Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir



 
  • 88 Vote(s) - 3.01 Average
Tools    New reply


28 Apr 2008 15:22
andre44
Letkol
Posts 2.704
Reputation: 41
Awards:
FBI Fans

[Image: kentrung.jpg]

Seni kentrung adalah salah satu bentuk kesenian yang amat kental dengan dua dimensi, yakni dimensi artistik – estetik yang menjadi unsur utama dalam kontruksi kesenian itu sendiri dan unsur etis yang sarat dengan nilai-nilai moral, setiap kesenian merupakan symbol-symbol estetis seperti, keanggunan, keindahan dan kemerduan yang memberikan suasana menghibur bagi para penikmatnya (Ignas Kleden : 2004).

Kalau kita kebetulan melihat salah satu materi siaran televisi swasta di Kota Surabaya maka ada acara kesenian tradisional Kentrung, yang berdurasi 60 menit, maka akan tampak tembang kentrung yang sarat sekali dengan pesan-pesan moral dan parikan atau pantun maupun plesetan, layaknya seorang juru da’i yang sedang berhadapan dengan jamaahnya.

Kentrung adalah sebuah grup kesenian dengan seperangkat alat musik yang terdiri dari gendang rebana, ketipung dan jidur lazimnya sebuah grup terdiri dari tiga sampai tujuh orang penabuh dan satu orang menjadi dalang atau pembaca parikan Jawa yang berkaitan dengan lakon yang dipentaskannya, ada juga dalang yang merangkap sebagai pemain rebana, bahkan akhir-akhir ini kentrung dapat dipentaskan seorang diri.

Ny. Gimah seniman kentrung asal dusun Patik Roban, Desa Batang Saren, Kec. Kauman, Kabupaten Tulungagung mementaskan seorang diri dan dalang disini tidak sama dengan dalang yang ada di pentas Wayang, karena dalang pada kentrung sebatas membacakan parikan atau pantun dan sepanjang pementasannya Kentrung hanya bertutur tentang kebajikan dan ajaran-ajaran hidup serta diiringi penyenggak (pengintupsi) sambil menabuh kendang ataupun rebana.

Materi lakonnya sering menceriterakan keteladanan zaman khalifah empat, wali songo dan zaman mataram islam, ada juga yang terkait dengan sejarah di Jawa yang banyak dipengaruhi oleh Hindu dan Budha, diantara lakon-lakon yang populer, kisah Nabi Yusuf,
Syech Syubakir, Sunan Kalijaga, Kiai Dullah, Amir Magang, Sabar-Subur, Ajisaka dan Babad Tanah Jawa, terkadang juga mengupas Tasawuf seperti Topik Purwaning Dumadi, Kasampurnan Urip, Kautaman dan Sangkan Paraning Dumadi.

Menurut Suripan Sudi Hutomo (Pakar Sastra) kentrung berkembang pada abad 16 di Kediri, Blitar, Tulungagung, Ponorogo dan Tuban ada juga yang mengatakan kentrung bukan kesenian asli Indonesia, melainkan dari jazirah Arab, Persia dan India yang jelas kentrung mengalami masa keemasannya pada era 1970 – 1980 an, sayangnya diawal 1990 an ketika televisi murah dan layar tancap sebagai hiburan praktis, maka kentrungpun terseok-seok, hidup enggan matipun tak mau.

Jika dimensi kesenian hanya dibatasi pada kategori estetis seperti keindahan, kemerduan, keserasian, harmoni maupun ketrampilan, Kentrung telah memenuhi kriteria tersebut, malah bukan unsur tontonan saja yang ditonjolkan, tetapi juga tuntunan, ajaran dan himbauan tentang makna hidup itu sendiri.

Ditengah krisis moral, krisis keteladanan, krisis kepemimpinan dan krisis kepercayaan seperti sekarang ini, maka kentrung mulai terancam kehilangan pewarisnya dan tergerus oleh bentuk kesenian modern yang acapkali hanya mengelaborasi aspek tontonannya, tetapi miskin atau bahkan minus tuntunan moral…….






signature
[font=Tahoma][b]Semakin di Depan[/b][/font]

28 Apr 2008 15:26
Martian
Financial Advisor
Posts 2.761
Reputation: 34
Awards:
Facebook NetworkPembayar PajakGood Citizen

good post ndan...






signature
[b]IJO...IJO...IJO.....[/b]

28 Apr 2008 21:45
Gun FBI
Letkol
Posts 2.595
Reputation: 21
Awards:
Pembayar PajakFBI Fans

thanks atas postingannya ...


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram