil yang jumlahnya sangat banyak. Perpecahan inilah yang membuat Khawarij menjadi lemah dan mudah sekali dipatahkan dalam berbagai pertempuran menghadapi kekuatan militer Bani Umayyah.

Khawarij menganggap perlu pembentukan republic demokrasi Arab, mereka menganggap pemerintahan Bani Umayyah sama seperti pemerintahan kaum aristocrat kafir.

Sekalipun Khawarij telah beberapa kali memerangi Ali dan melepaskan diri dari kelompok Ali, dari mulut mereka masih terdengar kata-kata haq. Iman Al Mushannif misalnya, pada akhir hayatnya mengatakan,”Janganlah kalian memerangi Khawarij sesudah aku mati. Tidaklah sama orang yang mencari kebenaran kemudian dia salah, dengan mencari kebathilan lalu ia dapatkan. Amirul mukminin mengatakan, bahwa Khawarij lebih mulia daripada Bani Umayyah dalam tujuannya, karena Bani Umayyah telah merampas khalifah tanpa hak, kemudian mereka menjadikannya hak warisan. Hal ini merupakan prinsip yang bertentang dengan Islam secara nash dan jiwanya. Adapun Khawarij adalah sekelompok manusia yang membela kebenaran aqidah agama, mengimaninya dengan sungguh-sungguh, sekalipun salah dalam menempuh jalan yang dirintisnya”.

Khalifah yang adil Umar bin Abdul Azis, menguatkan pendapat khalifah keempat yakni Ali, dalam menilai Khawarij dan berbaik sangka kepada mereka, “Aku telah memahami bahwa kalian tidak menyimpang dari jalan hanya untuk kedunian, namun yang kalian cari adalah kebahagian di akhirat, hanya saja kalian menempuh jalan yang salah”.

Sebetulnya, yang merusak citra Khawarij adalah sikap mereka yang begitu mudah menumpahkan darah, terlebih lagi darah umat Islam yang menentang atau berbeda dengan pemikiran mereka. Dalam pandangan mereka darah orang Islam yang menyalahi pemikiran mereka lebih murah dibanding darah non muslim.

Walaupun Khawarij berkelompok-kelompok dan bercabang-cabang, mereka tetap berpandangan sama dalam dua prinsip :

Pertama :
Persamaan pandangan mengenai kepemimpinan. Mereka sepakat bahwa khalifah hendaknya diserahkan mutlak kepada rakyat untuk memilihnya, dan tidak ada keharusan dari kabilah atau keturunan tertentu, seperti Quraisy atau keturunan nabi.

Kedua :
Persamaan pandangan yang berkenaan dengan aqidah. Mereka berpendapat bahwa mengamalkan perintah-perintah agama adalah sebagian dari iman, bukan iman secara keseluruhan.

Siapa saja yang beriman kepada Allah, kepada rasul-Nya, medirikan sholat, berpuasa dan mengamalkan segala rukun Islam dengan sempurna lalu ia melakukan dosa besar, maka orang tersebut menurut anggapan Khawarij telah kafir.

Next....insya Allah kelompok-kelompk dalam firqah Khawarij


Smile
signature
[size=medium][color=blue]“Putus Cinta Sudah Biasa, Putus Rem Matilah Kita”[/color][/size]

Cool
banner
magnum
22 Jul 2008 23:28    #15

Mayor

arlnov Wrote:yg satu taklid buta... yg lain diam saja ketika pemimpinnya korup...

lebih baik bikin aliran sendiri aja Grin

aliran arlnovisme
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014