Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 43 Vote(s) - 3.37 Average
Tools    New reply


19 Mar 2008 10:19
big2besar
Mr. President
Posts 7.051
Reputation: 373
Awards:
Anti Child Po rn

Sejarah tasawuf dimulai dengan Imam Ja’far Al Shadiq ibn Muhamad Bagir ibn Ali Zainal Abidin ibn Husain ibn Ali ibn Abi Thalib. Imam Ja’far juga dianggap sebagai guru dari keempat imam Ahlulsunah yaitu Imam Abu Hanifah, Maliki, Syafi’i dan Ibn Hanbal.

Ucapan – ucapan Imam Ja’far banyak disebutkan oleh para sufi seperti Fudhail ibn Iyadh Dzun Nun Al Mishri, Jabir ibn Hayyan dan Al Hallaj. Diantara imam mazhab di kalangan Ahlulsunah, Imam Maliki yang paling banyak meriwayatkan hadis dari Imam Ja’far.

Kaitan Imam Ja’far dengan tasawuf, terlihat dari silsilah tarekat, seperti Naqsyabandiyah yang berujung pada Sayyidina Abubakar Al Shidiq ataupun yang berujung pada Imam Ali selalu melewati Imam Ja’far.

Kakek buyut Imam Ja’far, dikenal mempunyai sifat dan sikap sebagai sufi. Bahkan (meski sulit untuk dibenarkan) beberapa ahli menyebutkan Hasan Al Bashri, sufi-zahid pertama sebagai murid Imam Ali. Sedangkan Ali Zainal Abidin (Ayah Imam Ja’far) dikenal dengan ungkapan-ungkapan cintanya kepada Allah yang tercermin pada do’anya yang berjudul “Al Shahifah Al Sajadiyyah”.

Tasawuf lahir dan berkembang sebagai suatu disiplin ilmu sejak abad k-2 H, lewat pribadi Hasan Al Bashri, Sufyan Al Tsauri, Al Harits ibn Asad Al Muhasibi, Ba Yazid Al Busthami. Tasawuf tidak pernah bebas dari kritikan dari para ulama (ahli fiqh, hadis dll).

Praktik – praktik tasawuf dimulai dari pusat kelahiran dan penyiaran agama Islam yaitu Makkah dan Madinah, jika kita lihat dari domisili tokoh-tokoh perintis yang disebutkan di atas.

Pertumbuhan dan perkembangan tasawuf di dunia Islam dapat dikelompokan ke dalam beberapa tahap :

Tahap Zuhud (Asketisme)
Tahap awal perkembangan tasawuf dimulai pada akhir abad ke-1H sampai kurang lebih abad ke-2H.

Gerakan zuhud pertama kali muncul di Madinah, Kufah dan Basrah kemudian menyebar ke Khurasan dan Mesir. Awalnya merupakan respon terhadap gaya hidup mewah para pembesar negara akibat dari perolehan kekayaan melimpah setelah Islam mengalami perluasan wilayah ke Suriah, Mesir, Mesopotamia dan Persia.

Tokoh-tokohnya menurut tempat perkembangannya :
1. Madinah
Dari kalangan sahabat Nabi Muhammad Saw, Abu Ubaidah Al Jarrah (w. 18 H); Abu Dzar Al Ghiffari (W. 22 H); Salman Al Farisi (W.32 H); Abdullah ibn Mas’ud (w. 33 H); sedangkan dari kalangan satu genarasi setelah masa Nabi (Tabi’în) diantaranya, Said ibn Musayyab (w. 91 H); dan Salim ibn Abdullah (w. 106 H).

2. Basrah
Hasan Al Bashri (w. 110 H); Malik ibn Dinar (w. 131 H); Fadhl Al Raqqasyi, Kahmas ibn Al Hadan Al Qais (w. 149 H); Shalih Al Murri dan Abul Wahid ibn Zaid (w. 171 H)

3. Kufah
Al Rabi ibn Khasim (w. 96 H); Said ibn Jubair (w. 96 H); Thawus ibn Kisan (w. 106 H); Sufyan Al Tsauri (w.161 H); Al Laits ibn Said (w. 175 H); Sufyan ibn Uyainah (w. 198 H).

4. Mesir
Salim ibn Attar Al Tajibi (W. 75H); Abdurrahman Al Hujairah ( w. 83 H); Nafi, hamba sahaya Abdullah ibn Umar (w. 171 H).

Pada masa-masa terakhir tahap ini, muncul tokoh-tokoh yang dikenal sebagai sufi sejati, diantaranya, Ibrahim ibn Adham (w. 161 H); Fudhail ibn Iyadh (w. 187 H); Dawud Al Tha’i (w. 165 H) dan Rabi’ah Al Adawiyyah.

Tahap Tasawuf (abad ke 3 dan 4 H )
Paruh pertama pada abad ke-3 H, wacana tentang Zuhud digantikan dengan tasawuf. Ajaran para sufi tidak lagi terbatas pada amaliyah (aspek praktis), berupa penanaman akhlak, tetapi sudah masuk ke aspek teoritis (nazhari) dengan memperkenalkan konsep-konsep dan terminology baru yang sebelumnya tidak dikenal seperti, maqam, hâl, ma’rifah, tauhid (dalam makna tasawuf yang khas); fana, hulul dan lain- lain.

Tokoh-tokohnya, Ma’ruf Al Kharkhi (w. 200 H), Abu Sulaiman Al Darani (w. 254 H), Dzul Nun Al Mishri (w. 254 H) dan Junaid Al Baghdadi.

Muncul pula karya-karya tulis yang membahas tasawuf secara teoritis, termasuk karya Al Harits ibn Asad Al Muhasibi (w. 243 H); Abu Said Al Kharraz (w. 279 H); Al Hakim Al Tirmidzi (w. 285 H) dan Junaid Al Baghdadi (w. 294 H)

Pada masa tahap tasawuf, muncul para sufi yang mempromosikan tasawuf yang berorientasi pada “kemabukan” (sukr), antara lain Al Hallaj dan Ba Yazid Al Busthami, yang bercirikan pada ungkapan – ungkapam ganjil yang sering kali sulit untuk dipahami dan terkesan melanggar keyakinan umum kaum muslim, seperti “Akulah kebenaran” (Ana Al Haqq) atau “Tak ada apapun dalam jubah-yang dipakai oleh Busthami selain Allah” (mâ fill jubbah illâ Allâh), kalau di Indonesia dikenal dengan Syekh Siti Jenar dengan ungkapannya “Tiada Tuhan selain Aku”.

Tahap Tasawuf Falsafi (Abad ke 6 H)
Pada tahap ini, tasawuf falsafi merupakan perpaduan antara pencapaian pencerahan mistikal dan pemaparan secara rasional-filosofis. Ibn Arabi merupakan tokoh utama aliran ini, disamping juga Al Qunawi, muridnya. Sebagian ahli juga memasukan Al Hallaj dan Abu (Ba) Yazid Al Busthami dalam aliran ini.

Aliran ini kadang disebut juga dengan Irfân (Gnostisisme) karena orientasinya pada pengetahuan (ma’rifah atau gnosis) tentang Tuhan dan hakikat segala sesuatu.


Tahap Tarekat ( Abad ke-7 H dan seterusnya )
Meskipun tarekat telah dikenal sejak jauh sebelumnya, seperti tarekat Junaidiyyah yang didirikan oleh Abu Al Qasim Al Juanid Al Baghdadi (w. 297 H) atau Nuriyyah yang didirikan oleh Abu Hasan Ibn Muhammad Nuri (w. 295 H), baru pada masa-masa ini berkembang tarekat berkembang dengan pesat.

Seperti tarekat Qadiriyyah yang didirikan oleh Abdul Qadir Al Jilani (w. 561 H) dari Jilan (Wilayah Iran sekarang); Tarekat Rifa’iyyah didirikan oleh Ahmad Rifai (w. 578 H) dan tarekat Suhrawardiyyah yang didirikan oleh Abu Najib Al Suhrawardi (w. 563 H). Tarekat Naqsabandiyah yang memiliki pengikut paling luas, tarekat ini sekarang telah memiliki banyak variasi , pada mulanya didirikan di Bukhara oleh Muhammad Bahauddin Al Uwaisi Al Bukhari Naqsyabandi.

sumber rujukan : Haidar Bagir (IIMAN)






signature
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool

19 Mar 2008 11:06
big2besar
Mr. President
Posts 7.051
Reputation: 373
Awards:
Anti Child Po rn

(This post was last modified: 8 May 2008 12:17 by hensim.)
Timbulnya kesalahpahaman terhadap tasawuf dikarenakan adanya ungkapan - ungkapan yang rada ganjil, seperti ucapan Abu Yazid Al Busthami "Subhani "(Maha Suci Aku), atau yang paling terkenal Al Hallaj dengan ucapan "Ana Al Haqq" (Akulah kebenaran atau Tuhan) dan karena pernyataan ini, Al Hallaj mati di tiang gantungan. Di Indonesia dengan Syekh Siti Jenarnya.

Yang perlu diketahui, bahwa pernyataan-pernyataan tersebut diucapkan karena mereka (sufi) berada dalam keadaan ekstase (wajd) yaitu dalam keadaan telah kehilangan kesadaran kemanusiaannya dan telah mengalami perasaan menyatu dengan hadirat tertinggi Allah Swt.

Para Sufi itu telah mengalami fana (keluruhan diri kemanusiaan) di dalam Allah Swt, dengan kata lain, mereka merasakan kebersatuan (ittihad) dengan Allah Swt, ketika mereka telah berhasil menaklukan diri dari sifat kemanusiaannya dan menjaga ruhnya yang berasal dari Ruh Allah yang ditiupkan ke dalam diri kemanusiaannya. (lihat thread saya di http://forumbebas.com/viewtopic.php?id=30217) dengan demikian ruh itu secara alami menyatu kembali dengan Sumbernya.

Maka pernyataan Ana Al Haqq dapat diartikan ketiadaan diri dan hanya keberadaan mutlak Allah, begitu juga ungkapan "Subhani" berarti "Subhan Allah".

Ada juga ungkapan-ungkapan sufi yang sifatnya filosofis, yang mempunyai efek membingungkan, seperti konsep-konsep Ibn Arabi tentang "wahdah al wujud" atau ungkapan emosional dari Rabi'ah dan para usysyaq (sufi-pencinta). terkadang kesalahpahaman terjadi karena metafora yang digunakan kaum sufi.

Menurut Imam Khomeini ungkapan-ungkapan tersebut merupakan ekses dari keterbatasan wadah (kejiwaan) para sufi ini, dibanding luapan pengalaman spiritual yang mereka terima. Begitu dahsyat dan agung pengalaman spiritualnya sehingga para sufi kewalahan menampungnya, maka pengalaman itu meluber. namun pada dasarnya ungkapan-ungkapan itu keluar hanya karena bentuk ungkapan kebahasaan yang berlebihan.

Ungkapan-ungkapan rada ganjil tersebut yang menjadi masalah bukan pada sifatnya, melainkan pada keterbatasan pengetahuan atau kemampuan pemahaman orang yang mendengarnya.

Smile






signature
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool

19 Mar 2008 11:11
badrun
Kolonel
Posts 4.256
Reputation: 114
Awards:

good info bang Top

( mau kasih rep + .. blm bisa Sad )

19 Mar 2008 13:20
big2besar
Mr. President
Posts 7.051
Reputation: 373
Awards:
Anti Child Po rn

Antara Syariat, Tharîqah, dan Haqîqah

Tak ada satupun tokoh tasawuf dalam sepanjang sejarah yang pernah menyatakan atau menunjukan sikap meremehkan syariat, justru sebaliknya, kaum sufi di kenal sebagai âbid atau ûbbâd (para ahli ibadah). Bahkan menurut mereka tak ada jalan lain untuk menempuh tasawuf (biasa disebut juga tahrîqah) kecuali melalui ibadah-ibadah syar’î. Makin sufi seseorang makin intens ibadahnya.

Buku-buku yang mengupas tasawuf, hampir pasti ada kutipan hadis mansyur mengenai îhsan, yaitu “îhsan adalah beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya atau kalau engkau tak dapat melihatnya. Percaya bahwa Dia melihatmu”. Artinya tasawuf berintikan pada beribadah kepada Allah, hanya dalam tasawuf , ibadah tidak hanya berupa gerak-gerakan phisik yang kosong, melainkan penuh khusyû dan khudhû (menghadirkan hati dan penuh kerendahan dihadapan Allah Swt). Kutipan lain yang ada dalam buku-buku tasawuf adalah hadis mengenai hamba-hamba Allah yang mendekatkan diri terus menerus dengan melakukan ibadah nawâfîl (sunnah).

Dalam buku-buku mengenai tasawuf, kaum sufi juga menekankan shalat, karena sebagai mi’râjnya kaum mukmim, karena shalatlah yang bisa membawa seseorang bertemu dengan Allah Swt. Begitu juga dengan puasa, haji, zakat, bersedekah dan sebagainya. Sudah menjadi kelaziman para sufi membahas secara khusus kegiatan-kegiatan ibadah, seperti Imam Ghazali atau karya Ibn Arabbi dan Sayyid Haidar.

Bahkan Ibn Arabî, seorang tokoh besar sufi, yang pikiran-pikirannya seringkali disalahpahami orang sehingga dituduh kafir, mendefinisikan tasawuf sebagai “mengikat diri kepada prilaku-prilaku terpuji menurut syariat, secara lahir dan bathin”.

Kesalahpahaman terhadap tasawuf, mungkin dikarenakan adanya kelompok yang dengan sengaja menjadi celaan orang (malâmâtî). Kelompok ini beranggapan dengan menjadi celaan orang makin mungkin mereka bersikap rendah diri di hadapan Allah Swt. Ada juga diantara mereka (biasa disebut mutashawifin, kaum sok sufi) menampilkan atau berlagak atau berprilaku seolah-olah sebagai orang – orang yang tidak menjalankan syariat agar semua orang mencela mereka. Al Hujwiri bersikap amat keras dengan menyatakan bahwa mereka (mutashawifin) telah nyata-nyata melakukan kesalahan, kejahatan dan pengumbaran nafsu, tindakan-tindakan mereka seakan-akan agar tidak popular padahal yang mereka (mutashawifin) cari hanyalah popularitas. Berbeda dengan malâmâtî sejati yang memang sudah popular dan biasanya tidak dikenal orang, boleh dikatakan mereka bukan ahli atau tokoh tasawuf.

Tasawuf tidak meremehkan syariat, bahkan menempatkan pada posisi yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Bagi kaum sufi, tak ada tasawuf, tak ada pencapaian hakikat, tanpa syariat. Maqam kesufian seseorang sepenuhnya tergantung pada intensitasnya dalam menjalankan perintah-perintah syari’at.






signature
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool

21 Mar 2008 01:06
passionofjack
Kapten
Posts 1.087
Reputation: 5
Awards:

Sebenarnya Yang Diajarkan Tasawuf Tuc Kaya Apa Sic ???
Big2besar Bisa Jelasin Ritualnya Kira2 Apa Sic ???

21 Mar 2008 02:00
big2besar
Mr. President
Posts 7.051
Reputation: 373
Awards:
Anti Child Po rn

passionofjack Wrote:Sebenarnya Yang Diajarkan Tasawuf Tuc Kaya Apa Sic ???
Big2besar Bisa Jelasin Ritualnya Kira2 Apa Sic ???
Yang diajarkan dalam tasawuf itu : syariat Islam,
ritualnya = ibadah sholat, puasa, zakat, sedekah, haji, baca al Quran, zikir
tapi semuanya dikerjakan dengan khusyu dan khudhu...

contoh : îhsan adalah beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya atau kalau engkau tak dapat melihatnya. Percaya bahwa Dia melihatmu

menurut kamu contoh di atas gimana ?






signature
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool

21 Mar 2008 02:37
passionofjack
Kapten
Posts 1.087
Reputation: 5
Awards:

big2besar Wrote:
passionofjack Wrote:Sebenarnya Yang Diajarkan Tasawuf Tuc Kaya Apa Sic ???
Big2besar Bisa Jelasin Ritualnya Kira2 Apa Sic ???
Yang diajarkan dalam tasawuf itu : syariat Islam,
ritualnya = ibadah sholat, puasa, zakat, sedekah, haji, baca al Quran, zikir
tapi semuanya dikerjakan dengan khusyu dan khudhu...

contoh : îhsan adalah beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya atau kalau engkau tak dapat melihatnya. Percaya bahwa Dia melihatmu

menurut kamu contoh di atas gimana ?
kalo itu sic ga perlu tasawuf, kan memang syariatnya begitu
(ihlas just for ALLAH, not for any).
contoh :
Kalo sholat gak khusyuk (diburu meeting) sama aja gak usah sholat "extreemnya" (karena ga dapat makna dari sholat itu, cuma absen doank)

ndan, maksudku real pelaksanaan ibadahnya / contoh aplikasi ibadahnya tuh kaya apa ???
(maksudnya gambaran aplikasi yang dilakukan tuh ada resep khusus caranya)

eh, ngomong2 ini ndan atau ndin sih ??? gambarnya cakep banget ??? Top

21 Mar 2008 16:44
big2besar
Mr. President
Posts 7.051
Reputation: 373
Awards:
Anti Child Po rn

passionofjack Wrote:kalo itu sic ga perlu tasawuf, kan memang syariatnya begitu
(ihlas just for ALLAH, not for any).
tasawuf bukan ajaran, tapi merupakan bentuk penamaan belaka, hanya untuk menampilkan ciri khas saja. Persis saat Rasul dan sahabat menjuluki Bilal si orang Ethiopia dengan Al Habsyi atau Salman Al Farisi (orang Persia)

passionofjack Wrote:ndan, maksudku real pelaksanaan ibadahnya / contoh aplikasi ibadahnya tuh kaya apa ???
(maksudnya gambaran aplikasi yang dilakukan tuh ada resep khusus caranya)
Untuk pelaksanaan ibadahnya, yah sama, seperti pada umumnya, misalnya sholat subuh yang tetap 2 rakaat, dan tetap harus memenuhi syarat sahnya sholat, hanya yang membedakan, setiap gerakan dan bacaan di dalam sholat mempunyai makna. Sholat dianggap pertemuan dengan Allah SWT, sehingga pada saat ia sholat, semua perhatiannya hanya kepada Allah SWT, ia akan melupakan hal-hal duniawi.

Ingat riwayat Sahabat Rasul, yang terkena panah di dadanya, dan minta dicabut anak panah yang tertancap didadanya saat ia sholat, dengan tujuan agar ia tidak merasakan sakit saat dicabut anak panah yang tertancap didadanya. Tujuan tasawuf mencapai tingkatan seperti itu.

Bagaimana caranya ? melalui penyucian jiwa, selalu/disiplin menahan godaan hawa nafsu dan semuanya semata-mata hanya karena Allah Swt. Kalo bisa baca buku karya Imam Al Ghazali, Ihya Ulumuddin.

passionofjack Wrote:eh, ngomong2 ini ndan atau ndin sih ??? gambarnya cakep banget ??? Top
Gak' mau jawab ah..... Smile






signature
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool

21 Mar 2008 21:56
passionofjack
Kapten
Posts 1.087
Reputation: 5
Awards:

big2besar Wrote:
passionofjack Wrote:kalo itu sic ga perlu tasawuf, kan memang syariatnya begitu
(ihlas just for ALLAH, not for any).
tasawuf bukan ajaran, tapi merupakan bentuk penamaan belaka, hanya untuk menampilkan ciri khas saja. Persis saat Rasul dan sahabat menjuluki Bilal si orang Ethiopia dengan Al Habsyi atau Salman Al Farisi (orang Persia)

passionofjack Wrote:ndan, maksudku real pelaksanaan ibadahnya / contoh aplikasi ibadahnya tuh kaya apa ???
(maksudnya gambaran aplikasi yang dilakukan tuh ada resep khusus caranya)
Untuk pelaksanaan ibadahnya, yah sama, seperti pada umumnya, misalnya sholat subuh yang tetap 2 rakaat, dan tetap harus memenuhi syarat sahnya sholat, hanya yang membedakan, setiap gerakan dan bacaan di dalam sholat mempunyai makna. Sholat dianggap pertemuan dengan Allah SWT, sehingga pada saat ia sholat, semua perhatiannya hanya kepada Allah SWT, ia akan melupakan hal-hal duniawi.

Ingat riwayat Sahabat Rasul, yang terkena panah di dadanya, dan minta dicabut anak panah yang tertancap didadanya saat ia sholat, dengan tujuan agar ia tidak merasakan sakit saat dicabut anak panah yang tertancap didadanya. Tujuan tasawuf mencapai tingkatan seperti itu.

Bagaimana caranya ? melalui penyucian jiwa, selalu/disiplin menahan godaan hawa nafsu dan semuanya semata-mata hanya karena Allah Swt. Kalo bisa baca buku karya Imam Al Ghazali, Ihya Ulumuddin.

passionofjack Wrote:eh, ngomong2 ini ndan atau ndin sih ??? gambarnya cakep banget ??? Top
Gak' mau jawab ah..... Smile
YAAH... Cry
Kok ga mau jawab ??? Emang aku mau apain sic ??? AKu udah jinak kok... Tongue
pengen tahu aja, jadi jelas panggilnya ndin atau ndan ???
Kalo "yg lain" sih belakangan aja....

By the way sebenarnya tasawuf itu cuma pembatas orang yang sudah menghayati ibadah atau belum. Betul ga?
Semua tetep sama kan? Kalo Ihya Umuluddin bukannya Syariat ? Jadi sebenarnya ga ada bedanya doooonk, takut malah mengkotak2 tingkatan ilmu, lalu menjadi eksklusif (karena merasa sudah belajar tasawuf / sufi ), jadi baru belajar udah ada kesempatan sombong donk... Cry

Wah bahaya, orang sombong ga bisa menyentuh bau surga...

Jadi lihat syariat saja ah...kayak orang biasa, penghayatan dimatangkan sendiri aja...takut diuji sombong blom kuat nih... Cry

22 Mar 2008 01:49
j4p0n9
Serka
Posts 261
Reputation: 1
Awards:

wah tapi kalo ama orang2 wahabi di arab sono banyak dihindari dan ditentang lho

22 Mar 2008 12:43
dsan1
Sertu
Posts 220
Reputation: 0
Awards:

passionofjack Wrote:
big2besar Wrote:
passionofjack Wrote:kalo itu sic ga perlu tasawuf, kan memang syariatnya begitu
(ihlas just for ALLAH, not for any).
tasawuf bukan ajaran, tapi merupakan bentuk penamaan belaka, hanya untuk menampilkan ciri khas saja. Persis saat Rasul dan sahabat menjuluki Bilal si orang Ethiopia dengan Al Habsyi atau Salman Al Farisi (orang Persia)

passionofjack Wrote:ndan, maksudku real pelaksanaan ibadahnya / contoh aplikasi ibadahnya tuh kaya apa ???
(maksudnya gambaran aplikasi yang dilakukan tuh ada resep khusus caranya)
Untuk pelaksanaan ibadahnya, yah sama, seperti pada umumnya, misalnya sholat subuh yang tetap 2 rakaat, dan tetap harus memenuhi syarat sahnya sholat, hanya yang membedakan, setiap gerakan dan bacaan di dalam sholat mempunyai makna. Sholat dianggap pertemuan dengan Allah SWT, sehingga pada saat ia sholat, semua perhatiannya hanya kepada Allah SWT, ia akan melupakan hal-hal duniawi.

Ingat riwayat Sahabat Rasul, yang terkena panah di dadanya, dan minta dicabut anak panah yang tertancap didadanya saat ia sholat, dengan tujuan agar ia tidak merasakan sakit saat dicabut anak panah yang tertancap didadanya. Tujuan tasawuf mencapai tingkatan seperti itu.

Bagaimana caranya ? melalui penyucian jiwa, selalu/disiplin menahan godaan hawa nafsu dan semuanya semata-mata hanya karena Allah Swt. Kalo bisa baca buku karya Imam Al Ghazali, Ihya Ulumuddin.

passionofjack Wrote:eh, ngomong2 ini ndan atau ndin sih ??? gambarnya cakep banget ??? Top
Gak' mau jawab ah..... Smile
YAAH... Cry
Kok ga mau jawab ??? Emang aku mau apain sic ??? AKu udah jinak kok... Tongue
pengen tahu aja, jadi jelas panggilnya ndin atau ndan ???
Kalo "yg lain" sih belakangan aja....

By the way sebenarnya tasawuf itu cuma pembatas orang yang sudah menghayati ibadah atau belum. Betul ga?
Semua tetep sama kan? Kalo Ihya Umuluddin bukannya Syariat ? Jadi sebenarnya ga ada bedanya doooonk, takut malah mengkotak2 tingkatan ilmu, lalu menjadi eksklusif (karena merasa sudah belajar tasawuf / sufi ), jadi baru belajar udah ada kesempatan sombong donk... Cry

Wah bahaya, orang sombong ga bisa menyentuh bau surga...

Jadi lihat syariat saja ah...kayak orang biasa, penghayatan dimatangkan sendiri aja...takut diuji sombong blom kuat nih... Cry
tasawuf menarik sekali bila dibahas,pemahaman tawasuf jangan dipandang setengah2/luarnya saja tapi harus tahu betul di dalamnya bagi orang awam tasawuf mungkin aneh,tidak masuk akal cendrung dipandang sebelah mata karena kadar keimaanan seorang muslim berbeda2 tingkat drajatnya disisi Allah,baik tingkat makrifat,ilmu,ubudiyah maupun secara syariyyah.Seorang yang bertasawuf/thoriqoh harus memenuhi syarat mutlak 3 perkara yaitu harus dimulai dari Syariat,Thoriqoh, dan Haqiqoh, tingkatan orang awam termasuk ditingkat syariat selanjutnya ketingkat thoriqoh kemudian ketingkat yang lebih tinggi yaitu haqiqoh.
Tasawuf pada masa Rasulullah saw, adalah realita tanpa nama, tasawuf saat ini, adalah nama tanpa realita,kecuali hanya sedikit yang menjalankan realitanya dalam bimbingan Mursyid Hakiki. Tasawuf bukan membaca buku2 Tasawuf dan mengkaji dari berbagai teori tasawuf seperti Ibnu Arabi, Syadzili, Qodiri, Mevlevi Rumi seperti banyak kajian tasawuf diberbagai Masjid saat ini. Itu hanya baru mempelajari mengenal tasawuf bukan bertasawuf. Sangat berbeda jauh antara bertasawuf dan mempelajari buku atau hadir dalam ceramah tasawuf jauh, dampak dan pemahamannya bagai setetes air
dibanding samudera.Bertasawuf adalah melaksanakan dzikir dan mengambil Mursyid dengan berbayat. Bila ia mendengarkan ceramah dari Mursyid tasawuf yang Wali Allah, maka ia akan mendapatkan ilmu sekaligus Hikmah semoga bisa dipamahi
Smile

22 Mar 2008 12:59
dsan1
Sertu
Posts 220
Reputation: 0
Awards:

Begitu banyak orang yang bangga dengan keindahan ilmunya, tetapi tanpa bahan bakar hikmah ia tetap didarat tak dapat terbang. Hikmah didapatkan dari mendengarkan langsung dan bersama Wali Allah, sementara ilmu dari ulama biasa kadnag membebani. Himah tak dapat terlupa dan mengatkan, sementara ilmu ketika kita sudah tua,
maka yang menghancurkan ilmu adalah LUPA ( Hadist Nabisaw). Hikmah adalah langsung mendengar dan bertemu, karena ada dua macam ilmu. Ilmu Awroq ( tulisan) dan Ilmu Azwaq (Rasa). Ketika kita mendengar seorang
Kekasih Allah/Wali Allah bicara, maka ilmu rasa yang ditransfer langsung kedalam kalbu kita. Ketika kita menulis dari ceramah Wali Allah, maka yang semula kita terima dalam bentuk Hikmah, berubah menjadi Ilmu.HImah adalah RASA, peretmuan langsung dengan Para Wali Allah. Berjamaah dengan wali Allah, bagaikan iabadah 70 tahun, maka carilah para Wali Allah.

Umar ra ketika berencana membunuh Nabi saw dan ketika berhadapan langsung dengan Nabi saw,maka ia masuk islam. Inilah ilmu Rasa yang ditransfer melalui tatapan mata, melalui pertemuan langsung, ilmu para Nabi dan Kekasih Allah, yang merubah bencimenjadi cinta. Ada dua macam ilmu, Ilmu yang dari ucapan ulama biasa dan Ilmu yang sejati ditransfer dengan langsung bicara dan kemudian ditransfer dari hati ke hati. Ilmu Ulama yang bukan Wali Allah, ketika kalian mendengarnya kadang ego menolak, karena berasal dari luar. Tetapi Ilmu Wali Allah bekerja dengan dua cara , dari luar dan dari dalam, dari luar berupa ucapan, dari dalam berupa ilham ilahiah yg dimasukkan kehati setiap muridnya. dan ketika muridnya melakukannya ia mersakan hal itu dari inspirasinya sendiri sehingga ia ihklas melakukannya tanpa beban sedikitpun. Itulah cara kerja Wali Allah dalam membersihkan dan membenahi para muridnya semoga bermanfaat
Smile

22 Mar 2008 13:06
big2besar
Mr. President
Posts 7.051
Reputation: 373
Awards:
Anti Child Po rn

@ dsan1

Top






signature
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool

22 Mar 2008 15:35
brainwashed
Jendral
Posts 9.726
Reputation: 101
Awards:

kerjakan yang diperintahkan Tuhan semampunya...ingat..semampunya...ketika sudah melebihi kemampuan kita...akan berakibat kurang baik untuk diri kita... Smile

saya sudah pernah ikut tasawuf...berat sekali apalagi umur saya blom mencukupi..masih 90% dunia...10% akhirat...kalau mau belajar tasawuf...harus 90% akhirat 10% dunia... Smile

22 Mar 2008 16:04
sampela
Mayjen
Posts 5.944
Reputation: 26
Awards:
FBI Fans

kalo saya sekarang, sebisanya saja dulu beribadah sesuai kemampuan saya.. kalo sampai ke tahap tassawuf.. kayaknya belum mampu.. Grin






signature
biasakan login FBI setiap hari, dijamin ilmu bertambah Smile


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram