Current time: 24 Apr 2014, 10:25 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / ACI, Aku Cinta Indonesia / Berita Bangga Indonesia / F-16 VS Sukhoi



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 114 Votes - 2.94 Average


  
9_naga
19 Feb 2008 14:29    #1

Pelda

Pemanasan dulu ndan ..dah lama ga posting sibuk traveling terus project hahaha Big Grin

Ini ada tulisan menarik dari salah seorang tokoh TNI AU kita yang sempat ditampilkan oleh Kompas. Saya minta izin untuk posting di forum kita ndan .

Pilih F-16 atau Sukhoi

F Djoko Poerwoko


Sewaktu Old Shatterhand (dalam cerita fiksi karangan Dr Karl Frederich May/1842-1912) berkelana di savana Amerika barat yang masih liar, dia melengkapi diri dengan dua senapan, ”senapan perak” dan senapan jarak jauh (beruang). Kedua senjata ini saling melengkapi dan dipergunakan sesuai dengan peruntukan dan ancaman.

Kedua senapan itu mempunyai persamaan dan juga perbedaan. Dilihat secara fungsi harfiah, keduanya adalah senjata api yang hanya dibedakan panjang larasnya saja. Kapan kedua senjata ini dipergunakan juga memerlukan ”manajemen” tersendiri agar senjata dapat dipergunakan secara efektif, efisien, dan tepat guna.

Sang pengelana Old Shatterhand pun akan memilih senapan pembunuh beruang manakala musuh yang dihadapi masih jauh, dan dia juga akan mencabut senapan peraknya manakala musuh sudah dekat, bila perlu dia juga siap dengan pisau atau bahkan berkelahi dengan tangan kosong.

Dengan manajemen penggunaan senjata yang dia miliki, maka semua ancaman dapat diatasi, bahkan dia akhirnya diangkat sebagai saudara Winnetou, sang musuh bebuyutannya.

Sukhoi vs Falcon


Memang hanya cerita, tetapi kita sepakati bahwa pesawat F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-27 Flanker ibarat senapannya Republik Indonesia, dua alat utama sistem senyata yang telah melengkapi arsenal TNI beberapa tahun lalu.

Pemikiran para petinggi kita mengisyaratkan bahwa meskipun embargo Amerika sudah dicabut, pengadaan Sukhoi tetap harus dilanjutkan. Tinggal bagaimana kita akan mengemas agar kedua senjata tersebut dapat berguna dalam menegakkan kedaulatan di udara.

Mengenai jumlah kuantitatif masih tergantung dari kesiapan negara menyediakan dana, tetapi yang penting pemahaman bahwa kedua jenis senapan tersebut masih dibutuhkan untuk mempertahankan negara ini.

Melanjutkan proyek Sukhoi adalah pemikiran jitu dan strategis, dipadu dengan menghidupkan armada F-16 menjadi pemikiran yang brilian dan langkah maju di mana kita sebagai negara berdaulat tidak dapat ditekan hanya karena melonggarnya embargo.

Pengalaman pahit tentang embargo pernah kita telan dan kita tidak mau menelan yang kedua kali, kebutuhan suku cadang F-16 adalah perlu dan ini adalah kesempatan yang harus dibuktikan oleh pihak sana untuk merealisasikan komitmennya.

Pesawat F-16 yang dioperasikan TNI AU sejak 1990 adalah jenis yang terbaik di kelasnya dan dikenal dengan F-16 A/B block 15 OCU, bermakna Operational Capability Upgrade setingkat lebih advance dibanding versi block 10 atau 15 milik negara lain. Peningkatan kemampuan yang dijalankan pada proyek Falcon Up tahun 2000 di Indonesia menjadikan pesawat ini mempunyai usia yang lebih panjang, dipadu persenjataan yang dimiliki saat ini berupa AGM-65G Maverick (untuk sasaran permukaan sejauh 15 km) serta rudal udara jarak pendek AIM-9 P4 (untuk sasaran udara sejauh 12 km), maka pesawat F-16 sangat cocok untuk pertempuran jarak pendek.

Bila dipasang tiga tangki cadangan, pesawat ini mampu melakukan patroli udara hingga jarak 900 km atau terbang selama 2,5 jam dan melakukan misi penyerangan darat sejauh 720 km dalam profil Hi-Lo-Hi, yaitu terbang tinggi dan menyerang dengan terbang rendah serta kembali terbang tinggi lagi.

Untuk menjadikan F-16 TNI AU setingkat lebih tinggi, misal menjadi F-16 C/D, maka hanya diperlukan program MLU/Mid Life Upgrade beberapa bulan dan akan berubah menjadi F-16 yang mampu membawa senjata udara jenis AMRAAM dan AIM-9X serta Glass Cockpit, Head Up Display, IFF Interrogator.

Pesawat F-16 kita dilengkapi dengan sebuah mesin F-100-PW-220 yang menghasilkan daya dorong 12.860 lbs sehingga dapat terbang dua kali kecepatan suara.

Juga Sukhoi yang dioperasikan TNI AU sejak dua tahun lalu merupakan Sukhoi generasi terbaru, bahkan angkatan udara Rusia pun belum mengoperasikan jenis ini.

Sukhoi yang dikenal dengan panggilan Flanker ini adalah jenis Sukhoi Su-27 SK Upgrade dengan sepasang mesin masing-masing berdaya dorong 12.550 kg jenis Lyulka AL-31F.

Kemampuan lain yang lebih adalah kelengkapan IRST/Infra Red Search and Track berupa bola kaca di depan kokpit yang mampu mengendus sasaran sejauh 70 km, sebuah kelengkapan yang tidak dipunyai pesawat keluaran Barat hingga kini.

Menengok persenjataan yang mampu dibawa sangat mengagumkan, tengok misalnya rudal udara AA-12 Adder yang mampu menjelajah sejauh 50 km (melebihi AMRAAM yang hanya 40 km) ataupun rudal udara jenis R-73 yang mampu menembak pada sasaran ke arah samping hingga sudut 70 derajat merupakan senjata udara paling mematikan saat ini, lebih andal dari rudal keluaran Israel jenis Python ataupun AIM-9L/M Sidewinder yang biasa dipakai negara Barat.

Sedangkan untuk sasaran darat pesawat Sukhoi dapat dilengkapi dengan rudal H-31P berjarak jangkau 100 km atau rudal antikapal jenis H-31A berjarak jangkau 50 km, bandingkan dengan Maverick yang hanya mencapai 15 km. Dengan bahan bakar yang mampu dibawa seberat 6.000 kg pesawat ini mampu mengadakan patroli sejauh 1.500 km dari pangkalan tolak atau terbang selama empat jam.

Kemampuan F-16 disandingkan dengan kemampuan Sukhoi Su-27 seperti kita membandingkan senapan perak dengan senapan pembunuh beruang sang pengelana Old Shatterhand, dua senapan tersebut tidak pernah terlepas dari tubuhnya manakala dia menjelajah Wild West masa itu.

Old Shatterhand terlalu percaya dengan kedua senapan tersebut dan dengan kedua senapan itu pula semua musuhnya dibuat gentar, disebutkan belum ada senapan yang mampu membunuh musuh dalam jarak yang begitu jauh pada masa itu.

Kemampuan ini mengingatkan TNI tatkala dua tahun belakangan sejumlah pesawat Sukhoi dari jenis Su-27 dan Su-30 mulai mengisi ”kekosongan” daya pukul TNI AU dalam jarak yang sangat fantastis.

Old Shatterhand masa kini

Dilihat dari kemampuan, jarak jangkau, muatan amunisi, hingga jenis amunisi yang mampu dibawa, mengingatkan kita seolah-olah sebagai Old Shatterhand abad modern. Sampai lima tahun ke depan Old Shatterhand masa kini tetap akan disegani bila dia dapat memanfaatkan kedua senjata dengan manajemen yang baik dan benar. Baik dalam arti kata dipelihara dan dipergunakan serta dilengkapi sebagaimana dia diciptakan oleh empu senapan Mack Foch.

Jangan sampai Old Shatterhand mencabut senapan perak manakala musuh masih jauh atau membidikkan senapan pembunuh beruangnya tanpa peluru di dalamnya atau bahkan terpaksa harus berkelahi dengan tangan kosong yang benar-benar kosong, kosong dalam arti awak pesawat yang kurang diperhatikan.

Terlepas dari diteruskannya proyek Sukhoi dan dilengkapinya armada F-16 masih sangat naif bila awak pesawat yang berada di kokpit pesawat tempur tersebut dikesampingkan. Harga Sukhoi ataupun F-16 boleh jutaan dollar, tetapi awak pesawat yang mengoperasikan juga perlu diperhatikan.

Ini merupakan pekerjaan rumah para wakil rakyat agar mereka yang dituntut mengoperasikan alat utama sistem senjata ini tidak hanya diberi kebanggaan semu tetapi harus berupa nominal yang layak di samping jaminan keselamatan kerja dan ketenangan keluarga di rumah.

Kita perlu berbangga hati kepada para penerbang Indonesia yang dapat mengoperasikan pesawat tempur modern sejajar dengan negara lain.

F Djoko Poerwoko Marsekal Muda TNI/ Penerbang Uji
banner
Kojek
19 Feb 2008 14:43    #2

Tukang Sapu

Mantab boss...

Gimana dengan produk euro?
Kayak nya juga punya produk serupa F 16 deh
Tapi harganya lebih murah dan nggak pake embargo2an
signature
[b]Sabar, Ikhlas, Legowo dan Bersyukur adalah kunci hidup penuh rahmah.......[/b]
banner
jirep@sem
19 Feb 2008 14:46    #3

PENGELANA

good post ndan, Top Top

bener itu, walaupun alatnya cangih tapi bila yg di blkang kemudi masih ketinggalan rasanya sama saja dengan memakai Hawk A-100, atau malah bronco. Grin Grin Sorry Sorry
banner
9_naga
19 Feb 2008 14:54    #4

Pelda

Kojek Wrote:Mantab boss...

Gimana dengan produk euro?
Kayak nya juga punya produk serupa F 16 deh
Tapi harganya lebih murah dan nggak pake embargo2an
Untuk Eropa memang dari sisi harga masih agak mahal ndan , tapi teknologinya juga mutakhir. Apalagi konsorsium Eurofighter gabungan dari beberapa negara.

nah masalah harga eropa yang dirasa tinggi inilah termasuk perancis. yang jadi pertimbangan pemerintah. Sebelumnya kan kita hampir membeli pesawat Mirage sebelum akhirnya beli F-16 dengan segala kemudahan dari Amerika .

Eropa juga sering mengembargo lo ndan, Hawk 100 dan 200 milik kita juga dilarang oleh pemerintah inggris saat dipake untuk operasi di area Aceh

Tapi sebagaimana perikata orang perancis.. Oui monsieur Price never lies
banner
Mamba
19 Feb 2008 14:57    #5

Letjen

Nice Post bos ...
f 16 maupun Sukhoi emang perlu, tp agak banyaklah Sukhoi untuk indonesia karena pas banget untuk negara kepulauan Top Top
banner
9_naga
19 Feb 2008 15:17    #6

Pelda

Komposisi idealnya TNI AU Kita :

F-16 Sebagai interceptor dan patroli
Sukhoi 27 dan 30 untuk Multi role Combat
A-10 Thunderbolt untuk Anti Gerilya
AB-6 Prowler untuk electronic warfare
P-10 Orion untuk patroli maritim
Plus Sea King dan Heli Heli anti submarine Warfare untuk counter Malaysia
Modified N-250 untuk anti electonic warfare dan AWACS
Hercules untuk angkut ringan
C-5 Galaxy untuk angkut berat, tapi butuh landasan khusus

Plus stinger yang banyak Big Grin Big Grin Big Grin murah meriah mobile
banner
DAMEX
19 Feb 2008 16:04    #7

Letkol

wah bung naga sudah siap-siap nih menghadapi malingsia... Big Grin Big Grin
banner
cruzz
19 Feb 2008 16:18    #8

Serma

Top Top
Tapi sebenarnya kekuatan tempur utama TNI ada pada Pasukan Daratnya, baik itu Infanteri, kavaleri, marinir, paskhas, dll
Soalnya personal TNI terbiasa dengan teknologi yang cukup "tradisional", maklum semua Hitech berbiaya sangat tinggi.
Kemampuan personal tidak kalah dengan prajurit negara maju sekalipun.

Jadi kalo persenjataan Hitech dilengkapi.. Pasti negara-negara tetangga gak akan memandang remeh lagi..
Smile Smile

Minta gambar Sukhoi dong.. Grin
signature
_____________
[i]Gak usah ngotot.. gak perlu pake otot.. apalagi melotot..
Mending pake otak.. walaupun maju cuma sejengkal.. tapi masuk di akal..[/i]
banner
9_naga
19 Feb 2008 16:44    #9

Pelda

[Image: su2701ks3.jpg]


[Image: su2706ls1.jpg]
banner
9_naga
19 Feb 2008 16:47    #10

Pelda

[Image: su2709tg4.jpg]
[Image: su2709tg4.0169282010.jpg]

[Image: su272nj5.jpg]
[Image: su272nj5.35647fec98.jpg]
banner
Kojek
19 Feb 2008 16:51    #11

Tukang Sapu

9_naga Wrote:
Kojek Wrote:Mantab boss...

Gimana dengan produk euro?
Kayak nya juga punya produk serupa F 16 deh
Tapi harganya lebih murah dan nggak pake embargo2an
Untuk Eropa memang dari sisi harga masih agak mahal ndan , tapi teknologinya juga mutakhir. Apalagi konsorsium Eurofighter gabungan dari beberapa negara.

nah masalah harga eropa yang dirasa tinggi inilah termasuk perancis. yang jadi pertimbangan pemerintah. Sebelumnya kan kita hampir membeli pesawat Mirage sebelum akhirnya beli F-16 dengan segala kemudahan dari Amerika .

Eropa juga sering mengembargo lo ndan, Hawk 100 dan 200 milik kita juga dilarang oleh pemerintah inggris saat dipake untuk operasi di area Aceh

Tapi sebagaimana perikata orang perancis.. Oui monsieur Price never lies
Bukan yang itu, ndan...
Kalo nggak salah jet ringannya scandinavia juga bagus deh...
Aduh lupa namanya nih...

Itu nggak pake embargo-embargoan tuh...
Bisa dibantu, ndan...namanya???
signature
[b]Sabar, Ikhlas, Legowo dan Bersyukur adalah kunci hidup penuh rahmah.......[/b]
banner
9_naga
19 Feb 2008 16:57    #12

Pelda

Angkatan Udara pada dasarnya merupakan yang paling muda dari kekuatan militer di dunia. Angkatan tertua adalah angkatan darat dari jaman pra sejarah , di ikuti oleh angkatan laut.

Akan tetapi dalam doktrin militer sekarang ini, sulit beroperasi bila tidak di imbangi oleh ketiga matra ini .

Bukti nyata adalah kedahsyatan angkatan darat jerman, dan angkatan laut jepang berhasil di pukul bahkan di patahkan bahasa halus dari pembantaian oleh kekuatan angkatan udara.

Contoh paduan antara angkatan darat, udara dan laut diperagakan oleh amerika dengan konsep kapal induknya. Alat pemukul berupa rudal jelajah, pesawat tempur, bergabung dengan doktrin angkatan laut, dan pasukan marinir sebagai elemen serang darat yang didaratkan dari laut.

Oleh karena itu, air Superiority akan sangat menentukan dalam peperangan akan tetapi queen of Battle tetaplah pasukan infantri. Tanpa pendudukan dari pasukan infantry ataupun mechanized infantry ( Infantry yang di gabung dengan Ranpur angkut seperti BMP-2, stryker, heli kopter dsb) maka kemenangan dalam perang belumlah bisa di deklarasikan.

Perang irak adalah contohnya ndan. Untuk angkatan darat iraq sempat menduduki posisi ke empat karena jumlah tank tempurnya dan kekuatan artilerinya yang dahsyat.

Akan tetapi semua kekuatan itu dapat di lumpuhkan dalam beberapa minggu dengan mengandalkan kekuatan udara. Bayangkan bila darat berhadapan dengan darat. Irak iran berperang selama 10 tahun dan diakhiri dengan kemenangan irak secara de facto terhadap tetangganya iran. Ini pola peperangan yang didominasi tank dan duel artileri serta senjata kimia.

Sementara perang irak dan sekutu memberikan model perang kekuatan darat melawan kekuatan udara sekutu yang ditutup dengan serangan infanteri.

Akan tetapi kemenangan udara belumlah menjadikan 'Flawless Victory' . Serangan gerilya dan bom bunuh diri serta urban warfare yang menjadi tren peperangan masa kini memaksa para petinggi militer untuk kembali memikirkan doktrin perang non konvensional.

demikian selintas infonya ndan ..
banner
9_naga
19 Feb 2008 17:02    #13

Pelda

Kojek Wrote:
9_naga Wrote:
Kojek Wrote:Mantab boss...

Gimana dengan produk euro?
Kayak nya juga punya produk serupa F 16 deh
Tapi harganya lebih murah dan nggak pake embargo2an
Untuk Eropa memang dari sisi harga masih agak mahal ndan , tapi teknologinya juga mutakhir. Apalagi konsorsium Eurofighter gabungan dari beberapa negara.

nah masalah harga eropa yang dirasa tinggi inilah termasuk perancis. yang jadi pertimbangan pemerintah. Sebelumnya kan kita hampir membeli pesawat Mirage sebelum akhirnya beli F-16 dengan segala kemudahan dari Amerika .

Eropa juga sering mengembargo lo ndan, Hawk 100 dan 200 milik kita juga dilarang oleh pemerintah inggris saat dipake untuk operasi di area Aceh

Tapi sebagaimana perikata orang perancis.. Oui monsieur Price never lies
Bukan yang itu, ndan...
Kalo nggak salah jet ringannya scandinavia juga bagus deh...
Aduh lupa namanya nih...

Itu nggak pake embargo-embargoan tuh...
Bisa dibantu, ndan...namanya???
yang ane tau sih yang rada canggih termasuk generasi penempur ke tiga eropa dari swedia itu Grippen namanya ndan ..

kalo scandinavia ane inget inget kalo ga salah Jet pemburu Strador tapi agak ragu sama perancis
banner
Kojek
19 Feb 2008 18:34    #14

Tukang Sapu

Grippen ....
Ah ini dia, kecil, cukup powerful, mach 1.3...
Sayang gak terlalu dijual bebas
signature
[b]Sabar, Ikhlas, Legowo dan Bersyukur adalah kunci hidup penuh rahmah.......[/b]
banner
tgondes
20 Feb 2008 09:34    #15

Kapten

Kojek Wrote:Grippen ....
Ah ini dia, kecil, cukup powerful, mach 1.3...
Sayang gak terlalu dijual bebas
bisa dibeli bos yg penting kita kudu tau dulu syarat2nya apa ada syarat2 sperti kalo beli pessawat inggris (Hawk) & Amrik (F-16) yg mengsyaratkan bahwa pesawat digunakan tidak boleh utk melanggar HAM makanya waktu TNI menggelar operasi pemulihan keamanan diAceh pesawat2 & tank2 dari 2 negara itu tidak bisa dipake dan kita juga kena embargo sukucadangnya, beda kalo beli Alutsista/senjata dari Rusia, mereka tidak mensyaratkan apapun sehingga senjata2 yg kita beli bebas dipake.
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014