Current time: 25 Apr 2014, 14:45 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / News, Info and Articles / FBI Special Report / Hall of Fame / Taufik Hidayat "Pahlawan Bulutangkis" Indonesia!!



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 111 Votes - 2.99 Average


  
RizalF
9 Jun 2010 10:47    #1

KHARF

[Image: 180px-Taufik_Hidayat.jpg]

Informasi pribadi
Tanggal lahir : 10 Agustus 1981 (umur 28)
Tempat lahir : Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Tinggi : 1.76 m (5 ft 9 in)
Berat : 64 kg

Asal negara : Indonesia
Pegangan tangan : Kanan (Right)
Pelatih : Mulyo Handoyo
Ranking dunia tertinggi : 1 (1998)
Ranking dunia saat ini : 5 (25-April-2010)

Pahlawan Olahraga Indonesia

Perjuangannya meraih medali emas di Olimpiade Athena tahun 2004 telah mengangkat nama Indonesia di dunia olahraga internasional. Taufik Hidayat dengan gemilang mengalahkan pemain Korea Selatan, Shon Seung-mo, dengan straight set 15-8 dan 15-7. Padahal ia sempat tertinggal 6-0 di set pertama dan 3-0 di set kedua.

Namun karena mental tandingnya yang kuat serta dukungan para sporter Indonesia yang gegap gempita, Taufik berhasil mengejar ketertinggalan hingga kemudian menutup pertandingan dengan kemenangan. Boleh jadi medali emas ini adalah hadiah ulang tahun terbaik bagi Taufik yang lahir di Pangelangan, 10 Agustus 1981.

Taufik Hidayat memang bukan orang baru di dunia bulutangkis. Ia mengenal olahraga ini sejak usia 7 tahun atas anjuran orang tuanya, Aris Haris dan Enok Darliah. Menurut sang ayah, karir di bulutangkis lebih menjanjikan ketimbang sepak bola yang sering diwarnai keributan. Lantas, ia pun bergabung dengan klub Sangkuriang Graha Sarana, Bandung, yang dipimpin Lutfi Hamid, dan dibimbing oleh Iie Sumirat, mantan pemain nasional.

Indra ke-enam Iie mengatakan kalau Taufik kelak menjadi bintang di masa depan asal ditangani secara benar. Maka Taufik kecil pun rela pulang pergi naik angkotan kota untuk mencapai tempat latihannya yang berjarak 80 km. Seusai pulang sekolah di SD Pangalengan I, ia langsung berlatih sampai pukul 8 malam. Usahanya tak sia-sia. Berkat bimbingan Iie, Taufik yang saat itu masih berumur 10 tahun langsung mencetak prestasi dengan menjuarai Piala Aqua di Solo.

Lulus dari SD, Taufik langsung hidup mandiri di Bandung dengan bersekolah di SMP Pasundan I dan SMP Taman Siswa. Di sekolah ini prestasi Taufik makin berkembang. Apalagi sang kepala sekolah sering memberi dispensasi baginya untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan di luar kota. Bahkan saat ujian akhir Taufik boleh mengerjakan soal di perpustakaan. ?Tentu saja saya senang. Pintu perpustakaan saya kunci dan saya leluasa membuka buku untuk mencari jawabannya,? kenang Taufik saat ujian akhir SMA.

Pengalaman menjadi juara serta mendapat hadiah piala dan uang memacu dirinya untuk berlatih lebih giat lagi bersama Iie. Di benaknya saat itu, menjadi juara sangatlah menyenangkan. Menurut Taufik, pak Iie dalam melatih tidak hanya ngomong dari pinggir lapangan tapi langsung terjun dan kerap memberi contoh pukulan dan gerakan-gerakan yang menipu lawan. ?Dan hingga kini pukulan itu menjadi senjata andalan saya dalam setiap pertandingan,? tutur Taufik.

Masalah pelatih memang menjadi kendala bagi Taufik. Ketika pelatih kesayangannya di Pelatnas, Mulyo Handoyo hijrah ke sebuah klub bulutangkis di Singapura, Taufik pun nyaris ikut ke sana. Untungnya bisa dibatalkan. Namun, usai menjadi juara Indonesia Terbuka 2003 di Batam, Riau, Taufik putus dengan sang pelatih tunggal putra Joko Suprianto.

Akhirnya, pelatih Mulyo Handoyo bersedia pulang ke tanah air dan kembali melatih Taufik demi perjuangan emas di Athena, tentu saja setelah negosiasi di sana-sini. ?Kalau pelatih bilang persiapan saya menghadapi olimpiade sudah mencapai 80 persen, saya merasa baru 60 persen. Tetapi sisa waktu yang ada ini saya akan maksimalkan. Saya harus fokus menghadapi olimpiade, mengesampingkan segala persoalan yang ada,? ujarnya.

Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini akhirnya meraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo Shon dari Korea Selatan di babak final. Pada 21 Agustus 2005, dia menjadi juara dunia dengan mengalahkan permain peringkat 1 dunia, Lin Dan di babak final, sehingga menjadi pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis dan Olimpiade pada saat yang sama. Selain itu, ia juga sedang memegang gelar juara tunggal putra Asian Games (2002, 2006). Ia tampil di Olimpiade Beijing 2008, namun langsung kalah di pertandingan pertamanya, melawan Wong Choong Hann di babak kedua.

Selain itu, dia juga telah enam kali menjuarai Indonesia Terbuka: 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006.

Pengalaman lainnya antara lain pada Piala Thomas (2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008) serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003, dan 2005).

Ia menikahi Ami Gumelar, putri Agum Gumelar dan Linda Amalia Sari pada 4 Februari 2006. Mereka telah dikaruniai seorang putri pada awal Agustus 2008, yang kemudian diberi nama Natarina Alika Hidayat. Kelahiran putrinya ini tepat beberapa hari sebelum ia berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia.

Taufik kemudian mundur dari Pelatnas Cipanyung pada 30 Januari 2009. Setelah itu ia menjadi pemain profesional. Beberapa waktu lalu ia juga menjalin bisnis dengan Yonex dalam pengadaan alat olahraga.


sumber:
klik
http://id.wikipedia.org/wiki/Taufik_Hidayat


klik
http://www.spirit-otonomi.com/olahraga/main_page.php?1=profat
signature
[color=#0000CD][size=small]Bahasa yang baik, menunjukkan bangsa yang baik. Bahasa yang buruk, menunjukkan bangsa yang buruk pula (Raja Ali Haji) [/size][/color]
banner
mr_happy_22
11 Jun 2010 00:16    #2

Mayor

Yang benar aja nih?
Kok pahlawan bulutangkis?
yang benar pecundang.
Gara2 dia piala thomas ga jd dibawa ke tanah air.
Loyo benar permainan dia.
ga semangat.
Bosan tuh lihat dia.
banner
wise
11 Jun 2010 10:12    #3

Kolonel

masih jauh bila dibandingkan dengan Rudi Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Iie Sumirat, dan masih banyak lagi, karena mereka benar benar berjuang untuk nama negara dan gak pernah neko neko, sekarang atlit udah kayak selebritis banyak tingkah dan polahnya....
banner
satria47i
13 Jun 2010 08:29    #4

Mayor

wow......Wow


melihat perjuangannya memang pantas....Top


tp agak kecewa pas dia maen di thomas kmaren.......
signature
[b][size=large]"[color=#FF0000]Amar Ma'ruf Nahi Munkar[/color]"
[color=#32CD32]fastabiqulkhoirot![/color][/b]Good[/size]
banner
RizalF
15 Jun 2010 13:38  (Edit: 15 Jun 2010 13:43 by RizalF.)    #5

KHARF

(11 Jun 2010 00:16)mr_happy_22 Wrote:
 
Yang benar aja nih?
Kok pahlawan bulutangkis?
yang benar pecundang.
Gara2 dia piala thomas ga jd dibawa ke tanah air.
Loyo benar permainan dia.
ga semangat.
Bosan tuh lihat dia.

yang pasti dia layak menjadi salah satu pahlawan bulutangkis...karena dia satu2 nya atlit yang meraih emas pada olimpiade athena...2004

ini Prestasi lengkap Taufik Hidayat (Kurun waktu 1999 s/d 2009):
- 6 kali juara Indonesia Terbuka, 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, 2006
- 2 kali juara Piala Thomas, 2000, 2002
- 3 kali juara Asia, 2000, 2004, 2007
- 2 kali emas Asian Games, 2002, 2006
- Emas Olimpiade 2004
- Juara Dunia 2005
- 2 kali juara Singapura Terbuka, 2001, 2005
- Juara Malaysia Terbuka 2000
- Juara Makau Terbuka 2008
- Juara Brunei Terbuka
- Emas SEA Games nomor perorangan dan beregu 2007
- 2 kali runner-up All England 1999, 2000
- Runner-up Prancis Terbuka 2008
- India Open 2009;
Penghargaan
- Termasuk 100 besar atlet paling top di Beijing versi Times (peringkat ke-48)
- Warga negara kehormatan Yunani 2006
- Bintang jasa utama 2005
- Lion Award 2005
- Pemain terbaik versi IBF (sekarang BWF) 2006
- Termasuk 10 besar atlet terbaik dunia 2006

pertanyaannya adalah?
apakah prestasi itu tidak cukup untuk ia menjadi salah satu pahlawan bulutangkis???
tidak mungkin TAUFIK HIDAYAT berprestasi terus menerus pasti ada pasang surutnya......
signature
[color=#0000CD][size=small]Bahasa yang baik, menunjukkan bangsa yang baik. Bahasa yang buruk, menunjukkan bangsa yang buruk pula (Raja Ali Haji) [/size][/color]
banner
oifals
15 Jun 2010 19:38    #6

jendral kancil

(11 Jun 2010 10:12)wise Wrote:
 
masih jauh bila dibandingkan dengan Rudi Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Iie Sumirat, dan masih banyak lagi, karena mereka benar benar berjuang untuk nama negara dan gak pernah neko neko, sekarang atlit udah kayak selebritis banyak tingkah dan polahnya....

Agreed

masih jauh kelasnya di banding sama yang di sebut di atas.........masih terlalu dini untuk di bilang taufik itu sebagai pahlawan bulutangkis.

malah saya lebih salut dengan hendrawan, ketika terjadinya kerusuhan etnis di indonesia, normalnya sebagai manusia tentunya jika melihat kejadian tersebut ga ada salahnya hendrawan akan meninggalkan Indonesia, tapi dengan semangat keindonesiaannya, hendrawan malah membuktikan kepahlawanannya dengan merebut piala thomas untuk indonesia di tengah sedang menghangatnya kerusuhan etnis
banner
RizalF
16 Jun 2010 08:07    #7

KHARF

(15 Jun 2010 19:38)kong olip Wrote:
 
(11 Jun 2010 10:12)wise Wrote:
 
masih jauh bila dibandingkan dengan Rudi Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Iie Sumirat, dan masih banyak lagi, karena mereka benar benar berjuang untuk nama negara dan gak pernah neko neko, sekarang atlit udah kayak selebritis banyak tingkah dan polahnya....

Agreed

masih jauh kelasnya di banding sama yang di sebut di atas.........masih terlalu dini untuk di bilang taufik itu sebagai pahlawan bulutangkis.

malah saya lebih salut dengan hendrawan, ketika terjadinya kerusuhan etnis di indonesia, normalnya sebagai manusia tentunya jika melihat kejadian tersebut ga ada salahnya hendrawan akan meninggalkan Indonesia, tapi dengan semangat keindonesiaannya, hendrawan malah membuktikan kepahlawanannya dengan merebut piala thomas untuk indonesia di tengah sedang menghangatnya kerusuhan etnis

Taufik sudah mundur dari Pelatnas, selain karena umurnya yang sudah menua selain itu karena dia gak mau dianggap sebagai satu2 andalan pebulutangkis di Indonesia namun apadaya PBSI tetap mempercayakan kepada Taufik karena kehebatannya sehingga ia dipanggil masuk kembali ke Pelatnas

jika dibandingin dengan HENDRAWAN tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada beliau, saya rasa prestasi TAUFIK HIDAYAT lebih baik dibandingkan dengan HENDRAWAN....

ini prestasi HENDRAWAN

Nama : Hendrawan
Tempat/Tgl Lahir : Malang, 27 Juni 1972
Agama : Kristen
Tinggi/Berat badan : 170 cm/65 kg
Nama Isteri:Sylvia Anggraeni
Anak:Josephine Sevilla
Nama Ayah : Sugianto
Nama Ibu : Susilowati
Anak ke : 3 dari 4 bersaudara
Pendidikan : SMA
Mulai main Bulu tangkis : usia 10 tahun
Masuk pelatnas : 1993
Prestasi :
1994
- Perempat finalis Singapura Terbuka
- Pereempat finalis Malaysia Terbuka
1995
- Semifinalis Korea Terbuka
- Runner up Swiss Terbuka
- Runner up Denmark Terbuka’
- Juara Rusia Terbuka
- Babak III All England
1996
- Perempatfinalis Swedia Terbuka
- 16 besar All England
- Perempat finalis Denmark Terbuka
- 16 besar Jerman Terbuka
1997
- 16 besar Taiwan Terbuka
- 16 besar India Terbuka
- 16 besar Indonesia Terbuka
- 16 besar Singapura terbuka
- Runner up Kejuaran Asia
- Semifinalis Kejuaran Nasional
- Babak III Cina Terbuka
- Juara Thailand Terbuka
1998
Runner up Asian Games, Bangkok
Juara Singapura Terbuka
Anggota Tim Piala Thomas (Indonesia Juara)
2000
-anggota Tim Piala Thomas (Indonesia Juara)
- Medali perak Olimpiade Sidney 2000
- Runner up Jepang Terbuka
2001
- Juara Kejuaraan Dunia Piala Sudirman
2002
-anggota Tim Piala Thomas (Indonesia Juara)

sumber:
klik
http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/h/hendrawan/index.shtml


jadi silahkan ndan2 bandingin sendiri antara TAUFIK HIDAYAT dengan HENDRAWANThinkThinkThinkThink
signature
[color=#0000CD][size=small]Bahasa yang baik, menunjukkan bangsa yang baik. Bahasa yang buruk, menunjukkan bangsa yang buruk pula (Raja Ali Haji) [/size][/color]
banner
RizalF
16 Jun 2010 08:19    #8

KHARF

saya juga menambahkan bahwa TAUFIK HIDAYAT mendapat julukan "The Golden Boys" selain itu juga TAUFIK HIDAYAT adalah pemegang BACKHAND SMASH TERBAIK dengan kecepatan 200 kilometer perjam

SUMBER:
klik
http://formula.indonesiafile.com/index.php?option=com_content&view=article&id=336:taufik-dapat-julukan-qthe-golden-boyq&catid=4:prestasi&Itemid=14


klik
http://www.taufik-hidayat.com/article/media_detail.php?newsid=125
signature
[color=#0000CD][size=small]Bahasa yang baik, menunjukkan bangsa yang baik. Bahasa yang buruk, menunjukkan bangsa yang buruk pula (Raja Ali Haji) [/size][/color]
banner
Bo_JeSS
19 Jun 2010 18:59  (Edit: 19 Jun 2010 19:05 by Bo_JeSS.)    #9

Penunggu Kamar Basah

back hand smash nya memang mengerikan...
tapi itu dulu..

Sekarang ya jangan harap..
Wong fore hand smash nya aja lembek Big Grin
banner
RizalF
22 Jun 2010 14:14    #10

KHARF

(19 Jun 2010 18:59)Bojesss Wrote:
 
back hand smash nya memang mengerikan...
tapi itu dulu..

Sekarang ya jangan harap..
Wong fore hand smash nya aja lembek Big Grin

tidak ada pemain bulu tangkis yang bisa menonjolkan kelebihannya disemua lini.....tidak ada pemain bulutangkis punya backhand smash yang bagus, juga punya smash yang bagus, atau punya dropshot yang bagus bahkan netting juga bagus...
signature
[color=#0000CD][size=small]Bahasa yang baik, menunjukkan bangsa yang baik. Bahasa yang buruk, menunjukkan bangsa yang buruk pula (Raja Ali Haji) [/size][/color]
banner
z-moxs
22 Jun 2010 16:24    #11

Jendral

(22 Jun 2010 14:14)hujan deras Wrote:
 
(19 Jun 2010 18:59)Bojesss Wrote:
 
back hand smash nya memang mengerikan...
tapi itu dulu..

Sekarang ya jangan harap..
Wong fore hand smash nya aja lembek Big Grin

tidak ada pemain bulu tangkis yang bisa menonjolkan kelebihannya disemua lini.....tidak ada pemain bulutangkis punya backhand smash yang bagus, juga punya smash yang bagus, atau punya dropshot yang bagus bahkan netting juga bagus...

menyimak aza...

setidaknya udah mengangkat nama indonesia...
daripada ane yg lum bisa berbuat banyak untuk indonesia....
buat mengakat nama keluarga za susah.... Cry
signature
thekku yo thekku,thekmu yo thekmu...
yok thekmu thokno thekku
banner
cinde06
23 Jun 2010 11:57    #12

Mayor

Nah se2arang tinggal apa yang diberikan negara buat para pahlwan.
Kurangnya kesejahteraan yang diberikan, sehingga main pun jadi ogah-ogahan.
banner
Alm wawan
28 Jun 2010 14:13    #13

Psikopat

Rudi Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Iie Sumirat, Alan Budikusuma, Susisusanti lebih cocok menyandang Pahlawan Bulu tangkis INDONESIA Top
banner
RizalF
30 Jun 2010 11:57    #14

KHARF

(28 Jun 2010 14:13)wawan_evilz Wrote:
 
Rudi Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Iie Sumirat, Alan Budikusuma, Susisusanti lebih cocok menyandang Pahlawan Bulu tangkis INDONESIA Top

Saya setuju....dengan nama diatas
tapi bagi saya TAUFIK H juga layak menyandang Pahlawan Bulutangkis IndonesiaTopTopTopTopTopTop
signature
[color=#0000CD][size=small]Bahasa yang baik, menunjukkan bangsa yang baik. Bahasa yang buruk, menunjukkan bangsa yang buruk pula (Raja Ali Haji) [/size][/color]
banner
yoyok tok
23 Sep 2010 09:34    #15

Kapten

bagussssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014