Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 216 Vote(s) - 2.95 Average
Tools    New reply


15 Feb 2008 00:51
Blue Bell
Mayor
Posts 1.664
Reputation: 22
Awards:

ini gua mo share tuk renungan harian

15 Feb 2008 00:52
Blue Bell
Mayor
Posts 1.664
Reputation: 22
Awards:

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!
Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus

Galatia 6:2


Bacaan: Galatia 6:1-5
Setahun: Bilangan 19-21

Roger sadar dirinya menderita penyakit Alzheimer dan ingatannya bakal hilang. Ia takut kelak tak bisa mengenali istri dan anaknya lagi sehingga ia menulis di catatan hariannya demikian: “Sayang, akan tiba harinya aku lupa segalanya. Tidak mengenalimu dan anak-anak, meski kalian di dekatku. Saat itu terjadi, maafkan aku! Ingatlah, aku sangat mengasihimu.” Esoknya, sang istri membaca tulisan suaminya sambil menangis. Ia menulis di bawahnya: “Sayang, jika semua itu terjadi, aku akan tetap merawatmu. Engkau telah melamarku dan setia di sampingku puluhan tahun. Aku mengasihimu bukan karena engkau mengingatku, tetapi karena aku mengingatmu.”

Betapa indahnya pasangan yang saling memberi dorongan semangat. Dengan kata-kata penuh kasih, mereka “bertolong-tolongan menanggung beban” (Galatia 6:2). Sayangnya, banyak orang lebih suka meluncurkan kritik yang melumpuhkan. Padahal menurut Paulus, sekalipun kekasih kita melakukan pelanggaran, kita tak perlu melukainya dengan kata-kata kasar. Ia perlu dipimpin kembali “dalam roh lemah lembut” (ayat 1). Mengapa? Karena dengan bertindak kasar, kita menempatkan diri seolah-olah lebih baik, lebih berarti. Kita jatuh dalam kesombongan. Kritik pedas itu pun menghancurkan! Hanya kata-kata penuh kasih yang bisa memulihkan.

Orang-orang di sekitar kita sangat memerlukan kata-kata pendorong semangat. Sudahkah kita memberikannya? Apakah yang memenuhi mulut kita; pujian atau makian? Kata-kata penuh kasih atau kritik? Mari kita gunakan lidah kita untuk menguatkan seseorang hari ini —JTI


Jika anda ingin diingat orang
belajarlah mengingat kebaikannya



Galatia 6:1-5

6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

15 Feb 2008 00:58
maylo01
Kolonel
*
Posts 4.024
Reputation: 60
Awards:

Wah merambah ke GFT oke ndin
Top Top Top Top






signature
Firmissima est inter pares amicitia......

(dalam kebersamaan, persahabatan menjadi pengikat yang kokoh) Top

15 Feb 2008 01:07
Blue Bell
Mayor
Posts 1.664
Reputation: 22
Awards:

hehehe... biasa koq.. kan gua juga ada blog... yg isinya renungan...
n dulu krn di fbi blm ada forum kristen jadi ga berani post....
krn skrg uda ada..
makanya gua post... (kalo gua ga dinas keluar kota, g akan update terus)

15 Feb 2008 01:13
maylo01
Kolonel
*
Posts 4.024
Reputation: 60
Awards:

Blue Bell Wrote:hehehe... biasa koq.. kan gua juga ada blog... yg isinya renungan...
n dulu krn di fbi blm ada forum kristen jadi ga berani post....
krn skrg uda ada..
makanya gua post... (kalo gua ga dinas keluar kota, g akan update terus)
ok ndin. aku tunggu updatenya. Top Top
Thanks






signature
Firmissima est inter pares amicitia......

(dalam kebersamaan, persahabatan menjadi pengikat yang kokoh) Top

16 Feb 2008 10:14
Blue Bell
Mayor
Posts 1.664
Reputation: 22
Awards:

Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah,
sia-sialah usaha orang yang membangunnya

Mazmur 127:1


Bacaan: Mazmur 128
Setahun: Bilangan 22-24

Pada hari ulang tahun pernikahan, saya dan suami mencoba melihat kembali hari-hari yang telah berlalu. Dalam ingatan kami, ada banyak gelombang hidup yang telah menghantam bahtera rumah tangga kami. Kelahiran anak-anak yang melipatgandakan kebutuhan dan mendatangkan stres, masalah kesehatan yang bergantian menyerang saya dan suami, juga perubahan karier yang mengguncang keuangan. Setiap beban rasanya menambah berat langkah kami dalam menjalani hidup ini.

Namun, pada hari itu juga kami bersyukur karena kami telah melihat tangan Allah bekerja dan memberi kami kemenangan. Ya, bukan oleh kekuatan kami, tetapi karena sejak awal kami telah mengundang Dia memimpin keluarga kami. Bila Yesus menjadi Sang Nakhoda, kami tahu Dia patut dipercayai, dan Dia pasti sanggup memelihara kami.

Hari ini kita membaca pengamatan sang pemazmur bahwa keluarga orang yang takut akan Tuhan akan diberkati. Sang ayah akan diberkati usahanya (Mazmur 128:2). Sang istri akan diberi karunia untuk melahirkan anak-anak, sehingga memenuhkan kebahagiaan dalam rumah tangga (ayat 3). Bahkan selanjutnya dikatakan bahwa mereka juga akan diberi kesempatan untuk mengecap kebahagiaan memiliki cucu-cucu (ayat 6).

Dewasa ini banyak media mengungkap rahasia membangun keluarga bahagia. Namun, sesungguhnya yang terbaik telah dibeberkan oleh firman Allah sendiri. Bila Dia menjadi Nakhoda bahtera rumah tangga kita, maka tak ada badai yang tak dapat Dia redakan —AW

BAHTERA RUMAH TANGGA AKAN MENCAPAI TUJUAN
BILA YESUS DIUNDANG UNTUK MENJADI NAKHODANYA



Mazmur 128

128:1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
128:2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
128:3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
128:4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
128:5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
128:6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

16 Feb 2008 13:23
justin timberlake
Penjaja Cinta
Posts 5.307
Reputation: 236
Awards:
FBI FansFacebook NetworkPembayar PajakMember Telah Dewasa

keep your Top work






signature
[b]Mazmur 118:8 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.[/b]

17 Feb 2008 00:17
Blue Bell
Mayor
Posts 1.664
Reputation: 22
Awards:

Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah
Kejadian 6:9

Bacaan: Kejadian 6:9-22
Setahun: Bilangan 28-30

Delapan tahun menjadi pembina remaja di gereja, memberi saya banyak pelajaran berharga. Khususnya saat mendampingi anak-anak yang terlibat narkoba. Ketika ditanya alasan mereka mengonsumsi narkoba, hampir setiap anak menjawab bahwa mereka ingin menyenangkan teman-teman di kelompok mereka. Mereka merasa tidak enak hati bila tidak ikut serta dalam aktivitas kelompok.

Memang, mereka tidak begitu saja terjerumus narkoba. Namun, pergaulan yang terus-menerus telah memengaruhi pikiran dan pendirian mereka. Akhirnya, walaupun dilarang, mereka tetap terlibat dalam pemakaian obat-obat berbahaya tersebut.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3), akibat dosa sungguh nyata terasa. Pembunuhan Habel terjadi. Kejahatan terus meningkat. Bahkan kekudusan Allah tidak lagi dihiraukan. Kacau balau, mungkin begitulah gambaran manusia yang hidup pada zaman itu. Sampai-sampai Alkitab mencatat: “Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya” (Kejadian 6:6).

Dalam kondisi kacau itu, Nuh tetap didapati tidak bercacat cela di antara orang-orang sezamannya. Nuh, tidak terpengaruh oleh lingkungannya yang tidak menghormati Allah. Nuh, tidak sama dengan bunglon yang cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana ia berada. Bagaimana bisa demikian? Sebab Nuh hidup bergaul dengan Allah (Kejadian 6:9). Ia selalu dekat dengan Allah, sehingga pengaruh Allah dalam hidupnya lebih kuat dibanding pengaruh orang-orang di sekitarnya. Semoga kunci ini kita miliki bersama sejak saat ini —MZ

DENGAN SIAPA KITA BERGAUL SETIAP HARI
AKAN SANGAT MEMENGARUHI CARA KITA HIDUP DAN BERPIKIR


Kejadian 6:9-22
6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
6:10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
6:11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
6:14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.
6:15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.
6:17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.
6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.
6:19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
6:20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.
6:21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka."
6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

18 Feb 2008 01:49
Blue Bell
Mayor
Posts 1.664
Reputation: 22
Awards:

Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah
Kejadian 6:9

Bacaan: Kejadian 6:9-22
Setahun: Bilangan 28-30

Delapan tahun menjadi pembina remaja di gereja, memberi saya banyak pelajaran berharga. Khususnya saat mendampingi anak-anak yang terlibat narkoba. Ketika ditanya alasan mereka mengonsumsi narkoba, hampir setiap anak menjawab bahwa mereka ingin menyenangkan teman-teman di kelompok mereka. Mereka merasa tidak enak hati bila tidak ikut serta dalam aktivitas kelompok.

Memang, mereka tidak begitu saja terjerumus narkoba. Namun, pergaulan yang terus-menerus telah memengaruhi pikiran dan pendirian mereka. Akhirnya, walaupun dilarang, mereka tetap terlibat dalam pemakaian obat-obat berbahaya tersebut.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3), akibat dosa sungguh nyata terasa. Pembunuhan Habel terjadi. Kejahatan terus meningkat. Bahkan kekudusan Allah tidak lagi dihiraukan. Kacau balau, mungkin begitulah gambaran manusia yang hidup pada zaman itu. Sampai-sampai Alkitab mencatat: “Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya” (Kejadian 6:6).

Dalam kondisi kacau itu, Nuh tetap didapati tidak bercacat cela di antara orang-orang sezamannya. Nuh, tidak terpengaruh oleh lingkungannya yang tidak menghormati Allah. Nuh, tidak sama dengan bunglon yang cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana ia berada. Bagaimana bisa demikian? Sebab Nuh hidup bergaul dengan Allah (Kejadian 6:9). Ia selalu dekat dengan Allah, sehingga pengaruh Allah dalam hidupnya lebih kuat dibanding pengaruh orang-orang di sekitarnya. Semoga kunci ini kita miliki bersama sejak saat ini —MZ

DENGAN SIAPA KITA BERGAUL SETIAP HARI
AKAN SANGAT MEMENGARUHI CARA KITA HIDUP DAN BERPIKIR


Kejadian 6:9-22
6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
6:10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
6:11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
6:14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.
6:15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.
6:17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.
6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.
6:19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
6:20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.
6:21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka."
6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

19 Feb 2008 06:52
Blue Bell
Mayor
Posts 1.664
Reputation: 22
Awards:

“Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot ...”
1 Raja-raja 21:7


Bacaan: 1 Raja-raja 21:1-10
Setahun: Bilangan 31-33

Seorang pria dipenjara karena kredit macet. Dulu, ia orang baik-baik. Ia berubah sejak menikah. “Salah kawin,” begitu kata orang. Istrinya yang biasa bergaya hidup mewah dan serakah minta dibuatkan kartu kredit. Sang suami mendukung. Sejak memiliki kartu kredit, istrinya keranjingan menggesek “kartu ajaib”. Kapan pun, di mana pun. Akibatnya, ia berbelanja lebih banyak dari penghasilannya, hingga akhirnya terjerat utang dan dipenjara.

Memang sulit jika orang dikuasai nafsu serakah. Ia merasa apa yang dimiliki masih kurang. Ia mengingini apa yang dimiliki orang lain. Raja Ahab sudah memiliki tanah yang luas di istana, namun masih ingin merampas tanah tetangganya, Nabot. Ketika Nabot tidak bersedia menjual tanahnya, Ahab uring-uringan seperti anak kecil yang merajuk. Itulah ciri orang serakah. Tidak bisa menerima kenyataan, bahwa ia tidak bisa memiliki segalanya. Belum puas jika belum mendapatkan apa yang diinginkan. Sayangnya, Izebel—sang istri—malah memberi dukungan yang salah. Ia merancang intrik untuk merebut tanah Nabot demi suaminya. Akibatnya, Tuhan memberikan hukuman yang berat (ayat 21-24). Tuhan menyalahkan Ahab karena mau menerima dukungan yang salah!

Berhati-hatilah ketika menerima dukungan orang lain! Jangan sampai kita menerima dukungan yang salah, yang menghanyutkan kita ke dalam dosa. Sebaliknya, berterimakasihlah kepada orang yang berani menegur saat kita berbuat dosa, yang berani menentang saat jalan kita serong. Kerap kali Allah memakai mereka untuk membawa kita kembali ke jalan-Nya —JTI

Seorang kawan memukul dengan maksud baik ...
seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah (Amsal 27:6)


1 Raja-raja 21:1-10
21:1 Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria.
21:2 Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang."
21:3 Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!"
21:4 Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan.
21:5 Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: "Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?"
21:6 Lalu jawabnya kepadanya: "Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu."
21:7 Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu."
21:8 Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot.
21:9 Dalam surat itu ditulisnya demikian: "Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat.
21:10 Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati."

20 Feb 2008 00:06
Blue Bell
Mayor
Posts 1.664
Reputation: 22
Awards:

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera
Yeremia 29:11

Bacaan: Yeremia 29:10-14
Setahun: Bilangan 34-36

Nathaniel Hawthorne sangat kecewa. Ia baru saja menerima kabar pergantian jabatan di kantor Bea Cukai Boston, Massachusetts, tempatnya bekerja. Ternyata, ia diberhentikan. Berita buruk itu seakan-akan menggelegar di telinganya. Dunia seolah-olah sudah kiamat. Ia berjalan pulang dengan perasaan bingung dan gundah. Di pelupuk matanya terbayang wajah duka istrinya. Hawthorne semakin gelisah. Hari itu sungguh menjadi hari yang panjang baginya.

Setibanya di rumah, ia menceritakan perihal pemecatannya kepada istrinya. Sang istri dengan tatapan prihatin memeluknya, mengambil sebuah pena dan tinta, lalu meletakkan keduanya di meja dekat perapian. “Tidak usah bersedih,” katanya. “Kau punya banyak waktu sekarang. Kau bisa mulai menulis.” Empat tahun setelah kejadian memilukan itu Hawthorne menghasilkan sebuah novel yang membuat namanya terkenal di seluruh dunia: The Scarlet Letter.

Kegagalan di satu bidang kerap menjadi pembuka jalan bagi keberhasilan di bidang lain. Kuncinya adalah: tidak putus asa, terus berusaha, dan terutama tetap berpaut pada Tuhan, Sang Sumber Hidup. Jika Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi, tentu ada maksud baik di balik hal itu.

Itulah janji Tuhan kepada umat-Nya dalam bacaan Alkitab hari ini. Di tengah penderitaan dan kegalauan akan gelapnya masa depan umat, Tuhan membawa berita pengharapan melalui Nabi Yeremia. Itu jugalah janji Tuhan kepada kita saat duka menerjang. Hanya, maukah kita percaya dan tetap menaruh pengharapan kepada-Nya? —AYA

Terkadang Tuhan menutup pintu yang satu
untuk membuka pintu yang lain


Yeremia 29:10-14
29:10 Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.
29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
29:12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;
29:13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,
29:14 Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. --

21 Feb 2008 00:19
Blue Bell
Mayor
Posts 1.664
Reputation: 22
Awards:

Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu
Kejadian 39:2

Bacaan: Kejadian 39:1-23
Setahun: Ulangan 1-3

Naluri alamiah setiap manusia adalah ingin berhasil dalam hidupnya. Karena itu, segala upaya dikerahkan agar keberhasilan itu dapat diraih. Ada yang mengusahakannya dengan bekerja keras, tetapi ada juga yang memilih cara tidak masuk akal. Misalnya saja seperti yang dilakukan para penipu ulung yang konon memiliki kemampuan menggandakan uang. Namun sayang, jalan pintas menuju keberhasilan kerap kali justru menjerumuskan. Lalu, di manakah kita dapat menemukan kunci keberhasilan hidup?

Sesungguhnya, Alkitab juga memuat bahasan tentang bagaimana seseorang bisa mencapai sukses. Mari kita selami lagi perjalanan hidup Yusuf. Bagaimana mungkin seseorang yang sepertinya tidak memiliki modal sukses, bisa meraih kesuksesan yang spektakuler? Siapakah Yusuf? Yusuf hanyalah seorang muda yang ditolak oleh saudara-saudaranya. Seorang anak yang dianggap sebagai pembual oleh saudara-saudaranya, bahkan oleh ayahnya sendiri. Seseorang yang tidak pernah menempuh pendidikan manajerial, tetapi akhirnya mampu menjadi manajer yang baik bagi negara Mesir. Mengapa demikian?

Satu-satunya kunci yang dimiliki Yusuf adalah penyertaan Tuhan. Dalam menjalani naik turunnya hidup, Yusuf selalu berusaha menghormati dan mengutamakan Allah. Dan ia pun membuktikan ayat Amsal 3:6 yang berkata: “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”. Allah hadir dalam segala keterbatasan Yusuf dan membuatnya berhasil. Demikianlah Allah juga akan hadir dalam segala keterbatasan kita dan membuat kita berhasil, asal kita mau hidup berpaut kepada-Nya —MZ

YUSUF TAK MEMERCAYAKAN MASA DEPAN PADA DIRINYA SENDIRI
NAMUN PADA ALLAH YANG TAK HENTI MENYERTAINYA


Kejadian 39:1-23
39:1. Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ.
39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.
39:3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
39:4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
39:5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.
39:6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

39:7. Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."
39:8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,
39:9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"
39:10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.
39:11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah.
39:12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.

39:13. Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,
39:14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.
39:15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
39:16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang.
39:17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku.
39:18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."

39:19. Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya.
39:20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
39:21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
39:22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
39:23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

22 Feb 2008 00:22
Blue Bell
Mayor
Posts 1.664
Reputation: 22
Awards:

... supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara ... dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi
Kejadian 1:26

Bacaan: Kejadian 1:26-31
Setahun: Ulangan 4-5

Pertemuan dengan Bang Salim di penangkaran penyu sisik di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, membuat saya termenung. Sosoknya sederhana dan jauh dari gelegar retorika. Ia menceritakan bagaimana telur penyu sisik diambil dari Pulau Peteloran, dilindungi dari hama, ditunggu sampai menetas semi alamiah, dihindarkan dari predator, sampai akhirnya tukik (bayi penyu sisik) dilepaskan ke laut bebas.

Namun, sorot mata yang tajam tak dapat menyembunyikan komitmennya yang teguh. Selama lebih dari 19 tahun, ia berhasil melepas 6.000 tukik per tahun. Tak hanya itu. Ia juga melestarikan hutan bakau (mangrove) seluas 39,5 ha di Kepulauan Seribu. Bertahun-tahun, seorang diri dan dengan biaya sendiri, ia melakukan penjagaan pulau konservasi dan taman laut seluas 2.475 ha dengan perahu sederhananya. Tak salah jika akhirnya pemerintah menganugerahkan penghargaan Kalpataru 2006 kepadanya.

Manusia diciptakan dengan keistimewaan: serupa dan segambar dengan Sang Pencipta (ayat 26). Keistimewaan ini diikuti oleh tanggung jawab yang sangat besar dan mulia, yaitu menjaga dan memelihara alam ciptaan-Nya (ayat 26-28). Tanpa banyak bekal teori, Bang Salim telah mewujudkan ketaatan yang konkret atas ayat ini.

Selain bersyukur akan kekayaan tanah air, kita juga perlu sadar akan tanggung jawab kita. Mari kita cintai negeri ini dengan memelihara dan menjaga kelestarian alam sekitar kita, sejauh yang kita mampu. Tuhan sudah memberi kita sangat banyak. Mari kita rawat dan jagai semuanya sebagai wujud ketaatan kita kepada-Nya —WP

Sang Pencipta telah menganugerahkan alam indah permai
dengan penuh bakti, mari pelihara bumi kita ini!


Kejadian 1:26-31
1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.
1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

23 Feb 2008 03:59
Blue Bell
Mayor
Posts 1.664
Reputation: 22
Awards:

Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang ... membual dan menyombongkan diri ... menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orangtua dan tidak tahu berterima kasih, tidak memedulikan agama
2 Timotius 3:2

Bacaan
: 2 Timotius 3:1-9
Setahun: Ulangan 6-8

Sibuk adalah kata yang akrab menemani perjaanan hidup manusia di abad ini. Banyak orang terjebak dalam kesibukan yang menggunung. Pekerjaan kantor yang terus menumpuk dan tanggung jawab yang semakin besar menjadi dalih pembenaran.

Di banyak tempat, hampir setiap hari orang “berkelahi” dengan waktu. Akibatnya, orang tidak lagi memiliki waktu untuk diri sendiri, keluarga, apalagi untuk Tuhan. Waktunya telah habis dalam perjalanan. Konsekuensinya, dalam keluarga pun anak memberontak kepada orangtua yang sudah sekian lama kurang memerhatikan mereka.

Sibuk menjadi kata yang semakin populer di tengah masyarakat. Dalam aksara Cina, kata “sibuk” berarti “kematian hati” atau “hati yang mati”. Ya, kesibukan cenderung membuat orang “mati rasa”. Ia mencuri dan merampas hal yang berharga dalam hidup kita, yakni kepekaan. Orang yang sibuk bisa kehilangan kepekaan terhadap Tuhan dan sesama. Lebih parah lagi, orang yang sibuk lama-kelamaan bisa menjadi egois—tidak lagi peduli pada manusia di luar dirinya.

Rasul Paulus mengingatkan anak didiknya, Timotius yang masih muda. Paulus membukakan tentang kondisi manusia akhir zaman kepada Timotius. Kondisi di mana manusia akan “mencintai dirinya sendiri [egois], menjadi hamba uang, membual, menyombongkan diri, menjadi pemfitnah, berontak terhadap orangtua, tidak tahu berterima kasih, dan tidak memedulikan agama” (2 Timotius 3:2). Sebagai anak Tuhan, mari kita latih kepekaan rohani dalam mencermati tanda zaman, agar tidak terjebak dalam kematian hati —MZ

BERHATI-HATILAH SAAT KITA MULAI MENGKLAIM DIRI SIBUK
DALAM KESIBUKAN-NYA, YESUS MASIH BISA BERDOA


2 Timotius 3:1-9
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
3:6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,
3:7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.
3:8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.
3:9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.

24 Feb 2008 00:16
Blue Bell
Mayor
Posts 1.664
Reputation: 22
Awards:

Tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu;
maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan …

Keluaran 20:10


Bacaan:
Keluaran 20:8-11
Setahun: Ulangan 9-11

Seorang gadis menelepon temannya, karena mobil yang dikendarainya mogok. Tak lama kemudian, teman yang diteleponnya itu datang. “Mungkin kamu kehabisan bensin,” ujarnya. “Tidak mungkin,” kata si gadis, “aku baru saja mengisi bensin. Tadinya mobil ini berjalan lancar. Namun saat menuruni bukit, ia tersendat-sendat. Lalu terdengar bunyi keras, dan mesinnya mati.” Lalu temannya bertanya, “Kapan terakhir kali kamu mengganti oli?” Gadis itu tampak bingung. “Ganti oli? Apa maksudmu?” Rupanya, sejak membeli mobil itu dua tahun lalu, oli mobilnya tak pernah diganti. Ia bahkan tidak tahu bahwa itu perlu!

Mesin mobil yang terus bekerja tanpa diberi pelumas, lama-lama pasti rusak. Begitu pula manusia yang terus bekerja tanpa rekreasi dan istirahat, tak bisa hidup sehat. Itu sebabnya Allah menciptakan Sabat, hari untuk beristirahat. Kita perlu menyediakan satu hari seminggu untuk berhenti bekerja. Jika memiliki karyawan, mereka pun perlu kita beri kesempatan beristirahat. Beristirahat bukan berarti pasif, diam seharian. Tidak! Istirahat yang dimaksud adalah rekreasi. Kata ‘rekreasi’ (re-creation) menunjukkan saat di mana diri kita dicipta ulang, diperbarui dan disegarkan, sehingga siap lagi menghadapi tugas seminggu ke depan dengan semangat baru. Rekreasi terjadi saat jiwa kita diperbarui oleh Tuhan dalam ibadah, juga saat kita mengakrabkan diri dengan sesama di hari Sabat. Itu sebabnya setiap minggu kita perlu beribadah di gereja.

Jika akhir-akhir ini Anda mengalami kejenuhan, izinkan saya bertanya, “Kapan terakhir kali Anda benar-benar merayakan Sabat?” —JTI

Orang rajin tahu kapan harus mulai
Orang bijak tahu kapan harus berhenti


Keluaran 20:8-11
20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram