Hello There, Guest! - Silahkan Daftar atau Login Cepat via Facebook
Post Terbaru Sejak Login Terakhir   Post Terbaru 24 Jam Terakhir



 
  • 116 Vote(s) - 2.84 Average
Tools    New reply


2 Feb 2010 00:48
perugiana_fachri
Letjen
Posts 7.698
Reputation: 393
Awards:
Facebook NetworkFBI ManiaAnti Child Po rnCharityBlood Donation

Pada umumnya para orang tua merasa yakin jika anak-anaknya menjalani pendidikan di pesantren, anak-anak mereka akan medapatkan pendidikan dan keamanan yang lebih baik daripada disekolah umum.

Tidak sedikit orang tua yang berpendapat kalau sekolah umum rawan dengan banyak masalah seperti tawuran pelajar, narkoba, pergaulan bebas, pornografi, dan lain-lain perbuatan asusila atau kriminal.

Salah satu solusi yang ditempuh oleh para orang tua dalam menghindari masalah-masalah di sekolah umum tsb adalah dengan menyerahkan pendidikan anak-anaknya ke pesantren.

Harapan mereka tentunya adalah di samping memperoleh pendidikan akademis yang baik, anak-anak mereka pun akan mendapat nilai plus dari segi moralias dan keagamaan. Minimal anak-anak bisa lebih diharapkan untuk menjadi orang alim.

Ternyata harapan tsb tidak selalu bisa diharapkan. Pasalnya pondok pesantren yang biasanya berisi orang alim ternyata bisa juga dihuni oleh orang zholim. Lebih celaka lagi kalau orang zholim tsb adalah sang ustadz itu sendiri dan yang mejadi korbannya adalah para santrinya.

KORBAN SODOMI DI SEBUAH PESANTREN

Dikabarkan salah satu santri berinisial Y di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman mengalami depresi berat, karena ia menjadi salah satu korban sodomi oleh pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) tsb. HR sang ustadz tsb diduga telah menyodomii 10 santrinya (Oke Zone:31/1/10)

Warga setempat sempat mendatangi Ponpes untuk meminta agar pimpinan Ponpes segera mundur dan tidak lagi melakukan kegiatan keagamaan di lingkungan tersebut.

H.Junaedi, tokoh pemuda setempat menyatakan bahwa ia merasa kecewa dengan Ustad HR yang seharusnya sebagai tokoh keagamaan bisa memberikan yang terbaik tapi ternyata sebaliknya.

Menurut Junaedi kejadian dugaan pencabulan berupa sodomi tersebut terjadi sekitar tahun 2001 lalu, dan baru terbongkar sekarang setelah salah satu santri berani menceritakan kejadian itu.

Menurut korban Y kepada kakaknya, ia mau dicabuli setelah diiming-imingi akan mendapat berkah dan sukses dalam memberikan ceramah. (Lho berkah kok syaratnya harus disodomi ?)

Selain Y, ternyata menurut Junaedi masih ada lagi 6 santri yang diduga dicabuli yaitu Ikh, Brhn, Fr, DI, Y, dan N. Junaedi yakin korbannya sekitar 10 orang.

BANTAHAN

Sementara itu di lain pihak, Makmun (40), adik HR membantah tuduhan itu saat ditemui di kediamannya yang terletak di sebelah Ponpes yang beralamat di Jalan Cikini Dalam, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Minggu (31/1/2010).

Makmun mengatakan bahwa HR hanya pernah mencium dan meraba tubuh korban. (Lho kok Ustadz mencium dan meraba tubuh santrinya ? Pelajaran apaan nih ?) Menurut Makmun, HR berani bersumpah dengan nama Allah di atas Alquran kalau dia tidak melakukan sodomi. Di samping itu menurutnya HR sudah minta maaf kepada tujuh keluarga korban dan kasus ini sudah selesai secara kekeluargaan. Makmun merasa heran mengapa tudingan itu muncul kembali.

HR dinilai Makmun sebagai sosok kakak yang baik dan sangat lembut dalam tutur dan bahasa serta banyak membantu kepada warga sekitar. Ada satu hal yang agak aneh mengenai diri HR yang seperti dikatakan oleh Makmun adalah bahwa kelembutan HR lebih mengarah kepada keibuan sehingga HR lebih banyak dekat dengan ibu-ibu (jangan-jangan homosex atau bencong nih ?)

Selanjutnya Makmun mengatakan bahwa keluarga mereka ingin agar kasus ini bisa selesai secepatnya dan mereka tidak akan menghalangi jika kakak nya diusut karena melakukan hal tsb asalkan dibuktikan dulu melalui visum (jangan-jangan karena kejadiannya sudah lama, visum tidak bisa membuktikan hal tsb ?)

TINDAKAN PENCEGAHAN

Dari kasus di atas, ada hal yang perlu dilakukan oleh para orang tua agar anak-anak mereka tidak mengalami kejadian serupa. Hal-hal yang perlu dilakukan tsb adalah sbb:

Pertama, orang tua yang berminat untuk mendidik anaknya di pesantren, perlu meneliti dan memilih pesantren yang layak dipercaya.

Ke dua, orang tua jangan berlepas tangan dan mempercayakan sepenuhnya pendidikan anaknya di pesantren tanpa pengawasan.

Ke tiga, orang tua yang mempercayakan anaknya untuk menjalani pendidikan di pesantren, harus menyempatkan diri untuk berkomunikasi langsung dengan anaknya.

Orang tua perlu menanyakan kepada anaknya pengalaman apa saja yang dialami sejak awal menjalani pendidikan di pesantren. Interaksi anak dengan para ustadz, teman-teman, dan warga sekitar perlu diungkap sejak awal.

Dengan demikian jika terjadi hal-hal yang aneh seperti dicium dan di raba-raba Pak Ustasz, hal tsb bisa cepat diketahui sehingga anak-anak bisa dicegah agar tidak menjadi korban sodomi.

2 Feb 2010 09:13
Pistol_aer
K A P O L S E X X X
Posts 6.557
Reputation: 1214
Awards:
Member Telah DewasaPembayar PajakAnti Child Po rnFBI FansMember ChoicePahlawan

(2 Feb 2010 00:48)perugiana_fachri Wrote:
 
Orang tua perlu menanyakan kepada anaknya pengalaman apa saja yang dialami sejak awal menjalani pendidikan di pesantren. Interaksi anak dengan para ustadz, teman-teman, dan warga sekitar perlu diungkap sejak awal.

Top betul ndan , kebanyakan orang tua cuma menanyakan Betah apa engga di pesantren , udah bisa ngaji belum

jarang jarang ada orang tua yg menanyakan tentang keperjakaan anaknya yg telah dititipkan di pesantren .

" wahai anakku , coba buka baju dan celanamu nak , bapak mau lihat ... kamu masih perjaka ga ?"






signature
[size=medium][i]mempunyai Kemauan jangan samakan dengan mempunyai Kemaluan karena yg namanya Kemauan Tidak semulus dengan Kemaluan dan sekitarnya [/i][/size]

2 Feb 2010 12:46
IZI_@
Kapten
Posts 1.098
Reputation: 86
Awards:
Facebook NetworkAnti Child Po rn

wah ada lagi yang mengumbar hawa nafsu bejatnya nih......,ngaku Ustad........ tapi mencoreng Dunia Islam .






signature
[font=Verdana][color=#32CD32]Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
[/color][/font]

2 Feb 2010 18:59
THE ROCK
Bukan Admin
Posts 14.527
Reputation: 585
Awards:
Pembayar PajakNews GatorMember ChoiceFacebook Network

Kita tidak bisa menutup mata..
Sodomie memang populer sekelas Indomie..
Tapi.. kok ada embel-embel pesantren yg seolah memblow-up agama tertentu..
Rasanya saya agak risih juga..






signature
newcomer

2 Feb 2010 20:41
kolamsusu
Mayor
Posts 1.894
Reputation: 38
Awards:
Good CitizenPembayar Pajak

betul mas the rock...
knp gak diganti aja judulnya dgn "mengapa sodomi bisa terjadi pada tempat2 yg religius"...
soalnya kebejatan moral org2 yg ngerti hukum agama bukan cuman terjadi di pesantren aja...

2 Feb 2010 20:50
kolamsusu
Mayor
Posts 1.894
Reputation: 38
Awards:
Good CitizenPembayar Pajak

(2 Feb 2010 18:59)THE ROCK Wrote:
 
Tapi.. kok ada embel-embel pesantren yg seolah memblow-up agama tertentu..
Rasanya saya agak risih juga..

betul...
kebejatan moral org2 yg ngerti hukum agama gak terjadi cuman di pesantren aja...

bahkan pernah baca ditemukan banyak kerangka bayi di ruang bawah tanah pada tempat2 peribadatan...

2 Feb 2010 20:57
ucokfredy
Pengangguran
Posts 7.587
Reputation: 550
Awards:
Pembayar PajakFacebook NetworkAnti Child Po rnFBI Fans

sebenernya memang tempat tidak menjamin hal akan baik2 saja...
antisipasi boleh tp di butuhkan suatu pengawas lebih akan hal itu...







signature
[align=center][font=tahoma][size=large]kita butuh pemimpin yg tegas, cepat, serta melindungi masyarakat
bukan yg diam duduk di pojokan[/font][/size][/align]

2 Feb 2010 21:03
Sasuke kun
Pasien Ganteng
Posts 13.181
Reputation: 778
Awards:
Facebook NetworkAnti Child Po rnPahlawan

Nafsu atau sodomi bisa terjadi dimana saja tidak mengenal tempat






signature
Malas Pake Sigi.... Sad

2 Feb 2010 21:08
laczo
Brigjen
Posts 5.193
Reputation: 208
Awards:
Facebook NetworkAnti Child Po rnFBI FansCharity

karena ke intiman yang disebabkan seringnya bertemu dan hidup bersama memang bisa jadi pendorong hal itu..Smile

3 Feb 2010 09:51
dyudhi
Lettu
Posts 792
Reputation: 18
Awards:

setan bisa menghasut siapa saja dan dimana saja, jadi ggak aman saja dunia ini

3 Feb 2010 20:32
perugiana_fachri
Letjen
Posts 7.698
Reputation: 393
Awards:
Facebook NetworkFBI ManiaAnti Child Po rnCharityBlood Donation

inilah kenyataan yg terjadi...mmg dipesantren,masa harus diganti dipos kamling TongueTongueTongue

4 Feb 2010 08:07
Pistol_aer
K A P O L S E X X X
Posts 6.557
Reputation: 1214
Awards:
Member Telah DewasaPembayar PajakAnti Child Po rnFBI FansMember ChoicePahlawan

(2 Feb 2010 21:03)Sasuke kun Wrote:
 
Nafsu atau sodomi bisa terjadi dimana saja tidak mengenal tempat

begini nih kalau member belum cukup umur masuk ke HRD , jadi pinter kalau komentar Big Grin






signature
[size=medium][i]mempunyai Kemauan jangan samakan dengan mempunyai Kemaluan karena yg namanya Kemauan Tidak semulus dengan Kemaluan dan sekitarnya [/i][/size]

4 Feb 2010 22:03
perugiana_fachri
Letjen
Posts 7.698
Reputation: 393
Awards:
Facebook NetworkFBI ManiaAnti Child Po rnCharityBlood Donation

(4 Feb 2010 08:07)Pistol_aer Wrote:
 
(2 Feb 2010 21:03)Sasuke kun Wrote:
 
Nafsu atau sodomi bisa terjadi dimana saja tidak mengenal tempat

begini nih kalau member belum cukup umur masuk ke HRD , jadi pinter kalau komentar Big Grin

mbah aer juga sic ngajarin...jadi dech gitu Mad:pusing::pusing::pusing:

5 Feb 2010 16:29
PUKEL
Jendral
Posts 12.113
Reputation: 229
Awards:
Member Telah Dewasa

Sebenarnya bukan masalah tempatnya tapi manusianya

nah lho , ada jugakan manusia berwatak binatang yang

berani bersetbuh di Mesjid/mussolla atau juga NAPI yang

bebas berjudi & pakai narkoba dipenjara ( ironis )

tapi itulah hidup, selama matahari masih bersinar diatas kepala

kejahatan, dosa, aib dan tabu pasti di kejar orang Cool

5 Feb 2010 19:19
big2besar
Mr. President
Posts 7.053
Reputation: 373
Awards:
Anti Child Po rn

Masih belum jelas kasusnya....

Smile






signature
"Jangan pernah mempercayai apa pun dalam politik sampai hal itu resmi diingkari". Otto von Bismarck (1819-1898)

Cool


   New reply




User(s) browsing this thread:
1 Guest(s)

Forum Bebas Indonesia
Demokrasi & Kebebasan temukan jalannya!
Respecting others will make you happy here
© 2004-2013 by Adimin | Fan Page | Group Discussion | Twitter | Google+ | Instagram