Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir



 
  • 71 Vote(s) - 2.86 Average
Tools    New reply


18 May 2008 09:11
ardee_irw
Praka
Posts 51
Reputation: 0
Awards:

YOGYAKARTA - Perselingkuhan antara Kapolsek Mlati AKP Adib Rojikan (30) dengan Kapolsek Beran AKP Rahmawati Wulansari (30) terungkap dalam pesan singkat (SMS). Dalam isi pesan tersebut, Adib bernama Mika.

"Dalam pesan singkat isteri saya berisi pesan mesra yang dikirim oleh seseorang bernama Mika," kata Dody Maris Hendrawan (30) di Yogyakarta, Jumat (16/5/2008).

Dody menjelaskan, dirinya sudah mencurigai isterinya sejak satu pekan lalu. "Isi SMS itu seperti ?Sayang kamu di mana?" tandansya.

Diberitakan sebelumnya, kedua perwira di lingkungan Kepolisian Resort Sleman tersebut tertangkap basah selingkuh di kamar 512 Hotel Seturan, Yogyakarta, Kamis 15 Mei dini hari. Terbongkarnya praktik perselingkuhan tersebut berawal dari kecurigan suami Wulan.
SUAMI CURIGA
Menurut Dody, dirinya sebetulnya sudah curiga dengan perubahan perilaku istrinya sejak sepekan belakangan ini. Bahkan, pengusaha muda ini curiga bahwa istrinya punya hubungan gelap dengan lelaki lain. Kecurigaannya semakin menguat setelah membaca sejumlah SMS mesra di ponsel milik istrinya.

Dody mulai curiga ketika istrinya pamit akan bertugas hingga pagi, berkaitan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Sleman pada Rabu malam.

Tanpa sepengetahuan istrinya, dia membuntuti. Melihat istrinya masuk kamar hotel bersama AKP Adib, Dody lalu minta bantuan petugas Polsek Depok Barat untuk melakukan penggrebekan.

Kapolda DIY Brigjen Pol Dr Untung S Radjab SH ketika dikonfirmasi, menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap kedua oknum polisi tersebut.

Mengenai sanksi atau hukuman, semuanya tergantung dari hasil pemeriksaan. Termasuk kemungkinan keduanya dipecat.
Kapolri Jenderal Polisi Sutanto dinilai telah gagal dalam melakukan pembinaan moral bagi anggotanya dengan terungkapnya kasus perselingkuhan antara Kapolsek Mlati AKP Adib Rojikun dengan Kapolsek Beran AKP Rahmawati Wulansari, setelah tertangkap basah di sebuah hotel di kawasan Seturan Depok Sleman kemarin.

Menurut Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharudin, Kapolri saat ini hanya gencar melakukan pembinaan bagi anggotanya di Jakarta. Sementara anggota polisi yang berada di daerah justru kurang mendapat perhatian.
Dody mengaku mengetahui perselingkuhan itu setelah melihat SMS yang diterima handphone istrinya pada Rabu 14 Mei sekitar pukul 21.00 WIB. SMS yang dikirim atas nama Mika itu berbunyi ‘Sayang Kamu Ada di Mana?’. Tidak lama setelah menerima SMS, Wulansari pamit kepada suaminya untuk menghadiri acara tirakatan peringatan hari jadi Kabupaten Sleman.

“Karena tak percaya dan curiga saya ikuti pakai sepeda motor kemana dia pergi,” kata Dody. Sejak awal SMS itu masuk, Dody memang telah curiga bahwa Mika hanyalah nama samaran belaka.

Dody ternyata tidak keliru. Istrinya bukan pergi menuju pendopo kabupaten tapi ke arah timur. Dody pun terus membuntuti Wulansari dari kejauhan hingga akhirnya berhenti di dekat Selokan Mataram kawasan Depok Sleman.

Di tempat itu telah menunggu seorang pria menggunakan sepeda motor Yamaha Mio. Keduanya kemudian pergi ke Hotel Seturan dan masuk ke kamar nomor 512.

Saat itu hati Dody panas bukan main. Namun dengan sekuat tenaga dia berusaha tetap tenang. Dia kemudian melaporkan semua temuannya ke Polsek Depok untuk melakukan penggerebekan.

Wulansari tidak bisa berbuat apa-apa saat suaminya dan petugas Polsek Depok menggerebek. Dia tertangkap basah berduaan dengan Adib, pria selingkuhannya.

Langkah Dody Moris Hendrawan membongkar perselingkuhan istrinya, Kapolsek Beran Rahmawati Wulansari dengan Kapolsek Mlati AKP Adib sempat berbuah tekanan. Dia sering diteror lewat SMS.

Hal tersebut diungkapkan Fachim Fahmi, kuasa hukum Dody, saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Jumat (16/5/2008).

Fahmi menjelaskan, teror melalui SMS tersebut diterima sejak Dody mengungkapkan kasus ini kepada publik, Kamis 15 Mei lalu. SMS itu berisi aneka pesan dengan nada mengancam dan mencibir tindakan Dody. Salah satunya meminta kasus ini diselesaikan secara internal.

Namun, sambung Fahmi, aksi teror tersebut tidak membuat pendirian Dody berubah. Pria yang bekerja sebagai pengusaha itu tetap menuntut kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Sebagai korban, klien kami ingin kasus ini diusut dan diselesaikan dengan tuntas agar citra polisi tidak semakin bertambah buruk dan tetap profesional,” kata Fahmi.

Fahmi menambahkan, Dody juga berharap Wulan dan Adib dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. “Biar masyarakat tahu, mereka itu kan pejabat publik yang menjadi panutan masyarakat,” tukas Fahmi.

Menurut Fahmi, saat ini kedua perwira Polri itu masih menjalani pemeriksaan oleh provost Polres Sleman, Yogayakarta

Dody Moris Hendrawan sudah lama mencurigai istrinya Kapolsek Beran Rahmawati Wulansari berselingkuh. Namun belum ada kesempatan untuk menangkap basah perbuatan bejat istrinya itu.

Hal tersebut diungkapkan Fachim Fahmi, kuasa hukum Dody, saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon Jumat (16/5/2008).

Sebagai seorang suami, Dody mengaku curiga dengan perubahan sikap Wulan beberapa waktu belakangan ini. Berbagai informasi miring tentang perilaku Wulan pun sering diterima Dody dari rekan-rekannya.

Namun Dody yang sehari-hari berprofesi sebagai pengusaha di Kulonprogo ini tidak mau gegabah. Dia ingin membuktikan langsung semua informasi tersebut.

“Baru pada hari Kamis 15 Mei pukul 01.00 WIB, dia bersama aparat Polsek Depok menggerebeknya di Hotel Seturan kamar 512. Setelah itu baru melapor ke Polres,” ungkap Fahmi.

Penggerebekan itu berawal dari kecurigaan Dody terhadap SMS mesra yang mampir ke ponsel Wulan. SMS yang dikirim dengan nama Mika itu bertuliskan kalimat “Sayang, kamu ada di mana?”. Usai menerima SMS itu Wulan pamit pada Dody untuk menghadiri acara di Pendopo Kabupaten Sleman.

"Dengan kasus ini menunjukkan ke kita bahwa pembinaan polisi nampaknya hanya terfokus di pusat saja. Sedangkan daerah kurang jadi perhatian," kata Baharudin di Yogyakarta, Jumat (16/5/2008).

Baharudin juga menyayangkan, terjadinya kasus perselingkuhan dua perwira polisi ini. Sebab kasus tersebut secara otomatis akan mencoreng citra polisi sebagai pengayom masyarakat.

Dia berharap, dengan terungkapnya kasus yang cukup menghebohkan masyarakat Yogyakarta itu bisa segera dilakukan perbaikan dalam berbagai aspek.

"Semoga bisa diambil sisi posisitipnya dengan memperbaiki proses rekruitmen, promosi hingga mutasi. Jangan semuanya hanya berdasar like and dislike atasan dengan bawahan semata," tuturnya.

Dia meminta, agar aparat kepolisian serius menangani kasus perselingkuhan dua kapolsek ini.

"Tergantung hasil penyelidikan dan penyidikan di Sleman atau mungkin dilimpahkan ke Polda DIY nantinya. Tapi JPW akan terus ikut mengawal kasus ini," tegasnya.

18 May 2008 10:33
BUNG
Serma
Posts 320
Reputation: 0
Awards:

mana fotonya coy

18 May 2008 10:33
dundee
Kapten
Posts 1.062
Reputation: 0
Awards:

Sabar ya pak Dody Maris Hendrawan,
Sekarang ini memang zaman yang aneh
Gak cuma suami aja yang bisa selingkuh
Tapi Isteri juga banyak yang selingkuh

18 May 2008 10:36
Mbah Paijo
Letkol
Posts 2.784
Reputation: 13
Awards:

dundee Wrote:Sabar ya pak Dody Maris Hendrawan,
Sekarang ini memang zaman yang aneh
Gak cuma suami aja yang bisa selingkuh
Tapi Isteri juga banyak yang selingkuh
itu nggak selingkuh
lagi praktek thread swings ny aOm dundee






signature
[url=http://www.facebook.com/?ref=home#/group.php?gid=275468997563&ref=nf][size=medium][b]BERGABUNG - STOP MEROKOK[/b][/size][/url]

18 May 2008 10:53
brainwashed
Jendral
Posts 9.726
Reputation: 101
Awards:

tabah kan hatimu nak...
jangan pernah selingkuh...
inget anak mu...Cry

18 May 2008 11:40
Av4t4r
Letkol
Posts 2.599
Reputation: 15
Awards:

berita tentang kapolsek selingkuh bisa digabung di http://www.forumbebas.com/viewtopic.php?id=38577






signature
[url=http://indohotpic.blogspot.com/]INDONESIA ARTIS GALERI[/url]


   New reply




User(s) browsing this thread:
2 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram