Current time: 17 Apr 2014, 08:02 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / News / Berita Hangat / Perang Antar Suku di Kota Tarakan



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 95 Votes - 2.96 Average


  
capullet
27 Sep 2010 18:08  (Edit: 27 Sep 2010 18:25 by capullet.)    #1

Kuncen Mahakam

Senin, 27 September 2010
Metrotvnews.com, Tarakan: Suasana Kota Tarakan, Kalimantan Timur, Senin (27/9), pasca-perseteruan, masih mencekam. Warga dari suku Tidung turun ke jalan dengan membawa senjata.

Warga suku Tidung mulai bergerak ke kota. Mereka konvoi di jalan utama Kota Tarakan. Bahkan mereka menutup sejumlah jalan. Warga mencegat para pengguna jalan untuk menanyakan identitas.

Sedikitnya 300 aparat dari Brimob dibantu pasukan dari Polres Tarakan diturunkan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan. Jalan kota didominasi suku Tidung. Sementara suku Bugis memilih menghindar.

Hingga saat ini suasana kota semakin mencekam. Bahkan ada informasi akan ada tambahan massa dari suku Tidung.

Sebelumnya, ratusan warga membakar sebuah rumah pelaku pembunuhan terhadap Abdullah Salim. Sementara itu seorang yang diduga pelaku pembunuhan telah dibawa ke Mapolres Tarakan. Polisi saat ini masih memeriksa 5 orang yang diduga pelaku pembunuhan.(*)

semoga tidak terjadi perang antar suku seperti di sampit... Sad
banner
capullet
27 Sep 2010 18:22    #2

Kuncen Mahakam

Rumah Pelaku Pembunuhan Dirusak dan Dibakar Massa

Metrotvnews.com Tarakan: Aksi anarkis dan main hakim sendiri terjadi di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, Senin (27/9). Rumah seorang warga di Komplek Perumahan Korpri Juwata Laut, yang diduga pelaku pembunuhan diserang dan dibakar massa. Seratusan warga yang mengatasnamakan Putra Daerah ini merusak dan membakar rumah pelaku. Mereka diduga membunuh Abdulllah Salim hingga tewas.

Abdullah Salim, 55 tahun, diduga dibunuh pelaku, setelah sebelumnya terjadi percekcokan. Perusakan dan pembakaran rumah pelaku tidak bisa dikendalikan aparat keamanan yang berjaga di lokasi. Aparat terpaksa melepaskan tembakan peringatan. Namun tidak juga diindahkan warga yang sudah tersulut emosi. Polisi hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap lima orang, yang diduga pelaku pembunuhan Abdullah Salim.(RIZ)
banner
capullet
27 Sep 2010 18:24    #3

Kuncen Mahakam

Perang Suku Bergolak Tarakan Mencekam

TRIBUNNEWS.COM, - Kota Tarakan di Kalimantan Timur mencekam akibat bentrokan antara suku asli Kalimantan dengan suku pendatang, Senin (27/9) dini hari. Bentrokan yang terjadi sekitar pukul 02.00 tersebut, dipicu akibat tewasnya seorang penduduk lokal dalam sebuah perkelahian.

Menurut informasi yang didapat Tribunnews.com dari warga Tarakan, saat ini suasana masih mencekam, terutama di sekitar lokasi bentrokan di dekat pelabuhan feri baru, Juwata, yang menjadi basis etnis pendatang tertentu.

Saat ini, etnis lokal dari berbagai pulau di sekitar Pulau Tarakan mulai berdatangan ke Selumit, kawasan yang didominasi penduduk lokal. Mereka melengkapi diri dengan mandau dan sumpit, senjata khas suku yang tinggal di Kalimantan.

Mengantisipasi bentrokan meluas, Yonif 613/Raja Alam diturunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga Juwata. Penduduk diungsikan ke markas Yonif 613 yang tak jauh dari tempat kejadian. Situasi di tengah Kota Tarakan hingga kini masih aman terkendali. Polres setempat telah menyatakan Siaga Satu untuk mengantisipasi keadaan terburuk. (IWN)
banner
capullet
27 Sep 2010 18:27    #4

Kuncen Mahakam

Keluarga Korban Deadline Polisi 2X24 Jam

TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN - Situasi Tarakan hingga saat ini masih mencekam. Warga yang bermukim di sekitar lokasi terjadinya pertikaian antarkelompok di kota tersebut tak berani keluar rumah. Sejauh ini, aparat kepolisian dari Brimobda Polda Kaltim dan Polresta Tarakan masih berjaga-jaga untuk menghindari meluasnya perang yang melibatkan dua suku tersebut.

Dari pantauan Tribun, ratusan warga dari bermukim di kawasan Juwata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kalimantan Timur, masih berkerumun di beberapa titik dan lokasi.

Mereka sejak pagi hingga siang tadi berada di rumah Abdullah (45), seorang tokoh masyarakat yang tewas diserang sekelompok pemuda di rumahnya pada Minggu (26/9/2010) sekitar pukul 23.00 WIB.

Siang tadi sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah Abdullah dimakamkan, diantar keluarga dan seluruh kerabatnya. Bahkan, ratusan warga Juwata Permai yang ikut mengantar jenazah ke pemakaman terlihat membawa senjata tajam berupa golok, tombak, bahkan di antaranya membawa senjata sejenis badik.

Mereka tampaknya masih menyimpan amarah atas pertikaian yang menewaskan warga mereka, Abdullah. Bahkan, kerabat korban mendesak polisi agar segera menangkap pelaku dalam waktu 2X24 jam.

"Kami mendesak polisi agar pelaku pembunuhan segera ditangkap dalam waktu 2X24 jam, jika tidak, kami sendiri yang akan bertindak," ungkap seorang kerabat korban yang enggan disebutkan identitasnya.

Sementara itu, siang hingga sore tadi, tokoh masyarakat dari kedua kelompok dipertemukan untuk menyelesaikan pertikaian yang terjadi. Hingga saat ini, belum diketahui hasil pertemuan.

Dari informasi yang dihimpun Tribun, konflik yang melibatkan dua kelompok tersebut sudah yang keenam kalinya terjadi di Tarakan.
banner
capullet
27 Sep 2010 18:28    #5

Kuncen Mahakam

Toko-toko Tutup Khawatir Jadi Amuk Massa

TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN - Suasana di Kota Tarakan hingga saat ini masih mencekam. Ratusan personel Polresta Tarakan dibantu Yonif 613 Raja Alam dikerahkan untuk mengantisipasi meluasnya konflik yang menewaskan Abdullah (45), seorang pemangku adat Tidung, Tarakan, Kalimantan Timur.

Dari pantauan Tribunnews.com, aktivitas masyarakat Kota Tarakan lumpuh total. Hampir seluruh toko di pusat-pusat keramaian Kota Tarakan tutup.

Mereka tak berani membuka toko karena khawatir konflik antarkelompok akan merembes ke pusat perdagangan yang berujung pada penjarahan dan pembakaran.

Saat ini, polisi bersama personel Yonif 613 Raja Alam melakukan sweeping terhadap pemuda-pemuda yang berkeliaran di wilayah konflik yang diduga sebagai dua kelompok yang bertikai.

"Situasi di Tarakan saat ini bisa dibilang mencekam. Konflik yang terjadi antarkelompok membuat warga cemas. Mereka tak berani keluar rumah, dan toko-toko semua tutup," demikian yang dilaporkan Junisah, wartawan Tribun Kaltim langsung dari Tarakan, Senin (27/9/2010).

Sementara itu, kerabat maupun warga baru saja selesai memakamkan Abdullah, seorang pemangku adat yang menjadi korban atas peristiwa tersebut.

Mayat Abdullah ditemukan di semak-semak tak jauh dari rumahnya dengan kondisi mengenaskan. Di sekujur tubuhnya ditemukan luka akibat bekas penganiayaan dan senjata tajam.

Kerabat korban mengaku belum bisa menerima kejadian tersebut. Mereka berjanji akan membalas serangan yang dilakukan sekelompok pria yang hingga kini masih dalam pengejaran.

Sementara itu, Kapolresta Tarakan AKBP Danu Siswanto belum bersedia memberi komentar terkait konflik yang melanda Tarakan dan melibatkan dua kelompok warga di Tarakan tersebut. "Nanti saja," ujarnya. (*)
banner
capullet
27 Sep 2010 18:29    #6

Kuncen Mahakam

Seorang Pemangku Adat Tewas Diserang Sejumlah Pemuda

TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN - Perang antarkelompok pecah di Tarakan, Kalimantan Timur, Minggu (26/9/2010) sekitar pukul 23.00 WIB. Akibat peristiwa itu, seorang warga bernama Abdullah tewas mengenaskan dengan sejumlah luka di sekujur tubuh.

Suasana di Kota Tarakan pascabentrok langsung mencekam. Ratusan orang dari Kampung Tidung, maupun kerabat Abdullah, memadati sejumlah ruas jalan.

Mereka tak menerima kematian Abdullah dan berjanji akan membalas serangan yang diduga dilakukan sekelompok pemuda yang hingga kini masih dalam pencarian polisi.

Konflik yang terjadi antarkelompok di Tarakan berawal ketika salah seorang anak Abdullah melintas di sebuah gang yang dijaga sejumlah pria dewasa.

Pria itu kemudian mencegat putra Abdullah lalu memalak dengan alasan untuk membeli sesuatu. Namun putra Abdullah menolak memberi uang yang diminta pria tersebut.

Keributan kecil pun sempat terjadi. Anak Abdullah marah, sementara sejumlah pria tersebut mengeluarkan kata-kata umpatan. Sesaat setelah kejadian itu, Abdullah datang menghampiri pria tersebut setelah mendapat laporan dari putranya.

"Maksud kedatangan korban saat itu untuk mendamaikan putranya dengan sejumlah pria yang mencegatnya," ujar kerabat dekat Abdullah kepada Tribun Kaltim, Senin (27/9/2010).

Namun hanya dalam hitungan menit setelah pertemuan itu berlangsung di gang, tiba-tiba sekelompok orang datang menyerang Abdullah di rumahnya. Abdullah, yang dikenal sebagai pemangku adat daerah setempat, ditemukan tewas sekitar pukul 03.00 Senin dini hari.

Mayatnya ditemukan di semak-semak dengan luka di sekujur tubuh. bahkan, kedua tangannya terpotong akibat ditebas senjata tajam. Sementara putranya mengalami luka serius akibat turut dianiaya.

Sesaat setelah jenazah Abdullah ditemukan, situasi di Tarakan langsung mencekam. Puluhan bahkan ratusan warga, maupun kerabat korban, berupaya menyerang balik. Mereka menyisir setiap daerah, gang, dan rumah-rumah mencari pelaku pembunuhan dengan menggunakan senjata tajam.
banner
Pistol_aer
27 Sep 2010 18:39    #7

K A P O L S E X X X

saya selalu bersyukur tinggal di daerah Kota Cirebon , Sad

gak kebayang kalau saya ditugaskan di daerah Konflik Wow

Pendapat saya main hakim sendiri di sebabkan karena ketidak puasan Masayarakat terhadap Hukum di negara kita

masyarakat pun kurang percaya dengan Keparat Keparat Kemanan apalagi keparat keparat yg berbintang Libra . terlebih pembinaan pembinaan di Rutan yang kurang memberikan EFFEK jera bagi Narapidana

saya gak mau bahas apa saja ketidak puasan mereka , Smile

dah ah.... gue bersyukur aja hidup di Kota Cirebon Wait di Kota ini kalau ada ribut ribut paling masalah anggota DPRD , Curanmor dan Rebutan Selangkangan di Tempat Hiburan Grin
signature
[size=medium][i]mempunyai Kemauan jangan samakan dengan mempunyai Kemaluan karena yg namanya Kemauan Tidak semulus dengan Kemaluan dan sekitarnya [/i][/size]
banner
laczo
27 Sep 2010 18:40    #8

Brigjen

wah rame nih kalo ada yang punya pidio bentrokanya Blah
banner
troj4n
27 Sep 2010 19:14    #9

amsiong

Keparat Keparat Kemanan apalagi keparat keparat yg berbintang Libra Confused

apa tuh kang tol???? baru tau
banner
a_w
27 Sep 2010 19:33    #10

Letkol

Kondisi Kota Tarakan, Kalimantan Timur, hingga Senin (27/9) pukul 20.00 WITA masih mencekam menyusul kerusuhan antaretnis yang terjadi di kawasan Juata Kerikil pada pagi dini hari tadi.

“Masih mencekam, toko-toko semuanya tutup,” kata tokoh warga Tarakan, Sofyan Asnawie.

Personel TNI/Polri, kata Sofyan, masih bersiaga di sejumlah kawasan yang rawan terjadinya gesekan antarwarga. Aparat keamanan juga membubarkan kerumunan massa yang diduga berlaku mencurigakan.

Kerusuhan antaretnis itu disebabkan adanya peristiwa pemalakan oleh warga salah satu etnis terhadap etnis lainnya. Pemalakan ini berakhir dengan adanya pengeroyokan sehingga menyebabkan satu meninggal dan seorang lagi terluka parah.

“Mereka ayah dan anak. Ayahnya meninggal, sedangkan anaknya harus dirawat di rumah sakit,” paparnya.

Akibat peristiwa ini, kata Sofyan, ratusan warga salah satu etnis murka serta membakar empat rumah di kawasan Juata Kerikil. Mereka juga mencari orang-orang yang mengeroyok dua rekannya.

Mengantisipasi agar kerusuhan tidak meluas ke kota, aparat keamanan sudah melokalisir tempat kejadian perkara agar tidak merembet ke kawasan Kota Tarakan. Polisi juga sudah berupaya memburu para pelaku pengeroyokan.

sumber
signature
[b][size=medium]KEMAUAN YANG BESAR MAMPU MENAKLUKAN KEMAMPUAN YANG BESAR[/size][/b]
banner
jockie007
27 Sep 2010 19:44    #11

Kopda

(27 Sep 2010 19:14)troj4n Wrote:
 
Keparat Keparat Kemanan apalagi keparat keparat yg berbintang Libra Confused

apa tuh kang tol???? baru tau

bukannya kejaksaan ? Smile
banner
safrulsalwa
27 Sep 2010 20:39    #12

Mayor

saudara ku sebangsa setanah air
gunakan pikiran yang tenang
jangan terpancing emosi sesaat
signature
[size=large]Uluh Itah Kia[/size]...Peace
banner
Bo_JeSS
28 Sep 2010 04:17  (Edit: 28 Sep 2010 04:18 by Bo_JeSS.)    #13

Penunggu Kamar Basah

Quote:"Kami mendesak polisi agar pelaku pembunuhan segera ditangkap dalam waktu 2X24 jam, jika tidak, kami sendiri yang akan bertindak," ungkap seorang kerabat korban yang enggan disebutkan identitasnya.

Udah kayak jagoan aja nih ngomongnya, emang nya Polisi tak butuh data dan fakta apa? :pusing:

Inilah yg membuat Indonesia selalu direndahkan oleh negara lain, kita terlalu mengagungkan suku sendiri daripada suku lain, padahal kita semua saudara. Kekerasan dalam skala besar terlalu gampang di Indonesia untuk disulut hanya dengan kedok ITU SUKU SAYA... Kalo sampai Tarakan terjadi kayak Sampit, bubarin aja Indonesia, silahkan bikin negara sendiri berbasis kesukuan Blah
banner
1343
28 Sep 2010 06:41    #14

Serka

aparat emang keparat pa lagi yg namanya niru merek salep. xixixixi Grin
banner
harakiri
28 Sep 2010 07:13    #15

Mayjen

kasus kriminal berubah jadi kerusuhan Etnis ??? Think
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014