9 Feb 2010 17:15
JAKARTA, KOMPAS.com — Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) berpendapat, jika tujuh fraksi Pansus Century konsisten dengan pandangan awal mereka, hampir dipastikan Sri Mulyani dan Boediono tidak mungkin bebas dari tuduhan tindak pidana korupsi dan pelanggaran perbankan. Hal tersebut disampaikan Kordinator Formappi Sebastian Salang saat jumpa pers di kantor Formappi, Jakarta, Selasa (9/2/2010). Dikatakan Sebastian, Formappi optimistis ketujuh fraksi tersebut tidak akan mengubah pandangan awal mereka.
"Kecuali ada perubahan (pandangan awal yang) siginfikan dari 7-2 jadi 2-7. Tapi hampir sulit menurut kita kedua pimpinan ini akan selamat," ujar Sebastian.
Angka tujuh yang dimaksud Sebastian adalah tujuh fraksi yang menyebut terjadi pelanggaran dalam bail out Bank Century, yaitu PAN, PPP, Golkar, PDI-P, Gerindra, Hanura, dan PKS. Sementara angka dua merujuk pada Fraksi Partai Demokrat dan PKB yang menyatakan pemberian fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) sudah sesuai aturan.
Dia optimistis fraksi akan konsisten dengan pandangannya hingga masa kerja Pansus berakhir. Sebab, kata dia, sejak awal sidang Pansus sikap fraksi sudah dipaparkan secara terbuka kepada publik. Dengan demikian, kalau tidak konsisten, citra partai dipertaruhkan. Meskipun, lanjut Sebastian, mempertahankan konsistensi pandangan tidaklah mudah bagi fraksi-fraksi itu.
"Kalau Pansus menyatakan tidak ada masalah, maka DPR tidak dipercaya lagi oleh publik, kalau ada perubahan drastis, taruhannya sangat berat. Tapi kalau konsisten, mereka harus siap keluar kabinet dan kehilangan kekuasaan," katanya.
Mengenai pertanggungjawaban seperti apa yang harus dihadapi Boediono dan Sri Mulyani, Formappi berpendapat, ada dua pilihan. "Mengundurkan diri sukarela, atau apabila terbukti pidana maka dengan sendirinya ada konsekuensi terkait jabatan mereka," imbuhnya.
http://nasional.kompas.com/read/2010/02/09/13025364/Sri.Mulyani.dan.Boediono.Tak.Selamat