9 Feb 2010 22:40
Sungguh tak pantas dilakukan seorang bapak, perbuatan Abdurrahman (55), warga Jl Radio, Kecamatan IT I, Palembang. Anak perempuannya, berinisial Es (28), disiksa dan diperkosa selama bertahun-tahun. Yang terbaru, Minggu (7/2) sekitar pukul 21.00 WIB, giliran salah seorang anak laki-lakinya yang bernama Zulkarnain (25), ditusuk pinggang kirinya dari belakang hingga terpaksa dirawat di RS AK Gani Palembang.
Bahkan saat hendak ditangkap oleh jajaran Unit Pidum Poltabes Palembang pimpinan AKP Antoni Adhi SH MH, Senin (8/2) pagi, tersangka Abdurrahman coba menyerang polisi dengan pisau. Tak urung, paha kirinya terpaksa didor polisi hingga perlawanan pria keturunan India itu berhenti. ”Kita mendapat laporan dari dua korban yang merupakan anak tersangka, pertama kasus perkosaan dan penganiayaan, kedua kasusnya kita proses,” tegas Kapoltabes Palembang Kombes Pol Drs Luki Hermawan MSi, melalui Kasat Reskrim Kompol Andry Setiawan SIk MH.
Kepada polisi, tersangka Abdurrahman mengakui telah sering menyiksa putrinya itu, Es, sejak tahun 2005 lalu. Dipukuli dan dicambuk pakai ikat pinggang. Selain itu itu, juga pernah mencabuli putri keduanya itu. ”Tapi dak sampek kusetubuhi. Kalu merkosa baru duo tahunan terakhirlah, yang jelas sering. Tapi dak terhitung lagi berapo kali aku nggawekenyo (menggauli,red), aku khilaf, kemasukan setan. Aku emang dak begawe lagi, bini aku yang car nafkah. Jual titip kerupuk ke langganan,” aku pensiunan penjaga SD negeri di Pakjo tersebut.
Mengenai kasus penusukan terhadap putranya yang lain, Zulkarnain, tersangka Abdurrahman mengaku khilaf dan membela diri. ”Malem itu (Minggu malam), Zulkarnain anak ketigo aku, samo adeknyo, Anjasmara, nyegat aku. Kepala aku dipukul Zul pake kayu, terus kayunyo berhasil kurebut. Pas dio (Zul) balik arah, kutujah pinggang kirinyo dari belakang. Masalahnyo, dio bela ayuknya (korban Es) ,” cetus bapak sembilan anak itu.
Terpisah, istri tersangka Abdurrahman, berinisial Atk kemarin tampak mendampingi putrinya, Es ke Poltabes Palembang untuk memberikan keterangan tambahan. Atk tampak sedih, melihat suaminya yang mengerang kesakitan atas luka tembak di paha kirinya. ”Kasiah liatnyo, tapi cakmano lagi. Ayah tu salah besak nian yah, nodai anak dewek. Anak aku yang ditujahnyo, Zulknarnain, semalem (kemarin malam) sempat dak sadar waktu di rumah sakit benteng (RS AK Ganj). Keluar darah seember, mungkin keno ginjalnyo. Hari ini (kemarin) nak dites air kencingnyo,” tutur Atika.