Current time: 17 Apr 2014, 11:20 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / News / Berita Hangat / Pemerkosaan Massal di Kongo



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 146 Votes - 2.91 Average


  
harakiri
27 Aug 2010 09:27    #1

Mayjen

200 Wanita di Kongo Jadi Koban Pemerkosaan Massal


REPUBLIKA.CO.ID , Milisi pemberontak Rwanda dan Kongo telah melakukan perkosaan ramai-ramai setidaknya terhadap 200 orang dan bebarapa bocah lelaki selama empat hari. Lokasi perkosaan itu pun masih dalam jangkauan markas tentara penjaga perdamaian PBB di distrik pertambangan Kongo timur, demikian menurut penuturan seorang pekerja relawan Amerika dan dokter Kongo.

Will F Cragin dari International Medical Corps, Selasa (24/8) mengatakan pemberontak telah menguasai kota Luvungi dan desa-desa sekitar di Kongo timur setelah serangan yang dilakukan pada 30 Juli. Lebih dari tiga pekan kemudian, misi perdamaian PBB di Kongo masih belum mengeluarkan pernyataan terkait tindak brutal tersebut dan menyatakan hingga kini masih menginvestigasi.

Cragin mengatakan organisasinya hanya bisa masuk ke kota yang berjarak 16 km dari kamp militer PBB Itu setelah pemberontak mengakhiri kesenangan brutal mereka dengan 'merudapaksa', menjarah. Pemberontak menarik mundur anggota atas kemauan sendiri pada 4 Agustus lalu.

Sementara, juru bicara PBB di New York, Martin Nesirky, mengatakan hari ini, tim gabungan hak asasi manusia PBB tengah memverifikasi dugaan perkosaan yang dilakukan terhadap sedikitnya 154 orang oleh grup pemberontak FDLR dan Mai-Mai di desa Bunangiri. Ia mengatakan para korban kini tengah mendapat perawatan medis dan psikis.

Pasukan perdamaian PBB sebenarnya memiliki basis militer perusahaan di Kibua, 30 kilometer arah timur desa tersebut. Namun saat pendudukan berlangsung, pemberontak memblokir jalan dan mencegah warga desa untuk dapat mengakses titik komunikasi terdekat.

Pemimpin sipil setempat, Charles Masudi Kisa, mengatakan hanya ada 25 tentara penjaga perdamaian dan mereka tentu tak bisa berbuat apa-apa menghadapi 200 hingga 400 pemberontak yang menguasai wilayah berpenduduk 2.200 orang dan lima desa di sekitar.

Ketika akhirnya tentara perdamaian mendekati desa, pemberontak kembali masuk hutan. Namun, ketika Helm Biru--istilah bagi pasukan PBB--bergerak ke area lain, pemberontak itu pun datang kembali," ujarnya.

"Tidak ada pertempuran dan kematian," ujar Cragin. "Yang terjadi adalah penjarahan masih dan pemerkosaan secara sistematis terhadap para wanita," ujarnya.

Empat bayi lelaki juga diperkosa,demikian menurut penuturan kepala medis distrik setempat, Charles Kacha. Ia mengatakan ada bayi berusia satu bulan, enam bulan, setahun dan 18 bulan yang menjadi korban pemerkosaan brutal para pemberontak.

"Banyak wanita menuturkan mereka diperkosa di rumah, di depan anak-anak mereka dan suaminya, dan banyak juga yang mengatakan mendapat perlakuan itu berulang kali oleh tiga hingga enam pria," ujar Cragin. Sementara, imbuh dia, ada wanita-wanita lain yang diseret masuk hutan terdekat.

Sejauh ini pekerja internasional dan kesehatan lokal telah merawat 179 wanita. Namun, jumlah pemerkosaan bisa jadi lebih tinggi, mengingat banyak warga trauma yang masih bersembunyi.

"Kami akan terus kembali dan mengindentifikasi lebih dan lebih banyak kasus," ujarnya. "Banyak wanita yang masih berdatangan dari dalam hutan dalam kondisi miris, telanjang tanpa pakaian selembar pun," kata Cragin.

Ia mengatakan ketika mereka datang untuk meminta pertolongan, sudah terlambat untuk mendapat kontrasepsi dan pengobatan pencegah AIDS kecuali terhadap tiga wanita yang berhasil lolos dari pemerkosaan.

Luvungi adalah pusat pertanian terletak di antara ibu kota provinsi Kongo Timur, Goma, dan kota pertambangan utama, Walikale. Mereka yang berhasil lolos mengatakan penyerang adalah FDLR termasuk oknum genosida asal Rwanda yang pergi ke perbatasan menuju Kongo pada 1994 dan sejak itu ikut meneror rakyat Kongo.

Charles, mengatakan para pemberontak itu menyerang setelah tentara Kongo, tanpa penjelasan tiba-tiba ditarik dari Luvungi dan sekitarnya, di Walikali. Ia mengatakan penarikan itu terjadi setelah beberapa tentara menjadi desertir dan bergabung dengan pemberontak di hutan-hutan.

Pemerkosaan sebagai senjata perang secara mengejutkan kerap dilakukan di Kongo timur, di mana menurut PBB, sedikitnya 8.300 pemerkosaan dilaporkan tahun lalu. Diyakini masih banyak pemerkosaan yang tidak dilaporkan atau tak diketahui.

Hingga kini gabungan tentara PBB dan pasukan Kongo tidak mampu mengalahkan banyak pemberontak yang bertanggung jawab atas konflik berkepanjangan di Kongo. Konflik yang dipicu oleh cadangan mineral masif di kawasan tersebut.
banner
harakiri
27 Aug 2010 09:29    #2

Mayjen

PBB Selidiki Pemerkosaan Massal di Kongo

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon sangat marah atas pemerkosaan terhadap ratusan perempuan Kongo oleh para pemberontak. Ban kini mengutus dua pejabat senior badan dunia tersebut untuk menyelidiki laporan tersebut.

Juru bicara PBB Martin Nesirky mengatakan Ban telah segera mengirim Asisten Sekjen untuk Pemeliharaan Perdamaian Atul Khare ke Kongo untuk membantu penyelidikan. Ia juga mengirim Wakil Khusus untuk Kekerasan Seksual dalam Konflik Margot Wallstrom untuk memimpin tim respons PBB dan menindaklanjuti laporan itu.

"Sekretaris jenderal sangat marah oleh pemerkosaan dan serangan itu. Ini contoh mengerikan lainnya dari tingkat kekerasan seksual dan ketidakamanan yang terus melanda Kongo," ujar Nesirki.

Ia mengatakan Ban menyeru semua kelompok bersenjata untuk meletakkan senjata dan bergabung dengan proses perdamaian. Ia juga mendesak pemerintah Kongo menyelidiki serangan tersebut dan membawa para pelakunya ke pengadilan.

Pemerkosaan terhadap ratusan perempuan Kongo itu diungkap seorang pekerja bantuan asal Amerika Serikat dan seorang dokter Kongo.

Menurut pekerja tersebut, milisi Mai Mai dan pemberontak Hutu Rwanda FDLR telah memerkosa hampir 200 perempuan dan anak-anak di Kota Luvungi, Provinsi Kivu Utara, yang mereka kuasai selama empat hari mulai dari 30 Juli hingga 3 Agustus.

Ironisnya, tindakan tersebut terjadi hanya berjarak sekitar 16 kilometer dari markas pasukan PBB.

Will F Cragin dari International Medical Corps mengatakan para pekerja bantuan dan PBB mengetahui para pemberontak telah menduduki Luvungi dan desa-desa di Kongo timur sehari setelah terjadi serangan ke kawasan itu pada 30 Juli.

Craig mengatakan organisasinya baru bisa memasuki kota itu setelah para pemberontak mengakhiri kebrutalan mereka dan mundur ke wilayah lain pada 4 Agustus.

Angka kekerasan seksual yang terjadi di negeri bekas jajahan Belgia itu bisa lebih besar sebab banyak kasus pemerkosaan tidak dilaporkan. PBB memperkirakan sedikitnya 5.400 perempuan telah diperkosa pada sembilan bulan pertama 2009.

sumber
banner
harakiri
27 Aug 2010 09:29    #3

Mayjen

PBB Kecam Pemerkosaan Massal di Kongo


New York (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengecam pemerkosaan massal yang terjadi di belasan desa di wilayah bergejolak bagian timur Republik Demokratik Kongo (DRC) dan meminta para pelakunya diseret ke pengadilan.

"Sekjen PBB meminta pihak berwenang Republik Demokratik Kongo untuk melakukan investigasi terhadap insiden tersebut dan mengadili para pelakunya serta terus berupaya mengakhiri keadaan tidak aman di bagian timur negara tersebut," kata Juru Bicara Sekjen PBB, Martin Nesirky, di Markas Besar PBB, New York, Selasa.

Karena situasi yang demikian serius itu, kata Nesirky, Sekjen Ban Ki-moon telah memutuskan untuk segera mengirim Asisten Sekjen PBB dari Departemen Operasi Penjaga Perdamaian, Atul Khare, ke DRC.

Ban juga telah menginstruksikan utusan khususnya untuk urusan Kekerasan Seksual di Daerah Konflik, Margot Wallstrom, untuk memimpin langkah-langkah yang diambil PBB dalam menindaklanjuti kasus pemerkosaan massal di DRC itu.

Seperti yang dilaporkan PBB, tim PBB urusan hak asasi manusia telah memastikan bahwa para anggota milisi Mai-Mai dan Pasukan Demokratik Pembebasan Rwanda (FDLR) --kelompok bersenjata etnik Hutu yang terlibat dalam pembersihan etnis di Rwanda tahun 1994, melakukan serangkaian serangan ke sejumlah desa di propinsi Kivu Utara di DRC selama lebih dari empat hari pada awal Agustus.

Sedikitnya 154 warga sipil di 13 desa yang berada di jalur sepanjang 21 kilometer di daerah Banamukira mengalami pemerkosaan antara 30 Juli dan 2 Agustus.

Para penyerang juga menjarah rumah-rumah serta menghadang jalan dan melarang para warga berkomunikasi dengan dunia luar.

Ban, ujar Nesirky, menekankan pentingnya semua kelompok bersenjata meletakkan senjata mereka dan maju ke proses perdamaian.

Republik Demokratik Kongo (DRC) --untuk membedakan dengan negara tetangganya Republik Kongo, merupakan negara yang telah bertahun-tahun dilanda perang saudara.

Kesepakatan damai dan pembentukan sebuah pemerintahan transisi telah ditandatangani pada tahun 2003.

Kendati demikian, pertikaian secara sporadis terus berlangsung, terutama di wilayah bagian timur.

Dalam lima tahun terakhir, konflik yang terus bergejolak di negara bekas jajahan Belgia tersebut, melibatkan tentara Pemerintah DRC --yang didukung Zimbabwe, Angola dan Namibia-- dengan milisi pemberontak --yang didukung Rwanda dan Uganda.

Di wilayah bagian timur, perkosaan dan kekerasan seksual lainnya terhadap perempuan kerap terjadi dan disebut-sebut merupakan yang terburuk di seluruh dunia.

Sebuah laporan mengungkapkan ada lebih dari 8.000 perempuan DRC mengalami pemerkosaan sepanjang tahun 2009, yang dilakukan oleh faksi-faksi yang bertikai, baik tentara pemberontak maupun tentara pemerintah.

Konflik berdarah selama lima tahun terakhir dilaporkan telah menewaskan jutaan warga, termasuk mereka yang terkena dampak perang hingga mengalami kelaparan dan didera berbagai penyakit.

Melalui mandat Dewan Keamanan tahun 1999, PBB mengirimkan pasukan penjaga perdamaian untuk memantau pelaksanaan perjanjian Lusaka tahun 1999, yakni kesepakatan gencatan senjata antara DRC dengan kelima negara di kawasan Afrika tengah yaitu Zimbabwe, Angola dan Namibia.

Pasukan penjaga perdamaian PBB di DRC (MONUSCO) --sebelumnya bernama MONUC-- saat ini berkekuatan lebih dari 22.000 personil yang berasal dari puluhan negara, termasuk Indonesia.
sumber
banner
harakiri
27 Aug 2010 09:31  (Edit: 27 Aug 2010 09:33 by harakiri.)    #4

Mayjen

RI Mengutuk Perkosaan Massal di Kongo

NEW YORK, KOMPAS.com — Indonesia mengutuk pemerkosaan massal di wilayah konflik di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak bersikap sebagai "pemadam kebakaran" melainkan sebagai "tukang kebun".

"Kami mengutuk keras kekerasan terhadap warga sipil. Di konflik apa pun, seharusnya perlindungan terhadap rakyat sipil harus dijunjung tinggi," kata Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Hasan Kleib.

Tim PBB urusan hak asasi manusia memastikan, para anggota milisi Mai-Mai dan Pasukan Demokratik Pembebasan Rwanda (FDLR) melakukan serangkaian serangan ke sejumlah desa di Propinsi Kivu Utara di DRC selama lebih dari empat hari pada awal Agustus.

FDLR merupakan kelompok bersenjata etnik Hutu yang terlibat dalam pembersihan etnis di Rwanda tahun 1994. Sedikitnya 154 warga sipil di 13 desa yang berada di jalur sepanjang 21 kilometer di Banamukira di propinsi tersebut mengalami pemerkosaan antara 30 Juli dan 2 Agustus lalu.

Para penyerang juga menjarah rumah-rumah serta menghadang jalan dan melarang para warga berkomunikasi dengan dunia luar.

Personel Indonesia berjumlah 190 orang yang bergabung dengan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di DRC (MONUSCO) memiliki wilayah tugas di kawasan Dungu di Provinsi Oriental, yang letaknya relatif jauh dari provinsi itu.

"Pasukan kami memang jauh dari provinsi tempat terjadinya insiden. Tapi sebagai salah satu negara penyumbang pasukan ke DRC, kami sangat khawatir dengan terjadinya kekerasan terhadap warga sipil di sana (Kivu Utara—Red)," kata Hasan.

Munculnya laporan tentang pemerkosaan massal biadab itu, ujar Hasan, harus dijadikan momentum oleh Dewan Keamanan PBB, negara di kawasan serta masyarakat internasional untuk mempercepat proses politik.

Indonesia melihat munculnya kasus pemerkosaan massal menunjukkan tidak adanya keamanan dan pemerintahan yang stabil di Kongo.

Kekerasan oleh para pemberontak dikhawatirkan akan sering muncul jika upaya menuju proses politik dan penyelesaian damai tidak segera ditingkatkan.

"Ini momentum untuk Dewan Keamanan, negara kawasan, dan masyarakat internasional untuk mempercepat proses politik. Hanya dengan penyelesaian politiklah keamanan yang stabil bisa terjamin," kata Hasan.
banner
@de_kecil
27 Aug 2010 09:32    #5

Kapten

:pusing: sakit tuh para pemberontak...
pe anak bayi jg d rudapaksa.. Mad
banner
tree
27 Aug 2010 09:32    #6

mandor

ngeri y di kongo ternyata Wow
signature
Think sedang dalam proses...
banner
fikar_its
27 Aug 2010 09:49    #7

Letjen

PBB?

Confused


apa sih peranan PBB ini? tumben bersuara? Think

kayaknya sih susah kalo mengandalkan PBB, banyak campur tangan si asu disana Sad
banner
joyokerto
27 Aug 2010 09:56    #8

Kapten

menyedihkan....ayo PBB tindak tegas tuh pelakunyaaaaaaa!!!!!!!!!!
signature
[font=Verdana][size=medium][b]ORANG HIDUP HARUS MAJU[/b][/size][/font] Top
banner
Nobitaa-C
27 Aug 2010 09:59    #9

Brigjen

orang gila semua itu mah anak bayi aja sampe di rudapaksa dasar otak dungu
signature
[size=large][color=blue]Ga Dikasih Rep ++ Dikasih Koment Juga udah Lebih Dari Cukuplah Cool[/size][/color]
banner
aryo_tyo
27 Aug 2010 10:11    #10

Bocah Deso

sadis dan miris mendengar berita itu ...
signature
[B]"If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done."[/B]
banner
audrianto
27 Aug 2010 10:11    #11

Mayjen

gile benar bs gitu yach di kongo apa mereka pemberontak ngga liat apa itu anak kecil dan balita apa mereka ngga punya otak melakukannya? ConfusedConfusedConfused

MadMadMadMadMadMadMadMad
signature
Erwin Audrianto Tanjung, SH
email : audri_anto@yahoo.com
banner
and you
27 Aug 2010 10:12    #12

Kolonel

namnya juga pemberontak hidup dalam banyak tekanan, sekalinya ketemu barang yang bisa dipake ya hajar aja, kadang kambing aja dipake, cuma biadab jika make anak bayi
banner
z-moxs
27 Aug 2010 10:18    #13

Jendral

sadis bgt....


Mad
signature
thekku yo thekku,thekmu yo thekmu...
yok thekmu thokno thekku
banner
elec
27 Aug 2010 11:21    #14

Bukan MOMOD

Tidak ada rasa perikemanusiaan Mad

kelakuan kek binatang Think
banner
Q0tr3X
27 Aug 2010 11:29    #15

Letda

parahhh... turut prihatin
signature
[color=#0000CD][size=large][font=Trebuchet MS]
__________________________________
Apapun masalahnya , I Love Indonesia [/font][/size][/color]
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014