Current time: 19 Apr 2014, 03:53 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / News / Berita Hangat / Skandal Cinta Pramugari-Pilot Batavia Air, Adegan Mesra Berdurasi 10 M



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 92 Votes - 3.16 Average


  
andre44
11 Dec 2007 12:39    #1

Letkol

Skandal Cinta Pramugari-Pilot
Adegan Mesra Berdurasi 10 Menit


Jakarta - Sepasang Pilot dan Pramugari Batavia Air dengan penerbangan 7-221 jurusan Jakarta-Balikpapan, rupanya tidak mau kehilangan kesempatan. Dua puluh menit sebelum landing, mereka menyempatkan diri berpelukan mesra di depan toilet.

Sayangnya adegan itu disaksikan Suharyono, penumpang pesawat tersebut. Bagi pilot berinisial Irf dan pramugari Lis, mungkin hal itu biasa saja. Tapi bagi Suharyono, adegan yang berlangsung 10 menitan itu, jadi persoalan. "Jelas risih dong, ini menyangkut keselamatan penumpang," jelas Suharyono kepada detikcom.

Adegan yang terjadi 28 Oktober lalu itu selanjutnya berujung kepada gugatan. Menurut Suharyono, ada dua pilihan yang akan mereka tempuh. Yang pertama, mereka akan mengajukan class action untuk mempersoalkan standar umum penerbangan, apakah perbuatan mereka dapat dibenarkan atau tidak. Kedua, mereka akan menggugat secara perdata sesuai dengan ketentuan pasal 1365 KUHA Perdata, tentang perbuatan melawan hukum.

Kemesraan di dalam pesawat bukan kali ini saja terjadi. Setidaknya hal itu dikatakan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Dephub Budhi M Suyitno. Menurut Budhi, sebenarnya tampil mesra antara pilot dan pramugari banyak terjadi. Tapi tidak semuanya dilaporkan pihak maskapai kepada otoritas yang berwenang.

Soal hubungan asmara pilot dan pramugari memang sudah dianggap lumrah dan menjadi obrolan sehari-hari di masyarakat. Nova, sebut saja namanya begitu, pramugari sebuah maskapai swasta ini mengatakan, hubungan pramugari dan pilot memang begitu dekat. Alasannya, sesama crew pesawat mereka memang dituntut untuk kompak.

Kedekatan itu kemudian menjelma menjadi hubungan layaknya keluarga. Apalagi bila mereka sedang berada di luar kota atau luar negeri yang jauh dari keluarga. Namun bukan mustahil bila hubungan kemudian berkembang menjadi sesuatu yang lain. "Kami kan juga manusia. Kadang-kadang ada saja kebablasannya," ujar Nova yang dihubungi detikcom via telepon.

Nova yang sudah menjalani profesi pramugari selama empat tahun, mengaku pernah terlibat hubungan cinta dengan beberapa pilot di perusahaanya. Tapi semua itu dilakoni secara diam-diam tidak vulgar. Sebab risikonya, ia akan terkena grounded dari perusahaan bila ketahuan.

Hubungan cinta sesama crew itu, diakui Nova, hanya sekadar cari kesenangan saja, tidak ada motif-motif lain. Namun sekarang, kata Nova, hubungan seperti itu tidak lagi dijalaninya. sebab ia sudah menikah dengan seorang pengusaha asal Surabaya, setahun yang lalu.

Hal yang sama juga dikatakan Silvie, panggil saja demikian. Pramugari yang bekerja di perusahaan penerbangan carteran ini mengaku sering mendengar kisah itu dari teman-temannya sesama pramugari atau pilot. Hubungan asmara pilot dan pramugari itu bahkan jadi obrolan sehari-hari mereka. Kebetulan beberapa pilot yang sekarang bekerja di tempatnya, dulunya pernah bekerja di maskapai lain yang melayani rute domestik atau regional.

Ia pun berpendapat, hubungan cinta yang terjadi antara pilot dan pramugari sangat manusiawi. Sebab saat bertugas mereka jauh dari keluarga. Belum lagi fasilitas dari kantor sangat mendukung seperti di mess atau hotel. "Selagi mereka tetap bekerja secara profesional, saya kira tidak ada masalah," begitu kata Silvie.

Namun ada juga pilot yang beranggapan lain dengan keakraban itu. Sebut saja kasus yang menimpa Ys, pramugari Sriwijaya Air, September silam, yang sempat ramai diberitakan media. Ys berkisah, saat berada di dalam mess Sriwijaya Air di Solo, Jawa Tengah, ia mendapat perlakuan tidak senonoh dari Ar, seorang pilot di tempatnya bekerja.

Dalam laporannya ke polisi Bandara Soekarno-Hatta, Ys mengatakan kalau Ar telah meremas payudara, bokong, serta menciumi bibirnya secara paksa. Beruntung Ys sempat berteriak sehingga sang pilot merasa ketakutan dan mengurungkan niatnya.

Herannya, sang pilot justru bersikap biasa-biasa saja sesudah itu. Pagi harinya, ia masih menjalankan aktivitasnya menerbangkan pesawat dari Solo ke Jakarta, yang juga membawa Ys sebagai krunya.

Cerita miring soal pilot dan pramugari menurut Rendy Sasmita Adjiwibowo, Kapten Pilot Garuda Indonesia Airways, hanya dilakukan segelintir orang saja. Sebab yang ia tahu sangat banyak pilot atau pramugari yang bekerja secara profesional. "Tidak etis kalau semua pilot dan pramugari dianggap melanggar moral," kata Rendy kepada detikcom.

Pilot yang sudah 33 tahun bekerja di maskapai plat merah ini mengatakan, aturan soal etika pilot dan pramugari saat bertugas sangat jelas dan gamblang. Dalam code of conduct di masing-masing maskapai disebutkan, mereka dilarang ngobrol atau tertawa keras-keras di dalam pesawat (Detiknews).

Pramugari Plus Jadi Pilihan

Sebuah karya ilmiah tulisan Indah Martina, mahasiswi jurusan Psikologi Universitas Surabaya, bikin terkejut banyak orang. Skripsi berjudul Hubungan antara Harga Diri dengan Seks sebagai Sebuah Alat di Pekerjaan Pramugari Udara langsung menjadi sorotan, awal November, lalu.

Dalam skripsi yang sempat dilansir sejumlah media lokal maupun nasional tersebut, Indah menggambarkan fenomena kedekatan antara pramugari dengan pilot. Bahkan disebutkan banyak pramugari yang bersaing untuk mendekatkan diri kepada pilot. Tujuannya cuma satu. Supaya bisa mendapatkan materi dari sang pilot.

Dari penelitian yang dilakukan terhadap 176 pramugari diketahui, sebanyak 42,6% lebih sering menggunakan pendekatan seksual dibanding profesionalisme dalam bekerja. "Harap maklum, jika kemudian pilot dan pramugari tampak sangat mesra," begitu tulis Indah.

Pola pendekatan yang dilakukan pramugari ada beragam cara. Ada yang duduk seksi dengan menyilangkan salah satu kaki di hadapan pilot. Ada pula yang melakukan pendekatan hingga ke ranjang. Semua itu umumnya dilakukan di mess atau di hotel.

Responden Indah berumur antara 20-35 tahun. Beberapa diantaranya sudah menikah atau berkeluarga. Tapi karena lingkungan kerja yang mendukung, skandal pilot dan pramugari tidak terelakan. "Selingkuh bagi mereka bukan barang yang baru".

Tulisan Indah rupanya diamini Senia, mantan pramugari sebuah maskapai penerbangan swasta yang cukup kesohor namanya. Pasalnya, kata Senia, penghasilan seorang pramugari-terutama yang pemula- tidak seberapa. Bayaran per jam terbang sekitar Rp 35 ribu. Dalam sepekan setidaknya pramugari seperti Senia kebagian rata-rata 25 sampai 30 jam terbang.

Angka yang didapat sebenarnya bisa mencukupi untuk menutupi biaya hidup sehari-hari. Hanya saja, bagi pramugari seperti Senia, nilai itu kurang mencukupi. Soalnya, ia harus mengongkosi gaya hidup dan penampilannya. "Kalau lagi off gue sama teman-teman sering clubing dan shopping. Mana cukup uang segitu," papar perempuan yang kini bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan swasta di Jakarta.

Tingginya ongkos gaya hidup dan perawatan tubuh serta penampilan, membuat Senia harus mencari cara lain untuk menambah penghasilan. Tapi yang diincar bukan pilot atau awak pesawat di tempatnya bekerja. Ia lebih mengincar penumpang yang menjadi customer nya. Alasannya ingin tetap menjaga imej di mata teman sejawat.

Perempuan semampai berdarah Ambon-Menado ini mengaku, selama tiga tahun bekerja jadi pramugari juga nyambi dengan melayani penumpang saat di darat. Namun, ia tidak sembarangan mencari pelanggan. Biasanya yang diincar adalah penumpang yang punya jadwal tetap atau rutin. Penumpang model begini menurut Senia biasanya berkantong tebal. Sebab umumnya mereka adalah pengusaha atau pejabat.

Untuk layanan di luar jam terbang seperti ini, dara yang kini berusia 26 tahun, mematok tarif paling minim Rp 1,5 juta per sekali kencan. Yang membuat Senia ketagihan, selain mendapat bayaran, ia juga sering dibelikan aneka barang dan pakaian oleh pelanggannya. "Lumayan kan uangnya bisa ditabung" katanya sambil tersenyum.

Dari hasil kerja gandanya selama tiga tahun, ia pun mampu mengumpulkan uang hingga ratusan juta rupiah. Uang tersebut kemudian ia belikan sebuah mobil Honda CRV bekas, membeli rumah lumayan mewah di wilayah Pondok Gede, plus bersekolah di jurusan public relation di Jakarta.

Kenikmatan hidup bergelimang uang yang dijalani Senia ternyata tidak mulus-mulus saja. Sebab pernah suatu ketika ia punya perasaan lain dengan pelanggannya. Ia mengaku jatuh cinta dengan pengusaha muda keturunan Tionghoa yang berdomisili di Semarang, Jawa Tengah. Hubungan cinta itu pun ia jalani enam bulan lamanya.

Namun suatu ketika, ia mengetahui kalau pria yang jadi pacarnya sudah beristri. Senia mengaku terpukul saat itu. Soalnya saat berkenalan, pria tersebut mengaku masih lajang. "Gue dibohongin habis sama dia," keluh Senia.

Karena sakit hati, ia sempat terjebak obat-obatan terlarang. Pekerjaannya sebagai pramugari pun terganggu. Tidak lama berselang ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari profesinya sebagai pramugari, 2005 lalu.

Beberapa pramugari dan pilot yang dihubungi detikcom mengatakan, ada kemungkinan bila seorang pramugari berperilaku seperti itu. "Tapi setahu saya lebih banyak pramugari yang bermoral dan punya harga diri,"Silvie, pramugari pesawat carteran mengaskan.(Detiknews).


Pramugari Jutek & Penumpang Genit

Cerita miring soal hubungan pramugari dan pilot sudah sejak lama menjadi perbincangan publik. Rutinitas kerja yang jauh dari keluarga dianggap sebagai pemicu adanya praduga negatif tersebut. Apalagi para awak pesawat ini punya penampilan yang nyaris sempurna.

Bicara mereka yang santun dan senyum yang selalu mengembang membuat membuat sosok mereka enak dipandang. Jangan heran bila ada yang punya persepsi macam-macam terhadap sikap demikian. Bahkan banyak pula yang menganggap seorang pramugari mudah diajak kencan.

Beberapa pramugari dan pilot yang dihubungi detikcom, umumnya menyadari akan pandangan negatif tersebut. Hanya saja, kata Kapten Pilot Garuda, Rendy Sasmita Adjiwibowo, semua tergantung orang per orang. Bukan profesi. "Kalau mau jujur, pekerja kantoran, juga banyak yang melakukan tindakan tak bermoral," jelas Rendy.

Pakar Penerbangan Independen ini juga mengatakan, di setiap maskapai di Indonesia sudah punya jejaring untuk menghindari perilaku negatif tersebut. Misalnya dengan code of conduct dan Persetujuan Kerja Bersama. Dalam aturan-aturan itu tercantum kode etik bagi pramugari dan pilot dalam menjalankan tugasnya.

Misalnya tentang larangan pramugari atau pilot berbicara atau tertawa keras-keras di dalam pesawat. Perilaku semacam ini, kata Rendy, sudah diajarkan sejak dalam pendidikan. Dan itu terus diingatkan dalam setiap kesempatan oleh pimpinan di masing-masing maskapai saat mereka bekerja.

Tapi penerapan aturan itu bukan tanpa dilema, terutama bagi pramugari pemula. Saking takutnya melanggar peraturan, banyak pramugari pemula yang justru pasang muka jutek kepada penumpang. "Kita sering mendapat kritik seperti ini dari penumpang. Tapi ya itu tadi, itu sikap orang perorang,"tukas Silvi seorang pramugari yang tinggal Jakarta.

Namun terkadang, sikap jutek itu bukan tanpa sebab. Karena, imbuh Silvie, banyak juga penumpang yang bersikap genit kepada pramugari. Biasanya, pramugari yang mendapat "godaan" dari penumpang akan melaporkannya kepada Purser atau pengawas servis.

Tugas Purser adalah melakukan penilaian terhadap kinerja pramugari di atas pesawat. Laporan dari Purser inilah yang menentukan prestasi dan sanksi terhadap seorang pramugari. Sedangkan hubungan pilot dan pramugari sebatas hubungan rekan kerja, bukan antara atasan dan bawahan.

Rendy dan Silvie tidak menafikan bila antara pilot dan pramugari kemudian terjalin hubungan asmara. Tapi selagi mereka dapat bekerja secara profesional saat bertugas, tidak mengapa. Bahkan di salah satu maskapai penerbangan swasta, ada yang menerapkan larangan berpacaran antara pilot dan pramugari.

Lantas bagaimana dengan kasus pilot dan penumpang Batavia Air? Lagi-lagi Rendy menjawab itu perilaku orang per orang. Namun ia tidak begitu yakin dengan laporan yang disampaikan Suharyono, penumpang Batavia Air, dengan penerbangan 7-221 jurusan Jakarta-Balikpapan. Sebab untuk melakukan hubungan senonoh di dalam pesawat tidak mungkin. Karena ruangan di pesawat sangat sempit, sehingga tidak ada tempat untuk itu.

Menanggapi adanya upaya pilot mengatur schedul terbang pramugari, juga dibantah Rendy. Menurutnya, jadwal terbang antara pilot dan pramugari diatur oleh komputer. Ia mencontohkan di Garuda yang jumlah pilotnya sekitar 600 orang dan pramugrainya sebanyak 3.000 orang. Dalam setiap melayani rute penerbangan seorang pilot tidak akan selalu sama jadwalnya dengan salah seorang pramugari.

Tapi seketatnya aturan bukan berarti tidak bisa diakali oleh para awak pesawat. Seperti kata Rendy, semuanya tergantung prilaku orang per orang
http://www.detiknews.com/index.php/detik...idkanal/10

-------------
signature
[font=Tahoma][b]Semakin di Depan[/b][/font]
banner
withsalju
11 Dec 2007 13:06    #2

Letda

Biasanya peraturan dibuat untuk di langgar. Masa manusia diatur com, lha wong com yg buat manusia Mad Mad
banner
Mbah Paijo
11 Dec 2007 13:11    #3

Letkol

he..he...bentar lagi pramugari sama fbi'er, ada yang mau nggak ?
signature
[url=http://www.facebook.com/?ref=home#/group.php?gid=275468997563&ref=nf][size=medium][b]BERGABUNG - STOP MEROKOK[/b][/size][/url]
banner
nido
11 Dec 2007 13:16    #4

Praka

mooo.. dongg boss...
banner
Kojek
11 Dec 2007 13:28    #5

Tukang Sapu

Mbah Paijo Wrote:he..he...bentar lagi pramugari sama fbi'er, ada yang mau nggak ?
Mauuu
signature
[b]Sabar, Ikhlas, Legowo dan Bersyukur adalah kunci hidup penuh rahmah.......[/b]
banner
cicero
11 Dec 2007 13:57    #6

Kapten

belum kebagian nih, soalnya baru kelas pilot hercules... Grin
banner
midoang
11 Dec 2007 13:57    #7

Peltu

YANG LAPOR SIRIK KALI YACH Big Grin Big Grin

MAKLUM ORANG SUKA USIL KALO GAK DAPET BAGIAN
banner
palui
11 Dec 2007 14:24    #8

Letkol

pramugari and pilot juga manusia.....normal toh. apalagi klo urusan lendir hemmm yummmmmy
banner
partizan98
11 Dec 2007 14:33    #9

Koptu

Pilot dan Pramugari juga manusia! Hargailah Hak azasinya.
Tongue Tongue Tongue Tongue Tongue Tongue Tongue Tongue Tongue
banner
skaters
11 Dec 2007 14:38    #10

Banned

saatnya menuju TKP...btw gw cari dulu yah videonya...mudah2an dapat Sad Sad
signature
[size=xx-large][b][url=http://www.forumbebas.com/thread-91781-page-7.html]Gathering FBI'ers Regional Jogja,27-12-2009[/url][/b][/size]
banner
surdino
11 Dec 2007 14:42    #11

Letda

asyik... aku mau sering naik batavia aja deh... siapa tahu diajak ikutan skandal jepit
banner
nonshen123456
11 Dec 2007 14:46    #12

Sertu

mm. ngeri juga ah naik pesawat sekarang
banner
apantae1
11 Dec 2007 19:27    #13

Pelda

Rolleyes cape deh
banner
Sperma_LiaR
11 Dec 2007 20:06    #14

Serda

Wow Wow Wow
pantesan !!! pesawat kita banyak yang jatuh ..... Big Grin Big Grin Big Grin
pilot nya senang bermesum RIA
banner
yoga_son
11 Dec 2007 20:30    #15

Prada

paling aman ya naik pesawat radio...
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014