Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir



 
  • 70 Vote(s) - 3.41 Average
Tools    New reply


12 Jul 2011 11:52
solobug
anemer bangkong
Posts 4.007
Reputation: 154
Awards:
CSR DonaturPahlawanSpam Killer

Maaf saya bikin judul yang agak bombastis agar bikin penasaran Blah

Pemikiran ini sebenarnya sudah lama, sewaktu rasa keingintahuan terhadap segala hal masih begitu bergairah dalam otak saya. Saya hanya ingin berbagi dan berdiskusi tanpa maksud-maksud tertentu, mencoba berandai-andai bagaimana seharusnya sejarah kita.

Awal keingintahuan saya adalah apakah benar wajah Gajah Mada yang terpampang di buku sekolahan dan pada uang kerja kita itu adalah Gajah Mada?

ini tulisan saya beberapa minggu yang lalu untuk mengomentari sebuah topik :

(6 Jun 2011 00:19)solobug Wrote:
 
Saya pikir berita ini tidak benar, coba gali lagi beberapa sumber sejarah. Memang Bung Karno yang pertama kali menggagas pancasila cuman memang ketika M. Yamin mengklaim pancasila, Bung Karno waktu itu tidak bereaksi.

M. Yamin itu menurut saya kurang kredibel karena beberapa tindakan dia yang sangat gegabah, seperti misalnya ketika dia mengklaim telah menemukan patung wajah gajahmada (seperti yang dikenal sekarang ini) disebuah candi. Darimana dia bisa tahu bahwa itu adalah wajah gajah mada? Bagaimana dasar ilmiahnya? dulu majalah tempo pernah mengangkat masalah ini (edisi sekitar tahun 82-84 saya sudah lupa pastinya)

Saya waktu taun 86 kebetulan nemu majalah tersebut langsung saya bawa ke sekolah (waktu itu kelas 1 SMP) dan menanyakan keabsahan patung tersebut kepada pak guru tapi hasilnya tidak memuaskan, mungkin karena kondisi negara kita waktu itu yang tidak memungkinkan untuk berpikir bebas.

Sekarang waktunya untuk mengetahui sejarah yang sebenarnya, karena pemenang lama sudah tumbang dan mudah-mudahan pemenang baru bisa lebih bijak menulis sejarah negeri ini Good

mungkin kang apabisa/gunfbi yang lebih tau masalah ini

Tanggal 12 Februari 2008 saya mengomentari sebuah topik tentang gajah mada juga di forum ini :
(12 Feb 2008 19:39)solobug Wrote:
 
salah satu kontroversi lain adalah tentang wajah dari gajahmada sendiri, saya pernah baca di majalah tempo tahun 80an yang banyak menggugat tentang kesahihan wajah tersebut.
Tapi masalah tersebut tidak berlanjut


Tadi iseng nyari-nyari di mbah google ternyata ada juga yang mempertanyakan wajah gajah mada :
Quote:Gajahmada, nama tersebut mungkin sudah tidak asing ditelinga kita. Beliau sempat menjabat Mahapatih di Kerajaan Majapahit (1334), jabatan tersebut bukan sembarangan jabatan sebab jabatan tersebut merupakan salah satu jabatan tertinggi di Kerajaan Majapahit. Bahkan setelah itu beliau sempat menjabat dijabatan yang lebih tinggi lagi, yaitu Amangkubhumi (Perdana Mentri) yang menghantarkan Majapahit kepuncak kejayaannya. Beliau juga pernah menjabat (awal kariernya) menjadi komandan Pasukan Khusus Bhayangkara dan berhasil meredam pemberontakan Ra Kuti dan menyelamatkan Prabu Jayanegara (putra dari Raden Wijaya).

Itu mungkin adalah sepintas perjalanan karier Gajahmada dikerajaan Majapahit. Sampai saat ini masih belum jelas kapan beliau lahir, sebab dari sumber yang ada pada saat ini hanya baru mengungkapkan karier beliau. Karier Gajahmada terus meningkat dikarenakan beliau hampir selalu meredam atau menumpas disetiap peristiwa yang membahayakan Majapahit. Itulah sebabnya sosok beliau selalu digambarkan sebagai sosok yang tegas, kokoh, cerdas dan sebagainya.
Mohammad Yamin
Tetapi gambar atau patung yang selama ini kita lihat dan saksikan masih disangsikan kebenarannya. Patung atau arca yang pertama kali dikenalkan oleh Muhammad Yamin adalah sebuah rekaan M. Yamin saja, sebab bagi M. Yamin dari beberapa dokumen jaman dahulu menyebutkan bahwa Gajah Mada adalah sosok yang tangguh, perkasa, kekar dan berotot. Asal usul arca tersebut sebenarnya ditemukan di situs Trowulan dan merupakan celengan yang biasa dipakai oleh masyarakat Majapahit untuk menyimpan uang mereka. Hal ini juga diperkuat pleh Dwi Hartanto SS, Seorang pamong budaya dikecamatan pring apus dan kecamatan bergas, Lulusan Fakultas Sejarah UNDIP ini membenarkan bahwa sosok wajah yang dinyatakan Gajah Mada selama ini adalah metrupakan gambar dari Patung Celengan Yang ditemukan di trowulan.[1] Jadi selama ini wajah atau arca yang kita kenal adalah hanya rekaan dari Muhammad Yamin saja.
sumber

Ketika SMA rasa keingintahuan tentang Gajah Mada semakin menggunung, saat saya baca sejarah dunia :
1. Gajah Mada bersumpah (sumpah palapa) bahwa dia bersumpah akan mempersatukan nusantara dibawah Majapahit sebagai pemimpinnya. Hal yang sama juga yang saya baca dari sejarah jepang pada perang dunia II yaitu semboyan HAKKO ICHIU, yaitu keinginan mempersatukan dunia dengan jepang sebagai pemimpinnya.
2. George Washington melobi negara-negara di amerika utara untuk bergabung dalam negara yang bernama united state of america

Intisari dari No 1. Semua daerah yang ingin "dipersatukan" diperoleh dengan jalan perang dan pemaksaan, Semua daerah yang telah "dipersatukan" harus menyetor upeti ke negara induk tanpa berpikir tentang "pembangunan".
Intisari no 2. Semua negera di amerika utara disatukan dengan sukarela untuk membentuk negara baru dengan semangat persamaan hak dan kewajiban.

Dari kesimpulan diatas timbul pertanyaan :
1. Benarkah wajah itu adalah wajah Gajah Mada?
Kalo benar dari mana dasar dan datanya?
Kalo salah kenapa sampai sekarang masih dipakai? bukankah itu hanya menjadi pembodohan belaka?
2. Apakah Gajah Mada itu seorang PEMERSATU atau hanyalah seorang PENJAJAH
Kenapa Gajah Mada disebut pemersatu sedang jepang disebut penjajah sedangkan mereka menggunakan cara yang hampir sama? Kenapa disini ada standar ganda?
3. Sampai dimana batas perbedaan antara PEMERSATU dan PENJAJAH?
Silahkan ditambahkan atau dikoreksi Smile






signature
Nu ngariung jiga lutung
Nu ngarendeng jiga monyet
Nya aing mandaha !
Maung pundung datang turu
Badak galak datang depa
Galudra di tengah imah
Kakeureut kasieup ku pohaci awaking.

12 Jul 2011 12:19
ANVHIL
Jendral
Posts 10.308
Reputation: 610
Awards:
Good CitizenFacebook NetworkAnti Child Po rnCharityMember Telah Dewasa

Saya hanya akan mengomentari point no. 3 saja

Yang perlu di perhatikan antara penjajah dan pemersatu adalah lihat waktu kejadiannya
Gajah Mada Beliau sempat menjabat Mahapatih di Kerajaan Majapahit (1334)
dan Era Penjajahan Terlama di Indonesia adalah oleh Belanda 350 Tahun Kurang lebih Tahun 1595
ada selisih waktu 261 tahun antara jaman gajah mada dan jaman masuknya penjajah ke Indonesia
nah pada saat itu (tahun 1334) apakah mereka sudah paham mengerti istilah Penjajahan
kalau melihat dari pembahasan membayar upeti bukankah itu sama saja dengan kita membayar pajak kepada pemerintah Smile

silahkan dilanjut, maaf kalau ada salah²






signature
[align=center][size=large][b]Jasa Pemasangan Warnet + Super Proxy[/b][/size]
[ym]adhilcomputer[/ym][/align]

12 Jul 2011 12:23
oifals
jendral kancil
Posts 9.705
Reputation: 920
Awards:
Pembayar PajakFacebook NetworkFBI FansAnti Child Po rnCharityFBI CareSpam Killer

untuk berbicara netralnya mungkin bisa di bilang Gajah Mada sepabagi patih sebuah kerajaan yang menjajah beberapa wilayah untuk di jadikan satu kewilayahan majapahit.....mungkin


mempersatukan....artinya menurut saya adalah beberapa bagian dari satu kesatuan yang tercerai berai dan di coba untuk di gabungkan kembali....sedangkan jika berbeda pemahaman dalam berwilayah kekuasaan lalu di jadikan satu wilayah dengan wilayah lain bukannya sebuah aneksasi?
Reps +  solobug

12 Jul 2011 12:41
Bo_JeSS
Penunggu Kamar Basah
Posts 19.705
Reputation: 1504
Awards:
Anti Child Po rnFacebook NetworkMember Telah DewasaPembayar PajakBlood DonationFBI ManiaSigiCharityPahlawan

Bukannya sudah jelas Rule nya?

Pemersatu, tidak mengurangi/merugikan/merampas hak rakyat manapun.
Penjajah, ya kebalikannya...Grin

12 Jul 2011 12:46
THE ROCK
Bukan Admin
Posts 14.527
Reputation: 585
Awards:
Pembayar PajakNews GatorMember ChoiceFacebook Network

PEMERSATU atau PENJAJAH kan tergantung yg melihat?
dipandang dari sudut berbeda.. apsti dapat pandangan yg berbeda..

apakah Syamsul Arifin (Gubsu non aktif) adalah Koruptor??
rakyat jelata, orang-orang sekitarnya, anak buahnya bilang: TIDAK !!
beliau adalah SINTERKLAS.. SIRAJA SAWER !! kenapa begitu??
hampir setiap hari beliau membagikan duit untuk orang miskin sekitarnya..
tidak pandang bulu, suku apa agama apa.. semua yg miskin dapat saweran..

apakah Ustadz Ba'asyir Teroris??
Negara bilang ya! apakah muridnya dan kita juga bilang begitu?

Soeharto busuk? korup? bukan negarawan?
nyatanya banyak yg rindu kepemimpinannya yg aman damai..






signature
newcomer

12 Jul 2011 12:47
free man
Mayor
Posts 1.853
Reputation: 73
Awards:

gw ngga langsung menanggapi opini TS, tapi satu hal penting adalah sejarah kita harus ditulis ulang setidaknya dikaji ulang dengan lebih ilmiah. Karena terasa tokoh-tokoh yang muncul sebagai pahlawan kurang jelas kontribusinya kepada bangsa dan negara ini. Seperti:
1. Diponegoro, yang melawan Belanda karena hak-haknya dikucilkan oleh keluarga kesultanan. DAn puncaknya adalah ketika tanahnya diambil secara paksa untuk pembangunan rel kereta api oleh Belanda. Apakah motivasinya memberontak itu masuk kategori pahlawan ?? sebaliknya apabila tanahnya tidak diambil, akankah Diponegoro melawan Belanda??
2. RA KArtini, saat ini dinobatkan sebagai tokoh wanita utama. Tapi apakah magnitude kegiatannya cukup luas dan dirasakan oleh banyak wanita Indonesia ?? kalau tidak salah kegiatan keputriannya sangat kecil skalanya, cuma dikeresidenan Jepara tempat dia tinggal sebagai istri kedua Bupati Jepara. kenapa tidak tokoh wanita lain?? seperti Dewi Sartika, Rohana Kudus, Martha Kristina Tiahahu, Malahayati atau Cut Nyak Dhien ?? Lagi pula aktivitas dan pemikiran KArtini yang kita ketahui saat ini adalah kesimpulan dari teman korespondennya orang Belanda Abendonen (yang katanya sahabat Snouck H)

Masih banyak yang lainnya.

Adalah suatu keanehan juga karena kita setiap tahun ada pemilihan Pahlawan Idol, apa iya kegiatan ini perlu diadakan secara periodik ?? KArena sepertinya ada pemaksaan untuk pemerataan gelar pahlawan untuk setiap daerah..

kembali ke topik...mengenai Gajah MAda berikut wajahnya memang perlu dikaji dan diteliti ulang. Disamping itu, Gajah Mada dalam mencapai ambisinya menyatukan nusantara tidak segan-segan melakukan tindakan yang brutal dan bengis (apa beda dengan penjaha ??)

Atau ndan punya opini lain ??
Reps +  solobug

12 Jul 2011 13:17
Asli Jogja
Sertu
Posts 235
Reputation: 14
Awards:

Sejarah seharusnya netral, tetapi kenyataannya terjadi berbagai versi. Bahkan untuk menganalisa kita perlu rujukan, tetapi rujukan itupun sebenarnya versi tertentu. Seperti jaman Pak Harto diterbitkan buku Sejarah Nasional versi pemerintah yang banyak dikritik. Apalagi kita mau menganalisa jaman Majapahit, referensinya apa? Kitab, prasasti, babad dsb? Itupun sebenarnya versi tertentu yang kebenarannya belum tentu 100%. Jadi yang penting sekarang apakah ada manfaatnya kita mempermasalahkan hal tsb. Satu kelompok menganggap gambar Gajah Mada versi Muh Yamin adalah palsu dengan segenap argumennya. Sementara kelompok yang lain juga mempunyai argumen. Memang sulit mencari kebenaran hakiki. Yang penting kita tidak usah memaksakan kebenaran versi kita kepada orang lain yang punya versinya sendiri tentang Gajah Mada ini. Belum sejarah yang lain, seperti Pangeran Diponegoro sebenarnya tidak "memberontak" hanya karena masalah tanahnya yang dipakai jalan kereta. Jauh sebelum itu beliau memang sudah berprinsip Belanda adalah penjajah, juga masalah internal politik keraton, serta pemahaman Heru Cakra Sang Ratu Adil menjadi latar belakang. Masalahnya kompleks. Salam.
Reps +  solobug

12 Jul 2011 13:44
aksan99
Kapten
Posts 1.309
Reputation: 97
Awards:
Pembayar PajakBlood DonationAnti Child Po rnGood CitizenCSR Donatur

satu2nya bukti otentik yang menerangkan asal-usul Gadjah mada adalah dari lembaran lontar "Babad Gajah Maddha" di perpustakaan Lontar Fakultas Sastra Univ Udayana. Lontar itupun berupa salinan, versi aslinya belum diketemukan. Namun isi dari lontar tersebut menurut ane hanya berupa mitos tentang asal usul sang Mahapatih. mengingat di jaman dulu keterikatan dewa-dewa dalam kehidupan manusia sangat dekat. (dalam lontar Gajah mada disebutkan keturunan dari Dewa Brahma yang "'merudapaksa'" Patni Nariratih--ibu sang patih).

versi lain menghubungkan Gajah Mada dengan Desa Modo di Lamongan, tempat yang disinyalir sebagai tanah kelahiran sang mahapatih. Beliau dikatakan sebagai keturunan Jawa-Arab dari nasab Syekh Subakhir (Muhammad al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abu Thalib). Beliau ditemukan oleh Patih Ronggo Lawe (patih Mojopahit sebelum Gadjah Mada) saat masih berusia belasan dan masih bernama Trimo (nama asli Gajah Mada), kemudian dibawa ke Mojopahit, dan di masukkan kedalam akademi militer dengan pangkat Bekel/tamtama. Sewaktu pemberontakan Ra Kuti dan Ra Tanca di era Raja Jayanegara, Bekel GajahMada dan lima belas orang bhayangkara yang menyelamatkan raja Jayanagara ke Bedander. Dari kejaran telik sandi Ra Kuti yang disebar di seluruh prajurit Majapahit dan meminta nasehat ke kakeknya yaitu Mbah Wonokerto. Kakek atau Buyut Gajah Mada di desa Bedander ini yaitu mbah Wonokerto pernah meramalkan bahwa kejadian ini akan membawa Trimo/ Gajah Mada akan menjadi orang besar di Majapahit, waktu itu Gajah Mada menjadi ketua pasukan Bhayangkara (lebih tinggi daripada tamtama)

tapi sekali lagi belum ada keberadaan bukti yang benar2 otentik tentang semua ini.






signature
Man Jadda Wa Jada

12 Jul 2011 16:29
solobug
anemer bangkong
Posts 4.007
Reputation: 154
Awards:
CSR DonaturPahlawanSpam Killer

(12 Jul 2011 12:19)Anvhil Wrote:
 
Saya hanya akan mengomentari point no. 3 saja

Yang perlu di perhatikan antara penjajah dan pemersatu adalah lihat waktu kejadiannya
Gajah Mada Beliau sempat menjabat Mahapatih di Kerajaan Majapahit (1334)
dan Era Penjajahan Terlama di Indonesia adalah oleh Belanda 350 Tahun Kurang lebih Tahun 1595
ada selisih waktu 261 tahun antara jaman gajah mada dan jaman masuknya penjajah ke Indonesia
nah pada saat itu (tahun 1334) apakah mereka sudah paham mengerti istilah Penjajahan
kalau melihat dari pembahasan membayar upeti bukankah itu sama saja dengan kita membayar pajak kepada pemerintah Smile

silahkan dilanjut, maaf kalau ada salah²

Upeti dan pajak mungkin mempunyai arti yang sama cuma yang berbeda adalah kembalinya, upeti disetor tidak untuk kembali sedang pajak disetor akan kembali dalam sarana dan prasara beserta regulasinya. Smile

(12 Jul 2011 12:23)oifals Wrote:
 
untuk berbicara netralnya mungkin bisa di bilang Gajah Mada sepabagi patih sebuah kerajaan yang menjajah beberapa wilayah untuk di jadikan satu kewilayahan majapahit.....mungkin


mempersatukan....artinya menurut saya adalah beberapa bagian dari satu kesatuan yang tercerai berai dan di coba untuk di gabungkan kembali....sedangkan jika berbeda pemahaman dalam berwilayah kekuasaan lalu di jadikan satu wilayah dengan wilayah lain bukannya sebuah aneksasi?
Mungkin bedanya pejajahan dengan aneksasi adalah kalo aneksasi mencaplok wilayah tapi dengan menerapkan hukum yang sama dengan negara induknya dan menjadi bagian dari negara induk, kalo penjajahan biasanya hukumnya berbeda antara negara induk sama negara jajahan termasuk hak-hak sipilnya Smile

(12 Jul 2011 12:41)Bo_JeSS Wrote:
 
Bukannya sudah jelas Rule nya?

Pemersatu, tidak mengurangi/merugikan/merampas hak rakyat manapun.
Penjajah, ya kebalikannya...Grin
Betul sekali Good

(12 Jul 2011 12:46)THE ROCK Wrote:
 
PEMERSATU atau PENJAJAH kan tergantung yg melihat?
dipandang dari sudut berbeda.. apsti dapat pandangan yg berbeda..

apakah Syamsul Arifin (Gubsu non aktif) adalah Koruptor??
rakyat jelata, orang-orang sekitarnya, anak buahnya bilang: TIDAK !!
beliau adalah SINTERKLAS.. SIRAJA SAWER !! kenapa begitu??
hampir setiap hari beliau membagikan duit untuk orang miskin sekitarnya..
tidak pandang bulu, suku apa agama apa.. semua yg miskin dapat saweran..

apakah Ustadz Ba'asyir Teroris??
Negara bilang ya! apakah muridnya dan kita juga bilang begitu?

Soeharto busuk? korup? bukan negarawan?
nyatanya banyak yg rindu kepemimpinannya yg aman damai..
Bagaimana kalo dilihat dari sudut netral atau keilmuan? Smile






signature
Nu ngariung jiga lutung
Nu ngarendeng jiga monyet
Nya aing mandaha !
Maung pundung datang turu
Badak galak datang depa
Galudra di tengah imah
Kakeureut kasieup ku pohaci awaking.

12 Jul 2011 16:40
solobug
anemer bangkong
Posts 4.007
Reputation: 154
Awards:
CSR DonaturPahlawanSpam Killer

(12 Jul 2011 12:47)free man Wrote:
 
gw ngga langsung menanggapi opini TS, tapi satu hal penting adalah sejarah kita harus ditulis ulang setidaknya dikaji ulang dengan lebih ilmiah. Karena terasa tokoh-tokoh yang muncul sebagai pahlawan kurang jelas kontribusinya kepada bangsa dan negara ini. Seperti:
1. Diponegoro, yang melawan Belanda karena hak-haknya dikucilkan oleh keluarga kesultanan. DAn puncaknya adalah ketika tanahnya diambil secara paksa untuk pembangunan rel kereta api oleh Belanda. Apakah motivasinya memberontak itu masuk kategori pahlawan ?? sebaliknya apabila tanahnya tidak diambil, akankah Diponegoro melawan Belanda??
2. RA KArtini, saat ini dinobatkan sebagai tokoh wanita utama. Tapi apakah magnitude kegiatannya cukup luas dan dirasakan oleh banyak wanita Indonesia ?? kalau tidak salah kegiatan keputriannya sangat kecil skalanya, cuma dikeresidenan Jepara tempat dia tinggal sebagai istri kedua Bupati Jepara. kenapa tidak tokoh wanita lain?? seperti Dewi Sartika, Rohana Kudus, Martha Kristina Tiahahu, Malahayati atau Cut Nyak Dhien ?? Lagi pula aktivitas dan pemikiran KArtini yang kita ketahui saat ini adalah kesimpulan dari teman korespondennya orang Belanda Abendonen (yang katanya sahabat Snouck H)

Masih banyak yang lainnya.

Adalah suatu keanehan juga karena kita setiap tahun ada pemilihan Pahlawan Idol, apa iya kegiatan ini perlu diadakan secara periodik ?? KArena sepertinya ada pemaksaan untuk pemerataan gelar pahlawan untuk setiap daerah..

kembali ke topik...mengenai Gajah MAda berikut wajahnya memang perlu dikaji dan diteliti ulang. Disamping itu, Gajah Mada dalam mencapai ambisinya menyatukan nusantara tidak segan-segan melakukan tindakan yang brutal dan bengis (apa beda dengan penjaha ??)

Atau ndan punya opini lain ??

Betul sekali, banyak juga pertanyaan tentang "kepahlawanan" pahlawan kita Top

(12 Jul 2011 13:17)Asli Jogja Wrote:
 
Sejarah seharusnya netral, tetapi kenyataannya terjadi berbagai versi. Bahkan untuk menganalisa kita perlu rujukan, tetapi rujukan itupun sebenarnya versi tertentu. Seperti jaman Pak Harto diterbitkan buku Sejarah Nasional versi pemerintah yang banyak dikritik. Apalagi kita mau menganalisa jaman Majapahit, referensinya apa? Kitab, prasasti, babad dsb? Itupun sebenarnya versi tertentu yang kebenarannya belum tentu 100%. Jadi yang penting sekarang apakah ada manfaatnya kita mempermasalahkan hal tsb (1). Satu kelompok menganggap gambar Gajah Mada versi Muh Yamin adalah palsu dengan segenap argumennya. Sementara kelompok yang lain juga mempunyai argumen (2). Memang sulit mencari kebenaran hakiki. Yang penting kita tidak usah memaksakan kebenaran versi kita kepada orang lain yang punya versinya sendiri tentang Gajah Mada ini. Belum sejarah yang lain, seperti Pangeran Diponegoro sebenarnya tidak "memberontak" hanya karena masalah tanahnya yang dipakai jalan kereta. Jauh sebelum itu beliau memang sudah berprinsip Belanda adalah penjajah, juga masalah internal politik keraton, serta pemahaman Heru Cakra Sang Ratu Adil menjadi latar belakang. Masalahnya kompleks. Salam.

(1)
ada lirik yang sangat dalam dari lagunya Johnny Alexander (pada gak kenal ya? saya aja dengar waktu kecil aja Blah ) :
"sejarah adalah cermin untuk kita berbenah diri"
Bagaimana kita berbenah kalo cerminnya hanya menampilkan wajah kita yang ganteng padahal wajah kita dipenuhi jerawat, dan untuk apa juga menulis sejarah kalo hanya untuk kesia-siaan? Smile

(2)
Justru itu saya menanyakan argumen dan dasar dari penunjukan wajah tersebut dan selama ini tidak ada, kalo memang ada tentu dengan serta merta saya akan menerimanya. Tidak ada maksud pemaksaan kehendak, ini hanya ajang diskusi dan saya juga sudah memohon koreksi kalo memang salah seperti tertera di atas. Smile

nambah ilmu bolehkan? Peace

(12 Jul 2011 13:44)aksan99 Wrote:
 
satu2nya bukti otentik yang menerangkan asal-usul Gadjah mada adalah dari lembaran lontar "Babad Gajah Maddha" di perpustakaan Lontar Fakultas Sastra Univ Udayana. Lontar itupun berupa salinan, versi aslinya belum diketemukan. Namun isi dari lontar tersebut menurut ane hanya berupa mitos tentang asal usul sang Mahapatih. mengingat di jaman dulu keterikatan dewa-dewa dalam kehidupan manusia sangat dekat. (dalam lontar Gajah mada disebutkan keturunan dari Dewa Brahma yang "'merudapaksa'" Patni Nariratih--ibu sang patih).

versi lain menghubungkan Gajah Mada dengan Desa Modo di Lamongan, tempat yang disinyalir sebagai tanah kelahiran sang mahapatih. Beliau dikatakan sebagai keturunan Jawa-Arab dari nasab Syekh Subakhir (Muhammad al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abu Thalib). Beliau ditemukan oleh Patih Ronggo Lawe (patih Mojopahit sebelum Gadjah Mada) saat masih berusia belasan dan masih bernama Trimo (nama asli Gajah Mada), kemudian dibawa ke Mojopahit, dan di masukkan kedalam akademi militer dengan pangkat Bekel/tamtama. Sewaktu pemberontakan Ra Kuti dan Ra Tanca di era Raja Jayanegara, Bekel GajahMada dan lima belas orang bhayangkara yang menyelamatkan raja Jayanagara ke Bedander. Dari kejaran telik sandi Ra Kuti yang disebar di seluruh prajurit Majapahit dan meminta nasehat ke kakeknya yaitu Mbah Wonokerto. Kakek atau Buyut Gajah Mada di desa Bedander ini yaitu mbah Wonokerto pernah meramalkan bahwa kejadian ini akan membawa Trimo/ Gajah Mada akan menjadi orang besar di Majapahit, waktu itu Gajah Mada menjadi ketua pasukan Bhayangkara (lebih tinggi daripada tamtama)

tapi sekali lagi belum ada keberadaan bukti yang benar2 otentik tentang semua ini.

jangan sampai ranah sastra (fiksi) masuk ke ranah sejarah Blah






signature
Nu ngariung jiga lutung
Nu ngarendeng jiga monyet
Nya aing mandaha !
Maung pundung datang turu
Badak galak datang depa
Galudra di tengah imah
Kakeureut kasieup ku pohaci awaking.

12 Jul 2011 16:55
aksan99
Kapten
Posts 1.309
Reputation: 97
Awards:
Pembayar PajakBlood DonationAnti Child Po rnGood CitizenCSR Donatur

Fakultas Sastra Univ Udayana memiliki jurusan Sejarah dan Jurusan Arkeologi Bang... Smile di beberapa kampus memang jurusan Sejarah dimasukkan ke Fakultas Sastra. begitu juga di almamater ane dulu Smile

Memang rujukan resmi dan paling untuk Sejarah Gajah Mada belum ada selain lontar kuno dan beberapa prasasti peninggalan Majapahit. Bahkan Patung wajah yang selama ini kita anggap patung sang mahapatih pun belum ada bukti otentik yang menyatakan bahwa itu patung diri beliau. untuk bukti lain saya belum ada Sad






signature
Man Jadda Wa Jada

12 Jul 2011 18:02
Asli Jogja
Sertu
Posts 235
Reputation: 14
Awards:

Benar ndan sejarah untuk bercermin diri saya setuju. Kita ambil yang baik buang yang buruk menjadi pelajaran bagi kita untuk melangkah ke depan. Tetapi maksud saya untuk konteks Apakah ada manfaatnya memastikan wajah Gajah Mada berdasarkan studi, peneltian, dan berbagai cara ilmiah (bahkan ada yang meyakininya lewat cara2 supranatural yang tidak masuk akal). Menurut pendapat saya manfaat inipun relatif bagi tiap orang karena sifatnya kualitatif dan subyektif. Maksud saya bagi si A bisa sangat bermanfaat, bagi si B bisa jadi biasa saja, bahkan bagi si C bisa tidak bermanfaat. Memang kadang akal kita menolak pendapat seseorang yang bagi kita tidak rasional (tanpa argumen ilmiah) tetapi bagi sebagian orang kadang2 yang tidak rasional diyakini sebagai kebenaran. Banyak contoh di sekeliling kita orang2 meyakini sesuatu sampai tidak rasional lagi. Karena memang keyakinan tidak bisa dipaksakan. Jadi kembali ke diri kita masing2. Salam Smile

12 Jul 2011 22:19
eniqma
Letkol
Posts 2.665
Reputation: 117
Awards:
Sigi

seperti halnya para pahlawan dan pendiri negara Amerika,
mereka adalah pemersatu bangsa Amerika,
dan penjajah benua Amerika.... Grin

12 Jul 2011 22:23
solobug
anemer bangkong
Posts 4.007
Reputation: 154
Awards:
CSR DonaturPahlawanSpam Killer

(12 Jul 2011 16:55)aksan99 Wrote:
 
Fakultas Sastra Univ Udayana memiliki jurusan Sejarah dan Jurusan Arkeologi Bang... Smile di beberapa kampus memang jurusan Sejarah dimasukkan ke Fakultas Sastra. begitu juga di almamater ane dulu Smile

Memang rujukan resmi dan paling untuk Sejarah Gajah Mada belum ada selain lontar kuno dan beberapa prasasti peninggalan Majapahit. Bahkan Patung wajah yang selama ini kita anggap patung sang mahapatih pun belum ada bukti otentik yang menyatakan bahwa itu patung diri beliau. untuk bukti lain saya belum ada Sad

Maaf saya yang salah Blah
Maksud saya jangan sampai naskah fiktif menjadi dijadikan fakta sejarah.

Ternyata ada sejarawan lagi di FBI selain kang Gun FBI Applause
mudah-mudahan gak pelit ilmu kalo nanti saya yang banyak bertanya TopTop


(12 Jul 2011 18:02)Asli Jogja Wrote:
 
Benar ndan sejarah untuk bercermin diri saya setuju. Kita ambil yang baik buang yang buruk menjadi pelajaran bagi kita untuk melangkah ke depan. Tetapi maksud saya untuk konteks Apakah ada manfaatnya memastikan wajah Gajah Mada berdasarkan studi, peneltian, dan berbagai cara ilmiah (bahkan ada yang meyakininya lewat cara2 supranatural yang tidak masuk akal). Menurut pendapat saya manfaat inipun relatif bagi tiap orang karena sifatnya kualitatif dan subyektif. Maksud saya bagi si A bisa sangat bermanfaat, bagi si B bisa jadi biasa saja, bahkan bagi si C bisa tidak bermanfaat. Memang kadang akal kita menolak pendapat seseorang yang bagi kita tidak rasional (tanpa argumen ilmiah) tetapi bagi sebagian orang kadang2 yang tidak rasional diyakini sebagai kebenaran. Banyak contoh di sekeliling kita orang2 meyakini sesuatu sampai tidak rasional lagi. Karena memang keyakinan tidak bisa dipaksakan. Jadi kembali ke diri kita masing2. Salam Smile

Saya pikir sangat perlu demi keotentikan sejarah, kecuali kalo memang hanya sebuah karya sastra fiktif yang tidak perlu keakuratan dan hanya mengandalkan interpretasi penulisnya. Dan agak kurang pantas menurut saya kalo kita mengagungkan kebanggaan semu, kebanggan yang ternyata hanya fatamorgana.

Saya dulu bertanya kepada kang Gun tentang kesahihan naskah wangsakerta yang bercerita tentang kerajaan salakanagara (kerajaan sebelum taruma nagara) dan meskipun Claudius Ptolomeus pernah menulisnya sebagai argyre tapi bukti-buktinya lemah, ini jawaban kang Gun FBI

Code:
Terlepas dari perdebatan yg ada secara akademis, masalah asal-usul yang tidak jelas ini menurunkan tingkat kredibilitas naskah tersebut. Lagi pula naskah ini belum tuntas diteliti secara filologis. jadi kesimpulannya bahwa Naskah Wangsakerta tidak dapat dipergunakan sebagai sumber sejarah. meskipun demikian, naskah ini sah sebagai obyek kajian filologis.

Jadi pada dasarnya setiap sumber sejarah harus diuji terlebih dahulu secara kritis sebelum dipergunakan. Sumber primer sekalipun harus di uji kredibilitasnya. Naskah Wangsakerta yg tergolong sumber sekunder banyak mengandung kelemahan sehingga tidak dapat dipergunakan sebagai sumber sejarah.

saya hanya ingin mencintai negeri ini dengan apa adanya, terlepas dari baik buruknya masa lalu kita Smile

terima kasih telah berbagi Top






signature
Nu ngariung jiga lutung
Nu ngarendeng jiga monyet
Nya aing mandaha !
Maung pundung datang turu
Badak galak datang depa
Galudra di tengah imah
Kakeureut kasieup ku pohaci awaking.

12 Jul 2011 22:34
koy
Dewan Jenderal
Posts 2.967
Reputation: 180
Awards:
Facebook NetworkPembayar PajakGood CitizenAnti Child Po rn

Gajah Mada merupakan tokoh sejarah yg teramat bodoh.
Terbukti dengan adanya perang di pesanggrahan Bubat atau biasa dikenal dg Perang bubat,
semua itu terjadi karena otak kerdil sang maha patih.


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram