Try: m.forumbebas.com for faster access! Upgrade your Group for Premium Access!
Internet Anda Lambat? Akseslah Forum Bebas Indonesia dari sini


Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 20 Votes - 2.55 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
arlnov

Mayjen

Reputation: 169

FBI Fans

Offline
16 Feb 2012 19:20  (This post was last modified: 16 Feb 2012 19:22 by arlnov.)    #1

       
Forumbebas, Habib muda yang sedang naik daun diadukan mencabuli puluhan jamaah pria remaja, dengan dalih doktrin ketaatan pada wali. Korban terindikasi kecanduan dan dikhawatirkan mengalami penyimpangan orientasi seksual. ***

Sepucuk surat panggilan dilayangkan pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Surat yang diteken Ketua KPAI, Maria Ulfah Anshor, tertanggal 13 Februari 2012, itu ditujukan kepada Habib Hasan bin Ja'far Assegaf, beralamat di Jalan K.M. Kahfi, Gang Manggis, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dijadwalkan, pihak terpanggil diperiksa Wakil Ketua KPAI, Asrorun Ni'am Sholeh, pada Jumat besok pukul 14.00 WIB. Pemanggilan Hasan oleh KPAI itu terkait statusnya sebagai terlapor atas pengaduan yang cukup serius untuk seorang tokoh agama: "kekerasan psikis dan kekerasan seksual". Sebelumnya, pada 16 Desember, Hasan dilaporkan ke polisi atas tuduhan telah melakukan pencabulan. Namun, hingga pertengahan Februari, polisi belum juga memanggil dan memeriksa terlapor. Aparat penegak hukum itu kalah sigap ketimbang KPAI, yang langsung melayangkan pemanggilan setelah menerima pengaduan pada Selasa, 7 Februari.

Meski berusia muda, 38 tahun, dan namanya belum lama mencuat, Hasan Assegaf bukan sosok sembarangan. Ia ikon kunci Nurul Musthofa (NM), majelis taklim yang 10 tahun terakhir naik daun, menjadi magnet baru bagi puluhan ribu anak muda Jakarta dan sekitarnya.

NM masuk dua terbesar majelis taklim di Jakarta, selain Majelis Rasulullah pimpinan Habib Mundzir Al-Musawa. "Ciri khas Nurul Musthofa suka menggelar pengajian sambil menutup jalan raya," kata Usman Arai, salah satu perintis NM yang telah keluar tiga tahun silam. Itulah sebabnya, NM kerap menuai sorotan. Pengaduan pelecehan seksual ini menambah panas sorotan terhadap majelis pencinta habaib itu.

Korban yang mengadu adalah murid-murid lingkaran dekat sang habib. Sebagian malah kerabat sejumlah orang yang berperan penting dalam merintis pengembangan majelis itu. Empat di antaranya tercatat putra keluarga habaib. "Saya merasa sakit dan diinjak-injak. Rasanya muka saya seperti ditempeleng dengan kotoran sapi," kata Hasyim Assegaf, 48 tahun, seorang perintis NM, yang sepupu dan keponakannya jadi korban pencabulan.

Terbongkarnya skandal Hasan itu terpicu somasi yang dilayangkan Hasan kepada delapan orang, November 2011. Seorang pengusaha pencinta habib, sebut saja Edo, yang ditemui Gatra di rumah Hasyim Assegaf di Jagakarsa, menjelaskan bahwa masalah ini bermula ketika korban cabulan Hasan mengadu kepada kakak perempuannya. Si kakak mengadukan kepada guru mengajinya, Maryam, di Jagakarsa.

Maryam adalah menantu Haji Atung, sosok yang pada tahun 2000-an sempat menampung Hasan bin Ja'far di rumahnya. Setelah mendapat laporan, Maryam melarang muridnya datang ke NM. Berita ini menyebar ke beberapa pihak. Informasi itulah yang membuat Hasan gerah dan melayangkan somasi.

Dua orang yang turut disomasi adalah Maryam dan Usman Arai, orang yang pertama kali mendatangkan Hasan dari Bogor ke Jakarta. Mereka yang mendapat somasi kemudian sepakat membongkar kasus pelecehan seksual Hasan.

Pihak yang disomasi dan korban pelecehan Hasan sempat menghadap Habib Rizieq Shihab, Ketua Front Pembela Islam (FPI). Rizieq diminta menjadi penengah antara Hasan dan korban. Sebulan setelah menghadap Rizieq dan tidak ada kemajuan berarti, kasus ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya, karena ancaman pada korban dan keluarganya terus meningkat.

Asrori S. Karni, Haris Firdaus, Mukhlison S. Widodo, dan Gandhi Achmad
[Laporan Utama, Gatra Nomor 18/15 Beredar Kamis, 16 Februari 2012]

Sumber GATRA



arlnov

Mayjen

Reputation: 169

FBI Fans

Offline
16 Feb 2012 19:25    #2

LANJUTAN
ForumBebas Majelis taklim Hasan di Jakarta pertama kali bertempat di rumah Haji Atung, Kampung Kandang, Jagakarsa. Promosi kewalian Hasan membuat banyak anak muda tertarik. Beberapa orang kaya terpikat menjadi donatur. Dana itu, antara lain, untuk promosi lewat spanduk, baliho, umbul-umbul, dan website.

Haji Atung termasuk salah satu penyumbang. Donatur utama lainnya, sebut saja Haji Nuril, dari Cilandak. Rumah Hasan yang kini disebut Istana Segaf di Ciganjur berdiri di atas tanah hibah ayah Nuril. Sebelum Istana Segaf jadi, Hasan sering tinggal di rumah Nuril, plus difasilitasi memakai mobil Nuril.

Sialnya, kata Edo, anak Haji Atung dan Haji Nuril juga jadi korban cabulan Hasan. Pada Mei 2009, Hasan dan istrinya menunaikan umrah, dibiayai seorang pengusaha. Dalam rombongan itu ada sang pengusaha, Haji Nuril dan istri, serta anaknya, Harun, bukan nama sebenarnya. Rombongan ini menginap di Hotel Hilton.

Menjelang tengah malam, Hasan minta istrinya membeli jus. Sang istri berangkat bersama Haji Nuril dan istrinya. Saat itulah, Hasan memanggil Harun ke kamar. "Saat pulang, istri Haji Nuril menemukan Harun di kamar Hasan sedang dipangku Hasan," tutur Edo.

Sewaktu kejadian di Mekkah itu, Harun berusia 15 tahun. Sejak usia 12 tahun, Harun sudah dicabuli Hasan. “Pada waktu umur 12, kemaluan Harun belum bisa bangun. Hasan kasih dia minum paksa obat perangsang,” kata Edo. Proses pelecehan seksual itu terus berlangsung sampai tahun lalu. “Dari sekian korban, Harun paling hancur mentalnya,” Edo menambahkan.

Wakil Ketua KPAI, Asrorun Ni'am, mensinyalir, tindakan pelecehan seksual itu membuat korbannya kecanduan. Akibatnya, orientasi seksual korban dikhawatirkan menyimpang. "Takutnya sekarang mereka addict," katanya. Tanpa Hasan, beberapa korban dikabarkan melakukan aksi yang diajarkan Hasan dengan sesama temannya.

Ada pesan BBM antarkorban yang berisi ajakan untuk saling beraksi di kamar mandi. Ni'am berpandangan, para korban harus menjalani rehabilitasi supaya potensi penyimpangan orientasi seksual itu hilang.

Dalam perbincangan keluarga korban dan KPAI berkembang kesan, polisi lamban menangani kasus ini. "Harusnya dua minggu cukup untuk mendalami keterangan saksi. Setelah itu, pelaku bisa dipanggil," ujar sumber di KPAI. Ada dugaan, polisi takut memeriksa Hasan karena banyaknya massa NM. Tapi juru bicara Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, membantah takut.

"Tidak ada rasa takut bagi kami. Anggota kami saja yang bersalah pasti ditangkap. Apalagi ini masyarakat biasa," katanya. Terlapor belum diperiksa, kata Rikwanto, karena penyidik masih ingin mengonfirmasikannya kepada saksi ahli bahasa. "Yang dilaporkan statusnya masih terlapor, belum tersangka," kata Rikwanto kepada Deni Muliya Barus dari Gatra.

Tanggapan pro dan kontra berkembang di Kampung Kandang, Jagakarsa, kawasan yang menjadi basis awal pertumbuhan majelis itu. Perbincangan yang diikuti Gatra di Masjid Al-Akhyar, Kampung Kandang, Senin lalu, memperlihatkan resistensi mereka pada NM. Masjid yang dikelola Haji Atung ini dulu tempat pertama Hasan berdakwah. "Nggak di sini saja, Mas, yang menolak. Warga Jagakarsa, Cilandak, sampai Condet pun pada menolak," kata seorang pengurus masjid.

Di sisi lain, ada dukungan tokoh masyatakat setempat, Murtanih. Penolakan warga, kata Murtanih, hanya suara sebagian. "Adanya Numus (Nurul Musthofa) ini sangat besar manfaatnya dibandingkan dengan mudaratnya," kata Murtanih. Anak muda Kampung Kandang jadi mudah diajak mengaji. "Daripada remaja kelayapan nggak jelas, mending mereka ngaji," tuturnya.

Kepala SD Negeri Lenteng Agung 12 itu juga mendengar selentingan soal skandal seksual Hasan. Tapi ia menyerahkannya pada proses hukum, takut jadi fitnah. Ia menjadi jamaah Hasan sejak 1998. "Saya tahu kepribadiannya. Dia orang baik dan santun. Kalau dia sampai melakukan seperti itu, tidak mungkinlah. Buktinya, jamaahnya terus berkembang," katanya.

Empat anak Murtanih juga jamaah NM. Murtanih memang sering mengajak keluarga, anak dan istri, ikut pengajian NM. Ia merasa, anak-anaknya tambah pintar mengaji, juga membaca ratib. "Jadi, tidak benar warga menolak Numus hadir di Kampung Kandang," ia menegaskan.

Gatra menempuh berbagai cara untuk mengonfirmasikan tuduhan itu kepada Hasan bin Ja'far. Gatra meminta waktu wawancara melalui Koordinator NM, Abdulrahman. "Sudah saya sampaikan, tapi Anda tahu sendiri, jadwal habib padat sekali," kata Abdulrahman. Sandy Arifin, yang di beberapa media mengaku sebagai pengacara Hasan, tidak merespons telepon dan SMS Gatra. Surat elektronik melalui Facebook dan e-mail Hasan Assegaf juga tak ditanggapi.

Saat pengajian di makam Habib Kuncung, Kalibata, Sabtu malam lalu, Gatra menyerahkan kartu nama, sekaligus minta wawancara. "Oh ya, dari Gatra," begitu tanggapan Hasan. Senin malam lalu, saat Hasan melakukan pengajian di Kalibata Utara V, Gatra kembali hendak berkonfirmasi.

Usai pengajian, Hasan menuju kendaraannya yang terparkir di sebuah gang sempit. Gatra menjabat tangan Hasan dan menyampaikan konfirmasi. Hasan hanya menjawab, "Oh ya, ya," sembari melenggang masuk Toyota Camry hitam nomor B-1-NM.

Asrori S. Karni, Haris Firdaus, Mukhlison S. Widodo, dan Gandhi Achmad
[Laporan Utama, Gatra Nomor 15/18 Beredar Kamis, 16 Februari 2012]

SUMBER GATRA



arlnov

Mayjen

Reputation: 169

FBI Fans

Offline
16 Feb 2012 19:26    #3

"Kami Disuruh Mijitin"
Gatra berhasil memperoleh testimoni sejumlah korban. Salah satunya, sebut saja Mamat, yang mengaku dicabuli Hasan sejak 2002 sampai 2006, ketika berusia 18-22 tahun.

Modusnya belum separah korban pasca-2006. Saat punya hasrat, Hasan memanggil korban ke kamarnya via SMS, telepon, BlackBerry Messenger (BBM), atau pesan Facebook.

Gatra memperoleh copy perbincangan pesan Facebook Hasan dengan akun "Mengemis Doa Kalian" dengan salah satu muridnya. Ada beberapa istilah dan kode khusus yang dipakai. Misalnya, Hasan mengajak "spg", "dicolein", membawa "vcd beef", minta "ditelen", "yg hot ok", atau "musti lebih hebat mainnya". Pesan lain mengisyaratkan permintaan murid beraksi berdua di depan Hasan.

"Kami disuruh mijitin," kata Mamat saat ditemui Gatra, Kamis pekan lalu, usai mengadu ke KPAI. Setelah memijit kaki, Mamat ditawari untuk dibersihkan hati dan nafsunya. "Saya disuruh nyium bibirnya, nelen ludahnya, dan nyium dadanya," tutur Mamat.

Hasan minta diperlakukan bagaikan pacar Mamat. "Lampiasin semua nafsu ente ke ane kalau ente mau dijaga nafsunya sama ane," kata Hasan, ditirukan Mamat. Hasan mengklaim, tindakan itu dilakukan dalam kapasitas sebagai wali. "Ini hal wali. Ane melakukan ini buat ngeredam nafsu ente supaya nggak liar," tutur Hasan.

Awalnya Mamat percaya. Pada 2006, Mamat melawan. Lantaran diminta mencopot sarung Hasan. Tahun 2007, Mamat keluar dari NM. Ia tak bercerita kepada keluarga. "Saya malu," katanya. Ketika kasus ini meledak pada 2011, Mamat tak bisa lagi menyimpannya. Apalagi, adik kandungnya, sebut saja Andi, 19 tahun, juga jadi santapan Hasan.

Andi dicabuli sejak 2006, ketika berusia 13 tahun. Mamat marah besar. "Saya tidak bisa toleransi lagi. Ini bukan wali. Saya harus menghentikan," ungkapnya, geram. Kepada Andi, Hasan meyakinkan hendak menghilangkan kejahatan dalam tubuhnya. "Daripada nanti kebejatan ente dibuka Allah di Padang Mahsyar, lebih baik dibuka ke ane. Biar ane yang nanggung," kata Hasan.

"Adik saya disuruh cium bibir, nelen ludah, gigit lidah, kemaluannya dipegang-pegangin," ungkap Mamat. Kepada korban lainnya, perilaku Hasan lebih buas. Hasan sampai melakukan sodomi dan oral sex. "Kalau oral, sampai ada gaya 69 segala,"papar Mamat.

Kepada korban, Hasan royal. Mereka diberi uang saku Rp 50.000 sampai Rp 700.000. Ada yang dikasih ponsel. Doktrin kewalian pembungkus aksi cabul itu, kata Mamat, disampaikan secara pribadi, tidak dalam pengajian terbuka.

Perilaku Hasan makin merajalela sejak 2006. "Karena dia mulai punya rumah sendiri," katanya. Sebelum itu, Hasan menumpang tinggal berpindah-pindah pada sejumlah jamaah kaya pencinta habib. Pada 2002, menurut Mamat, aksi cabul Hasan pernah terbongkar. Ada korban yang mengadu kepada keluarganya, tapi diselesaikan secara kekeluargaan. "Hasan ngaku dan taubat," kata Mamat.

Kepada Mamat, Hasan pernah bilang, aksinya berhenti sendiri setelah menikah. Mamat dan keluarga korban percaya dan sepakat meredamnya. Ternyata, setelah Hasan menikah pada 2004, aksinya berlanjut. Korban terbanyak adalah remaja yang sehari-hari tinggal di rumah Hasan di Gang Kahfi, Jagakarsa, untuk membantu operasional NM.

Salah satu korban yang dipaksa melakukan oral sex dan mengonani Hasan adalah Jeki, sebut saja begitu, sepupu Hasyim Assegaf, sosok berada yang pernah memfasilitas berdirinya NM. Gatra menemuinya usai melapor ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Selasa lalu. Aksi cabul Hasan, kata Jeki, untuk mengeluarkan setan dari tubuh korban.

Apakah korban menikmati? "Enggak, kami semua berat. Kami kayak dicuci otak, kalau nggak nurutin, nanti kualat," kata Jeki kepada Taufiqurrohman dari Gatra. Ada keinginan keluar dari jerat Hasan. "Tapi kami tuh kaya terikat. Kami pengen keluar, tapi ada saja ancaman dalam batin. Ntar kami dimusuhin, dibilang durhaka, pokoknya diintimidasi," katanya. "Kami selama ini tertipu mata melihat dia punya murid ribuan, ditambah doktrin-doktrin itu."

Selasa sore, saat di LPSK, Jeki tiba-tiba menerima BBM dari temannya yang masih bergabung di lingkaran Hasan. Sebut saja Isal. Ia menunjukkan gelagat ingin keluar. "Ana tidak bisa lagi bersandiwara atas hal ini. Ini fakta dan bukan hasud," tulis Isal dalam BBM-nya kepada Jeki. Ia berharap, makin banyak temannya di lingkaran Hasan yang mau keluar.

Asrori S. Karni, Haris Firdaus, Mukhlison S. Widodo, dan Gandhi Achmad
[Laporan Utama, Gatra Nomor 15/18 Beredar Kamis, 16 Februari 2012]
SUMBER



arlnov

Mayjen

Reputation: 169

FBI Fans

Offline
16 Feb 2012 19:27    #4

amfunnnn bieb anee jangan dituspan GrinGrin



boynet

Gubernur FBI

Reputation: 476

News Gator
Facebook Network
Pembayar Pajak
Anti Child Porn
Charity
Spam Killer

Away
16 Feb 2012 19:53    #5

WALI MAHO


s-uddin

Kapten

Reputation: 42

Pembayar Pajak
Good Citizen

Offline
16 Feb 2012 19:58    #6

Saya muslim dan saya bangga......! Dari pada komunis yang tidak punya pegangan.


arlnov

Mayjen

Reputation: 169

FBI Fans

Offline
16 Feb 2012 20:06    #7

Ngakak pegangan hidup semua laki2x punyalah biebbb Grin



mastermime

Jendral

Reputation: 646

FBI Fans
Facebook Network
Pahlawan

Offline
16 Feb 2012 20:09    #8

habib mesum.... Tongue

pria punya selera....


uday

Jendral

Reputation: 711

Member Choice
FBI Mania
Blood Donation
Charity
CSR Donatur
Pahlawan

Offline
16 Feb 2012 21:21    #9

"karena penyidik masih ingin mengonfirmasikannya kepada saksi ahli bahasa"
Kok aneh ya Pihak Berwajib, apa maksudnya ahli bahasa itu, apa tersangka punya bahasa lain??, apa nunggu di massa ??
Bongkar- bongkar- bongkar- bongkar......!!!!!!!!



elec

Bukan MOMOD

Reputation: 985

Pembayar Pajak
Anti Child Porn
Facebook Network
Adult Member
FBI Fans
Good Citizen
Charity
Sigi

Offline
16 Feb 2012 21:43    #10

jiaaaahhhh dasar HOMO


gaus2009

Serda

Reputation: -12


Offline
17 Feb 2012 05:22    #11

Maaf, ini spam posting yg otomatis tidak ditampilkan. Hubungi Moderator atau Admin untuk info.

Bantu FORUMBEBAS untuk memberantas spammer yang mengganggu postingan dan suasana diskusi anda
Caranya mudah. Cukup berikan Reputasi Negatif pada member yg beriklan/junk post di sembarang tempat! :)

Contoh Spam:
- menaruh link iklan promosi/referal di postingan (bukan di signature)
- posting iklan bukan di Forum Jual Beli



No signature & attachment displayed for spammer.
z-moxs

Jendral

Reputation: 535

Facebook Network
Adult Member
FBI Fans
Charity
Pahlawan

Offline
17 Feb 2012 07:46    #12

beneran neh?

Pusing


dhiHAM

Letjen

Reputation: 667

Facebook Network
Adult Member
Anti Child Porn
FBI Fans
Good Citizen
FBI Care
Pahlawan
Pembayar Pajak

Offline
17 Feb 2012 08:26    #13

Sad

Turut Prihatin.. kalo emang beneran terjadi


RizalF

KHARF

Reputation: 268

Facebook Network
Anti Child Porn
Pembayar Pajak
Good Citizen
Pahlawan
Spam Killer

Offline
17 Feb 2012 08:37    #14

Harusnya berita ini masuk ke room BBM bukan di CJDW!!!


dyudhi

Lettu

Reputation: 18


Offline
17 Feb 2012 09:44    #15

kalau kaya gini fpi mah diem aje.




Kirim iklan anda disini, Gratis! Hanya member yang aktif diskusi. Info selengkapnya.
Today's 3 Business Update, Lihat Toko dan Bisnis Member Aktif lainnya Hanya 50rb/bulan, thread jualan anda juga bisa tampil disini. Segera hubungi kami
©2010 Smart Personal Business Update [SPBU] by FBI. Anda belum punya situs bisnis, pribadi atau blog? Buat disini