Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir


 
  • 111 Vote(s) - 2.98 Average
Tools    New reply


17 May 2010 12:41
miskol
Letjen
Posts 7.748
Reputation: 664
Awards:

Jejak-Jejak Tangan Jahil di KRL
Oh, Wanita Itu Terpaksa "Diam" Digerayangi

Senin, 17 Mei 2010 - 12:06 wib
Hen Hen - Okezone


[Image: v7rPxS4hY8.jpg]
Penupang KRL (Ist)

JAKARTA - Pelecehan seksual yang terjadi di atas KRL seakan menjadi bagian dari pemandangan biasa sehari-hari dari padatanya aktivitas warga kota besar, pengguna transportasi massal tersebut.
Umumnya, mereka yang menjadi korban pelecehan seks tidak bisa berbuat banyak. Hanya pasrah dengan keadaan, meski perlakuan yang sama setiap saat terus mengancam. KLR Ekonomi merupakan moda favorit bagi kelas menengah ke bawah, lantaran tiket murah dan
cepat meski aspek keamanan, kenyamanan dan keselamatan terbaikan.

Menurut Nurdin, pengguna KRL Ekonomi jurusan Kota-Bogor yang juga mengais rezeki dengan berjualan koran, pelecehan seksual di kereta sudah biasa terjadi.
"Memang benar bang, kalau di KRL banyak pelecehan seks. Rata-rata pada nongolin anunya dan korbannya nggak sadar. Kalau ada yang sadar juga nggak berani gapa-ngapain," tuturnya kepada okezone.
Sayangnya, kata Nudin, sampai saat ini tidak ada dari penumpang KRL yang menjadi korban pelecehan seksual melaporkan peristiwa tidak senonoh yang menimpanya. Wanita yang menjadi korban pelecehan seksual terpaksa diam karena malu.
"Kalau pun ada yang ngelapor, nggak ditanggepin. Sedangkan di sini sekuritinya juga banyak yang begitu (tangan usil)," ungkap Noodin.

Pedagang koran yang sudah beberapa tahun hidup di kereta ini memaparkan sejumlah jalur kereta yang kerap terjadi kasus pelecehan seks. Semuanya merupakan jalur kereta yang padat penumpang.
"Kalau mau pelajarin, naik kereta jurusan Rangkasbitung, Patas Purwakarta, Serayu (jurusan
Bandung). Kalau Jakarta, KRL Bogor- Tebet-Manggarai, Depok," bebernya.

Menurut Nurdin, tidak hanya orang yang kebetulan memanfaatkan padatnya penumpang dengan membiarkan tangan dan mata jahilnya berbuat cabul. Namun ada juga penumpang yang sengaja mencari sasaran eksploitasi seksualnya dengan mondar-mandir naik kereta saat sesak penumpang, yakni jam berangkat dan pulang kantor atau pagi dan sore menjelang malam.

"Ada orang-orang yang memang sengaja naik kereta hanya untuk itu doang (cabul)," ungkap Nurdin yang menyebutkan marakanya pelecehan seksual di atas KRL mulai tahun 1996 ketika banyak warga yang bekerja di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya.

Sementara itu, Yani, seorang karyawan swasta di Jakarta dan tinggal di Depok mengaku sempat menjadi korban pelecehan seksual saat menumpang KRL Ekonomi. "Saya terpaksa naik KRK Ekonomi dari Depok karena terlambat," ujarnya yang biasa naik KRL Patas AC dari Statsiun Depok Baru.

Penumpang KRL Ekonomi Depok-Kota sejak awal berangkat dari Stasiun Depok Lama sudah penuh penumpang karena jam berangkat kantor. "Tas saya sempat ada yang narik-narik, malahan ada tangan yang megang-megang pinggang dan paha," tutur Yani mengenai pengalaman pahitnya.

Bahkan, ungkap dia, temannya sempat menerima perlakuan tak sonoh dari penumpang KRL, gara-gara berdesak-desak dalam gerbong kereta yang sebenarnya sudah tidak manusiawi lagi saking padatnya. "Ada penumpang cowok kayaknya lagi mabuk dan sentuh bagian dadanya. Dia sempet marah dan membentak pelaku," cerita Yani yang mengaku kapok naik KRL Ekonomi.

Hal senada dikemukakan Andini, seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi ternama. Menurut dia, banyak tangan usil di atas kereta. Namun sampai saat ini, Andini bersyukur belum mengalami hal yang tidak menyenangkan tersebut.
"Untungnya sih belum, jangan sampai deh. Tapi kalau denger dari temen sih pernah mas, kayak dicolek-colek gituh," cerita dia.

Andini punya kiat sendiri sehingga bagian tubuh sensitifnya luput dari jamahan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. "Intinya sih kita harus bisa jaga diri. Jangan sampai kita dilecehin dan diem aja. Teriak kek, atau kita omelin aja kalau liat orangnya," tandas Andini seraya mengimbau PT KAI agar memperketat penjagaan dan pengawasan di dalam kereta.

Tambah dia, PT KAI juga harus peduli dengan kondisi kereta yang over kapasitas dan menertibkan pedagang, pengamen, serta pengemis. "Kalau bisa sih jumlah penumpang dibatasi biar aman dan nyaman. Masalahnya kadang-kadang pengamen dan pedagang juga suka reseh.

Tapi kalau saya liat di Semarang, stasiunnya sudah agak rapih dan teratur. Ya, seharusnya di Jakarta bisa juga kayak gitu," harapnya.

17 May 2010 12:45
miskol
Letjen
Posts 7.748
Reputation: 664
Awards:

Jejak-Jejak Tangan Jahil di KRL (1)
Dari Ngintip Dada hingga Menggesek Alat Kelamin

Senin, 17 Mei 2010 - 10:19 wib
Hen Hen - Okezone


[Image: aB1kQDR2qn.jpg]
Penumpang KRL (Foto: Ist)

JAKARTA - Pelecehan seksual bisa terjadi di mana pun dan kapan pun, tidak mengenal waktu dan tempat, juga status sosial. Asal ada kesempatan dan niat dari si pelaku, maka terjadilan kejahatan yang umumnya kaum Hawa sebaga objeknya.

Pelecehan seksual merupakan dua kata yang tak asing lagi di telinga kita. Saban hari tersiar dalam berita di media massa, atau secera langsung dan tidak langsung menyaksikan tindakan yang berhubungan dengan organ intim dari manusia ini.

Terkadang praktik pelecehan seks ini menjadi kabur batasannya, sebab terjadi karena kondisi yang mau tidak mau antara lawan jenis terjadi kontak fisik tanpa disengaja dan disadari. Atau boleh jadi untuk sebagian kasus memang ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
Kasus pelecehan seks yang kerap mejadi perdebatan tanpa ujung ini, sebenarnya bermula dari masih buruknya fasilitas dan layanan transportasi massal, terutama kereta api dan bus yang menjadi moda andalan masyarakat perkotaan. Salah satunya KRL Jabodetabek.

Sekedar menangkap adanya praktik pelecehan sekssual yang sebenarnya sudah lama terjadi ini, okezone mencoba menyusuri dari naik turunnya penumpang KRL. Sengaja dipilih KRL Ekonomi jurusan Kota-Bogor yang paling padat, bahkan super padat penumpangnya. Sebab pada jam-jam berangkat atau pulang kantor, penumpangnya bukan hanya berjubel di dalam kereta melainkan meluber ke kiri-kanan pintu hingga atap kereta.

Ketika itu, okezone memulai perjalanan sekira pukul 16.00 WIB dari arah Stasiun Kota menju Bogor. Sejak awal berangkat, KRL sudah penuh dengan penumpangnya. Saat berhenti di Stasiun Sawah Besar, segerembolan orang masuk berebutan dengan penumpang lainnya. Susana dalam gerbong kereta kelas bawah ini sudah ramai.

Dari dalam gerbong yang mengharuskan para penumpang baik pria wanita saling berhimpitan ini, okezone mengamati gerak-gerik dari pengguna tranportasi murah tersebut. Entah sengaja atau tidak, seorang laki-laki terlihat menyentuh pantat (maaf) wanita ketika hendak masuk ke dalam kereta.

Lantaran berjubel, memang tidak terlalu jelas tetapi wanita itu berpakaian seperti karyawan kantoran.
Sesaat kemudian, tidak terlihat aksi dari tangan-tangan jahil yang memanfaatkan situasi. Justru tertangkap aksi copet yang bekerja secara komplotan. Baru ketika KRL berhenti di Stasiun Manggarai, terlihat pria paruh baya yang berpakaian kaos ketiduran sehingga tak pelak menempel di bokong siswi SMA. Namun pelajar ini sepertinya tidak merasakan apa pun sehingga tak bereaksi karena mengangap hal itu biasa saat kereta penuh sesak penumpang yang umumnya terpaksa berdiri.

Pemandangan lainnya, seorang pemuda seperti pengamen karena membawa gitar, berdiri tepat di belakang wanita kantoran. Ketika diperhatikan, seperti sedang menggesek-gesekkan alat kelamin ke pantat wanita itu. Lagi-lagi, wanita itu tidak sadar cuma sesekali menengok ke arah belakang.
Kereta pun kembali berhenti di Stasiun Tebet, okezone sempat menangkap seorang pria yang berpakaian cukup rapih sengaja mendorongkan badannya ke arah bokong pelajar SMA, saat turun dari KRL.

Peristiwa serupa terjadi ketika kereta kembali meneruskan perjalanannya menuju Stasiun Cawang. Kali ini aksi seorang bapak-bapak bertopi merah tepat berdiri di hadapan dua penumpang wanita. Pria cabul yang satu ini memanfaatkan kondisi penumpang yang berdempet-dempetan skadar melepas syahwatnya. Tanpa ragu, dia lantas menggesek-gesekan alat kelaminnya ke arah dua wanita ini secara bergantian.

Pemandangan lainnya, mungkin paling banyak terjadi di mana wanita yang berpakaian minim, ketat atau sedikit terbuka pada bagian -bagian sensitif tak pelak menjadi "rezeki" bagi kaum Adam. Wanita ini menjadi risih karena menjadi objek pandangan dari pria hidung belang. Pasalnya, seorang pria dengan tatapan tajam memperhatikan belahan dadanya yang terlihat dari balik baju kaos yang agak melorot.

Dari beberapa ilustrasi kejadian di atas, umumnya korban di atas KRL tidak menyadari jika dirinya menjadi objek pelecehan seksual. Meski sebagian menyadari ada tindakan yang tidak etis, terpaksa pasrah dengan kondisi kereta yang menjadikan lawan jenis bukan muhrim ini harus berdempet-dempetan seperti ikan pindang dalam wajan.

17 May 2010 12:56
wahied
Letkol
Posts 2.298
Reputation: 124
Awards:
Facebook Network

hehehehe kyak di film bokep jepang heheheheheh






signature
Gak Nyangka Udah 1 Tahun disini Smile

17 May 2010 14:09
bosgendon
Brigjen
Posts 5.564
Reputation: 327
Awards:
Facebook NetworkMember Telah DewasaAnti Child Po rn

seperti itulah kalau bdek desakan.

17 May 2010 14:35
Yuna
Serka
Posts 285
Reputation: 11
Awards:

mau enak ya pake mobil pribadi..
iya ga..
hehehehee

17 May 2010 14:51
Kagendra
Mayor
Posts 1.485
Reputation: 200
Awards:
Facebook Network

ksmptn dlm ksmpitan. . .ane jg mw ah. .Tongue Tongue Tongue






signature
[color=#FF0000][size=large][B]HENDAKNYA SEBELUM MEMULAI SEMUA PEKERJAAN KITA
ALANGKAH BAIKNYA TERLEBIH DULU UCAPKANLAH KATA BASMALLAH[/B][/size][/color] Respect

17 May 2010 14:52
fachroe
Sertu
Posts 209
Reputation: 1
Awards:
Facebook Network

ini harus jadi perhatian PT KAI ....

17 May 2010 14:58
okkeus
Kapten
Posts 990
Reputation: 58
Awards:
Blood DonationGood CitizenPembayar Pajak

selain pelecehan seksual, copet jg harus diwaspadai dan jd perhatian PT KAI

17 May 2010 15:55
wong_edhan
Gembel Jalanan
Posts 6.667
Reputation: 609
Awards:
Facebook NetworkPembayar PajakAnti Child Po rnCharityFBI ManiaBlood DonationGood CitizenContributor

Sungguh memprihatinkan... Sad

17 May 2010 16:04
simbahmerapi
Mayor
Posts 1.650
Reputation: 34
Awards:

kalo nyenggol dianggep pelecehan juga Confused
tp klo gak mau gitu ya mendingan kereta pria n wanita dipisah aja...
ato yg cewek biar aman pake kerdus bkas kulkas aja gimana Confused






signature
_\~ | |\/| ]3 /\ |-| |\/| [- /? /\ |^ |

17 May 2010 16:14
Yoshua99
Letkol
Posts 2.182
Reputation: 80
Awards:

memprihatinkan sekali, tetapi karena murah ya jadinya meriah deh






signature
Salam Peace
Yoshua99
Semoga Tuhan memberkati kita semua.
Maaf bila repost dan/atau kurang berkenan

17 May 2010 16:38
smee_lekete
Bukan Jendral
*
Posts 6.881
Reputation: 517
Awards:
Member Telah DewasaFacebook NetworkAnti Child Po rnPembayar PajakBlood DonationFBI FansGood CitizenCharityCSR DonaturSpam Killer

PT KAI harus segera bertindak agar kejadian seperti itu tidak bertambah parah...

klik
jadi pengen ngerasain naik KRL Tongue

17 May 2010 17:04
Kojek
Tukang Sapu
Posts 10.335
Reputation: 238
Awards:
Pembayar PajakCharityFBI ManiaMember Telah DewasaFacebook Network

sakit.....






signature
[b]Sabar, Ikhlas, Legowo dan Bersyukur adalah kunci hidup penuh rahmah.......[/b]

17 May 2010 20:02
aftha_q
Kolonel
Posts 3.317
Reputation: 191
Awards:

dasar manusia yang memanfaatkan keadaan,, tapi rasa nya kaya gmn ya Blah

18 May 2010 10:32
Masked_Rider
Kopda
Posts 58
Reputation: 2
Awards:

makanya kalo naik kereta jangan pake pakaian yang mengundang gitu dong






signature
Forum Bebas .....Think OKELAH KALO BEGITU


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram