Current time: 21 Apr 2014, 19:19 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / News / Artikel Bebas Kita / 10 Menit Untuk Deteksi Formalin!!!



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 79 Votes - 2.95 Average


  
cute_devil
27 Aug 2010 05:21  (Edit: 27 Aug 2010 05:24 by cute_devil.)    #1

freethinker

[Image: formalin.jpg]

Universitas Brawijaya Selasa (3/8) mengukuhkan guru besar bidang ilmu Biokimia yang baru. Prof Dr Ir Chanif Mahdi MS, telah berhasil menemukan alat yang mampu mendeteksi kandungan formalin. Terungkapnya penggunaan formalin dalam makanan akhir-akhir ini, membuat masyarakat khawatir akan kesehatannya dan semakin selektif dalam memilih makanan. Kekhawatiran masyarakat justru menginspirasi dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UB) itu, untuk menciptakan tester yang mampu mendeteksi kandungan formalin dalam makanan.

Chanif menamakan tester tersebut FMR atau Formalin Main Reagent. Alat yang ditemukannya tergolong unik. Jika uji formalin di laboratorium selama ini membutuhkan waktu lebih dari seminggu, kinerja FMR hanya dalam hitungan menit. "Cukup 10 menit, kandungan formalin sudah bisa dideteksi," ujar pria kelahiran Tuban, 12 April 1952 itu.

Proses uji formalin dengan FMR juga cukup mudah. Bahan makanan yang akan dideteksi dipotong kecil-kecil, kemudian dimasukkan dalam larutan FMR sambil dikocok-kocok. "Kalau warna larutan berubah sampai merah bahkan ungu, berarti mengandung formalin. Semakin gelap warnanya, semakin tinggi kandungan formalinnya," ujar suami Siti Chumaiyah ini.

Beberapa uji coba telah ia lakukan pada beberapa jenis makanan seperti bakso dan bermacam-macam ikan laut. Setelah ia teliti lebih lanjut, ternyata tester buatannya memiliki tingkat kesalahan uji cukup kecil, hanya 0,001 persen. Chanif mengaku produknya sudah banyak dimanfaatkan beberapa perguruan tinggi di Malang, Surabaya, dan Jakarta untuk aktivitas penelitian. Kendati belum disosialisasikan kepada dinas POM daerah, beberapa agen tidak resmi juga sudah mengenal produk ini.

Dengan alat ditemukan, Chanif berharap sudah turut serta dalam upaya mencegah peredaran makanan berformalin. Karena itu Chanif tidak mematok biaya mahal bagi konsumen yang berminat menggunakan produk FMR. Dengan kisaran harga 30 s/d 50 ribu rupiah saja, masyarakat dapat mendeteksi formalin sendiri. Chanif bahkan tidak segan-segan akan memberikan secara cuma-cuma bagi masyarakat sangat membutuhkan FMR namun tidak memiliki biaya untuk membeli. "Ya kalau temuan kita semakin banyak digunakan, berarti ilmu kita juga semakin bermanfaat kan? Kalau dihitung amal jariyah, itu sudah saya anggap royalti," ujarnya.

Tidak hanya FMR yang diciptakan Chanif. Ayah dari dua orang putri itu juga berhasil menciptakan tester untuk zat-zat makanan berbahaya lainnya boraks, rhodamin (bahan pewarna lipstick), dan yodium dalam garam. "Sejauh ini hanya alat uji yodium yang sudah dipatenkan, lainnya belum dan masih dalam proses," ungkap alumni program doktor ilmu kedokteran minat biomedik pascasarjana UB tahun 2008 itu.

Terkait dengan pengukuhannya, Chanif mengaku awalnya tidak menyangka mampu meraih gelar guru besar. Pertolongan dari Allah diyakini sebagai satu-satunya alasan ia meraih keberhasilannya sejauh ini. "Setiap jam dua dini hari, sholat malam sudah menjadi kebutuhan. Saya bersyukur banyak harapan saya yang terwujud selama ini," tuturnya.

Kini, setelah menggenggam gelar guru besar, Chanif tidak ingin berpuas diri. Ia berjanji akan terus melakukan penelitian-penelitian selanjutnya di dalam Laboratorium Makanan Sehat. Sebuah laboratorium mini, yang terletak di dalam rumahnya itu, ia tengah berusaha menemukan tester uji logam berat dan narkoba yang diyakini akan sangat bermanfaat.
banner
adimin
27 Aug 2010 05:30  (Edit: 27 Aug 2010 05:31 by adimin.)    #2

Carik.

Baru tahu kalau mhs UBM (bukan ABM lho..) yg kreatif Top
apalagi kalau ada info bisa dibeli dimana produk tsb
signature
Forum Bebas Indonesia - facebook Group
http://www.facebook.com/groups/63263346076/
banner
cute_devil
27 Aug 2010 05:41    #3

freethinker

untuk infonya ane blm tw kl diluar kampus, tp kl mw cari bs k FMIPA, dsana djual, tp jumlahnya masih terbatas, info ane dpt dr tmn ane anak FMIPA yg ikut praktek d laborat soal alat deteksi tsb,,,
banner
fikar_its
27 Aug 2010 11:15  (Edit: 27 Aug 2010 11:35 by fikar_its.)    #4

Letjen

ane tambahin info link sumber artikelnya ya ndin...

http://prasetya.ub.ac.id/berita.php/id/detail/819

ini foto Prof Dr Ir Chanif Mahdi MS

klik
[Image: dsc_0096_20100803221934.jpg]



kalo ane sih buat deteksi formalin bisa pakai lalat.
kalo lalat ga mau mendekati tuh makanan, berarti ada kandungan formalinnya.
kalo ada banyak lalat, berarti tuh makanan bebas formalin.

Top
banner
bayesianis
27 Aug 2010 11:18    #5

Lettu

Indonesia juga tak kalah dengan negara lain Top
signature
[color=#0000CD]Kejayaan tertinggi bukan karena kita tidak pernah
jatuh, melainkan karena kita selalu bangkit lagi ketika gagal -Confucius-[/color]
banner
liquor
27 Aug 2010 11:59    #6

.            .

Nice Inpo Ndin Top
Sayang kalau dah bisa menemukan alat seperti ini Negara g tertarik untuk
mengembangkan lebih jauh n mematenkan. Ujung2nya produk di Paten ama Negara lain
signature
Lost of FBI Nono
banner
cute_devil
27 Aug 2010 13:20    #7

freethinker

(27 Aug 2010 11:15)fikar_its Wrote:
 
ane tambahin info link sumber artikelnya ya ndin...

http://prasetya.ub.ac.id/berita.php/id/detail/819

ini foto Prof Dr Ir Chanif Mahdi MS

klik
[Image: dsc_0096_20100803221934.jpg]



kalo ane sih buat deteksi formalin bisa pakai lalat.
kalo lalat ga mau mendekati tuh makanan, berarti ada kandungan formalinnya.
kalo ada banyak lalat, berarti tuh makanan bebas formalin.

Top

siip, ada sumber lain,, tak kira d portal FH doank,,, hahahahha
btw kul d UB jg kah?

(27 Aug 2010 11:59)liquor Wrote:
 
Nice Inpo Ndin Top
Sayang kalau dah bisa menemukan alat seperti ini Negara g tertarik untuk
mengembangkan lebih jauh n mematenkan. Ujung2nya produk di Paten ama Negara lain

yuph, makanya itu moga2 ntar cpt dipatenkan,,,
member FBI bs jd investor mungkin, u/mndanai, trs ntar dpasarin jg,,, hahahhaa
banner
Bossky
27 Aug 2010 13:32    #8

Dr. Cabul Bossky

semoga penemuannya jadi bermanfaat < jadi untuk Dpom makanan bisa bertindak tegas karna bila sangsung cek di TKP Top
signature
im away GoodBye Miss You
banner
cute_devil
27 Aug 2010 14:12    #9

freethinker

(27 Aug 2010 13:32)Bossky Wrote:
 
semoga penemuannya jadi bermanfaat < jadi untuk Dpom makanan bisa bertindak tegas karna bila sangsung cek di TKP Top

Agreed
banner
elec
27 Aug 2010 14:46    #10

Bukan MOMOD

Bisa di beli dimana neng

trus harganya berapa

Kalo masih terjangkau maw beli aahh Blah
banner
cute_devil
27 Aug 2010 14:48    #11

freethinker

(27 Aug 2010 14:46)elec Wrote:
 
Bisa di beli dimana neng

trus harganya berapa

Kalo masih terjangkau maw beli aahh Blah

untuk infonya ane blm tw kl diluar kampus, tp kl mw cari bs k FMIPA, dsana djual, tp jumlahnya masih terbatas, info ane dpt dr tmn ane anak FMIPA yg ikut praktek d laborat soal alat deteksi tsb,,,30 s/d 50 ribu rupiah... [Image: 013.gif]
banner
sapigila
27 Aug 2010 15:22    #12

Letkol

kiraian test secara sederhana Blah
signature
[color=#00BFFF][size=medium]T'lalu banyak org pintar d negeri ini jadi sulit m'perbaiki negeri ini
apa perlu kita m'jadi org bdh agar negeri ini jadi lbh baik[/size][/color]
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014