Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 103 Vote(s) - 2.88 Average
Tools    New reply


27 May 2010 09:32
aftha_q
Kolonel
Posts 3.317
Reputation: 191
Awards:

(This post was last modified: 27 May 2010 09:48 by aftha_q.)
JAKARTA - Fenomena remaja terjerumus dalam hubungan seksual di luar nikah menjadi masalah serius karena menyangkut masa depan di anak itu sendiri.

Yang mencengangkan adalah dari pengakuan pelaku mereka melakukan making love (ML) umumnya di rumah sendiri, ketika kondisi sedang sepi. Para orangtua, sepertinya harus waspada dengan modus seperti ini. Tidak mudah dan percaya begitu saja meninggalkan anak di rumah sendirian tanpa ada pengawasan.

Lihat saja pengakuan Bunga (bukan nama sebenarnya), setiap melakukan ML selalu di rumahnya. "Di rumah aku. Sepi nnggak ada orang. Takut enggak takut sih kalau di rumah," ujarnya saat berbincang dengan okezone di sebuah restoran.

Bahkan pernah melakukan hubungan sebadan padahal ada ibunya di rumah. "Mama ada di rumah pas aku begituan making love (ML). Karena, mama percaya banget aku enggak akan macem-macem makanya boleh pacaran di rumah," ucap Bunga. Kok sempet sempetnya ML? "Waktu itu mama di kamar atas dan aku ML di ruang tamu bawah," ujarnya enteng.

Saat didesak apa benar hanya berhubungan intim di rumah tidak di tempat lain seperti hotel, Bunga mengatakan, "Iya".

"Aku nggak pernah check in (hotel), tapi di rumah. Rata-rata temen aku ML juga di rumah. Aku juga selalu di rumah," terang Bunga.

Alasannya? "Kalau di rumah merasa aman, karena tahulah siapa yang akan lewat. Kalau aku ML di ruang tamu karena ruang tamu aku terpisah jadi enggak ketahuan," paparnya.

Imbuh Bunga, "Hampir setiap dia ke rumah aku, pasti kita ML. Dia ke rumah aku sepekan tiga kalilah dan pasti itu di rumah aku ML-nya," terang anak berpostur sedikit gemuk ini yang sudah lebih dari 10 kali pacaran.

Lebih lanjut dia menceritakan keadaan orangtuanya yang cukup memberikan perhatian kepadanya. "Mama itu perhatian banget, cuma kan dua-duanya harus kerja dan pulang baru pukul 21.00 WIB. Aku juga sudah dibilangin supaya enggak begitu-begitu tapi aku udah kemakan omongan pacar aku yang dulu itu dan aku luluh. Aku juga mau sendiri. Aku malah juga sering minta ML karena aku ketagihan kali ya," cetus Bunga terus terang.

Menurut dia, ibunya sudah perhatian tapi tidak cukup waktu untuk mengawasi hubungan dengan pacarnya dan teman-teman lainnya.

"Mama selalu menasehati agar jangan macam-macam. Batasannya sampai pegangan tangan doang, tapi aku malah kejauhan banget sampai ML. Kalau mamah tahu digampar kali. Papah aku enggak terbuka. Tidak ada yang kurang dari keluarga aku. Tapi akunya saja yang selalu mencari kesempatan," cerita Bunga sedikit nakal.

Kalau hamil? "Takut sih, cuma aku sering ngelakuin enggak pernah di dalam kok, dan aku mikir selama enggak dikeluarin di dalam ya nggak apa-apa. Aku sudah 30-an lebih ML. Aku pernah telat haid dua pekan dan itu aku sudah nangis-nangis. Aku sudah takut, tapi akhirnya enggak hamil dan ML berlanjut lagi," aku Bunga.

Sambung dia, "Kalau memang hamil aku akan minta pertanggungjawaban, minta duit buat aborsi. Setengah-setengahlah duitnya buat aborsi. Pertanggungjawabannya bukan nyuruh kawinin aku, itu enggak. Duit buat aborsi saja."

Menurut Bunga, aborsi menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah hamil secara cepat. "Pokoknya kalau aku hamil harus aborsi. Nggak mungkin berani dilanjutin dan bilang mamah. Itu sudah terpikirkan (aborsi) kalau memang terjadi. Teman-teman juga sama dan bahkan kita lagi mencari tempat aborsinya," ungkap Bunga.


ada terusannya di bawah ndan.. ceck ndan,, g nolak kalau inpo nya bagus di kasih reputasi Thanks

http://news.okezone.com/read/2010/05/26/...a-orangtua
Reps +  Bageur

27 May 2010 09:34
aftha_q
Kolonel
Posts 3.317
Reputation: 191
Awards:

JAKARTA - Praktisi kesehatan dari Poliklinik RS Fatmawati dr Nugroho Setiawan mengatakan, remaja melakukan ML karena pengetahuan reproduksinya kurang.

"Mereka cuma tahu kalau hamil digugurin tidak tahu efek samping dari pengguguran itu atau dia sudah pernah melakukan hubungan seks dengan yang nanti tidak menjadi suaminya, dia akan menimbulkan suatu memory yang nanti akan menganggu kehidupannya kemudian," paparnya.

Misalnya, kata dia, sudah pernah melakukan dengan si A kawinnya dengan si B, pasti ada memory dengan si A dan akan mengganggu kehidupan dia selanjutnya. Selain itu, masih berkembang mitos yang menyesatkan.

"Remaja masih menganggap kalau melakukan hubungan seks sekali saja aman-aman saja, atau setelah melakukan hubungan seks terus loncat-loncat agar spermanya akan jatuh ke bawah itu kan masih banyak mitos di remaja seperti itu.

Kondisi itu yang akan menyebabkan remaja akan melakukan ML lagi," ujarnya.
Mengingat hal ini sangat serius, maka pihak terkait harus peduli terhadap masalah remaja.

"Peduli dengan remaja. Kepedulian itu yang harus diberikan apa sebetulnya?
Pendidikan masalah kesehatan reproduksi, apa yang mereka lakukan apa akibatnya? Bagaimana caranya orang bisa hamil, kalau dia melakukan dengan ganti-ganti pasangan apa akibatnya?" jelas dokter Nugroho.

Selain itu perlu ditanamkan pengetahuan tentang bahaya aborsi. "Kalau dia melakukan aborsi apa akibatnya? Remaja kan nggak boleh hamil, karena nutrisi yang mereka makan akan berebut dengan janinya sedangkan remaja kan masa pertumbuhan," ujar Nugroho.

Menurut dia, hal itu peting untuk diinformasikan bahwa sangat menyesatkan bila hamil lalu aborsi dan lalu selesai. "Memang selesai untuk kehamilannya itu, tetapi dia tidak tahu akibat aborsi saat remaja, bisa menyebabkan invertilitas. Kalau sudah menikah tidak bisa punya anak," ungkapnya.

Sebetulnya, sambung Nugroho, aborsi yang legal di Indonesia itu tidak ada. Jadi semua aborsi yang dilakukan pasti ilegal, karena aborsi yang legal pasti ada alasan dokter melakukan, seperti alasan kesehatan.

"Tapi kalau aborsi yang itu pasti ilegal entah yang melakukan dukun atau dokter yang bertanggung jawab, pasti tidak benar yang mereka lakukan. Tidak benar itu karena tindakannya tidak bisa dipertanggungjawabkan, itu yang berisiko."

Aborsi itu diperbolehkan kalau membahayakan jiwa ibunya. Misalnya ibu itu kebetulan ada penyakit tertentu dan kalau kehamilan dilanjutkan akan mempunyai risiko sekian persen meninggal. "Nah itu kedokteran OK. Atau kehamilan mempunyai multiple problem. Misalnya yang paling sering terbentuknya janin tanpa tulang kepala, kalau pun dilanjutkan bayi tetap akan mati, maka dianjurkan untuk diaborsi. Pasti punya alasan kedokteran yang bisa dipertanggung jawabkan," tuturnya.

Remaja berani ML dan aborsi karena pengetahuan kesehatan reproduksinya rendah. Mereka tidak tahu, dan hanya berpikir berhubungan seks aman saja, atau dengan disemprot saja sudah bersih. Selain itu, dengan berganti-ganti pasangan beresiko terkena penyakit menular seksual.

"Kebetulan beberapa tahun yang lalu, ada murid SMA kelas 3 perempuan cantik sekali datang kepada saya. Dia bilang "dok kemarin saya oral pacar saya dan sepermanya ketelan. Saya khawatir saya hamil". Dia datang ke saya karena khawatir kalau hamil. Dia berani datang ke saya itu pasti sudah berpikir seratus kali, karena pasti kan malu untuk ngomongnya," ceritanya.

"Kenapa dia demikian karena dia tidak tahu kesehatan reproduksi yang benar. Masa oral saja bisa hamil, kan tidak!! tapi itu juga tidak boleh dilakukan karena bisa menyebabkan infeksi-infeksi penyakit menular seksual di tenggorokan.
Mereka pikir oral aman dan tidak hamil, tapi dia tidak tahu akibatnya. Itu cukup mengerikan, sehingga sekarang sangat ditekankankan untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya pada remaja," jelasnya.

Sebetulnya yang paling bertanggungjawab untuk memberikan informasi adalah orangtua. Tapi orangtua remaja ini tidak siap untuk memberikan sehingga mereka tidak memberikan dengan benar. Akibatnya, remaja-remaja ini mencari informasi dari teman sebayanya. Sayangnya, teman sebayanya ini tidak mempunyai pengetahuan yang cukup, sehingga mereka asal jawab saja, maka menyebabkan penyesatan pada teman-temannya.

27 May 2010 09:36
Bo_JeSS
Penunggu Kamar Basah
Posts 19.705
Reputation: 1504
Awards:
Anti Child Po rnFacebook NetworkMember Telah DewasaPembayar PajakBlood DonationFBI ManiaSigiCharityPahlawan

bejat sekali kelakuan, kayaknya enteng banget ngomongnya Cry
sepertinya tidak rasa penyesalan Mad

27 May 2010 09:39
c@stro
Jendral
Posts 15.222
Reputation: 1075
Awards:
Pembayar PajakFBI FansFacebook NetworkMember Telah DewasaAnti Child Po rn

parah banget nih anak Mad

Makin edan aja skr

Sad






signature

27 May 2010 09:41
justmine
Mayjen
Posts 6.114
Reputation: 298
Awards:
Facebook NetworkPembayar PajakNews GatorFBI Care

(27 May 2010 09:36)Bojesss Wrote:
 
bejat sekali kelakuan, kayaknya enteng banget ngomongnya Cry
sepertinya tidak rasa penyesalan Mad

sabar ndan,....
memang zamannya sudah gila kali ya...






signature
[b][i]bijak dalam bertindak, berperilaku dan berbicara.....[/i][/b]

27 May 2010 09:42
aftha_q
Kolonel
Posts 3.317
Reputation: 191
Awards:

Keingintahuan Besar Dorong Remaja Berbuat ML



JAKARTA - Remaja yang terlanjur kehilangan keperawanan akibat kebablasan dalam pacaran mengaku percuma menyesali peristiwa yang telah terjadi. Ibarat nasi sudah menjadi bubur.

Sayangnya, pengalaman seks menyimpang yang tidak semestinya meraka alami tidak membuatnya jera meski ketakutan akan hamil menghantui. Lagi-lagi aborsi dan permak selaput dara menjadi tumpuan harapan sekaligus solusi untuk mengatasi masalah itu.

Lalu apa pandangan dari pelajar yang masih melihat kontak alat kelamin di luar nikah masih dipandang sesuatu yang tabu.

"Kalau aku geli sih kalau ada yang begitu (ML). Seharusnya sih enggak boleh ya, harusnya yang udah dewasa. Pastinya merusak masa depan. Kan bakalan mempermalukan orangtua, diri sendiri jika hamil. Juga harus mengurus anak dan sekolahnya terganggu," beber Firda, pelajar kelas 7 di kawasan Jakarta Selatan.

Pelajar berumur 13 tahun ini berasumsi, mereka yang melakukan ML, karena rasa ingin tahu yang besar. "Banyaknya sih karena pengen tahu. Biasanya ngelakuinnya sama temen sebaya," terang Firda yang mengaku di sekolahnya pendidikan seks masih kurang.

"Kalau di sekolah aku yang pacaran banyak. Tapi sama sekolah dilarang pacaran. Aku sih pernah denger kalau banyak anak SMP yang sudah pada ML, tapi kalau di sekolah sendiri belum pernah dengar," imbuhnya.

Firda mengatakan, pergaulan anak-anak SMP sekarang sudah kelewat jauh padahal pengawasanya dari orangtua dan guru cukup ketat. Namun faktor anaknya sendiri yang juga menentukan. "Bandelnya anak SMP itu wajarnya narkoba sih. Lebih bahaya narkoba daripada seks, tapi mungkin dua-duanya sama-sama bahaya.

Sementara itu, Mita kelas 8 di sekolah yang sama mengungkapkan pendidikan seks di sekolah tidak ada. Masalahnya sekarang bisa cari di internet dan melihat-lihat video.

"Misalnya ada berita pemerkosaan itu juga berpengaruh mungkin jadi ingin 'merudapaksa' juga. Sekarang di bioskop kan juga ada adegan seks, jadi ya mau nggak mau melihat," ujar dia.

Harusnya, imbuh Mita, selagi masih SMP masih dikatakan wajarnya bila sebatas pacaran biasa." Pacaran juga untuk saling mendukung, bukan untuk melakukan itu (ML).

Senada diutarakan Sasha, pelajar SMP lainnya. "Aku sebagai umat Islam pegangan tangan aja kan bukan muhrimnya, apalagi berhubungan seks," tandasnya.
Menurutnya, mungkin yang sudah pernah ML itu kebanyakan nonton film porno dan mencoba melakukan itu karena penasaran.

"Karena remaja kan pengen tahu dan mungkin mereka ingin mencoba. Mungkin juga
karena nafsunya kali," katanya seraya mengutarakan bila pendidikan seks di sekolahnya masih kurang.

27 May 2010 09:43
aftha_q
Kolonel
Posts 3.317
Reputation: 191
Awards:

Operasi Selaput Dara Tak Berarti Masih Perawan



JAKARTA - Bunga dan juga mungkin sejumlah remaja lainnya yang pernah melakukan making love (ML) terjebak dengan anggapan keperawanan bisa dikembalikan seperti semula. Ternyata anggapan itu salah, perawan tidak bisa ada dua kali bagi wanita.

Setidaknya itulah yang dikatakan praktisi kesehatan dari Poliklinik RS Fatmawati dr Nugroho Setiawan kepada okezone beberapa waktu lalu. Dokter Nugroho mengatakan operasi selaput dara adalah persepsi masyarakat yang salah kaprah.

"Mereka menganggap kegadisan itu cuma dilihat dari selaput dara. Sebetulnya definisi perawan adalah wanita yang vaginanya belum kemasukan penis. Itu definisnya perlu disebarluaskan, karena orang berpikir perawan itu harus ada pecahnya selaput dara," jelasnya.

Konsultan seksualitas di kanal lifestyle okezone ini mengatakan, pengalaman dirinya yang berkecimpung di bidang kebidanan sering menemukan pasien yang mau melahirkan, hymen-nya itu masih utuh. "Berarti itu perawan yang mau melahirkan donk, kalau definisi perawan hanya dari hymen berarti itukan salah," tandasnya.

Sehingga definisi perawan itu bukan hymen, karena hymen itu bisa tidak pecah didalam melakukan hubungan seksual, bisa saja pecah saat dia tidak melakukan hubungan seks. "Kalau orang berpersepsi itukan salah. Jadi sekarang harus diartikan perawan itu wanita yang vaginanya belum pernah kemasukan penis," tandasnya lagi.

Sambung Nugrogo berseloroh, "Kalau setiap hari kemasukan terong, bagaimana kalau masturbasi. Itu tetap perawan karena terong bukan penis kan."

Dengan demikian, indikatornya perawan itu bukan selaput dara. Makanya keperawanan itu tidak bisa diperiksa. "Perawan itu kan cuma pengakuan, perjaka juga cuma pengakuan mana bisa diperiksa," imbuhnya.

Kalau remaja berpikir bisa operasi selaput dara bagaimana? "Itu karena mereka berpikir perawan itu adalah selaput dara, sehingga pengertian salah itu harus disingkirkan," tukas Nugroho.

Menurutnya, operasi selaput dara itu karena mereka masih bermitos, beranggapan bahwa hymen itu perawan, sehingga banyak PSK yang melakukan operasi selaput dara. "Zaman dulu saya ingat banyak PSK yang mengantre untuk operasi selaput dara, karena persepsi masyarakat masih salah dan mitos itu salah," ujarnya.

Operasi selaput dara itu tidak ada efeknya, itu hanya penyesatan, tidak ada relevansinya. Operasi selaput dara hanya untuk pengakuan. "Pesan saya remaja harus dibekali atau mendapatkan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sejelas-jelasnya termasuk orang tua remaja itu."

Sebab, kata Nugroho, orangtua remaja itu tidak punya bekal yang cukup sehingga mereka tidak mengedukasi ke anak-anaknya. Akibatnya, anak-anaknya mencari informasi ke teman-temannya yang padahal memberikan informasi menyesatkan.

"Satu pesan juga pada sekolah, karena remaja itu 95 persen kan formal ada di sekolah semua, dari SD, SMP, SMA. Karena yang disebut remaja kan 10-19 tahun sehingga dari SD sampai SMA, mestinya ada satu pendidikan masalah kesehatan remaja yang disampaikan ke anak didik dan ke orangtua murid," saran dokter Nugroho.

Dia menambahkan, fenomena remaja ML itu karena remaja tidak mengerti risiko dan masalahnya. Kalau tahu risikonya pasti berpikir. Sikap remaja berbuat itu karena berdasar pengetahuan yang diterimanya.

"Pendidikan seks di sekolah itu sangat perlu, termasuk yang diberikan bukan hanya remaja tapi orangtua remaja itu juga, sehingga orang tua bisa mengingatkan anak-anaknya," ujar Nugroho yang melihat remaja melakukan seks di luar nikah ada unsur suka sama suka dan coba-coba.(ahm)

27 May 2010 09:44
aftha_q
Kolonel
Posts 3.317
Reputation: 191
Awards:

Nggak Nyesel ML, karena Ada Permak Keperawanan


JAKARTA - Salah satu faktor yang menyebabkan remaja terjebak pada praktik hubungan seks di luar nikah adalah rasa penasaran, ingin tahu dan merasakan bagaimana petualangan cinta.

Meski harus kehilangan virginitas, pelaku mengaku tidak menyesal. Mereka juga tidak takut hamil lantaran bisa digugurkan atau aborsi. Bagi wanita dari kalangan tertentu, memang keperawanan menjadi simbol kesucian. Hanya untuk suami sah dalam ikatan sakral pernihakan virginitas diserahkan.

Namun realitanya dalam kehidupan perkotaan dan mungkin kini sudah merambah ke pedesaan, nilai kegadisan bukan menjadi sesuatu yang harus dijaga dan dipertahankan sebagai simbol kehormatan dan kesucian. Apalagi kini sudah ada permak selaput dara menjadi tumpuan untuk mengembalikan simbol kesucian palsu tersebut.

"Aku enggak menyesal kehilangan virginitas. Semenjak aku mendengar ada operasi selaput dara Rp1 juta aku enggak menyesal lagi," ungkap Bunga, pelajar SMP di Jakarta saat berceita kepada tim okezone.

Lebih lanjut dia menuturkan informasi tersebut didapat dari media massa. "Ceritanya aku lagi nonton televisi sama dua orang teman aku dan ada berita tentang operasi selaput dara. Kita berpikir, oh baguslah kalau begitu," ungkap Bunga yang mengaku lebih dari 30 kali melakukan ML.

Menurut Bunga, tidak hanya dirinya yang kerap melakukan ML, namun teman-temannya di sekolah juga melakukan hal yang sama.

"Mereka juga sering melakukan itu. Sebenarnya udah biasa yang seperti itu (ML). Di sekolah itu ada geng. Geng itu sudah empat tahun bediri. Dari anggota geng itu aku tahu yang sudah pernah ML ada 8 orang dari 20 orangan. Di luar geng itu juga banyak kok yang sudah ML," ungkapnya.

Terkait hubungan seks, dia mengaku bukan hal yang tabu. "Aku gak menganggap tabu, sudah biasa. Bohong kalau bilang nggak pernah. Yang kelas 3 ya pastilah ada yang sudah, tapi nggak hampir semua sih," jelasnya.

Bahkan Bunga menceritakan pengalaman menyaksikan temannya melakukan adegan layaknya suami istri. "Banyak kok temen aku yg sudah pernah ML. Waktu itu aku sama temen aku ke rumah pacar temen aku dan dia ML di belakang aku. Dan aku disuruh jagain pintu," tuturnya yang bisa membedakan dari muka mana yang sudah pernah dan belum ML. "Yang mukanya rada-rada bandel dan genit pasti sudah pernah ML," ujarnya memberi sedikit petunjuk.

Kendati demikian, mereka yang menjual diri di sekolahnya tidak ada. "Tapi kalau dibooking itu ada di sekolah aku tapi enggak untuk ML, untuk dicolek-colek grepe-grepe (diraba-raba) doang dan itu tidak dibayar tapi kemauan sendiri," kata Bunga.

Biasanya, sambung dia, yang berani membooking anak yang jago tawuran dan pasti diberi. "Karena kalau ada masalah biar dibela sama jagoan tawuran. Mintanya memang enggak terang-terangan ngajakin ML tapi kalau ngajak jalan atau nonton, itu isyarat pasti minta ML," cerita Bunga penuh pengalaman.

Menurut Bunga, pihak sekolah sebenarnya tahu mana murid yang sudah pernah melakukan ML. "Di sekolah kalau pacaran enggak terang-terangan boleh, paling cuma diliatin doang dan ditegur sama gurunya kalau ketahuan pacaran. Tapi kalau pacaran di kelas itu baru dipanggil. Guru yang genit juga banyak kok," jelasnya.

Tempat tongkrongan di mana? "Kalau nongkrong di PIM, Kemang, Bintaro, atau di rumah salah satu teman. Biasanya yang berani ML itu orang-orang yang berada. Biasanya mereka itu kelas 2 yang udah pernah melakukan," ungkapnya.

Kok bisa tahu? "Saya tahu banyak yang sudah ML dari temen-temen saya karena di tempat latihan cheer (cheerleader). Kalau sedang istirahat, ada yang tanya sudah pernah ngapain aja sama pacaranya, makanya cerita deh kalau sudah pernah pada ML," ujar Bunga seraya merujuk temannya di sejumlah sekolah lainnya yang juga memiliki pengalaman seks sama akibat terlalu sangat sayang pada pacar dan kondisi rumah yang kosong.

Namun benarkah keperawanan bisa dibeli dengan cara operasi selaput dara? Nantikan tulisan selanjutnya! (ram)

27 May 2010 09:46
aftha_q
Kolonel
Posts 3.317
Reputation: 191
Awards:

Pacaran Ibarat Pintu Tol Menuju Remaja ML



JAKARTA - Kata orang, masa remaja adalah masa-masa yang paling indah nan menyenangkan. Hemm, penuh keceriaan dalam keluguan dan kepolosan dalam trasisi menuju dunia kedewasaan.

Sifat lugu dan polos yang alami para remaja ini mungkin dulu realitanya demikian. Sebab, untuk ukuran saat ini sungguh tersimpan sesuatu yang membelalakan mata ketika menyelami lebih dalam kehidupan remaja terutama di perkotaan.

Orangtua mana yang tidak bergidik saat mengetahui data tentang pergaulan seks anak muda saat ini. Boleh dibilang remaja yang masih mengenakan seragam putih-biru. Seks bebas seakan menjadi hal biasa di antara mereka.

Baru-baru ini, survei Komisi Perlindungan Anak (KPA) terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar mengungkap, 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi, 93 persen pernah berciuman bibir.

Sedangkan 62,7 persen pernah berhubungan badan dan 21 persen remaja telah melakukan aborsi. Data tersebut cukup menjadi alasan kuat bagi semua pihak untuk mencemaskan masa depan putra-putri yang tengah berajak dewasa ini. Apa yang terjadi dengan remaja Indonesia saat ini? Lalu bagaimana cara menangkal anak-anak generasi masa depan bangsa ini tidak terjerumus dalam lubang free sex?

Dalam tulisan berseri kali ini, tim okezone mencoba memulai dengan menelusuri jejak-jejak anak SMP di Ibukota sekadar ilustrasi terhadap fenomena seks yang membuat jantung para orangtua bertedak kencang. Siapa sangka gadis belia yang tampak baik-baik, lugu, penurut dan sedikit pemalu itu justru menyimpang rahasia intim yang dahsyat. Ini buktinya!

Sebut saja Bunga, nama samaran yang bersedia di wawancarai okezone di sebuah restoran cepat saji di Jakarta, mengenai pengalaman pertamanya melakukan hubungan seks. Dengan gamblang Bunga menceritakan awal keperawanannya terenggut saat masih duduk di kelas 1 SMP. "Mulai dari kelas 1 SMP saat umur 13 tahun. Pertama kali (hubungan intim ) sama pacar. Itu kakak kelas. Aku kelas 1 dia kelas 2," ujarnya membuka pembicaraan.

Menurut siswi kelahiran Desember 1995 ini, pacarnya bernama Jaka (bukan nama sebenarnya), mengajak berhubungan layaknya suami istri pertama kali via pesan singkat. "Dia ngajakin dan aku bilang mau. Aku enggak mikir nyesal, karena aku percaya dan suka banget sama dia, makanya aku mau. Aku sudah pacaran selama 15 bulan," jelas Bunga.

Sejak saat itu, sambung dia, setiap ada keinginan dan ada kesempatan langsung melakukannya kembali. "Sudah enggak kehitung berapa kali ML (make love), lebih dari 30-an," kata Bunga yang mengakui peristiwa memadu kasih itu untuk petama kali tahun 2008 dan dua pekan
kemudian terulang.

Kendati demikian, dia tidak merasa menyesal telah kehilangan virjinitasnya di usia yang relatif muda. Bunga menuturkan, dorongan untuk melakukan ML sepertinya sulit dibendung. Ibaratnya sudah ketagihan. Setelah putus dengan pacarnya yang pertama, Bunga mengaku pernah ML dengan temannya seangkatan sebut saja Heri.

"Aku pernah ML sekali di rumah aku. Aku mau karena dia ganteng dan banyak juga cewe-cewe di sekolah yang "bandel" dan mau sama dia," ujar Bunga yang mengaku suka pada cowok tersebut tapi tidak menyimpan rasa sayang.

"Sama pacar yang baru ini baru sebulan jadian belum diajak ML. Tapi pas enam bulan sesudah putus sama Jaka aku pernah dua kali ML denganya. Jaka ke rumah terus ngajak ML, karena aku masih sayang dan aku mau. Aku putus sudah setahun," sambungnya.

Bunga melanjutkan, setelah semua orang pada tahu pernah ML dengan Jaka dan Heri, banyak orang yang kirim SMS dan ngajak tidur bareng. "Aku nggak mau kalau nggak deket. SMS-nya terang-terangan ngajak ML," ceritanya yang hingga saat ini ajakan seperti itu terus datang.

Di antaranya SMS dari temannya pacar dia bernama Ifan, juga bukan nama sebenarnya. "Dia (Ifan) chat: "Lo dah pernah gitu (ML) kan sama Jaka, kalau gitu sama gue mau nggak? Gue janji nggak akan nyebar," ucap Bunga menirukan ajakan Ifan.

"Aku jawab, ya nggaklah. Sudah ada enam kali SMS teman yang ngajakin ML, orangnya beda-beda. Ada yang dari orang satu sekolahan atau di luar sekolahan. Kalau aku bilang enggak mau pasti mereka tidak membalas lagi," jelas Bunga yang memiliki tinggi 150 cm.

Menurutnya, mereka dengan terangan-terangan mengajak sanggama karena berpikir dirinya gampang diapa-apain. Terlebih, kabar ML dengan Jaka dan Heri sudah menyebar. "Tapi aku kan nggak sama sembarang orang. Hanya cowok yang aku suka," imbuhnya.(ram)

27 May 2010 09:46
joki kuda
Praka
Posts 38
Reputation: 2
Awards:

mana kepedulian pemerintah ? ini kasus jAUh lebih serius ketimbang sok resah karena kasus gayus.....

27 May 2010 09:47
fikar_its
Mood Changer
Posts 9.128
Reputation: 523
Awards:
Anti Child Po rnBlood DonationMember ChoicePembayar PajakGood CitizenCharityFBI CareFBI Care

pasti efek kebanyakan liat pilem porno Mad

dasar cewek bejat Mad Bad

27 May 2010 09:56
Alm wawan
Psikopat
Posts 3.503
Reputation: 439
Awards:
Facebook NetworkPembayar PajakAnti Child Po rnGood CitizenFBI ManiaBlood DonationSigiCharityMember Telah Dewasa

parah sudah anak remaja jaman sekarang Sad

27 May 2010 10:09
geh.aja
Sertu
Posts 211
Reputation: 17
Awards:

haduh ank2 jaman skg pergaulannya dh jauh amat ah ndan..
ortu jdi faktor utama ank nya bsa tumbuh bner tuh Grin

27 May 2010 10:09
klubanwingi
Letkol
Posts 2.761
Reputation: 67
Awards:
Facebook NetworkMember Telah Dewasa

parah nich cewe... ML sudah menjadi hidangan penutup tiap kali pacaran.. ckckckckck

27 May 2010 10:22
maling kecil
Kapten
Posts 1.159
Reputation: 12
Awards:
Pembayar Pajak

Rumah merupakan T4 yang paling aman.........karean tiap sisi dan sudutnya kita udah tau hehehhe.......

dasar...






signature
Setiap hari menjadi Baik dan Lebih baik......Blah


   New reply




User(s) browsing this thread:
4 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram