Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 59 Vote(s) - 2.68 Average
Tools    New reply


19 Aug 2011 14:15
BebasKebas
Kerja di Salon
Posts 4.502
Reputation: 530
Awards:
Member Telah DewasaSigiFacebook NetworkPembayar PajakAnti Child Po rn

[Image: iluvindonesia.png]


ABK - Kepatuhan Cuci Tangan Pekerja Kesehatan Masih Rendah



KEBIASAAN buruk tidak mencuci tangan ternyata tidak hanya dialami oleh masyarakat awam, tetapi Juga dilakukan oleh dokter dan perawat di rumah sakit. Tingkat kebiasaan mencuci tangan di kalangan pekerja kesehatan di rumah sakit masih di bawah 50 persen. Hal itu menimbulkan masalah serius karena penularan mikroorganisme dalam lingkungan rumah sakit melalui tangan pekerja kesehatan bisa terjadi melalui berbagai cara.


Awalnya, kuman akan berpindah dari tangan atau kulit pasien ke barang-barang yang ada di sekitar pasien, seperti pakaian, tempat tidur, atau selimut. Kemudian dokter atau perawat pun terkontaminasi saat melakukan pemeriksaan atau perawatan rutin dengan meyentuh kulit atau barang-barang pasien itu. meski mereka menggunakan sarung sekalipun. Kuman penyakit dapat bertahan di tangan para pekerja kesehatan, setidaknya selama beberapa menit setelah kontaminasi terjadi.

"Oleh karena itu pekerja kesehatan harus membersihkan tangan sebelum dan setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien. Ada lima momen proses pembersihan tangan atau melakukan cud tangan," kata Prof Djoko Widodo, Ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (PerdallnL dalam Jumpa pers penandatanganan kerja sama antara Bayer dan Perdalin baru-baru Ini.

Lima momen membersihkan tangan yang disarankan kepada pekerja kesehatan adalah pertama membersihkan tangan sebelum kontak dengan pasien, kedua sebelum tindakan asepsis, ketiga setelah terkena cairan tubuh pasien, keempat setelah kontak dengan pasien, dan yang terakhir setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.

Mengingat tingkat kepatuhan pekerja kesehatan dalam menjaga dirinya melalui upaya membersihkan tangan masih sangat rendah maka perlu digalakkan terus menerus kampanye membersihkan tangandi kalangan pekerja kesehatan itu.

Apalagi hasil sebuah riset tentang kebersihan tangan yang dilakukan pada tahun 2006 menyebutkan adanya protokol standar, penyediaan sarana mencuci tangan, aktivitas penyuluhan, dan evaluasi kinerja dapat meningkatkan kepatuhan kebersihan tangan di departemen penyakit dalam meningkat dari 46 persen hingga 77 persen. Dan di departemen anak meningkat dari 22 persen menjadi 62 persen.

Riset Itu memberi petunjuk bahwa kampanye gerakan membersihkan tangan di lingkungan pekerja kesehatan harus terus dilakukan. Rendahnya tingkat kepatuhan pekerja kesehatan dalam upaya menjaga dirinya dengan membersihkan tangan, disebabkan banyak hal. Antara lain, kurangnya infrastruktur dan peralatan yang kurang memadai dan letaknya tidak strategis.

Terlalu sibuk dan melihat tangan tidak kotor atau tidak terasa kotor karena bekerja dengan menggunakan sarung tangan Juga mempengaruhi kurangnya pekerja di rumah sakit enggan untuk sering melakukan cuci tangan. Bahkan, ada alasan terlalu sering mencuci tangan dengan alr dan sabun banyak menghabiskan waktu.

Demam tifoid

Salah satu risiko yang akan dihadapi pekerja kesehatan Jika tidak rajin cuci tangan adalah terjangkitnya bakteri sal-monella typhii yang menyebabkan demam tifoid. Penyakit Itu dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri salmonella typhiL

Tercatat pada tahun 2000. demam tifoid telah menginfeksi 21,6 juta orang dan mengakibatkan 216.500 kematlan/tahun dengan insiden tertinggi terjadi di Asia Tengah, Asia Tenggara, dan selatan Afrika. DI Indonesia, prevalensi tifoid masih cukup tinggi yaitu 1.6 persen atau sekitar 600.00C sampai 1,5 juta kasus setiap tahunnya, dan menempati urutan ke 15 penyakit yang menyebabkan kematian di Indonesia.

Salah satu karakteristik unik dari demam tifoid Itu adalah seseorang bisa menjadi pembawa penyakit dalam kondisi tetap sehat serta dapat menularkan penyakitnya pada orang lain. Deteksi dan pengobatan pembawa penyakit bisa jadi sangat sulit karena umumnya mereka tidak menunjukkan gejala sakit apapun dan tidak memiliki catatan pernah mengidap demam tifoid sebelumnya.

Pencegahan terhadap demam tifoid dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memperbaiki perilaku sehari-hari. Dengan membiasakan mencuci dan membersihkan tangan, terutama sebelum makan dan menyiapkan makanan serta setelah menggunakan toilet, kita dapat menghindari tertular kuman penyakit dari luar sekaligus mencegah penularan dari diri kita kepada orang lain.

20 Aug 2011 14:36
dhiHAM
Letjen
Posts 8.286
Reputation: 660
Awards:
Facebook NetworkMember Telah DewasaAnti Child Po rnFBI FansGood CitizenFBI CarePahlawanPembayar Pajak

harusnya kan pekerja kesehatan lebih mengerti masalah ini..

Think






signature
[url=http://www.forumbebas.com/thread-171416.html] LIGA PRIMER INGGRIS 2011-2012[/url]
[url=http://www.forumbebas.com/thread-180353.html]F1 RACING 2012[/url]

20 Aug 2011 16:21
BebasKebas
Kerja di Salon
Posts 4.502
Reputation: 530
Awards:
Member Telah DewasaSigiFacebook NetworkPembayar PajakAnti Child Po rn

(20 Aug 2011 14:36)dhiham Wrote:
 
harusnya kan pekerja kesehatan lebih mengerti masalah ini..

Think

kata kang solo, akibat kurang sadar nya dalam berdisiplin Blah


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram