Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 59 Vote(s) - 3 Average
Tools    New reply


27 Jun 2008 08:41
henndri
Kolonel
Posts 3.848
Reputation: 26
Awards:


Ternyata di Kepulauan Flores pada jaman purba silam, dipercayai mempunyai sejenis spesies manusia purba yang keadaan fisiknya berlainan sekali daripada manusia normal yang hidup sekarang.

Jasad manusia itu kerdil, tubuh dewasanya saja setinggi anak-anak berusia lima tahun.

Mereka memiliki lengan lebih panjang, alis tebal, dahi yang miring, tidak mempunyai dagu dan rahang bawahnya di isi gigi besar tumpul. Gigi depannya lebih kecil seperti gigi manusia moden, lubang mata spesies manusia ini besar dan bulat manakala otak mereka pula hanyalah sepertiga daripada otak manusia sekarang.

Walaupun fisik spesies manusia ini berbeda daripada jasad manusia yang wujud sekarang yaitu `Homo Sapiens', perilaku mereka mirip manusia moden.

Mereka menggunakan api untuk memasak dan memburu sejenis gajah primitif yang hidup di wilayah itu yang dikenal dengan nama Stegodon. Kemampuan berfikir dan kebijaksanaan mereka ternyata apabila dengan jasad kecil mereka itu, mereka mampu memikirkan taktik untuk menewaskan Stegodon yang seberat 1,000 kg.

Keunikan mereka terus `tersembunyi' di wilayah terasing di Kepulauan Flores, Indonesia, selama entah beberapa lama sehinggalah pada suatu hari, secara tiba-tiba spesies manusia ini lenyap di muka bumi ini.

Seorang tua di Flores masih teringat legenda setempat yang diceritakan dari generasi ke generasi sehingga ke zaman moden.

“Di kepulauan kita ini, ada makhluk kerdil beredar selama berabad-abad, suatu ketika dulu. Mereka dinamakan Ebu Gogo, manusia kerdil berbulu yang tingginya hanya satu meter.” demikianlah antara maklumat makhluk legenda yang diceritakan kepadanya dan anak-anak watan Flores secara turun-temurun.

Lelaki tua itu masih tertanya-tanya, benarkah wujud makhluk Ebu Gogo seperti diceritakan legenda masyarakatnya? Jika iya, mengapa makhluk itu tidak lagi ditemui? Jika sudah pupus, apa yang menyebabkan mereka pupus?

Tahun 2003, penyelidik Universiti New England, New South Wales, Australia, mengerut dahi keheranan tatkala menemui tulang belulang aneh ketika menjalankan kerja arkeologidi gua Liang Bua di Flores. Yakin tulang yang dijumpai bersama fosiltikus raksasa, komodo dan gajah kecil itu adalah rangka manusia tetapi anehnya, ia berukuran kecil.

Kajian lanjut mendapati ia bukanlah rangka kanak-kanak sebaliknya rangka spesies manusia aneh yang sudah pupus ketika ini!

Setelah ribuan tahun yang silam Manusia ini tetap masih menjadi rahasia yang tidak diketahui akhir keberadaan spesies manusia aneh itu yang kemudian dikenali dengan nama saintisnya sebagai `Homo Floresiensis' mula terbongkar.

Seterusnya fosil rangka spesies manusia aneh itu bersama peralatan batu mereka ditemui bertebaran di antara penemuan tulang belulang yang dipercayai milik sembilan jasad Homo Floresiensis.

Penemuanrangka sembilan Homo Floresiensis itu bagaimanapun berusia 15,000 tahun, membuktikan jarak masa antara fosil pertama dan fosil terbaru adalah 3,000 tahun.

Kumpulan spesies manusia kerdil itu wujud dan membiak di Flores selama 3,000 tahun! Mereka dipercayai terus hidup terasing di pulau itu dalam jangka waktu yang amat lama.

Penemuan ini menimbulkan berbagai teori mengenai keberadaan Homo Floresiensis. Ada yang mengatakan mereka pada asalnya berukuran sama seperti manusia biasa tetapi ketika tiba di kepulauan Flores, keadaan alam mengubah mereka menjadi kerdil, sama seperti kebanyakan hewan lain di pulau itu yang berukuran kecil.

Yang lain menyangkal teori berkenaan dengan menyatakan bahwa Homo Floresiensis memang spesies manusia yang kecil.

Satu lagi misteri membingungkan menyelubungi penemuan fosil Homo Floresiensis adalah mengapa mereka pupus? Dan benarkah mereka pupus atau mereka sekadar meninggalkan kepulauan Flores dan berpindah kewilayah lain?

Terdapat teori menyatakan masyarakat Homo Floresiensis pupus disebabkan lava gunung berapi yang melanda keseluruhan pulau itu tetapi puncak sebenarnya kepupusan atau keghaiban mereka dari dunia ini, tidak ada yang tahu.

Masih banyakpersoalan tidak terjawab mengenai kewujudan Homo Floresiensis atau EbuGogo; mengapa mereka hanya wujud di Flores saja? Adakah wujud mereka saat ini ataukah bersembunyi dengan manusia manusia lain?

FAKTA: Homo floresiensis

Ramai pihak menggelarkan Homo Floresiensis sebagai Hobbit lantaran fisik spesies manusia itu yang kerdil menyamai gambaran Hobbit yang kerap muncul dalam cerita fiksi ‘Lord of The Rings’.

Kajian lanjut mendapati rangka yang ditemui pada September 2003 itu milikperempuan, tingginya ketika berdiri tegak kira-kira satu meter dan beratnya hanya 25 kilogram. Ia diperkirakan berusia sekitar 30 tahun ketika meninggal dunia.

Homo floresiensis menghasilkan peralatan batu seperti pisau batu dan peralatan rumah. Makanan mereka adalah ikan, katak, ular, kura-kura dan burung.

EbuGogo dikatakan berkomunikasi sesama mereka dalam bahasa yang terdengar seperti menggumam dan mampu menirukan ucapan manusia seperti burung kakak tua.

Nama nama Latin manusia Purba :
1 HOMO HABILIS ~ NICKNAME: Handyman LIVED: 2.4 to 1.6 million years ago HABITAT: Tropical Africa DIET: Omnivorous – nuts, seeds, tubers, fruits, some meat

2 HOMO SAPIEN ~ NICKNAME: Human LIVED: 200,000 years ago to present HABITAT: All DIET: Omnivorous - meat, vegetables, tubers, nuts, pizza, sushi

3 HOMO FLORESIENSIS ~ NICKNAME: Hobbit LIVED: 95,000 to 13,000 years ago HABITAT: Flores, Indonesia (tropical) DIET: Omnivorous - meat included pygmy stegodon, giant rat

4 HOMO ERECTUS ~ NICKNAME: Erectus LIVED: 1.8 million years to 100,000 years ago HABITAT: Tropical to temperate - Africa, Asia, Europe DIET: Omnivorous - meat, tubers, fruits, nuts

5 PARANTHROPUS BOISEI ~ NICKNAME: Nutcracker man LIVED: 2.3 to 1.4 million years ago HABITAT: Tropical Africa DIET: Omnivorous - nuts, seeds, leaves, tubers, fruits, maybe some meat

6 HOMO HEIDELBERGENSIS ~ NICKNAME: Goliath LIVED: 700,000 to 300,000 years ago HABITAT: Temperate and tropical, Africa and Europe DIET: Omnivorous - meat, vegetables, tubers, nuts

7 HOMO NEANDERTHALENSIS ~ NICKNAME: Neanderthal LIVED: 250,000 to 30,000 years ago HABITAT: Europe and Western Asia DIET: Relied heavily on meat, such as bison, deer and musk ox


[Image: vxm51f.jpg]






signature
[color=#006400][size=medium][b]Kesehatan Bukanlah segalanya, Tapi tanpa kesehatan Segalanya menjadi Tak ada apa apanya.[/b][/size][/color]

27 Jun 2008 08:47
sexs4us
Letkol
Posts 2.728
Reputation: 1
Awards:

emang kita berasal dari monyet ya brooo

27 Jun 2008 09:00
henndri
Kolonel
Posts 3.848
Reputation: 26
Awards:

sexs4us Wrote:emang kita berasal dari monyet ya brooo

Kalo gue sich ... kagak ... ngak tahu kalo ente .....hehehehehe Smile Grin






signature
[color=#006400][size=medium][b]Kesehatan Bukanlah segalanya, Tapi tanpa kesehatan Segalanya menjadi Tak ada apa apanya.[/b][/size][/color]

28 Jun 2008 10:45
n4naku
Peltu
Posts 505
Reputation: 10
Awards:

Mereka ga bisa beradaptasi dengan bumi ndan!
makanya punah!

28 Jun 2008 11:22
brainwashed
Jendral
Posts 9.726
Reputation: 101
Awards:

n4naku Wrote:Mereka ga bisa beradaptasi dengan bumi ndan!
makanya punah!

siapa bilang.... coba kamu ngaca dulu...Ngakak

28 Jun 2008 18:18
riekay
Lettu
Posts 730
Reputation: 9
Awards:

wakakaka.. ndan brainwashed tega bener...

btw keren yah keknya gbrnya... kek jagoan2 di game tuh...

manusia nda jelas bentuknya

28 Jun 2008 23:46
Calengklik
Kolonel
Posts 3.961
Reputation: 140
Awards:
FBI Fans

gue manusia sejati bukan keturunan kera............
sorry mas gue ga mau disamaain ma kera.........
bukankah teori evulusi darwin sudah tidak dipakai lagi karena sudah disangkal oleh harun yahya........
paling itu tengkorak dari salah satu spesies kera yang telah punah bukan tengkorak manusia......
ok.............


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram