Thread Rating:
  • 8 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tempat Wisata Terfavorit di Kabupaten Subang
#1
Obyek Wisata Gunung Tangkuban Parahu

[Image: tangwj4.jpg]

[Image: tang2uf9.jpg]

Tangkuban Parahu merupakan salah satu obyek wisata terfavorit yang terletak di wilayah Kab. Subang, Tangkuban Parahu berada pada ketinggian 2084 m diatas permukaan laut. Sederet pesona alam di kawasan Tangkuban Parahu mulai dari keindahan alam dengan kawah-kawahnya yang membentang luas dengan kesejukan udara pegunungan yang khas serta hamparan gunung-gunung lain yang tinggi menjulang mengelilinginya merupakan fenomena alam yang menjadi daya tarik tersendiri dan menjadikan gunung Tangkuban Parahu sebagai salah satu obyek wisata yang diminati pengunjung. Banyak terdapat koleksi tumbuh-tumbuhan dan tanaman khas hutan tropis yang tumbuh subur di sekitar kawah. Dilihat dari kota Bandung, gunung Tangkuban Parahu memiliki bentuk yang unik menyerupai perahu terbalik ( Bahasa Sunda : Tangkuban = terbalik, Parahu = Perahu). Bentuk uniknya dipercaya memiliki kaitan yang sangat erat dengan kisah legenda Sangkuriang.


Obyek Wisata Air Panas Sari Ater

[Image: sariaterpz8.jpg]

[Image: sariater2hy8.jpg]

Sari Ater Hot Spring Resort terletak pada kawasan pegunungan Subang, di kaki Gunung Tangkuban Parahu tepatnya di Desa Ciater, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang.

Obyek wisata ini merupakan salah satu obyek terpopuler di Indonesia, Para wisatawan dapat menikmati sumber mata air panas yang berasal dari kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu yang terletak tidak jauh dari obyek wisata sari ater, sumber mata air panas tersebut disajikan dalam bentuk kolam dan kamar rendam dengan desain yang unik, yang tersebar dibeberapa lokasi obyek wisata Sari Ater.
Wait
Reply
#2
Enak nih kapan2 kesana ...
Reply
#3
enak nechhhh
Reply
#4
Curug Cijalu – Wana Wisata Alam dari Subang

[Image: cijalu2mw7.jpg]

Subang yang merupakan bagian dari propinsi Jawa Barat yang termasuk ke dalam tanah sunda atau parahyangan memiliki beberapa tempat wana wisata alam yang merupakan alternatif setelah melewati kota Bandung. Salah satu wana wisata yang ditawarkanya selain daripada Guung Tangkuban Parahu yang terkenal dengan legendanya Sangkuriang terdapat wana wisata alam berupa air terjun yaitu Curu Cijalu.

Dilansir dari situs pemerintahan daerah kabupaten Subang, dideskripsikan bahwa Curug Cijalu terletak di Kecamatan Sagalaherang, berjarak 37 Km dari kota Subang ke arah selatan (1 jam perjalanan) dan sekitar 50 Km dari Kota Bandung kearah utara (1,5 jam perjalanan). Wana wisata ini terletak pada ketinggian 1.30 m dpl, konfigurasi lapangan umumnya bergelombang . Kawasan ini mempunyai curah hujan 2.700 mm/th dengan suhu udara 18-26C. Seperti namanya, curug (air terjun, Bahasa Sunda), hanya sepasang air terjun yang tumpahan airnya mengalir deras membelah bukit di puncak Gunung Sunda, sekira 800 meter di atas permukaan laut.

Tumpahan air itu menyajikan panorama indah pada birunya langit, sejuknya udara, dan hijaunya pepohonan yang menyelimuti suasana wisata yang berada di Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang. Belum lagi percikan air terjun yang dingin, sejuk dan putih, membuat para wisatawan tak tahan lagi ingin segera bermandi ria di bawahnya. Curug Cijalu "ditemani" dua makam yang dikeramatkan dan juga "ditemani" oleh air terjun lain yang dikenal dengan nama Curug Perempuan yang terletak sekira 100 meter sebelum Curug Cijalu.

Dengan dicapai dari Kecamatan Wanayasa (18km), Sagala Herang (20km) dan dari Kabupaten Subang (37km) Purwakarta (40km) Bandung (63km) yang diketahui kondisi jalan umumnya beraspal dan hanya sebagian kecil yang masih berupa jalan batu, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat, sarana transportasi umum yang ada ojek atau colt carteran dari Wanayasa.

Selain curug Cijalu dan Curug Perempuan, terdapat pula lapangan sebagai areal untuk camping bagi para pengunjung Secara keseluruhan, tempat ini dapat dijadikan alternatif bagi pengunjung yang memiliki hobi berpetualang. Selain menjanjikan ketenangan dan ketenteraman, juga kedamaian menjadi perpaduan yang kompak untuk menunjang daya tarik tersendiri.

Wana wisata ini terdiri dari hutan alam dan hutan tanaman, sumber air yang ada berupa mata air yang saat ini dimanfaatkan untuk keperluan pengunjung. Potensi visual lansekap didalam kawasan yang menarik adalah air terjun, hutan alam dengan udara yang sejuk dan hutan tanaman. Dimana wana wisata ini digunakan untuk wisata harian dengan kegiatan yang dapat dilakukan adalah piknik, mandi air terjun, lintas alam dan mendaki gunung.

Berdasarkan sejarahnya bahwa Curug Cijalu dibuka sejak 1 September 1984 berlokasi dihutan produksi blok Cijengkol RPH Tangkubanperahu Utara, BKPH Wanayasa Kab Purwakarta dan Desa Cipancar Kab Subang. Dengan luas 8ha daerah ini diproyeksikan sebagai obyek wisata. Dimana dulu sebelum dikelola air terjun itu sudah sering dikunjungi orang-orang keturunan Tionghoa. Mereka menganggap air terjun itu tempat mandi para bidadari, tutur seorang penduduk Desa Cipancar yang sudah tinggal disana lebih dari enam puluh tahun . Kepercayaan ini timbul lantaran saat matahari pagi memancar, akan bermunculan pelangi-pelangi kecil memantul dari air terjun.
Wait
Reply
#5
Kabupaten Subang, Agribisnis Jadi Pilihan.

[Image: locatorkabupatensubangky9.png]

Agribisnis menjadi pilihan Kabupaten Subang untuk mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. Pemilihan agribisnis, yang dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai usaha yang berhubungan dengan pertanian, terkait dengan potensi yang dimiliki. Daerah di pesisir Utara Laut Jawa ini mempunyai sumber kekayaan alam yang tersebar dalam tiga zona: pegunungan, dataran rendah, dan laut.

Daerah pegunungan di sebelah selatan merupakan areal komoditas perkebunan seperti cengkeh, kopi, dan teh. Dari areal kopi rakyat seluas 446,5 hektar yang tersebar di sembilan kecamatan antara lain Cisalak, Sagalaherang, dan Tanjungsiang dihasilkan 5.282 ton kopi. Sementara itu, perkebunan cengkeh 670 hektar di delapan kecamatan, terutama Sagalaherang menghasilkan 1.995 ton cengkeh. Sedangkan perkebunan teh rakyat di Kecamatan Sagalaherang, Jalancagak dan Cisalak. Teh yang dihasilkan dari lahan 296 hektar mencapai 1.895 ton. Perpaduan areal perkebunan rakyat, alam yang asri dan udara yang segar, memungkinan kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung ini menjadi obyek wisata.

Sementara itu, laut menyediakan berbagai jenis komoditas yang menjadi gantungan hidup penduduk Kecamatan Balanakan dan Legonkulon. Di kedua tempat ini terdapat 544 rumah tangga perikanan laut dan sekurangnya dua ribu rumah tangga buruh perikanan laut. Meskipun rumah tangga perikanan laut itu hanya sekitar tiga persen jika dibandingkan dengan seluruh rumah tangga perikanan berjumlah 18.224, namun mampu memberikan produksi Rp 120,6 milyar. Hasil ikan dari laut yang memiliki panjang pantai sekitar 22 kilometer ini 14.070 ton. Angka ini setara dengan 46 persen produksi perikanan Subang yang seluruhnya 30.151 ton dengan nilai Rp 334,9 milyar.

Subang memanfaatkan dataran rendah untuk mengolah sawah. Dengan areal sawah 84.701 hektar atau 41,28 persen dari luas seluruh wilayah, Subang menjadi kabupaten yang memiliki lahan sawah terluas ketiga di Jawa Barat. Lainnya, Kabupaten Indramayu dan Karawang masing-masing 118.513 hektar dan 93.590 hektar.

Sekurangnya 70 persen sawah di Subang merupakan sawah irigasi teknis. Jenis padi yang digunakan antara lain varietas Way Apu Buru (WAY A-B), IR-64 dan Widas. Dengan suplai air antara lain dari saluran induk Tarum Timur, varietas padi unggul tahan wereng yang ditanam menghasilkan padi tidak kurang 888.688 ton. Produksi ini berasal dari panen 168.693 hektar. Sentra produksi padi menyebar di seluruh kecamatan, namun Kecamatan Binong dan Pusakanagara merupakan daerah penghasil padi terbesar. Kedua kecamatan itu masing-masing menghasilkan tidak kurang 89.000 ton dan 68.000 ton padi.

Selain padi, andalan dari kelompok buah-buahan, nanas dan rambutan. Setiap tahun Subang menghasilkan tidak kurang 59.000 ton nanas. Sentra produksi buah yang kulitnya bersusun sisik ini di Kecamatan Jalancagak. Tetapi, tidak semua nanas yang dihasilkan adalah nanas "Si Madu" yang kondang ke seluruh negeri. Nanas jenis ini terkenal karena berair banyak dan mempunyai rasa manis tanpa rasa getir dan tidak menyebabkan gatal di kerongkongan.

Buah yang memiliki berat antara 3-3,5 kilogram ini menjadi istimewa karena tidak mudah ditemukan. Sama seperti satu atau dua kelapa muda kopyor yang ditemukan dalam rimbunan buah kelapa, sebutir atau dua butir nanas madu mungkin bisa ditemukan dalam satu kuintal nanas. Itu sebabnya tidak mudah bagi yang ingin mencicipi buah itu menemukannya dalam deretan kios penjual nanas yang bertebaran di sepanjang jalan di Kecamatan Jalancagak.

Untuk buah rambutan yang juga komoditas unggulan, Subang menghasilkan 36.017 ton rambutan dari 487.489 pohon. Sebagian besar berada di kecamatan Purwadadi, sebagian lagi tersebar di Kalijati, Cipeundeuy dan Cikaum.

Padi, buah-buahan, sayur-sayuran, dan palawija yang lazim disebut tanaman bahan makanan dapat dikatakan sebagai penggerak ekonomi Subang. Tanaman bahan pangan ini menghasilkan nilai sedikitnya Rp 1,8 trilyun. Angka ini setara dengan 89,5 persen dari nilai seluruh kegiatan ekonomi di bidang pertanian yang berjumlah tidak kurang dari Rp 2 trilyun.

Di antara sembilan lapangan usaha, pertanian yang terdiri dari lima jenis kegiatan: tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan menyerap tenaga kerja terbanyak, 335 ribu orang. Jumlah ini mencapai 55 persen dari seluruh tenaga kerja yang berjumlah 640.746 oang. Hasil kerja mereka memberikan kontribusi tidak kurang dari 44,4 persen dari seluruh nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang berjumlah Rp 4,5 trilyun.

Pemasaran produk pertanian Subang relatif mudah. Selain untuk konsumsi masyarakat Subang sendiri, juga untuk memenuhi kebutuhan penduduk di daerah-daerah tetangga seperti Jakarta dan Bandung. Kemudahan itu ditunjang dengan lokasi Subang yang strategis. Daerah ini berjarak 58 kilometer dari ibu kota Jawa Barat dan 161 kilometer dari ibu kota negara serta berada di jalur pantai utara Jawa yang merupakan jalur transportasi angkutan darat.

Pada pasar lokal, hasil pertanian antara lain digunakan untuk konsumsi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Subang mencatat 2.661.213 wisatawan nusantara dan 34.076 wisatawan asing mendatangi 11 obyek wisata di Subang. Terbanyak datang ke lokasi primadona wisata kabupaten ini, pemandian air panas di Desa Ciater, Kecamatan Jalancagak. Sekitar 1,6 juta orang menikmati pesona alam dan udara yang sejuk atau berendam di air yang diyakini berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan tulang. Tempat favorit yang lain adalah Gunung Tangkuban Perahu. Legenda percintaan Sangkuriang dengan ibunya Dayang Sumbi, menjadi salah satu magnet yang menarik minimal 800 ribu orang datang ke gunung yang tingginya sekitar 1.930 meter di atas permukaan laut.
Wait
Reply
#6
[Image: dsc0036rg8.jpg]

Wisata Pancing bagi Keluarga

Wisata pancing terpadu Lembah Gunung Kujang merupakan suatu tempat rekreasi terpadu bagi keluarga, teman atau relasi yang ingin mendapatkan suasana alami. Khususnya bagi komunitas hobby mancing, tentu akan menjadi satu pilihan terbaik dalam menentukan tujuan rekreasi.

Menempati area seluas 3ha, Lembah Gunung Kujang bisa dilalui dengan jalur lintas antara Jakarta - Pantura - Purwakarta - Subang - Ciater - Lembang - Bandung yang menjadi jalur wisata akhir pekan.

Keunggulan wisata pancing terpadu Lembah Gunung Kujang selain luas dan suasana alami juga ditunjang oleh RM. Saung Sunda dan Motel dengan nuansa berbeda.

[Image: p1010863gl1.jpg]

[Image: roll03xt6.jpg]
Wait
Reply
#7
Tambahan
AIR PANAS CIATER

[Image: 14jh9.jpg]

Sari Ater Hot Spring Resort terletak pada kawasan pegunungan Subang, di kaki gunung Tangkuban Perahu tepatnya di Desa Ciater, Kecamatan Jalancagak Kab. Subang.

Obyek wisata ini merupakan salah satu obyek terpopuler di Indonesia. Para wisatawan dapat menikmati sumber mata air panas yang berasal dari kawah aktif Gunung Tangkuban Perahu yang terletak tidak jauh dari obyek wisata Sari Ater.

[Image: janovebaderivarmkildecc1.jpg]

Sumber mata air panas tersebut disajikan dalam bentuk kolam dan kamar rendam dengan desain yang unik, yang tersebar dibeberapa lokasi obyek wisata Sari Ater. Dengan luas areal 30 Ha dan pesona alam khas pegunungan, Sari Ater Hot Spring Resort banyak memberikan fasilitas wisata bagi para wisatawan yang berekreasi bersama keluarga untuk menikmati keindahan alam.

Fasilitas wisata yang diberikan kepada para wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata ini diantaranya adalah:
1. Fasilitas resort Sari Ater Hot Spring Resort mempunyai 103 kamar dan bungalow dengan berbagai tipe, lengkap dengan fasilitas ruangannya.
2. Fasilitas olahraga dan adventure Tenis lapangan, basket, volley, put & put mini golf, wahana anak-anak, tea walk, paint ball games, gokart off road, dsb.
3. Fasilitas rekreasi Kolam rendam air panas, perahu dayung, lahan perkemahan, kolam pancing, picnic area kerajinan keramik, dsb.
4. Fasilitas restaurant dan bar
5. Fasilitas conference & banquet Jarak dan waktu tempuh kendaraan mobil Subang – Ciater 30 km 40 menit Jakarta – Ciater (via tol Sadang) 185 km 3 jam Jakarta – Ciater (via Puncak) 212 km 5 jam Bandung – Ciater 32 km 45 menit Kawah – Ciater 7 km 15 menit


CIATER SPA DAN GRACIA SPA

Ciater Spa adalah suatu tempat medical dan health centre yang juga memberikan fasilitas wisata sehingga pengunjung dapat melakukan pengobatan secara modern dan canggih untuk merehabilitasi berbagai penyakit sambil berekreasi bersama keluarga. Fasilitas rekreasi yang disediakan antara lain kolam rendam air panas, camping ground, berperahu pada danau buatan serta disediakan juga resort untuk beristirahat. Gracia dapat menjadi alternatif pilihan wisatawan untuk sekedar menikmati keindahan panorama Subang sambil melakukan kegiatan tea walk, jogging track dan berenang bersama keluarga.

PACUAN KUDA CIATER

Pusat Pacuan Kuda Ciater terletak dalam kawasan Ciater Highland Resort di tengah perkebunan teh yang menghampar luas. Merupakan salah satu pusat pacuan kuda yang mempunyai fasilitas yang cukup lengkap bagi para penggemar olahraga berkuda. Fasilitas indoor dengan luas 7000 m2 dan outdoor untuk berlatih kuda juga istal beserta sarana penunjang lainnya yang dapat menampung lebih dari 800 ekor kuda adalah fasilitas yang tersedia disana. Para pengunjung dapat menikmati keindahan pesona alam perkebunan teh baik di dalam kawasan resort ataupun di luar kawasan resort sambil berkuda, cross country ataupun buggy trail adalah aktivitas yang patut dicoba. Selain berkuda, anda dan keluarga juga dapat melakukan kegiatan rekreasi lain dengan memanfaatkan fasilitas sport komplek yang telah dilengkapi dengan restaurant dan karaoke. Kolam renang dengan desain yang unik, tempat bermain anak, camping ground serta tea walk juga dapat dilakukan disana.

[Image: checkpointarahsubangxys4.jpg]

[Image: bugarduareru8.jpg]
Wait
Reply
#8
mantaafff... Top Top
IJO NEVER DIES!
Reply
#9
wanawisata buaya blanakan

Mungkin Diantara kita masih belum banyak yang tahu akan sebuah wanawisata di daerah Blanakan yang menawarkan hiburan, pendidikan, masakan laut yang lezat, serta pemandangan unik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Ya…wanawisata ini bernama “ Wanawisata Penangkaran Buaya Blanakan “. Wanawisata Buaya Blanakan terletak di Desa Blanakan kabupaten Subang, ketika pertama kali sampai di kawasan seluas 1.700 hektar milik Perhutani ini, gw langsung disambut oleh hawa panas menyengat diiringi keheningan dan ketenangan yang menyentuh. Sejauh mata memandang, yang tampak hanya hutan dan rawa-rawa. Avicennia sp atau yang dikenal penduduk sekitar sebagai Api-api.

Dengan hanya bermodalkan tiket masuk Rp.4000/orang, Rp.2000/motor dan 5000/mobil kita dapat memasuki daerah Wanawisata Buaya Blanakan. Pemandangan pertama yang kita temui ketika masuk ke lokasi ini adalah kolam-kolam berukuran aneka ragam. Kolam paling luas berukuran kurang lebih 500 meter persegi dilengkapi balkon pengunjung, serta hutan buatan. Kolam ini biasa disebut kolam reproduksi, berisi tujuh ekor buaya muara (Crocodyllus porosus) berusia 19-23 tahun.Selain kolam-kolam tersebut, ada juga "kandang" yang ukurannya lebih kecil. Kandang-kandang tersebut berisi buaya kecil dan buaya besar yang butuh perawatan. Setiap kandang ditempati buaya berumur sama.

Wanawisata buaya Blanakan dulunya dikelola oleh KPH Purwakarta namun sekarang wanawisata ini dimilik PT Perhutani. Menempati enam hektar dari total luas hutan Tegaltangkil, Desa Blanakan, Kabupaten Subang. Lokasinya yang terletak di antara laut dan persawahan, membuat jarak antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang ke Blanakan nyaris sama. Maka tidak heran jika kawasan hutan ini dimiliki oleh dua kabupaten.

Wanawisata buaya Blanakan memiliki banyak potensi terpendam. Selain pemandangannya indah, tidak banyak obyek wisata yang memadukan konsep wisata sekaligus peternakan. Ditambah pula, seafood di daerah ini terkenal lezat dan murah. Tidak heran jika para pengunjung yang notabene kebanyakan dari Bekasi, Cikampek, Subang dan sekitarnya rela berpanas-panas ke wanawisata ini hanya untuk sekedar makan. Setelah selesai makan umumnya para pengunjung ditawari untuk berkeliling dengan menggunakan perahu untuk menikmati keindahan laut dengan tarif Rp.5000/orang. Lokasi kawasan wisata ini berdekatan dengan tempat pelelangan ikan, mempermudah kita mendapatkan ikan, cumi-cumi, kepiting, dan udang bakar dengan harga yang terjangkau.
Wait
Reply
#10
resot sari ater luar biasa muahal.kalah deh 5 star
Reply


Possibly Related Threads...
Thread Author Replies Views Last Post
  Serba-serbi Wisata Kota Tua jozz78 0 1.964 06-05-2013, 03:41 PM
Last Post: jozz78
  Tempat Terbaik Snorkeling Di Bali jozz78 0 1.766 26-02-2013, 01:46 PM
Last Post: jozz78
  Pesona Objek Wisata Budaya Desa Penglipuran balisatu 3 1.487 30-01-2013, 04:57 PM
Last Post: memberina

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)
Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2014 by Adimin | Fan Page | Group | Twitter | Google+ | Instagram