Current time: 24 Apr 2014, 22:05 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / Forbidden Area, Find The Hidden & Secret Forum / Global Faith and Tolerance / Nuansa Islami / Hadits: Jangan Marah



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 76 Votes - 2.99 Average


  
big2besar
15 May 2010 23:17  (Edit: 15 May 2010 23:18 by big2besar.)    #1

Mayjen

Abu Hurairah ra berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi saw, "Berilah aku nasihat". Beliau menjawab "jangan marah". Beliau mengulanginya beberapa kali, "Jangan marah". (HR. Bukhari)


****

Maraji'ul Hadits (Referensi Hadits)

Shahih Bukhari, Kitabul Adab, Bab Al Hadzar Min Al Ghadhad, Hadits no. 5765


Ahammiyatul Hadits (Urgensi Hadits)

Al Jurdani berkata,"Hadits ini sangat penting, karena menjelaskan dua kebaikan sekaligus. Yakni kebaikan dunia dan di akherat".


Fiqhul Hadits (Kandungan Hadits)

1. Akhlak Seorang Muslim
Seorang muslim adalah orang yang memiliki akhlak yang terpuji, berhias dengan kesabaran dan rasa malu, berpakaian tawadhu' dan sayang kepada sesamanya. Dalam dirinya terpancar tanda-tanda kejantanan, mampu menahan segala beban, berusaha untuk tidak mencelakai orang lain, pemaaf, penuh kesabaran dan mampu menahan emosi. Wajahnya senantiasa berseri-seri dalam keadaan apapun.

Arahan inilah yang diberikan Rasulullah saw kepada sahabat yang minta nasihat. Sebuah ungkapan yang singkat dan padat, mencakup semua kebaikan dan menganulir semua bentuk keburukan. "Jangan Marah".


2. Rindu Kepada Surga
Pesan Rasulullah saw di atas, ditujukan kepada penanya yang ingin menempuh jalan ke surga, dengan meminta nasihat singkat, agar ia bisa menghafal dan memahaminya.

Pesan tersebut adalah La taghdhab (jangan marah). Artinya berakhlaklah dengan akhlak mulia, akhlak para nabi, akhlak Al Qur'an, akhlak yang bersumber dari keimanan.


3. Kesabaran Kunci Kemenangan dan Keridhaan.
Manakalan nafsu dan kekuatan jahat telah bergolak dan menguasai diri, jangan menyerah begitu saja, dikuasai oleh kemarahan, merasa hanya dirimu yang berhak melarang dan memerintah, lalu kamu melanggar larangan Allah swt.

Sebaliknya, berkerja keraslah melawan seraya mengingat akhlak seorang muslim sejati. sebagaimana disebutkan dalam firman Allah swt dalam

[3:133] Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

[3:134] (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.


Dengan demikian kamu terbebas dari kemarahan Allah swt dan menjadi orang yang bertaqwa yang berhak menjadi penghuni surga yang kekal abadi.

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Abdullah Ibnu Umar ra bertanya kepada Nabi saw, "Apa yang menjauhkanku dari kemurkaan Allah swt ?" Rasulullah saw menjawab "Jangan marah".

Hasan Al Bashry berkata," Empat perkara, siapapun yang dapat melakukannya tentunya Allah swt akan menjaganya dari setan dan dijauhkan dari neraka. Yaitu orang yang mampu menguasai dirinya ketika merasa ingin, merasa takut, ketika birahinya bergejolak, dan ketika marah".


4. Kemarahan Merupakan Kumpulan Kejahatan, Sebaliknya Mengendalikan Marah Adalah Kumpulan Kebaikan.
Dalam hadits di atas, kita melihat bahwa si penanya ketika dikatakan kepadanya "Jangan Marah", ia memahami dan langsung menerima nasehat tersebut. Akan tetapi ia mengulangi permintaannya untuk diberikan nasehat, namun Rasulullah saw tetap memberikan jawaban yang sama. Ini merupakan penegasan bahwa pesan tersebut sudah cukup jika benar-benar dipahami dan diamalkan.

Imam Ahmad meriwayatkan dari orang bertanya, bahwa ia berkata, "Setelah itu saya memahami, bahwa kemarahan mencakup seluruh kejahatan". Artinya Jika tidak marah maka sebenarnya seseorang telah meninggalkan semua kejahatan. Dan barang siapa yang meninggalkan semua kejahatan, maka ia mendapatkan semua kebaikan.

Diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwa seseorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw, "Perbuatan apakah yang paling mulia?". Rasulullah saw menjawab,"Akhlak yang terpuji, yaitu jangalah kamu marah, meskipun kamu mampu melampiaskan kemarahan".


5. Kemarahan Adalah Kelemahan, Sedangkan Kesabaran Adalah Kekuatan.
Cepat marah merupakan tanda lemahnya seseorang, meskipun ia memiliki lengan yang kuat dan badan yang sehat.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Bahwa Rasulullah saw bersabda, "Orang yang kuat, bukanlah karena jago dalam gulat. Orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah".


6. Cara Cegah Kemarahan
a. Melatih jiwa dengan akhlak terpuji, seperti sabar, lemah lembut, tidak tergesa-gesa dalam segala hal dan lain sebagainya.
sebagai contoh Rasulullah saw, ketika Zaid bin Sa'nah sebelum masuk Islam, mendatangi beliau dan menagih hutang yang belum jatuh tempo dengan sikap yang sangat kasar. Beliau menghadapinya dengan senyum dan sabar.

Bahkan melarang Umar ra yang menghardik orang tersebut, seraya berkata, "Hai Umar, aku dan dia tidak membutuhkan sikap seperti itu. Lebih baik kamu menyuruhku melunasi hutangku dan menyuruhnya menagih hutang dengan baik".

Setelah itu beliau melunasi hutangnya, dan jumlahnya melebihi hutangnya, sebagai imbalan dari hardikan yang diterimanya dari Umar ra.


b. Mengingat-ingat Dampak Dari Marah, Keutamaan Meredam Amarah dan Keutamaan Memaafkan.
Allah SWT berfirman [3:134] (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda,"Barang siapa yang menahan marah dan sebenarnya ia mampu untuk meluapkannya. Maka pada hari kiamat kelak, ia akan dipanggil Allah dihadapan semua mahluk-Nya, lalu ia disuruh memilih bidadari yang ia inginkan".

Dalam riwayat Ahmad disebutkan,"Tidaklah seseorang menahan amarah karena Allah, kecuali rongganya akan dipenuhi keimanan".

Dalam Riwayat Abu Dawud disebutkan, "Allah akan memenuhi perutnya dengan ketenangan dan keimanan".


c. Ta'awudz (Mengucapak Audzu billahi minasyaithonirrojiiim)
Allah swt berfirman, [7:200] Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah590. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

590: Maksudnya: membaca "A'udzubillahi minasy-syaithaanir-rajiim".

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan, bahwa dua orang laki-laki saling caci maki di samping Rasulullah saw, salah satunya mencaci saudaranya sambil marah hingga wajahnya memerah. Maka Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat, andai ia ucapkan tentu kemarahan yang mereka alami akan hilang. Yaitu A'udzubillahi minasy-syaithaanir-rajiim (Aku berlindung dari kejahatan setan yang terkutuk).


d. Mengubah Posisi
Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian marah dan ia berdiri, maka duduklah. Karena kemarahannya akan hilang. Jika belum juga hilang maka berbaringlah".


e. Menghentikan Bicara
Rasulullah saw bersabda,"Jika salah seorang di antara kalian marah maka diamlah". Nabi saw mengucapkannya tiga kali. (HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Dawud


f. Berwudhu
Rasulullah saw bersabda," Sesungguhnya kemarahan pada dasarnya adalah bara yang sedang membakar di hati anak Adam". (HR Imam Ahmad dan Tirmidzi)

Wudhu juga merupakan ibadah dalam rangka dzikrullah (mengingat Allah swt)

Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Jika di antara kalian marah maka berwudhulah". (HR Ahmad dan Abu Dawud)



7. Marah Karena Mencari Keridhaan Allah SWT
Marah yang harus dijauhi oleh setiap muslim adalah marah yang didasari dendam dan bukan untuk membela ajaran Allah swt atau membela kehormatan seorang muslim yang dinjak-injak, maka marah seperti ini yang terpuji.

Allah swt berfirman, [9:14] Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. [9:15] dan menghilangkan panas hati orang-orang mu'min. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dalam riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah saw lebih pemalu daripada seorang gadis dalam pinangan. Jika beliau melihat sesuatu yang tidak disukai, maka kami bisa mengetahui dari wajahnya".

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah saw tidak pernah marah, namun jika larangan Allah dilanggar, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat meredam kemaahannya. (HR Bukhari, Muslim dan yang lainnya)



8. Orang Yang Marah Bertanggung Jawab Atas Perbuatannya.
Jika saat marah, merusakkan barang orang lain, maka ia harus menggantinya. Jika membunuh seseorang dengan sengaja dan penuh permusuhan, maka layak mendapatkan qishah. Jika mengucapkan perkataan yang menunjukan kekufuran, maka dianggap murtad sampai ia bertaubat kembali. Jika bersumpah maka sumpahnya sah dan harus dilaksanakan. Jika mengucapkan thalak (cerai) maka ia benar-benar telah menceraikan istrinya.



Smile
signature
[size=medium][color=blue]“Putus Cinta Sudah Biasa, Putus Rem Matilah Kita”[/color][/size]

Cool
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014