Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 134 Vote(s) - 2.46 Average
Tools    New reply


26 Mar 2008 11:14
big2besar
Mr. President
Posts 7.051
Reputation: 373
Awards:
Anti Child Po rn

Bagaimana bila menikahi wanita hamil karena berzina ( hamil di luar nikah) ?

Dalam Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam(KHI), Bab VIII Kawin Hamil sama dengan persoalan menikahkan wanita hamil. Pasal 53 dari BAB tersebut berisi tiga(3) ayat , yaitu :

1. Seorang wanita hamil di luar nikah, dapat dinikahkan dengan pria yang menghamilinya.

2. Perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat(1) dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dulu kelahiran anaknya.

3. Dengan dilangsungkan perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir.

Persoalan menikahkan wanita hamil apabila dilihat dari KHI, penyelesaiaanya jelas dan sederhana cukup dengan satu pasal dan tiga ayat. Yang menikahi wanita hamil adalah pria yang menghamilinya, hal ini termasuk penangkalan terhadap terjadinya pergaulan bebas, juga dalam pertunangan.

Asas pembolehan pernikahan wanita hamil ini dimaksudkan untuk memberi perlindungan kepastian hukum kepada anak yang ada dalam kandungan, dan logikanya untuk mengakhiri status anak zina.

Dalam kasus wanita hamil yang akan menikah dengan laki-laki lain yang tidak menghamilinya, ada dua pendapat yaitu :

Pertama, harus menunggu sampai kelahiran anak yang dikandung wanita tersebut. Dan status anak yang dilahirkan kelak, dapat dianggap sebagai anak laki-laki yang mengawini wanita tersebut dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Kedua, siapapun pria yang mengawini dianggap benar sebagai pria yang menghamili, kecuali wanita tersebut menyanggahnya. Ini pendapat ulama Hanafi yang menyatakan bahwa menetapkan adanya nasab (keturunan) terhadap seorang anak adalah lebih baik dibanding dengan menganggap seorang anak tanpa keturunan alias anak haram.

Perkawinan dalam kasus ini dapat dilangsungkan tanpa menunggu kelahiran bayi, dan anak yang dikandung dianggap mempunyai hubungan darah dan hukum yang sah dengan pria yang mengawini wanita tersebut.

Di sinilah letak kompromistis antara hukum Islam dan hukum adat dengan menimbang pada kemaslahatan, aspek sosiologis dan psikologis.

Menurut Jumhur ulama berdasar pada hadis 'Aisyah dari Ath-Thobary dan ad-Daruquthny, sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya tentang seorang laki-laki yang berzina dengan seorang perempuan dan ia mau mengawininya.

Beliau berkata:"Awalnya zina akhirnya nikah, dan yang haram itu tidak mengharamkan yang halal."Sahabat yang membolehkan nikah wanita berzina adalah Abu Bakar, Umar, Ibnu Abbas yang disebut madzab Jumhur. (Ali Assobuny/I/hlm49-50).

Begitulah..... Smile






signature
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool

28 Mar 2008 18:14
mathy_goblock
Lettu
Posts 896
Reputation: 18
Awards:

Hmm... begitu ya, status anaknya kelak jd bahan pertimbangan utama
Top

28 Mar 2008 20:09
ito_aries
Letkol
Posts 2.383
Reputation: 33
Awards:

mathy_goblock Wrote:Hmm... begitu ya, status anaknya kelak jd bahan pertimbangan utama
Top
dalam syariah tidak ada kewajiban untuk segera menikah bagi pasangan yg terlanjur berdosa, apakah hingga hamil dan melahirkan atau tanpa kehamilan, yg jelas ila pria dan wanita bersanggama diluar nikah, tak ada kewajiban mereka harus menikah, walaupun mereka melahirkan diluar nikah.

namun secara adat istiadat, akan menjadi aib bagi keluarganya bila mereka tak menikah, maka cara menutupi aib itu dg cara dinikahkan, atau pihak keluarga wanita menuntut si pria agar bertanggungjawab dan menikahinya, karena belum tentu ada pria lain yg mau menikahi wanita itu bila terbukti ia seorang pendosa.

Mengenai anak itu tentunya bukan keturunan sang ayah secara syariah, walaupun ia sedarah dg ayahnya, maka anak itu tetap suci, mulia, namun tidak mewarisi dari ayahnya, dan nasabnya kembali pada ibunya, secara syariah anak itu sama saja seperti anak pungut oleh ayahnya.

2 Apr 2008 20:40
hesti_azkeeya
Kopda
Posts 77
Reputation: 0
Awards:

Great! jadi lebih paham... maturnuwun ya... Top Top Top

3 Apr 2008 08:36
silakov
Brigjen
Posts 4.616
Reputation: 62
Awards:
Facebook Network

tp soal warisan...apakah anak itu dapat / berhak atas warisan dari ayahnya nga?






signature
[b][size=small]FORUM KU HANYA FORUM BEBAS INDONESIA[/size][/b]
[b][size=small]FORUM MU........KELAUT AJE..............[/size][/b] Bad

3 Apr 2008 09:06
ito_aries
Letkol
Posts 2.383
Reputation: 33
Awards:

silakov Wrote:tp soal warisan...apakah anak itu dapat / berhak atas warisan dari ayahnya nga?
tidak ada warisan kecuali sdh diwasiatkan oleh sang ayah

4 Apr 2008 16:29
ipunk07
Kopda
Posts 64
Reputation: 0
Awards:

Top Top Top Top

8 Jun 2010 15:51
kariage kun
Letkol
Posts 2.495
Reputation: 592
Awards:
Anti Child Po rnMember Choice

Bagaimana dengan hukum dari berzina itu sendiri...?
Apa syarat dan ketentuan berlakunya hukum rajam..?

mohon dibantu ya Wink






signature
[align=center].
[code]
berharap fbi seperti laut, menyapa ramah banyak sungai..
dan seperti jari2 tangan yang tak sama tinggi, tapi bekerja untuk satu tujuan
[/code]
[/align]

8 Jun 2010 22:01
big2besar
Mr. President
Posts 7.051
Reputation: 373
Awards:
Anti Child Po rn

(8 Jun 2010 15:51)kariage kun Wrote:
 
Bagaimana dengan hukum dari berzina itu sendiri...?
Apa syarat dan ketentuan berlakunya hukum rajam..?

mohon dibantu ya Wink

Untuk masalah hukum rajam Silahkan KLIK INI

hanya saja Indonesia tidak memberlakukan hukum rajam kecuali di daerah tertentu

Smile






signature
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool

9 Jun 2010 08:23
kariage kun
Letkol
Posts 2.495
Reputation: 592
Awards:
Anti Child Po rnMember Choice

(8 Jun 2010 22:01)big2besar Wrote:
 
(8 Jun 2010 15:51)kariage kun Wrote:
 
Bagaimana dengan hukum dari berzina itu sendiri...?
Apa syarat dan ketentuan berlakunya hukum rajam..?

mohon dibantu ya Wink

Untuk masalah hukum rajam Silahkan KLIK INI

hanya saja Indonesia tidak memberlakukan hukum rajam kecuali di daerah tertentu

Smile

Confused



Grin






signature
[align=center].
[code]
berharap fbi seperti laut, menyapa ramah banyak sungai..
dan seperti jari2 tangan yang tak sama tinggi, tapi bekerja untuk satu tujuan
[/code]
[/align]

9 Jun 2010 09:22
gutama
Kapten
Posts 982
Reputation: 48
Awards:

bagaimana kalau sepasang kekasih berzinah.. dan mereka hanya berzinah diantara mereka saja tidak dengan orang lain.. dan tidak mengakibatkan kehamilan.. tapi pada akhirnya mereka menikah.. bagaimana mereka dimata agama?

9 Jun 2010 10:32
viesunha
Ade Ipar Olip
Posts 3.114
Reputation: 443
Awards:
Facebook NetworkAnti Child Po rnBlood DonationGood CitizenFBI ManiaCharityPembayar PajakCSR DonaturPahlawan

(9 Jun 2010 09:22)gutama Wrote:
 
bagaimana kalau sepasang kekasih berzinah.. dan mereka hanya berzinah diantara mereka saja tidak dengan orang lain.. dan tidak mengakibatkan kehamilan.. tapi pada akhirnya mereka menikah.. bagaimana mereka dimata agama?

sing pean maksut iku dimata agama piye toh??
zina jelas haram toh ndan.......
kalo masalah nikahnya ya tu uda lain karena zina duluan kan...jadi tetep dosa ndan......






signature
[font=Tahoma][size=medium][color=#32CD32]Keluarga adalah hal yang terindah yang kita miliki[/color][/size][/font]

15 Jun 2010 22:40
utjuph
Letda
Posts 636
Reputation: 31
Awards:

Afwan, ndan. Ijin bertanya.

Sekarang kita bicara murni Islam dulu ya...

Apa yang terjadi dengan hukumannya?

1) Misal wanita yang berzina itu masih blon pernah nikah, kan dihukum buang 1 th. Nah, kalo gitu, misal nikah, brarti suaminya ikutan dibuang?

2) Misal wanita yang berzina udah pernah nikah, kan rajam. Nah, gimana tuh terus hukumannya. Ini semakin dilematis bahkan sebelum pernikahan diadakan. Kita merajam ibunya = membunuh anaknya. Jd? Trus, misal nikah, mo gimana lakinya ndan tentang hukuman itu?






signature
Buat apa Dibikin Susah ?!

15 Jun 2010 23:36
big2besar
Mr. President
Posts 7.051
Reputation: 373
Awards:
Anti Child Po rn

(15 Jun 2010 22:40)utjuph Wrote:
 
Afwan, ndan. Ijin bertanya.

Sekarang kita bicara murni Islam dulu ya...

Apa yang terjadi dengan hukumannya?

1) Misal wanita yang berzina itu masih blon pernah nikah, kan dihukum buang 1 th. Nah, kalo gitu, misal nikah, brarti suaminya ikutan dibuang?

hukum cambuk 100 kali wanita dan pria yang berzina dan belum menikah.

“Wanita dan pria yang berzina, deralah masing-masing seratus kali. Janganlah kamu menaruh belas kasihan terhadap mereka keduanya dalam melaksanakan hukum-hukum syariat Allah, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Dalam pelaksanaan hukuman terhadap mereka itu hendaklah disaksikan oleh segolongan orang-orang yang beriman” (QS.An-Nur:2).

Persoalan hukum buang masih terdapat perbedaan pendapat para ulama, baik siapa yang harus menjalani hukum buang ataupun saat pelaksanaan hukuman atau hukum buang seperti apa, lebih lanjut silahkan KLIK INI


(15 Jun 2010 22:40)utjuph Wrote:
 
2) Misal wanita yang berzina udah pernah nikah, kan rajam. Nah, gimana tuh terus hukumannya. Ini semakin dilematis bahkan sebelum pernikahan diadakan. Kita merajam ibunya = membunuh anaknya. Jd? Trus, misal nikah, mo gimana lakinya ndan tentang hukuman itu?

kalau ternyata wanita itu hamil, maka tunggu hingga melahirkan anak hingga anaknya sudah bisa tidak menyusui lagi, baru dilaksanakan hukum rajam. Laki-lakinya tetap mendapatkan hukuman rajam kalau sudah pernah menikah atau sudah menikah.

Dan kalau mereka (duda dan janda) ada keinginan menikah dengan pasangan zinahnya pelaksanaan hukum rajam dapat ditunda hingga mereka menikah.

Yang harus diingat, hukum cambuk atau rajam untuk menghapus dosa besar akibat berzinah, kalau belum dilaksanakan hukum cambuk atau hukum rajam dosa besar akibat zinah belum terhapus.

Pelaku zinah yang belum melaksanakan hukum cambuk atau hukum rajam, wajib bertoubat dan meminta ampunan kepada Allah swt, kalau Allah swt berkehendak mengampuninya maka ia akan diampuni.

Mohon dikoreksi kalau ada kesalahan...

Smile






signature
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool

16 Jun 2010 08:32
marszque
Kolonel
Posts 4.078
Reputation: 624
Awards:
Facebook NetworkAnti Child Po rnPembayar Pajak

trus bagaimana hukum isalam dengan MAHO yang berzina? Grin


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram