Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 71 Vote(s) - 3 Average
Tools    New reply


29 Dec 2007 13:34
zeemers
Mayor
Posts 2.099
Reputation: 43
Awards:

Lembaga pendidikan setingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas berkewajiban bukan hanya sekadar meluluskan siswa didiknya lulus UN secara baik dengan nilai yang memuaskan. Tetapi lebih dari itu sekolah merupakan sebuah lembaga yang harus mampu menciptakan iklim kondusif dalam pembentukan karakter interpersonal siswa-siswi asuhannya.

Cuma Ada di Sekolah Berasrama.

Rata-rata sekolah berasrama didukung dengan ketersediaan fasilitas yang cukup lengkap. Namun bukan ini yang menjadi nilai plus dari sekolah asrama. Sebab kelengkapan fasilitas juga tidak jarang dimiliki pula oleh sekolah non-berasrama. Dan tidak semua sekolah berasrama memiliki kemampuan finansial yang memadai. Untuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung kelancaran proses mengajar dan belajarnya. Kelebihan utama sekolah berasrama terletak pada keharusan setiap peserta didik untuk tinggal menetap di lokasi yang telah ditentukan pihak yayasan. Di lokasi yang lazim disebut asrama inilah peserta didik diajarkan hidup mandiri. Tidak lagi tergantung sepenuhnya kepada orangtua atau pembantu rumah tangga untuk mengurus segala keperluan pribadinya. Para siswa dilatih untuk tidak menjadi generasi cengeng dengan membatasi jadwal kunjungan orangtua. Pola hidup mandiri akan lebih terasa lagi bila dalam peraturan asrama terdapat "mata pelajaran" hidup mandiri yang wajib diikuti. Seperti mengelola tanah pertanian atau usaha-usaha milik yayasan. Guna memenuhi kebutuhan hidup mereka pribadi maupun sebagai pemasukan tambahan yayasan. Yang selanjutnya digunakan sebagai dana tambahan operasional maupun pengembangannya. Hal seperti ini paling sering diterapkan oleh pondok pesantren Islam. Setelah lulus menimba ilmu para santri setidaknya punya bekal keterampilan dan pengalaman dalam sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan hidupnya. Paling tidak peserta didik di asrama model begini akan lebih dapat menghargai uang dan jasa orangtua mereka. Karena merasakan langsung bagaimana susahnya mencari uang. Sangat mungkin bila sikap hidup hemat dan bersahaja lambat laun timbul dari dalam diri sendiri.

Hidup berkelompok dengan orang lain yang tidak dikenal sebelumnya akan membantu siswa mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama berdasarkan perkembangan intelektualitas mereka. Baik itu dengan remaja seusia mereka maupun dengan orang dewasa. Orang dewasa di sini maksudnya para staf pengajar, staf rumah tangga dan penjaga asrama.

Lazim pula dalam sebuah sekolah asrama diterapkan peraturan berbahasa asing dalam pergaulan keseharian setiap peserta didik, baik secara berkala maupun sehari-hari. Yang tidak berdisplin dalam menaati peraturan ini akan dikenai sanksi tegas dari pengasuh. Sisi positif dari peraturan ini tentu saja membuat peserta didik menjadi lebih fasih berbahasa asing.

Lebih Aman

Di asrama, selama 1x24 jam secara terus menerus para pelajar akan terus berusaha dipantau oleh para guru maupun staf asrama. Yang bertugas memantau dan mengkoordinir segala kegiatan mereka di asrama. Tentu hari libur masuk dalam pengecualian. Sehingga menjadikan mereka "terbebas" dari perilaku yang tidak baik ataupun pengaruh dari kebiasaan negatif remaja puber.

Jika dibandingkan dengan mereka yang berada di sekolah yang konvensional, memercayakan pembentukan intelektual dan mental anak pada sekolah dengan sistem asrama jauh lebih aman. Terutama untuk keluarga, di mana ayah dan ibu sama-sama sibuk sehingga kesulitan berbagi waktu dengan anak-anak mereka. Di sekolah "biasa" kemungkinan setap anak dapat diperhatikan secara totalitas perilakunya tidaklah mungkin bisa dilaksanakan secara maksimal. Dikarenakan keterbatasan ruang lingkup dan waktu tatap muka yang sangat singkat dengan para pendidik. Rata-rata lama jam belajar di sekolah tanpa sistem asrama hanya berkisar lima sampai enam jam saja.

Waktu senggang di sekolah asrama yang berkualitas bagus, biasanya selain diisi dengan pelajaran tambahan juga di isi dengan kegiatan ekstra kurikuler. Karena kegiatan ekstra merupakan kegiatan yang akan menjadi nilai tambah bagi siswa tersebut. Terserah apakah itu kegiatan sanggar seni, drum band/ marching band, klub olahraga, sanggar tari, kelompok bela diri dan lain sebagainya. Semua itu merupakan fasilitas yang ampuh untuk pengembangan kepribadian siswa itu sendiri. Padatnya jadwal akan menghindarkan siswa dari niat melakukan hal-hal negatif sebagai pengusir jenuh.

Kunci Suksesnya pada Guru dan Kurikulum.

Kedekatan antara siswa dan guru dalam sekolah berasrama yang tercipta oleh intensitas pertemuan yang memadai akan mempermudah proses transfer ilmu dari pendidik ke peserta didik. Kedekatan akan mengubah posisi guru di mata para murid. Dari sosok ditakuti atau disegani ke sosok yang ingin diteladani. Dr Georgi Lozanov (1897) menyatakan bahwa suatu tindak tanduk yang diperlihatkan oleh gurunya kepada para siswa dalam proses belajarnya, merupakan tindakan yang paling berpengaruh, sangat ampuh serta efektif dalam pembentukan kepribadian mereka. Keteladanan secara personality dapat membangun kepercayaan diri untuk dapat berkomunikasi secara internal personality. Dan akan tercipta tanpa si anak merasa asing dengan kemampuan yang mereka miliki dalam menyampaikan pesan atau ide-ide pemikirannya kepada orang lain. Apakah itu dalam bentuk verbal maupun nonverbal, seperti menentukan sikap dan tingkah laku keseharian mereka. Keteladanan, ketulusan, kongkruensi, dan kesiapsiagaan guru mereka 1x24 jam akan memberdayakan dan mengilhami siswa untuk membebaskan potensi mereka sebagai pelajar. Hal itu akan mempercepat pertumbuhan kecerdasan emosionalnya.

Menurut beliau jika metode pembelajarannya diberdayakan secara maksimal, maka kesuksesan para pelajar akan lebih mudah untuk direalisasikan. Pencapaian itu bisa dilakukan kalau senantiasa terjadi interaksi yang merangsang pertumbuhan sikap mental. Namun untuk itu dibutuhkan seorang quantum teacher yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Digabungkan dengan rancangan pengajaran yang efektif, harmonisasi keduanya akan memberikan pengalaman belajar yang dinamis bagi siswa.

Penutup

Seperti yang dikatakan Numella Caine dan Geoferry Caine (1973) dalam bukunya yang berjudul "Making Connection by Communication": Teaching and The Human Brain, salah satu fungsi sekolah seharusnya mempersiapkan para siswa menghadapi dunia nyata. Mereka harus memiliki kepekaan dan skill berkomunikasi yang baik untuk menghadapi realita kehidupan yang sebenarnya. Skill berkomunikasi yang andal berkat tempaan selama di asrama akan berpengaruh positif dalam pribadi maupun realisasi kecakapan mereka dalam dunia kerja.(glo)






signature
return

30 Dec 2007 15:25
sutisna
Brigjen
Posts 5.862
Reputation: 30
Awards:

kalo mengenai sekolah asrama
jadi inget STPDN Grin Grin Grin






signature
[size=medium]I know that I am not the best man in the world, I don't care.
[b]I just do my best[/b][/size]

30 Dec 2007 19:41
solobug
anemer bangkong
Posts 4.004
Reputation: 154
Awards:
CSR DonaturPahlawanSpam Killer

memang idealnya sekolah berasrama tapi masalahnya anak saya anak tunggal yang sekarangpun kemanapun anak saya pergi pasti ibunya ngikutin, akhirnya susah juga menerapkan hal-hal ideal ndan Smile Smile






signature
Nu ngariung jiga lutung
Nu ngarendeng jiga monyet
Nya aing mandaha !
Maung pundung datang turu
Badak galak datang depa
Galudra di tengah imah
Kakeureut kasieup ku pohaci awaking.

31 Dec 2007 11:14
ubur-ubur
Serka
Posts 263
Reputation: 0
Awards:

Sekolah berasrama memang bagus seh.
bisa belajar hidup mandiri.
jauh dari kegiatan yang gak penting (kehidupan malam maksudnya.. Grin Grin)
belajar lebih fokus.

asal jangan jadi sekolah lautan asmara ajah


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram