Current time: 18 Apr 2014, 10:14 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / Forbidden / Global Faith and Tolerance / Nuansa Islami / Hukum Menikahi Wanita Hamil Karena Zina



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 134 Votes - 2.46 Average


  
big2besar
26 Mar 2008 11:14    #1

Mayjen

Bagaimana bila menikahi wanita hamil karena berzina ( hamil di luar nikah) ?

Dalam Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam(KHI), Bab VIII Kawin Hamil sama dengan persoalan menikahkan wanita hamil. Pasal 53 dari BAB tersebut berisi tiga(3) ayat , yaitu :

1. Seorang wanita hamil di luar nikah, dapat dinikahkan dengan pria yang menghamilinya.

2. Perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat(1) dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dulu kelahiran anaknya.

3. Dengan dilangsungkan perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir.

Persoalan menikahkan wanita hamil apabila dilihat dari KHI, penyelesaiaanya jelas dan sederhana cukup dengan satu pasal dan tiga ayat. Yang menikahi wanita hamil adalah pria yang menghamilinya, hal ini termasuk penangkalan terhadap terjadinya pergaulan bebas, juga dalam pertunangan.

Asas pembolehan pernikahan wanita hamil ini dimaksudkan untuk memberi perlindungan kepastian hukum kepada anak yang ada dalam kandungan, dan logikanya untuk mengakhiri status anak zina.

Dalam kasus wanita hamil yang akan menikah dengan laki-laki lain yang tidak menghamilinya, ada dua pendapat yaitu :

Pertama, harus menunggu sampai kelahiran anak yang dikandung wanita tersebut. Dan status anak yang dilahirkan kelak, dapat dianggap sebagai anak laki-laki yang mengawini wanita tersebut dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Kedua, siapapun pria yang mengawini dianggap benar sebagai pria yang menghamili, kecuali wanita tersebut menyanggahnya. Ini pendapat ulama Hanafi yang menyatakan bahwa menetapkan adanya nasab (keturunan) terhadap seorang anak adalah lebih baik dibanding dengan menganggap seorang anak tanpa keturunan alias anak haram.

Perkawinan dalam kasus ini dapat dilangsungkan tanpa menunggu kelahiran bayi, dan anak yang dikandung dianggap mempunyai hubungan darah dan hukum yang sah dengan pria yang mengawini wanita tersebut.

Di sinilah letak kompromistis antara hukum Islam dan hukum adat dengan menimbang pada kemaslahatan, aspek sosiologis dan psikologis.

Menurut Jumhur ulama berdasar pada hadis 'Aisyah dari Ath-Thobary dan ad-Daruquthny, sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya tentang seorang laki-laki yang berzina dengan seorang perempuan dan ia mau mengawininya.

Beliau berkata:"Awalnya zina akhirnya nikah, dan yang haram itu tidak mengharamkan yang halal."Sahabat yang membolehkan nikah wanita berzina adalah Abu Bakar, Umar, Ibnu Abbas yang disebut madzab Jumhur. (Ali Assobuny/I/hlm49-50).

Begitulah..... Smile
signature
[size=medium][color=blue]“Putus Cinta Sudah Biasa, Putus Rem Matilah Kita”[/color][/size]

Cool
banner
mathy_goblock
28 Mar 2008 18:14    #2

Lettu

Hmm... begitu ya, status anaknya kelak jd bahan pertimbangan utama
Top
banner
ito_aries
28 Mar 2008 20:09    #3

Letkol

mathy_goblock Wrote:Hmm... begitu ya, status anaknya kelak jd bahan pertimbangan utama
Top
dalam syariah tidak ada kewajiban untuk segera menikah bagi pasangan yg terlanjur berdosa, apakah hingga hamil dan melahirkan atau tanpa kehamilan, yg jelas ila pria dan wanita bersanggama diluar nikah, tak ada kewajiban mereka harus menikah, walaupun mereka melahirkan diluar nikah.

namun secara adat istiadat, akan menjadi aib bagi keluarganya bila mereka tak menikah, maka cara menutupi aib itu dg cara dinikahkan, atau pihak keluarga wanita menuntut si pria agar bertanggungjawab dan menikahinya, karena belum tentu ada pria lain yg mau menikahi wanita itu bila terbukti ia seorang pendosa.

Mengenai anak itu tentunya bukan keturunan sang ayah secara syariah, walaupun ia sedarah dg ayahnya, maka anak itu tetap suci, mulia, namun tidak mewarisi dari ayahnya, dan nasabnya kembali pada ibunya, secara syariah anak itu sama saja seperti anak pungut oleh ayahnya.
banner
hesti_azkeeya
2 Apr 2008 20:40    #4

Kopda

Great! jadi lebih paham... maturnuwun ya... Top Top Top
banner
silakov
3 Apr 2008 08:36    #5

Brigjen

tp soal warisan...apakah anak itu dapat / berhak atas warisan dari ayahnya nga?
signature
[b][size=small]FORUM KU HANYA FORUM BEBAS INDONESIA[/size][/b]
[b][size=small]FORUM MU........KELAUT AJE..............[/size][/b] Bad
banner
ito_aries
3 Apr 2008 09:06    #6

Letkol

silakov Wrote:tp soal warisan...apakah anak itu dapat / berhak atas warisan dari ayahnya nga?
tidak ada warisan kecuali sdh diwasiatkan oleh sang ayah
banner
ipunk07
4 Apr 2008 16:29    #7

Kopda

Top Top Top Top
banner
kariage kun
8 Jun 2010 15:51    #8

Letkol

Bagaimana dengan hukum dari berzina itu sendiri...?
Apa syarat dan ketentuan berlakunya hukum rajam..?

mohon dibantu ya Wink
signature
[align=center].
[code]
berharap fbi seperti laut, menyapa ramah banyak sungai..
dan seperti jari2 tangan yang tak sama tinggi, tapi bekerja untuk satu tujuan
[/code]
[/align]
banner
big2besar
8 Jun 2010 22:01    #9

Mayjen

(8 Jun 2010 15:51)kariage kun Wrote:
 
Bagaimana dengan hukum dari berzina itu sendiri...?
Apa syarat dan ketentuan berlakunya hukum rajam..?

mohon dibantu ya Wink

Untuk masalah hukum rajam Silahkan KLIK INI

hanya saja Indonesia tidak memberlakukan hukum rajam kecuali di daerah tertentu

Smile
signature
[size=medium][color=blue]“Putus Cinta Sudah Biasa, Putus Rem Matilah Kita”[/color][/size]

Cool
banner
kariage kun
9 Jun 2010 08:23    #10

Letkol

(8 Jun 2010 22:01)big2besar Wrote:
 
(8 Jun 2010 15:51)kariage kun Wrote:
 
Bagaimana dengan hukum dari berzina itu sendiri...?
Apa syarat dan ketentuan berlakunya hukum rajam..?

mohon dibantu ya Wink

Untuk masalah hukum rajam Silahkan KLIK INI

hanya saja Indonesia tidak memberlakukan hukum rajam kecuali di daerah tertentu

Smile

Confused



Grin
signature
[align=center].
[code]
berharap fbi seperti laut, menyapa ramah banyak sungai..
dan seperti jari2 tangan yang tak sama tinggi, tapi bekerja untuk satu tujuan
[/code]
[/align]
banner
gutama
9 Jun 2010 09:22    #11

Kapten

bagaimana kalau sepasang kekasih berzinah.. dan mereka hanya berzinah diantara mereka saja tidak dengan orang lain.. dan tidak mengakibatkan kehamilan.. tapi pada akhirnya mereka menikah.. bagaimana mereka dimata agama?
banner
viesunha
9 Jun 2010 10:32    #12

Ade Ipar Olip

(9 Jun 2010 09:22)gutama Wrote:
 
bagaimana kalau sepasang kekasih berzinah.. dan mereka hanya berzinah diantara mereka saja tidak dengan orang lain.. dan tidak mengakibatkan kehamilan.. tapi pada akhirnya mereka menikah.. bagaimana mereka dimata agama?

sing pean maksut iku dimata agama piye toh??
zina jelas haram toh ndan.......
kalo masalah nikahnya ya tu uda lain karena zina duluan kan...jadi tetep dosa ndan......
signature
[font=Tahoma][size=medium][color=#32CD32]Keluarga adalah hal yang terindah yang kita miliki[/color][/size][/font]
banner
utjuph
15 Jun 2010 22:40    #13

Letda

Afwan, ndan. Ijin bertanya.

Sekarang kita bicara murni Islam dulu ya...

Apa yang terjadi dengan hukumannya?

1) Misal wanita yang berzina itu masih blon pernah nikah, kan dihukum buang 1 th. Nah, kalo gitu, misal nikah, brarti suaminya ikutan dibuang?

2) Misal wanita yang berzina udah pernah nikah, kan rajam. Nah, gimana tuh terus hukumannya. Ini semakin dilematis bahkan sebelum pernikahan diadakan. Kita merajam ibunya = membunuh anaknya. Jd? Trus, misal nikah, mo gimana lakinya ndan tentang hukuman itu?
signature
Buat apa Dibikin Susah ?!
banner
big2besar
15 Jun 2010 23:36    #14

Mayjen

(15 Jun 2010 22:40)utjuph Wrote:
 
Afwan, ndan. Ijin bertanya.

Sekarang kita bicara murni Islam dulu ya...

Apa yang terjadi dengan hukumannya?

1) Misal wanita yang berzina itu masih blon pernah nikah, kan dihukum buang 1 th. Nah, kalo gitu, misal nikah, brarti suaminya ikutan dibuang?

hukum cambuk 100 kali wanita dan pria yang berzina dan belum menikah.

“Wanita dan pria yang berzina, deralah masing-masing seratus kali. Janganlah kamu menaruh belas kasihan terhadap mereka keduanya dalam melaksanakan hukum-hukum syariat Allah, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Dalam pelaksanaan hukuman terhadap mereka itu hendaklah disaksikan oleh segolongan orang-orang yang beriman” (QS.An-Nur:2).

Persoalan hukum buang masih terdapat perbedaan pendapat para ulama, baik siapa yang harus menjalani hukum buang ataupun saat pelaksanaan hukuman atau hukum buang seperti apa, lebih lanjut silahkan KLIK INI


(15 Jun 2010 22:40)utjuph Wrote:
 
2) Misal wanita yang berzina udah pernah nikah, kan rajam. Nah, gimana tuh terus hukumannya. Ini semakin dilematis bahkan sebelum pernikahan diadakan. Kita merajam ibunya = membunuh anaknya. Jd? Trus, misal nikah, mo gimana lakinya ndan tentang hukuman itu?

kalau ternyata wanita itu hamil, maka tunggu hingga melahirkan anak hingga anaknya sudah bisa tidak menyusui lagi, baru dilaksanakan hukum rajam. Laki-lakinya tetap mendapatkan hukuman rajam kalau sudah pernah menikah atau sudah menikah.

Dan kalau mereka (duda dan janda) ada keinginan menikah dengan pasangan zinahnya pelaksanaan hukum rajam dapat ditunda hingga mereka menikah.

Yang harus diingat, hukum cambuk atau rajam untuk menghapus dosa besar akibat berzinah, kalau belum dilaksanakan hukum cambuk atau hukum rajam dosa besar akibat zinah belum terhapus.

Pelaku zinah yang belum melaksanakan hukum cambuk atau hukum rajam, wajib bertoubat dan meminta ampunan kepada Allah swt, kalau Allah swt berkehendak mengampuninya maka ia akan diampuni.

Mohon dikoreksi kalau ada kesalahan...

Smile
signature
[size=medium][color=blue]“Putus Cinta Sudah Biasa, Putus Rem Matilah Kita”[/color][/size]

Cool
banner
marszque
16 Jun 2010 08:32    #15

Kolonel

trus bagaimana hukum isalam dengan MAHO yang berzina? Grin
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014