Try: m.forumbebas.com for faster access! Upgrade your Group for Premium Access!
Internet Anda Lambat? Akseslah Forum Bebas Indonesia dari sini


Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 51 Votes - 3.02 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
abahxx

Letda

Reputation: 161

FBI Fans

Offline
3 Jan 2012 09:54    #1

[Image: 0825592620X310.jpg]

KOMPAS.com - Lebih kurang 28 tahun silam, tatkala mendiang Prof Dr Baharuddin Lopa masih menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, panggung hukum Indonesia geger oleh munculnya sosok Lopa yang jujur, antikorupsi, dan nyali bak harimau. Ia tidak kenal warna abu-abu, sebab bagi dia warna itu hanya hitam dan putih. Benar atau salah.
Ia tidak kenal warna abu-abu, sebab bagi dia warna itu hanya hitam dan putih.

Ada banyak cerita tentang kejujuran mantan Jaksa Agung (2001) dan mantan Menteri Kehakiman (2001) ini. Ketika Lebaran menjelang, ia tegaskan kepada anak buahnya untuk tidak menerima parsel Lebaran. Ia menggelar jumpa pers yang di antaranya mengumumkan, seluruh aparat kejaksaan Sulawesi Selatan tidak terima hadiah dalam bentuk apa pun.

Ketika tiba di rumah, ia melihat ada dua parsel di rumahnya. ”Eh, siapa yang kirim parsel ke sini,” ucap Lopa dengan raut masam. Seisi rumah bungkam karena tahu Lopa geram. Lopa kemudian sangat terkejut ketika melihat salah satu parsel tersingkap 10 cm. ”Aduh, siapa yang membuka parsel ini?”

Seorang putrinya maju ke depan dan dengan jujur menyatakan dialah yang buka dan mengambil sebuah cokelat. ”Mohon maaf Ayah,” ujar anak perempuan itu. Lopa menghela napas, ia tidak bisa marah kepada putrinya, tetapi tidak urung ia memperingatkan untuk tidak melakukan hal itu lagi. Pria Mandar ini menyuruh putranya membeli cokelat dengan ukuran dan jenis yang sama. Cokelat itu dimasukkan ke bungkusan parsel dan segera dikembalikan kepada pengirimnya.

Suatu hari ia bercakap-cakap dengan istrinya dan mengajak istrinya menghitung tabungan mereka. ”Oh, uang itu sudah cukup untuk uang muka mobil Toyota Kijang,” ujar Lopa.

Maka datanglah ia ke distributor mobil di Makassar. Ia langsung menemui direktur utama perusahaan itu. Lopa menyampaikan keinginannya membeli mobil dengan uang muka sekian rupiah, sisanya dicicil. Sang dirut menawarkan diskon yang biasa ia berikan kepada kawan-kawannya.

Lopa terkejut ketika tahu besaran diskonnya. Sebab bagi dia, diskon lebih dari 3 persen dari harga barang sudah melampaui batas kepantasan. Saudagar tersebut menyatakan, ”Saya penjual, saya hendak beri berapa persen diskonnya, kan, terserah saya, bukankah itu wilayah saya?”

Lopa tetap menolak dan menyatakan diskon hanya 3 persen. Akhirnya, usahawan itu mengalah dan menerima keinginan Lopa. Belakangan, urusan ini membuat ia kikuk karena setiap bulan Lopa datang sendiri menyetor cicilannya. Dan penyetoran itu jauh sebelum tanggal jatuh tempo. Bukan apa-apa, Lopa adalah temannya, ia kikuk harus menerima cicilan langsung dari teman dekat selama bertahun-tahun. Akan tetapi, ia menghormati Lopa yang memegang teguh prinsip hukum yang ”serba hitam putih” itu.

Cerita tentang Lopa yang jujur menjadi semacam legenda di panggung hukum nasional. Suatu hari, ia hendak menunaikan ibadah haji. Seorang teman sekolahnya sejak SD hingga perguruan tinggi, yang sukses sebagai pengusaha, memberinya 10.000 dollar AS. Lopa terkejut dengan pemberian ini. Pada kesempatan pertama ia datang ke rumah temannya dan mengembalikan uang itu.

Lopa berkata, ”Saya tahu engkau ikhlas, akhlakmu pun terpuji. Saya tahu pula usahamu berjalan di jalur lurus. Namun, maafkan saya, saya tidak bisa menerima uang ini. Kita bersahabat saja, ya.” Pengusaha itu tidak bisa berkata apa-apa kecuali mengusap air matanya karena terharu.

Lopa mengungkapkan, seorang penegak hukum mutlak berintegritas. Ia boleh hidup ekstra sederhana, tetapi itu tidak bisa menjadi alasan menerima apa pun dari siapa pun. ”Banyak di antara masyarakat tidak menyadari, tegaknya hukum menentukan kinerja ekonomi. Sebab, munculnya supremasi hukum akan membuat pelaku bisnis tenang. Kalaupun bisnisnya ”diusik”, para pebisnis itu akan tenang karena ada hukum. Jaksa akan menjalankan tugasnya dengan baik dan hakim akan menjatuhkan vonis yang sesuai hukum dan rasa keadilan.”

Lopa benar. Lihatlah, semua negara yang ekonominya maju, praktik hukumnya pasti baik. Kita masih jauh dari pelaksanaan hukum yang ideal. Hukum masih dipermainkan kekuasaan, mafia peradilan, dan aparat yang tidak jujur.

Betapa kita tidak pening oleh demikian banyak aparat penegak hukum sendiri yang ditahan, diadili, dan kemudian dipenjarakan karena terbukti melawan hukum. Bagaimana pula negeri ini bisa dipercaya para investor dan pelaku ekonomi dalam negeri kalau demikian banyak pejabat negara menjadi terdakwa. Mereka tidak sadar, perbuatannya menahan laju pertumbuhan ekonomi. Mereka tidak paham bahwa tegaknya hukum sama dengan mulusnya perekonomian.

Sederhananya seperti ini. Apakah ada pedagang yang berani memalsukan merek kalau hukum menjadi panglima? Adakah pebisnis yang mengelak membayar pajak? Apakah ada pelaku ekonomi berani memalsukan akta tanah?

S U M B E R



boynet

Gubernur FBI

Reputation: 476

News Gator
Facebook Network
Pembayar Pajak
Anti Child Porn
Charity
Spam Killer

Away
13 Jan 2012 00:13    #2

satu dari sejuta manusia di Indonesia Top


Imam wahyudi

Kopda

Reputation: 3


Offline
16 Jan 2012 14:38    #3

semoga suatu saat Indonesia ada strio paningit seperti beliau....................( P.Lopa )


Kojek

Tukang Sapu

Reputation: 240

Pembayar Pajak
Charity
FBI Mania
Adult Member
Facebook Network

Offline
16 Jan 2012 17:30    #4

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau dan menghapus segala dosa dan kekhilafan beliau. Amin ...


deep

Serma

Reputation: 16


Offline
16 Jan 2012 19:20    #5

kita cuma berharap ada lg figur pimpinan yg seperti beliau


fallen

streetFighter

Reputation: 139

FBI Fans
Facebook Network
Pahlawan
CSR Donatur

Away
16 Jan 2012 20:01    #6

(3 Jan 2012 09:54)abahxx Wrote:
 
Lopa mengungkapkan, seorang penegak hukum mutlak berintegritas....
wah....ini kalimat tegas skali..salut bwt om Lopa Top


parikesit

Sertu

Reputation: 4


Offline
27 Jan 2012 23:36    #7

kapan ya ada pejabat hukum seperti beliau...


Exel86

Serka

Reputation: 32


Offline
2 Feb 2012 20:15    #8

bisa menjadi kandidat calon Presiden yg bisa bw bangsa indonesia maju...tp tahun berapa ya ....20xx.......?????


cumimaster

Mayor

Reputation: 114

Adult Member

Offline
3 Feb 2012 14:02    #9

Sangat jarang ditemui.....bagaimana sekarang hukum sudah bergandengan tangan dengan mafia


andre_a

Bukan Anak Hotpants

Reputation: 193

Facebook Network
CSR Donatur

Offline
27 Feb 2012 23:21    #10

Kangen Sososk BHL ......


oifals

jendral kancil

Reputation: 927

Pembayar Pajak
Facebook Network
FBI Fans
Anti Child Porn
Charity
FBI Care
Spam Killer

Offline
28 Feb 2012 08:07    #11

seandainya saja Presiden/Kejagung sekarang seperti beliau Sad ....namun saya sayang sayang beribu sayang....ga ada apa apanya di banding Alm.Baharudin lopa Sad


agoesjie

Praka

Reputation: 0


Offline
29 Feb 2012 10:04    #12

nice share ndan

Smile


amankmoer

Kolonel

Reputation: 81

Facebook Network
Adult Member
Pembayar Pajak
Good Citizen

Offline
29 Feb 2012 11:35    #13

ternyata ada seseorang pejabat anak bangsa yg patut dihormati


el_piojo

Kopka

Reputation: 3


Offline
17 Mar 2012 11:54    #14

anehnya ..sisitim di indonesia tidak bisa memeilih orang seperti lopa untuk jd presiden..........dan banyak juga rakyat yg salah pilih.....so mari kita nikmati dan syuri saja...nasib jd orang indonesiaaaaa


Kalomang

Kapten

Reputation: 148

Pembayar Pajak
Anti Child Porn

Offline
7 Apr 2012 09:52    #15

Mari kita mengambil hikmah dan menjadikan teladan dari sikap beliau terhadap korupsi




Kirim iklan anda disini, Gratis! Hanya member yang aktif diskusi. Info selengkapnya.
Today's 3 Business Update, Lihat Toko dan Bisnis Member Aktif lainnya Hanya 50rb/bulan, thread jualan anda juga bisa tampil disini. Segera hubungi kami
©2010 Smart Personal Business Update [SPBU] by FBI. Anda belum punya situs bisnis, pribadi atau blog? Buat disini