Thread Rating:
  • 53 Vote(s) - 2.87 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kewajiban Membayar Hutang
#1
Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: sombong, ghulul (khianat), dan hutang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”

Hadits tersebut menginformasikan keutamaan orang yang terbebas dari hutang, akan masuk surga tanpa dihalangi.


Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah juga membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”


Itulah keadaan orang yang mati dalam keadaan masih membawa hutang dan belum juga dilunasi, maka untuk membayarnya akan diambil dari pahala kebaikannya. Itulah yang terjadi ketika hari kiamat karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham untuk melunasi hutang tersebut.


Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)


Al ‘Iroqiy mengatakan, “Urusannya masih menggantung, tidak ada hukuman baginya yaitu tidak bisa ditentukan apakah dia selamat ataukah binasa, sampai dilihat bahwa hutangnya tersebut lunas atau tidak.” (Tuhfatul Ahwadzi, 3/142)


Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

Al Munawi mengatakan, “Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)

Ibnu Majah membawakan hadits di atas pada Bab “Barangsiapa berhutang dan berniat tidak ingin melunasinya.”

Ibnu Majah juga membawakan riwayat lainnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411).


Di antara maksud hadits ini adalah barangsiapa yang mengambil harta manusia melalui jalan hutang, lalu dia berniat tidak ingin mengembalikan hutang tersebut, maka Allah pun akan menghancurkannya. Ya Allah, lindungilah kami dari banyak berhutang dan enggan untuk melunasinya.


bersambung....
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool
Reply
#2
Nabi Muhammad saw enggan menyolati orang yang masih berhutang.

Dari Salamah bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Kami duduk di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu didatangkanlah satu jenazah. Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak.” Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolati jenazah tersebut.

Kemudian didatangkanlah jenazah lainnya. Lalu para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah shalatkanlah dia!”
Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Iya.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Ada, sebanyak 3 dinar.” Lalu beliau mensholati jenazah tersebut.

Kemudian didatangkan lagi jenazah ketiga, lalu para sahabat berkata, “Shalatkanlah dia!” Beliau bertanya, “Apakah dia meningalkan sesuatu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka menjawab, “Ada tiga dinar.” Beliau berkata, “Shalatkanlah sahabat kalian ini.” Lantas Abu Qotadah berkata, “Wahai Rasulullah, shalatkanlah dia. Biar aku saja yang menanggung hutangnya.” Kemudian beliau pun menyolatinya.” (HR. Bukhari no. 2289)



Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)



Sampai-sampai orang mati syahidpun apabila mempunyai dosa hutang tidak diampuni.

Oleh karena itu, seseorang hendaknya berpikir: “Mampukah saya melunasi hutang tersebut dan mendesakkah saya berhutang?”

Karena ingatlah hutang pada manusia tidak bisa dilunasi hanya dengan istighfar.


Bukhari membawakan dalam kitab shohihnya pada Bab “Siapa yang berlindung dari hutang”. Lalu beliau rahimahullah membawakan hadits dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di akhir shalat (sebelum salam): ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).”

Lalu ada yang berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kenapa engkau sering meminta perlindungan adalah dalam masalah hutang?” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari no. 2397)


Smile
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool
Reply
#3
jd tkut...ade msh punya utang ma bbrapa org nh om big
mudah2an ja bs cpet ade lunasin smua....smangaaaaaat
Reply
#4
[tanya] kalau masalah cicilan rumah gimana ndan? dan cicilan rumah tersebut ada asuransinya dimana kalau yang bersangkutan meninggal dunia maka cicilanya dianggap lunas
Reply
#5
(08-02-2011, 02:51 PM)klubanwingi Wrote:  [tanya] kalau masalah cicilan rumah gimana ndan? dan cicilan rumah tersebut ada asuransinya dimana kalau yang bersangkutan meninggal dunia maka cicilanya dianggap lunas

kalau klubwingi minjam uang di bank lalu uang tersebut untuk membeli rumah secara cash, nggak apa-apa, mengenai asuransi, hukumnya haram, karena ada unsur judi, seperti kalau meninggal lunas, kalau nggak meninggal tidak lunas, selain itu zholim karena premi asuransi yang dibayarkan tidak mencukupi untuk melunasi hutangnya, jadi mau nggak mau premi-premi dari nasabah lain (yang tidak meninggal) yang dikumpulkan diambil untuk melunasi yang meninggal tanpa persetujuan.

Smile
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool
Reply
#6
astagfirullah...

dari dulu sy memang sangat takut untuk berhutang.. Sad

semoga sy tidak pernah punya hutang, kalopun terpaksa berhutang dapat melunasinya.. Amiin
Malas Pake Sigi.... Sad
Reply
#7
klo kita punya hutang tp orangnya telah pindah dan kita g bs hub dia lagi gmn ndan...??
Jangan Nikahi Orang Yang Mencintaimu
Tapi Cintailah Orang Yang Menikahimu
Reply
#8
(09-02-2011, 01:19 PM)xonnez Wrote:  klo kita punya hutang tp orangnya telah pindah dan kita g bs hub dia lagi gmn ndan...??

kalau sudah berusaha maksimal dicari-cari nggak ketemu juga, bisa bersedekah atas nama orang yang memberikan pinjaman.

Smile
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)
Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2014 by Adimin | Fan Page | Group | Twitter | Google+ | Instagram