Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 80 Vote(s) - 3.05 Average
Tools    New reply


30 Apr 2008 07:12
Gun FBI
Letkol
Posts 2.595
Reputation: 21
Awards:
Pembayar PajakFBI Fans

Dalam catatan sejarah nasional, sosok Kahar Muzakar digambarkan sebagai symbol pemberontak yang hendak mendirikan negara Islam bersama-sama dengan SM Kartosoewirjo (SMK).

Secara de facto dan de jure, pada bulan Januari 1952 Kahar Muzakar dan Kasso Abdul Ghani pernah mendeklarasikan Sulawesi Selatan menjadi bagian apa yang disebut dari Negara Islam Indonesia, pimpinan SMK yang terkonsentrasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Selama lebih 13 tahun Kahar Muzakkar menggelorakan perlawanan, hingga akhirnya ditembak mati di dekat Sungai Lasolo, Sulawesi Tenggara, pada tanggal 3 Februari 1965.

Namun fakta di atas sebenarnya, hanyalah salah satu saja dari sejumlah fakta yang menjadi bagian dari perjalanan hidup seorang Kahar Muzakar. Masih banyak fakta lain seputar Kahar, antara lain tentang latar belakang yang mendorong Kahar bergabung ke dalam gerakan Kartosoewirjo. Menurut Barbara Sillars Harvey (Cornell University), alasan kuat yang mendorong Kahar bergabung ke dalam gerakan DI/TII Kartosoewirjo karena adanya perselisihan tentang status militer dan tuntutan keadilan. Ketika itu, gerilyawan Sulawesi Selatan yang ikut perang kemerdekaan tidak diterima masuk ke dalam TNI karena dianggap tidak memenuhi syarat, yaitu pendidikan formal para anggota laskar yang dijadikan sebagai alasan.

Kahar, saat itu adalah pemimpin para pejuang tersebut yang tergabung ke dalam KGSS (Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan). Keinginan Kahar membentuk Resimen Hasanuddin ditolak Kolonel Kawilarang, padahal Kahar merasa kontribusi laskarnya sangat besar dalam perjuangan di Sulawesi Selatan. Menurut Barbara dalam bukunya yang berjudul Pemberontakan Kahar Muzakkar dari Tradisi ke DI/TII, Kahar juga sempat menjalin kontak dengan PKI (Partai Komunis Indonesia), sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Kartosoewirjo.

Fakta lain yang hampir tidak pernah diungkap, bahwa Kahar Muzakar adalah perwira angkatan darat dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel. Sebagai nasionalis, Kahar pernah menjadi ajudan Bung Karno. Selain itu, Kahar Muzakar adalah anggota PMC (Penjelidik Militer Chusus), salah satu institusi intelejen pada masa awal kemerdekaan. Bahkan, Kahar Muzakar merupakan orang kedua setelah Zulkifli Lubis yang pernah mengenyam pendidikan intelejen di Jepang.

Pada November 1945 Zulkifli Lubis mendirikan sebuah Diklat Intelejen khusus untuk prajurit tempur dengan nama Penjelidik Militer Chusus (PMC). Diklat yang dipimpin Ateng Djauhari ini, berdomisili di sekitar Cileungsi, dan mempunyai tujuan untuk mencetak calon anggota intelejen tempur (intelpur) sekaligus dalam rangka melakukan pembinaan terhadap pasukan-pasukan bagi kepentingan perang gerilya setingkat komandan regu. Angkatan pertama Diklat PMC ini diikuti 100 peserta.

Pembentukan Diklat PMC merupakan salah satu realisasi dari sejumlah rencana Zulkifli Lubis yang pada akhir Agustus 1945, ia dan sejumlah orang termasuk Singgih, Kemal Idris, Amir Syamsudin, Daan Mogot, melakukan pertemuan di jalan Cikini untuk merencanakan pendirian cikal-bakal badan intelejen.

Sebagai anggota PMC, Kahar dipersiapkan untuk menjalankan tugas pengintegrasian Sulawesi ke dalam tubuh RI bersama Andi Muhammad Yusuf dan Wolter Monginsidi. Pada masa itu, salah satu kerja keras yang harus dilakukan adalah mengintegrasikan kembali daerah-daerah bekas Nederlands Indie yang dipecah belah Jepang. Apalagi saat itu banyak agen rahasia asing yang berkeliaran mengancam keutuhan NKRI.

Ketika itu, Kahar mengajukan usul kepada Zulkifli Lubis untuk membentuk jaringan intelejen sendiri di Sulawesi Selatan yang anggota-anggotanya direkrut dari napi asal Sulawesi yang saat itu sedang mendekam di Nusakambangan. Usul tersebut disetujui Zulkifli Lubis, demi memuluskan perjuangan penggabungan Sulawesi ke dalam NKRI. Maka, sejumlah napi Nusakambangan diikutkan ke dalam diklat intel.

Giliran berikutnya, kelompok intel Kahar yang baru terbentuk itu kemudian bergabung ke dalam Biro Perjuangan yang dibentuk Amir Syarifuddin. Pada 1945, Amir Syarifuddin menjabat sebagai Menteri Muda Pertahanan menggantikan Soepriadi. Pertengahan 1947 Amir Syarifuddin yang berhaluan Sosialis Kiri (Komunis) mulai berusaha menguasai lembaga intelijen, antara lain dengan mendirikan kelompok Intel yang diberi nama Kementrian Pertahanan Bagian B. Pada peristiwa Madiun 1948, Biro Perjuangan menjadi semacam lembaga (organisasi) paramiliter andalan PKI.

Sosok Kahar yang multi warna itu, dalam catatan sejarah ternyata ditulis dalam satu warna yang tendensius dan merugikan kalangan Islam, yaitu sebagai sosok pemberontak dan penganut Islam radikal (Islam garis keras). Padahal, latar belakang bergabungnya Kahar ke dalam gerakan Kartowoewirjo, akibat adanya perlakuan tidak adil. Kemudian ketidak-adilan itu terus dihidup-hidupkan oleh penulis sejarah nasional yang tidak jujur dan tidak obyektif. Ketidak-adilan yang berkelanjutan seperti inilah yang pada gilirannya menjadi pupuk dan penyubur bagi lahirnya komunitas radikal.

Fakta lain yang tidak bisa dipungkiri, bahwa gerakan radikal Islam tumbuh justru di saat Indonesia setelah menyatakan merdeka. Sebelum kemerdekaan, seluruh kekuatan Islam dicurahkan untuk melawan kolonialis Belanda. Munculnya pemberontakan gerakan Islam radikal di era kemerdekaan semata-mata hanya karena adanya perlakuan tidak adil. TNI yang lahir beberapa bulan setelah kemerdekaan (Oktober 1945) yang pada masa awal kemerdekaan dipimpin para perwira hasil didikan penjajah Belanda dan Jepang, merupakan para pihak yang terbukti tidak mampu mengakomodir pejuang rakyat yang bertumpah-darah memperjuangkan lahirnya Republik Indonesia.

Hampir setahun setelah Kahar mendeklarasikan Sulawesi Selatan menjadi bagian dari Negara Islam Indonesia, di Aceh Teungku Muhammad Daud Beureueh pada tanggal 20 September 1953 mendeklarasikan dan memproklamasikan lahirnya Negara Islam Indonesia Bagian Aceh dan daerah sekitarnya. Ini merupakan reaksi atas kebijakan Soekarno yang menerbitkan Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi (pada tanggal 14 Agustus 1950), kemudian disusul dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera Utara yang menjadikan Aceh sebagai bagian dari propinsi tersebut.

Swaramuslim

30 Apr 2008 08:55
nurul_imoet
Kapten
Posts 1.046
Reputation: 32
Awards:
FBI Fans

aslinya pejuang atau pemberontak????
Kenapa warga masyarakat setempat pada waktu itu selalu melindungi kahar muzakar dari pencarian???
sumber: warga setempat yg hijrah ke kalimantan

3 May 2008 03:14
Mamba
Letjen
Posts 8.287
Reputation: 4
Awards:

Menurutku setelah membaca sejarah Letnan Kolonel kahar muzakar dari bermacam2 sumber ...
Kahar muzakar adalah orang yg berani melindungi Bung Karno dari todongan senapan Jepang di lapangan banteng atau Ikada.
Bisa dikatakan Kahar Muzakar kecewa dgn kebijaksanaan pemerintah krn mengangkat beberapa orang jadi tentara sedangkan kesatuan sukarelawan Kahar Muzakar banyak yg tidak diangkat jd tentara apalagi pada masa itu golongan kiri mulai kental gerakannya utk menguasai seluruh sendi pemerintahan dan pertahanan. salah satu dari korban adalah Kahar muzakar yg pulang ke sulawesi selatan dituduh memberontak karena tidak mau datang ke jakarta
Di tambah ucapannya yg bernada keras karena memang watak nya sehingga sdh komplit di cap pemberontak dari kalangan kiri terus menjadi keputusan resmi.
Arti nya Kahar Muzakar ada kelemahan dan kekurangan yg bisa kita ambil hikmah nya
Good posting Mas De Top

3 May 2008 10:05
badrun
Kolonel
Posts 4.256
Reputation: 114
Awards:

sejarah bangsa kita kan mash rancu.. msh banyak kekurangan dan penambahan disana-sini... jadi betul kata atas,,, ambil hikmahnya aja

3 May 2008 19:51
justin timberlake
Penjaja Cinta
Posts 5.307
Reputation: 236
Awards:
FBI FansFacebook NetworkPembayar PajakMember Telah Dewasa

badrun Wrote:sejarah bangsa kita kan mash rancu.. msh banyak kekurangan dan penambahan disana-sini... jadi betul kata atas,,, ambil hikmahnya aja
yup,bener...






signature
[b]Mazmur 118:8 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.[/b]

6 May 2008 22:32
Gun FBI
Letkol
Posts 2.595
Reputation: 21
Awards:
Pembayar PajakFBI Fans

hade goreng kalakuan aya pangalaman (bagus dan jelek tetap ada pengalaman) ngan urang bisa teu milahna miceun nu goreng nyokot nu alus (cuma kita bisa tidak memilahnya mana yang baik dan mana yang buruk)

7 May 2008 00:27
arlnov
Mayjen
Posts 7.630
Reputation: 161
Awards:
FBI Fans

nurul_imoet Wrote:aslinya pejuang atau pemberontak????
Kenapa warga masyarakat setempat pada waktu itu selalu melindungi kahar muzakar dari pencarian???
sumber: warga setempat yg hijrah ke kalimantan
pemberontak atau pejuang hanya masalah sudut pandang....

soerang pejuang pasti akan distempeli cap pemberontak oleh lawannya

oleh karena itu jadilah pejuang/ pemberontak yg memenangi pertempuran...

karena sejarah dibuat oleh pemenang Cool

7 May 2008 02:02
[s]Trezz
Mayor
Posts 1.514
Reputation: 5
Awards:

Kyky gw pernah posting disini deh....
ko ga ada yah...??? Confused






signature
Cekidot mas... http://www.forumbebas.com/thread-144579.html

7 May 2008 04:20
Gun FBI
Letkol
Posts 2.595
Reputation: 21
Awards:
Pembayar PajakFBI Fans

[s]Trezz Wrote:Kyky gw pernah posting disini deh....
ko ga ada yah...??? Confused
kenapa Confused


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram